Bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, istilah batasan masalah tentu sudah tidak asing. Namun, masih banyak mahasiswa yang belum memahami secara jelas apa itu batasan masalah dalam skripsi, bagaimana cara membuatnya, serta apa perbedaannya dengan identifikasi masalah dan rumusan masalah.
Secara sederhana, batasan masalah dalam skripsi adalah pembatasan ruang lingkup penelitian agar pembahasan tetap fokus dan tidak melebar ke berbagai masalah di luar tujuan penelitian.
Sebuah penelitian biasanya berangkat dari fenomena atau permasalahan yang cukup luas. Jika seluruh masalah tersebut dibahas sekaligus, penelitian akan menjadi terlalu besar dan sulit diselesaikan. Oleh karena itu, peneliti perlu menentukan bagian mana yang benar-benar akan diteliti dan bagian mana yang berada di luar cakupan penelitian.
Batasan masalah membantu mahasiswa menentukan fokus penelitian berdasarkan variabel, objek, subjek, lokasi, periode, maupun aspek tertentu yang akan dikaji.
Misalnya seorang mahasiswa mengambil judul:
“Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan pada Cafe X.”
Penelitian tersebut sebenarnya dapat membahas banyak hal, seperti harga, kualitas produk, promosi, lokasi, suasana cafe, pelayanan, loyalitas pelanggan, dan berbagai faktor lainnya.
Agar penelitian lebih terarah, mahasiswa dapat memberikan batasan bahwa penelitian hanya membahas kualitas pelayanan sebagai variabel yang memengaruhi kepuasan pelanggan, dengan objek penelitian pelanggan Cafe X pada periode tertentu.
Dengan demikian, pembahasan mengenai harga, promosi, kualitas produk, dan faktor lainnya tidak menjadi fokus utama penelitian.
Batasan masalah merupakan bagian yang digunakan untuk memperjelas ruang lingkup penelitian. Bagian ini membantu peneliti menentukan seberapa jauh penelitian akan dilakukan.
Batasan masalah bukan berarti menghilangkan permasalahan yang ada. Sebaliknya, batasan masalah membantu peneliti memilih permasalahan yang paling relevan untuk diteliti sesuai dengan kemampuan, tujuan, waktu, data, dan metode penelitian.
Dengan adanya batasan masalah, pembaca dapat mengetahui:
Karena itu, batasan masalah skripsi sangat penting terutama ketika topik penelitian memiliki cakupan yang luas.
Batasan masalah memiliki beberapa fungsi penting.
Tanpa batasan masalah, pembahasan skripsi berpotensi melebar ke berbagai topik.
Dengan batasan masalah, mahasiswa dapat berkonsentrasi pada masalah utama yang sudah ditentukan.
Batasan masalah menentukan ruang lingkup yang boleh dibahas dalam penelitian.
Misalnya penelitian hanya dilakukan pada mahasiswa semester tertentu, lokasi tertentu, atau periode tertentu.
Ketika ruang lingkup sudah jelas, mahasiswa akan lebih mudah menentukan jenis data yang perlu dikumpulkan.
Batasan masalah juga berkaitan dengan pemilihan metode penelitian, responden, teknik pengumpulan data, hingga teknik analisis.
Tidak semua masalah yang ditemukan harus masuk ke dalam penelitian. Batasan masalah membantu mahasiswa menghindari pembahasan yang tidak berhubungan langsung dengan fokus penelitian.
Penelitian yang terlalu luas membutuhkan lebih banyak data, waktu, tenaga, dan biaya. Dengan batasan masalah yang jelas, penelitian menjadi lebih realistis untuk diselesaikan.
Ketiga bagian ini sering dianggap sama, padahal memiliki fungsi berbeda.
Identifikasi masalah berisi berbagai masalah atau fenomena yang ditemukan berdasarkan latar belakang.
Contoh:
Batasan masalah menentukan bagian mana yang akan diteliti.
Contoh:
Penelitian ini dibatasi pada pembahasan mengenai kualitas pelayanan sebagai variabel independen dan kepuasan pelanggan sebagai variabel dependen pada pelanggan Cafe X.
Rumusan masalah mengubah masalah penelitian menjadi pertanyaan.
Contoh:
Apakah kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan pada Cafe X?
Jadi, sederhananya:
Identifikasi Masalah → Masalah yang ditemukan
Batasan Masalah → Masalah yang dipilih untuk diteliti
Rumusan Masalah → Pertanyaan yang akan dijawab melalui penelitian
Berikut beberapa langkah yang dapat digunakan mahasiswa.
Judul menjadi salah satu dasar utama dalam menentukan batasan masalah.
Misalnya:
“Pengaruh Digital Marketing terhadap Keputusan Pembelian Produk Fashion pada Mahasiswa.”
Dari judul tersebut sudah terlihat bahwa penelitian memiliki fokus pada digital marketing dan keputusan pembelian.
Untuk penelitian kuantitatif, identifikasi variabel yang digunakan.
