Menentukan judul skripsi sering menjadi salah satu tahap yang paling membuat mahasiswa tingkat akhir bingung. Bahkan, tidak sedikit mahasiswa yang sudah siap mengerjakan skripsi tetapi justru berhenti di tahap awal karena belum menemukan judul yang tepat.
Ada yang sudah memiliki banyak ide tetapi semuanya terasa terlalu luas. Ada juga yang menemukan judul dari internet, tetapi ketika ditanya dosen mengenai alasan memilih judul tersebut justru tidak bisa menjelaskannya.
Padahal, menentukan judul skripsi sebenarnya tidak harus sesulit itu. Judul yang baik biasanya tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi melalui proses mulai dari menemukan masalah, menentukan topik, membaca penelitian terdahulu, hingga mempersempit fokus penelitian.
Karena itu, memahami 7 langkah menentukan judul skripsi dapat membantu kamu menyusun judul dengan lebih terarah dan memiliki alasan penelitian yang jelas.
Judul skripsi merupakan gambaran singkat mengenai penelitian yang akan dilakukan. Dari judul, pembaca biasanya dapat mengetahui topik, objek, variabel atau konsep yang diteliti, serta konteks penelitian.
Contohnya, judul:
“Pengaruh Penggunaan Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian Mahasiswa”
Dari judul tersebut dapat terlihat bahwa penelitian membahas penggunaan media sosial dan keputusan pembelian dengan mahasiswa sebagai salah satu konteks penelitian.
Namun, judul skripsi tidak harus langsung dibuat sempurna sejak awal. Dalam proses bimbingan, judul dapat mengalami perubahan setelah mendapatkan masukan dari dosen pembimbing.
Yang paling penting adalah kamu memiliki dasar yang jelas ketika mengajukan judul.
Berikut tujuh langkah yang dapat kamu gunakan untuk menentukan judul skripsi.
Langkah pertama adalah menentukan bidang yang ingin kamu teliti.
Jangan langsung memikirkan judul. Coba tentukan terlebih dahulu bidang atau tema yang paling menarik perhatianmu.
Misalnya kamu mahasiswa Administrasi Publik, beberapa bidang yang bisa dipertimbangkan antara lain:
Sementara mahasiswa Manajemen dapat mempertimbangkan pemasaran, sumber daya manusia, perilaku konsumen, keuangan, atau kewirausahaan.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi dapat mempertimbangkan media sosial, komunikasi organisasi, komunikasi pemasaran, media, atau perilaku komunikasi.
Memulai dari bidang yang kamu minati akan membuat proses pencarian ide menjadi lebih mudah.
Kamu tidak perlu langsung memilih satu topik. Buatlah daftar tiga sampai lima bidang yang menurutmu menarik.
Setelah menentukan bidang, langkah berikutnya adalah mencari masalah.
Skripsi sebaiknya tidak hanya membahas sesuatu yang menarik, tetapi juga memiliki permasalahan atau pertanyaan yang dapat diteliti.
Coba perhatikan lingkungan sekitar.
Apakah ada pelayanan yang dianggap kurang efektif?
Apakah ada kebijakan yang belum berjalan sesuai harapan?
Apakah ada perubahan perilaku masyarakat?
Apakah terdapat masalah dalam penggunaan teknologi?
Apakah ada fenomena yang sering dibicarakan tetapi belum kamu pahami penyebabnya?
Misalnya kamu tertarik dengan pelayanan publik dan menemukan bahwa masyarakat masih mengalami kesulitan ketika menggunakan layanan administrasi secara online.
Masalah tersebut dapat menjadi titik awal penelitian.
Jangan langsung mengubahnya menjadi judul. Catat terlebih dahulu masalah yang kamu temukan.
Salah satu alasan judul skripsi sulit dibuat adalah karena topiknya terlalu luas.
Misalnya:
“Digitalisasi Pelayanan Publik”
Topik tersebut masih sangat luas. Ada banyak jenis pelayanan, instansi, wilayah, dan aspek yang bisa dibahas.
