Penelitian terdahulu merupakan salah satu bagian penting dalam penyusunan skripsi. Mahasiswa biasanya perlu mencantumkan penelitian terdahulu untuk menunjukkan bahwa topik yang diteliti memiliki dasar akademik, sekaligus mengetahui penelitian apa saja yang sudah pernah dilakukan sebelumnya.
Namun, masih banyak mahasiswa yang bingung mengenai apa itu penelitian terdahulu, apa fungsinya dalam skripsi, bagaimana cara mencari penelitian yang relevan, serta bagaimana membandingkannya dengan penelitian yang sedang dilakukan.
Padahal, memahami penelitian terdahulu dapat membantu mahasiswa menemukan research gap, menentukan arah penelitian, memperkuat latar belakang, hingga menjelaskan kebaruan atau novelty penelitian.
Artikel ini akan membahas secara lengkap pengertian penelitian terdahulu, fungsi, manfaat, cara mencari, cara memilih, hingga contoh penyusunannya dalam skripsi.
Penelitian terdahulu adalah kumpulan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya dan memiliki hubungan dengan topik atau permasalahan yang sedang diteliti.
Penelitian tersebut dapat berasal dari jurnal ilmiah, skripsi, tesis, disertasi, prosiding, maupun sumber akademik lainnya yang relevan.
Dalam skripsi, penelitian terdahulu biasanya digunakan untuk mengetahui bagaimana suatu masalah telah diteliti sebelumnya. Mahasiswa dapat melihat teori yang digunakan, metode penelitian, objek penelitian, variabel, hasil penelitian, hingga kesimpulan dari penelitian tersebut.
Dengan demikian, penelitian terdahulu bukan sekadar daftar jurnal yang ditempatkan dalam Bab 2. Bagian ini harus menunjukkan hubungan antara penelitian sebelumnya dengan penelitian yang sedang dilakukan.
Misalnya, seorang mahasiswa ingin melakukan penelitian dengan topik:
“Pengaruh Penggunaan Artificial Intelligence terhadap Produktivitas Mahasiswa dalam Penyusunan Skripsi.”
Mahasiswa tersebut kemudian mencari penelitian yang membahas penggunaan AI dalam pendidikan, teknologi AI bagi mahasiswa, produktivitas akademik, atau penggunaan ChatGPT untuk kegiatan pembelajaran.
Dari berbagai penelitian tersebut, mahasiswa dapat mengetahui apa yang sudah diteliti dan bagian mana yang masih dapat dikembangkan.
Penelitian terdahulu memiliki peran penting karena membantu mahasiswa membangun dasar penelitian secara lebih kuat.
Beberapa alasan mengapa penelitian terdahulu penting antara lain:
Dengan membaca penelitian sebelumnya, mahasiswa dapat mengetahui apakah topik yang akan diteliti sudah pernah dibahas.
Hal ini penting agar mahasiswa tidak sekadar mengulang penelitian yang sama tanpa memberikan pembaruan.
Salah satu fungsi utama penelitian terdahulu adalah membantu menemukan research gap atau kesenjangan penelitian.
Research gap dapat muncul karena adanya perbedaan hasil penelitian, objek yang belum diteliti, variabel yang belum dikombinasikan, metode yang berbeda, atau konteks penelitian yang belum dibahas.
Penelitian terdahulu juga dapat membantu mahasiswa memahami bagaimana penelitian sejenis dilakukan.
Mahasiswa dapat melihat:
Informasi tersebut dapat menjadi referensi ketika mahasiswa menyusun rancangan penelitian sendiri.
Skripsi tidak boleh hanya didasarkan pada opini pribadi. Setiap argumen penting perlu memiliki dasar akademik.
Penelitian terdahulu dapat digunakan untuk memperkuat argumentasi bahwa masalah yang diteliti memang memiliki dasar dan telah menjadi perhatian dalam penelitian sebelumnya.
Penelitian terdahulu membantu mahasiswa menjelaskan apa yang membedakan penelitian saat ini dengan penelitian sebelumnya.
Perbedaan tersebut dapat berupa objek, lokasi, periode penelitian, variabel, metode, teori, karakteristik responden, atau kombinasi beberapa aspek.
Mahasiswa sering menganggap penelitian terdahulu sama dengan landasan teori. Padahal, keduanya memiliki fungsi yang berbeda.
Landasan teori berisi teori, konsep, dan pendapat para ahli yang digunakan sebagai dasar untuk menjelaskan fenomena atau variabel penelitian.
Sementara itu, penelitian terdahulu berisi hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya.
Contohnya, jika penelitian membahas pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan, landasan teori dapat membahas pengertian kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan.
Sedangkan penelitian terdahulu dapat berisi penelitian sebelumnya yang sudah menguji hubungan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan pelanggan.