Contohnya:
Jika penelitian hanya menggunakan dua variabel tersebut, jangan memasukkan variabel lain seperti brand image, harga, atau kualitas produk kecuali memang menjadi bagian dari desain penelitian.
Objek penelitian harus dibuat jelas.
Misalnya penelitian dilakukan pada:
Produk fashion yang dipasarkan melalui media sosial.
Subjek penelitian dapat berupa:
Jika diperlukan, sebutkan lokasi penelitian secara jelas.
Contohnya:
Penelitian dilakukan pada mahasiswa di Universitas X.
Batasan juga dapat mencakup periode tertentu jika relevan dengan penelitian.
Contohnya:
Penelitian difokuskan pada data atau aktivitas pemasaran selama tahun penelitian.
Jika diperlukan, jelaskan aspek yang berada di luar fokus penelitian.
Misalnya penelitian hanya membahas digital marketing dan keputusan pembelian sehingga tidak membahas faktor harga, kualitas produk, maupun distribusi.
Judul:
“Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada Perusahaan X.”
Batasan Masalah:
Penelitian ini dibatasi pada pembahasan mengenai motivasi kerja sebagai variabel independen dan kinerja karyawan sebagai variabel dependen. Subjek penelitian adalah karyawan Perusahaan X, sedangkan aspek lain seperti kompensasi, gaya kepemimpinan, lingkungan kerja, dan budaya organisasi tidak menjadi fokus utama penelitian.
Judul:
“Pengaruh Social Media Marketing terhadap Keputusan Pembelian Produk Fashion.”
Batasan Masalah:
Penelitian ini dibatasi pada pengaruh social media marketing terhadap keputusan pembelian produk fashion. Responden penelitian adalah konsumen yang pernah melihat atau berinteraksi dengan promosi produk fashion melalui media sosial. Faktor lain seperti harga, kualitas produk, lokasi, dan distribusi tidak menjadi variabel utama dalam penelitian ini.
Judul:
“Pengaruh Media Pembelajaran Digital terhadap Motivasi Belajar Siswa.”
Batasan Masalah:
Penelitian ini dibatasi pada penggunaan media pembelajaran digital dalam proses pembelajaran dan kaitannya dengan motivasi belajar siswa. Subjek penelitian adalah siswa pada kelas yang telah ditentukan oleh peneliti. Aspek lain seperti kondisi ekonomi keluarga, lingkungan sosial, dan metode pembelajaran lainnya tidak menjadi fokus utama penelitian.
Judul:
“Pengaruh Kemudahan Penggunaan Aplikasi terhadap Kepuasan Pengguna.”
Batasan Masalah:
Penelitian ini dibatasi pada analisis hubungan antara kemudahan penggunaan aplikasi dan kepuasan pengguna. Responden penelitian merupakan pengguna aplikasi yang telah menggunakan aplikasi dalam periode tertentu. Faktor lain seperti harga layanan, promosi, dan fitur aplikasi yang tidak berkaitan langsung dengan variabel penelitian tidak menjadi fokus utama.
Judul:
“Pengaruh Pemahaman Akuntansi terhadap Kualitas Laporan Keuangan UMKM.”
Batasan Masalah:
Penelitian ini dibatasi pada pemahaman akuntansi pelaku UMKM dan kualitas laporan keuangan yang dihasilkan. Penelitian tidak membahas secara mendalam aspek perpajakan, akses pembiayaan, strategi pemasaran, maupun pengelolaan sumber daya manusia UMKM.
Batasan masalah yang baik memiliki beberapa karakteristik.
Batasan masalah harus menjelaskan fokus penelitian secara jelas.
Jangan membuat batasan yang bertentangan dengan judul penelitian.
Rumusan masalah harus dapat diturunkan dari ruang lingkup yang sudah dibatasi.
Batasan harus mempertimbangkan waktu, kemampuan, sumber daya, dan ketersediaan data.
Batasan yang terlalu sempit dapat membuat penelitian kehilangan relevansi.
Sebaliknya, batasan yang terlalu luas membuat penelitian sulit dikendalikan.
Gunakan kalimat akademis yang sederhana dan tidak berbelit-belit.
Mahasiswa perlu menghindari beberapa kesalahan berikut.
Batasan masalah seharusnya menjelaskan ruang lingkup secara lebih spesifik, bukan sekadar mengulang judul.
Jika subjek merupakan bagian penting dari penelitian, sebaiknya dijelaskan dengan jelas.
Jangan memasukkan variabel baru yang tidak terdapat dalam judul atau desain penelitian.
Batasan masalah yang terlalu banyak dapat membuat penelitian terlalu sempit dan sulit dilakukan.
Batasan masalah harus sesuai dengan metode dan teknik penelitian yang digunakan.
Jangan memasukkan berbagai aspek yang tidak akan dianalisis.
Jika masih bingung, gunakan beberapa pertanyaan berikut:
Apa yang saya teliti?
Tentukan fokus atau variabel penelitian.