Kamu dapat mempersempitnya berdasarkan beberapa hal seperti:
Contohnya:
Topik: Digitalisasi pelayanan publik
↓
Lebih spesifik: Pelayanan administrasi berbasis digital
↓
Lebih spesifik: Penggunaan layanan administrasi berbasis aplikasi
↓
Fokus: Efektivitas penggunaan aplikasi dalam pelayanan administrasi
Semakin spesifik fokus penelitian, semakin mudah kamu menentukan arah judul.
Namun, jangan mempersempit topik secara berlebihan hingga data penelitian menjadi sulit diperoleh.
Langkah berikutnya adalah membaca penelitian terdahulu.
Penelitian terdahulu dapat membantu kamu memahami apakah topik yang dipilih sudah banyak diteliti atau masih memiliki peluang untuk dikembangkan.
Kamu dapat mencari jurnal, skripsi, tesis, dan artikel ilmiah yang relevan.
Saat membaca penelitian terdahulu, jangan hanya melihat judul.
Perhatikan:
Dari sini kamu dapat memperoleh gambaran mengenai penelitian yang akan dibuat.
Selain itu, penelitian terdahulu juga dapat membantu menghindari judul yang terlalu mirip dengan penelitian sebelumnya.
Setelah membaca beberapa penelitian, cobalah mencari research gap.
Research gap merupakan celah yang masih dapat dikembangkan dari penelitian sebelumnya.
Celah tersebut dapat muncul karena adanya perbedaan:
Sebagai contoh, sudah terdapat beberapa penelitian mengenai penggunaan media sosial sebagai media promosi UMKM.
Namun, kamu menemukan bahwa sebagian besar penelitian dilakukan pada UMKM di kota besar. Kamu kemudian tertarik melihat bagaimana strategi serupa diterapkan oleh UMKM di daerah tertentu.
Perbedaan tersebut dapat menjadi salah satu dasar untuk mengembangkan penelitian.
Namun, jangan menggunakan istilah “research gap” hanya agar judul terlihat akademis. Pastikan kamu benar-benar menemukan perbedaan atau celah berdasarkan penelitian terdahulu yang sudah dibaca.
Judul yang menarik belum tentu menjadi judul yang mudah dikerjakan.
Sebelum mengajukan judul, pastikan kamu bisa mendapatkan data yang dibutuhkan.
Coba tanyakan kepada diri sendiri:
Siapa yang akan menjadi responden?
Di mana penelitian dilakukan?
Apakah saya bisa mendapatkan data?
Apakah saya bisa melakukan wawancara?
Apakah objek penelitian bersedia diteliti?
Berapa lama waktu yang dibutuhkan?
Hal ini sangat penting karena banyak mahasiswa memilih judul yang terlihat bagus, tetapi akhirnya kesulitan ketika harus mengumpulkan data.
Misalnya kamu ingin meneliti perusahaan tertentu, tetapi perusahaan tersebut tidak memberikan akses terhadap data yang dibutuhkan.
Akibatnya, penelitian menjadi terhambat.
Karena itu, pilih judul yang tidak hanya menarik secara akademis, tetapi juga realistis untuk dikerjakan.
Setelah menemukan beberapa alternatif judul, langkah terakhir adalah melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing.
Jangan takut jika judul yang kamu ajukan ternyata mendapatkan revisi.
Revisi judul merupakan bagian normal dari proses penyusunan skripsi.
Sebelum konsultasi, sebaiknya kamu sudah menyiapkan beberapa informasi seperti:
Dengan membawa informasi tersebut, kamu tidak hanya memberikan sebuah judul kepada dosen, tetapi juga menunjukkan bahwa kamu sudah memiliki gambaran mengenai penelitian yang ingin dilakukan.
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhana alur menentukan judul.
Langkah 1 — Bidang
Pelayanan publik.