Jadi, sederhananya:
Landasan teori = teori yang menjadi dasar penelitian.
Penelitian terdahulu = penelitian sebelumnya yang relevan dengan penelitian saat ini.
Keduanya dapat saling melengkapi dalam membangun dasar akademik skripsi.
Ketika membaca jurnal atau penelitian sebelumnya, jangan hanya mencari judul yang mirip.
Mahasiswa sebaiknya mencatat beberapa informasi penting, seperti:
Informasi tersebut nantinya dapat digunakan untuk membuat tabel penelitian terdahulu.
Mencari penelitian terdahulu sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Kuncinya adalah menggunakan kata kunci yang tepat.
Sebelum mencari jurnal, tentukan terlebih dahulu topik atau variabel utama penelitian.
Misalnya:
“Pengaruh Media Sosial terhadap Minat Beli Generasi Z.”
Dari topik tersebut, mahasiswa dapat mengambil beberapa kata kunci:
Jangan hanya mengetik kata kunci seperti “skripsi” atau “penelitian mahasiswa”.
Gunakan kombinasi kata kunci yang lebih spesifik.
Contohnya:
“pengaruh media sosial terhadap minat beli”
atau:
“social media marketing purchase intention generation Z”
Kata kunci yang lebih spesifik biasanya membantu menemukan penelitian yang lebih relevan.
Penelitian terdahulu sebaiknya berasal dari sumber yang kredibel.
Mahasiswa dapat mencari jurnal melalui berbagai database akademik, perpustakaan digital kampus, jurnal nasional, maupun jurnal internasional.
Perhatikan kualitas sumber dan pastikan penelitian yang digunakan benar-benar relevan dengan topik.
Tidak semua jurnal yang memiliki judul mirip benar-benar relevan.
Sebelum membaca keseluruhan artikel, baca bagian abstrak terlebih dahulu.
Dari abstrak, mahasiswa biasanya dapat mengetahui:
Jika ternyata tidak relevan, mahasiswa tidak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu untuk membacanya.
Jangan hanya menggunakan satu penelitian terdahulu.
Bandingkan beberapa penelitian untuk menemukan pola, persamaan, dan perbedaannya.
Dari proses tersebut, mahasiswa akan lebih mudah menemukan research gap.
Setelah menemukan penelitian yang relevan, langkah berikutnya adalah menyusunnya dengan sistematis.
Salah satu format yang umum digunakan adalah tabel.
Contohnya:
| No. | Peneliti & Tahun | Judul | Metode | Hasil | Perbedaan |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Andi, 2023 | Pengaruh Media Sosial terhadap Minat Beli | Kuantitatif | Berpengaruh positif | Objek berbeda |
| 2 | Budi, 2024 | Social Media Marketing dan Purchase Intention | Kuantitatif | Berpengaruh signifikan | Variabel berbeda |
| 3 | Citra, 2024 | Media Sosial pada Generasi Z | Kuantitatif | Memiliki pengaruh | Lokasi berbeda |
Tabel tersebut kemudian tidak sebaiknya dibiarkan begitu saja.
Mahasiswa perlu memberikan narasi analisis setelah tabel.
Misalnya:
Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu, penggunaan media sosial memiliki hubungan dengan perilaku konsumen dan minat beli. Namun, terdapat perbedaan pada objek, karakteristik responden, lokasi, serta variabel yang digunakan. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba mengembangkan penelitian sebelumnya dengan berfokus pada Generasi Z di lingkungan tertentu.
Bagian seperti inilah yang membuat penelitian terdahulu memiliki fungsi akademik, bukan sekadar menjadi kumpulan referensi.
Setelah memahami apa itu penelitian terdahulu, tahap berikutnya adalah mencari research gap.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan.
Misalnya penelitian A menemukan bahwa variabel X berpengaruh terhadap Y, sedangkan penelitian B menemukan bahwa X tidak berpengaruh terhadap Y.
Perbedaan hasil tersebut dapat menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut.
Penelitian sebelumnya mungkin dilakukan pada mahasiswa, sedangkan penelitian yang akan dilakukan berfokus pada pekerja.
Perbedaan objek tersebut dapat memberikan konteks penelitian baru.
Penelitian sebelumnya mungkin hanya menggunakan dua variabel.
Penelitian baru dapat mengembangkan model dengan menambahkan variabel lain, selama memiliki dasar teori yang kuat.
Research gap juga dapat muncul karena penelitian sebelumnya menggunakan metode kuantitatif, sementara penelitian baru mencoba pendekatan kualitatif untuk memahami fenomena secara lebih mendalam.
Namun, perbedaan metode harus memiliki alasan akademik yang jelas.
Penelitian yang dilakukan di kota atau institusi tertentu belum tentu memberikan hasil yang sama jika diterapkan pada konteks berbeda.
Karena itu, konteks penelitian dapat menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan.