Siapa yang saya teliti?
Tentukan subjek atau responden.
Di mana penelitian dilakukan?
Tentukan lokasi atau objek penelitian.
Kapan penelitian dilakukan?
Tentukan periode jika diperlukan.
Aspek apa yang tidak saya bahas?
Tentukan faktor yang berada di luar fokus penelitian.
Jika kelima pertanyaan tersebut sudah terjawab, menyusun batasan masalah biasanya akan jauh lebih mudah.
Batasan masalah biasanya berada dalam bagian awal skripsi, khususnya Bab 1, bersama dengan beberapa komponen lainnya.
Struktur yang umum antara lain:
Urutan tersebut dapat berbeda sesuai pedoman masing-masing kampus.
Namun, secara logis bagian-bagian tersebut saling berhubungan.
Latar belakang menjelaskan kondisi dan masalah.
Identifikasi masalah merangkum masalah yang ditemukan.
Batasan masalah menentukan fokus yang akan diteliti.
Rumusan masalah mengubah fokus tersebut menjadi pertanyaan.
Tujuan penelitian menjelaskan apa yang ingin dicapai.
Manfaat penelitian menjelaskan kegunaan hasil penelitian.
AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu ketika mahasiswa sudah memiliki judul, latar belakang, dan identifikasi masalah tetapi masih kesulitan menentukan ruang lingkup penelitian.
Contoh prompt yang dapat digunakan:
“Saya sedang menyusun skripsi dengan judul [judul skripsi]. Berikut latar belakang penelitian saya: [tempelkan latar belakang]. Berikut identifikasi masalahnya: [tempelkan identifikasi masalah]. Bantu saya membuat batasan masalah yang spesifik dan realistis. Pastikan batasan masalah sesuai dengan judul dan identifikasi masalah, menjelaskan fokus variabel, objek, subjek, serta aspek yang tidak menjadi fokus penelitian. Jangan menambahkan variabel atau informasi yang tidak tersedia.”
Prompt tersebut dapat menghasilkan beberapa alternatif batasan masalah yang kemudian dapat disesuaikan dengan penelitian.
Jika batasan masalah sudah dibuat, mahasiswa juga dapat meminta AI untuk melakukan pengecekan.
Contohnya:
“Periksa batasan masalah berikut berdasarkan judul, latar belakang, identifikasi masalah, dan rumusan masalah. Apakah batasan masalah sudah cukup spesifik, realistis, konsisten, dan sesuai dengan fokus penelitian? Identifikasi bagian yang terlalu luas atau terlalu sempit dan berikan saran perbaikannya tanpa menambahkan variabel baru.”
AI dapat membantu sebagai pemeriksa awal, tetapi keputusan akhir tetap perlu disesuaikan dengan kondisi penelitian dan arahan dosen pembimbing.
Sebelum memasukkan batasan masalah ke dalam skripsi, gunakan checklist berikut:
Jadi, apa itu batasan masalah dalam skripsi? Batasan masalah adalah bagian dalam penelitian yang digunakan untuk menentukan ruang lingkup dan fokus penelitian agar pembahasan tidak melebar ke berbagai permasalahan lain.
Batasan masalah dapat mencakup variabel, objek, subjek, lokasi, periode, serta aspek tertentu yang menjadi fokus penelitian. Dengan batasan yang jelas, mahasiswa akan lebih mudah menentukan data yang dibutuhkan, metode penelitian, responden, hingga arah pembahasan.
Batasan masalah juga memiliki hubungan yang erat dengan bagian lain dalam Bab 1:
Latar Belakang → Identifikasi Masalah → Batasan Masalah → Rumusan Masalah → Tujuan Penelitian → Manfaat Penelitian.
Ketika hubungan tersebut konsisten, penyusunan skripsi akan menjadi lebih terarah.
Mahasiswa juga dapat menggunakan AI untuk membantu menyusun alternatif batasan masalah berdasarkan judul dan identifikasi masalah. Namun, hasil AI sebaiknya tidak langsung digunakan tanpa pemeriksaan. Pastikan seluruh isi sesuai dengan kondisi penelitian, data yang tersedia, pedoman kampus, dan arahan dosen pembimbing.
Masih bingung menentukan batasan masalah dalam skripsi, membuat identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, atau menyusun Bab 1?
Molulus.id menyediakan panduan dan template Prompt AI untuk skripsi yang membantu mahasiswa menggunakan AI secara lebih terarah dalam proses penyusunan skripsi.
Mulai dari mencari ide penelitian, menyusun latar belakang, menentukan research gap, membuat identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, hingga mengevaluasi tulisan akademik.
Order sekarang melalui website Molulus.id atau WhatsApp 085179917579.
Gunakan AI sebagai alat bantu akademik, tetap periksa informasi dan sumber yang digunakan, serta sesuaikan hasilnya dengan pedoman kampus dan arahan dosen pembimbing.
Molulus.id — bantu proses skripsi menjadi lebih mudah, rapi, dan terarah.