Langkah 2 — Masalah
Masyarakat masih mengalami kendala dalam menggunakan layanan administrasi secara digital.
Langkah 3 — Topik
Digitalisasi pelayanan publik.
Langkah 4 — Fokus
Efektivitas layanan administrasi berbasis digital.
Langkah 5 — Penelitian terdahulu
Mencari penelitian mengenai pelayanan publik digital.
Langkah 6 — Research gap
Menemukan perbedaan objek atau lokasi yang dapat dikembangkan.
Langkah 7 — Judul sementara
Judul kemudian disusun berdasarkan fokus, objek, lokasi, variabel atau konsep, serta metode penelitian yang digunakan.
Dari proses tersebut, terlihat bahwa judul merupakan hasil dari proses berpikir, bukan sekadar gabungan kata yang terdengar akademis.
Selain mengetahui 7 langkah menentukan judul skripsi, kamu juga perlu mengetahui ciri judul yang baik.
Judul harus menggambarkan penelitian dengan bahasa yang mudah dipahami.
Hindari judul yang terlalu umum dan luas.
Judul harus memiliki hubungan dengan program studi dan bidang yang dipelajari.
Pembaca sebaiknya dapat mengetahui siapa atau apa yang menjadi objek penelitian.
Pastikan data dan informasi yang diperlukan memungkinkan untuk diperoleh.
Judul skripsi sebaiknya cukup informatif tanpa menggunakan terlalu banyak kata yang tidak diperlukan.
Judul harus dapat dikembangkan menjadi latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, metode, hingga pembahasan.
Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya kamu hindari.
Pertama, hanya meniru judul skripsi orang lain. Contoh judul boleh menjadi inspirasi, tetapi penelitian harus memiliki konteks dan fokus yang jelas.
Kedua, memilih judul karena sedang viral. Tren bisa menjadi sumber ide, tetapi tetap harus memiliki relevansi akademik.
Ketiga, tidak memikirkan data. Jangan memilih judul sebelum mengetahui apakah data penelitian bisa diperoleh.
Keempat, membuat judul terlalu luas. Topik yang terlalu luas akan membuat penelitian sulit dikendalikan.
Kelima, terlalu sering mengganti judul. Sebelum mengajukan judul, lakukan riset awal agar keputusan yang dibuat lebih matang.
Sebelum mengirimkan judul kepada dosen pembimbing, coba cek beberapa pertanyaan berikut:
Jika semua pertanyaan tersebut sudah bisa kamu jawab, berarti kamu sudah memiliki dasar yang lebih kuat untuk mengajukan judul skripsi.
Menentukan judul skripsi tidak perlu dimulai dengan mencari ratusan contoh judul di internet. Justru, cara yang lebih terarah adalah memahami masalah terlebih dahulu.
Mulai dari menentukan bidang yang diminati, menemukan masalah, mempersempit topik, membaca penelitian terdahulu, mencari research gap, memastikan data tersedia, kemudian mengonsultasikannya dengan dosen pembimbing.
Dengan mengikuti 7 langkah menentukan judul skripsi tersebut, kamu dapat menyusun judul yang lebih jelas, realistis, dan sesuai dengan arah penelitian.
Ingat, judul skripsi yang bagus bukan hanya judul yang terdengar keren. Judul yang baik adalah judul yang memiliki masalah yang jelas, dapat diteliti, memiliki dasar akademik, dan realistis untuk diselesaikan.
Kalau kamu sudah memiliki topik tetapi masih bingung mengubahnya menjadi judul, mencari research gap, menentukan fokus penelitian, atau mempersiapkan proposal, Molulus.id siap membantu kamu.
Kamu bisa melakukan pemesanan melalui:
Website: Molulus.id
WhatsApp: 085179917579
Jangan biarkan skripsi terhambat hanya karena bingung menentukan judul.
Sudah punya ide penelitian tetapi belum tahu bagaimana membuatnya menjadi judul skripsi? Konsultasikan kebutuhan skripsimu melalui Molulus.id sekarang.