Ada beberapa kesalahan yang cukup sering dilakukan mahasiswa.
Banyak jurnal tidak selalu berarti penelitian terdahulu sudah baik.
Yang lebih penting adalah relevansi dan kualitas analisis.
Mahasiswa terkadang hanya menuliskan penelitian sebelumnya tanpa menjelaskan hubungan dengan penelitian yang sedang dilakukan.
Padahal, bagian perbedaan sangat penting untuk menunjukkan posisi penelitian.
Jangan memasukkan jurnal hanya karena memiliki satu kata kunci yang sama.
Pastikan isi penelitian memang memiliki hubungan dengan topik yang diteliti.
Jangan hanya mengandalkan judul atau abstrak untuk mengambil kesimpulan penelitian.
Jika digunakan sebagai referensi utama, pahami konteks, metode, hasil, dan keterbatasannya.
Hindari mengambil penelitian dari sumber yang tidak jelas asal-usulnya.
Prioritaskan jurnal ilmiah dan sumber akademik yang dapat diverifikasi.
Di era teknologi saat ini, AI dapat membantu mahasiswa dalam proses awal mencari dan menganalisis penelitian terdahulu.
AI dapat digunakan untuk membantu:
Namun, AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti proses membaca sumber akademik.
Mahasiswa tetap perlu membuka jurnal asli, memeriksa informasi penulis dan tahun publikasi, membaca isi penelitian, serta memastikan bahwa setiap informasi yang digunakan benar-benar sesuai dengan sumber.
Jangan meminta AI membuat referensi fiktif hanya untuk memenuhi jumlah daftar pustaka. Selalu lakukan verifikasi terhadap sumber.
Mahasiswa juga dapat menggunakan prompt yang lebih terarah ketika menggunakan AI.
Contohnya:
“Saya sedang menyusun skripsi dengan topik [tuliskan topik]. Bantu saya membuat daftar kata kunci pencarian untuk menemukan penelitian terdahulu yang relevan. Kelompokkan kata kunci berdasarkan variabel, objek, metode, dan konteks penelitian. Jangan membuat referensi atau sumber penelitian yang tidak dapat diverifikasi.”
Untuk membandingkan penelitian yang sudah ditemukan:
“Saya memiliki beberapa penelitian terdahulu berikut [masukkan informasi penelitian]. Bantu saya membuat tabel yang membandingkan peneliti, tahun, judul, variabel, metode, objek, hasil, persamaan, dan perbedaan penelitian. Gunakan hanya informasi yang saya berikan dan jangan menambahkan fakta yang tidak tersedia.”
Prompt seperti ini dapat membantu proses penelitian menjadi lebih terstruktur.
Agar bagian penelitian terdahulu dalam skripsi lebih kuat, perhatikan beberapa tips berikut:
Pertama, pilih penelitian yang benar-benar relevan dengan topik.
Kedua, prioritaskan sumber akademik yang kredibel.
Ketiga, jangan hanya menyalin hasil penelitian sebelumnya. Pahami dan analisis hubungan antarpenelitian.
Keempat, cari persamaan dan perbedaan penelitian.
Kelima, gunakan penelitian terdahulu untuk menemukan research gap.
Keenam, pastikan setiap referensi dapat diverifikasi.
Ketujuh, sesuaikan format penulisan dengan pedoman kampus.
Kedelapan, perhatikan tahun publikasi dan gunakan sumber yang masih relevan dengan perkembangan bidang penelitian.
Jadi, apa itu penelitian terdahulu? Penelitian terdahulu adalah kumpulan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dan memiliki keterkaitan dengan topik penelitian yang sedang dilakukan.
Penelitian terdahulu memiliki banyak fungsi dalam skripsi, mulai dari mengetahui perkembangan penelitian, memperkuat dasar akademik, menentukan arah penelitian, menemukan research gap, hingga membantu menunjukkan kebaruan penelitian.
Dalam menyusunnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengumpulkan jurnal. Setiap penelitian perlu dipahami, dibandingkan, dan dianalisis untuk mengetahui persamaan serta perbedaannya dengan penelitian yang akan dilakukan.
AI juga dapat dimanfaatkan untuk membantu proses tersebut, terutama dalam membuat kata kunci pencarian, mengelompokkan informasi, membandingkan penelitian, dan menyusun kerangka analisis. Namun, mahasiswa tetap harus memeriksa sumber asli dan memastikan seluruh informasi yang digunakan benar-benar valid.
Dengan memahami cara mencari dan menyusun penelitian terdahulu, proses penyusunan skripsi dapat menjadi lebih terarah dan sistematis.
Masih bingung mencari penelitian terdahulu, menentukan research gap, membuat rumusan masalah, menyusun landasan teori, atau mengembangkan skripsi dengan bantuan AI?
Molulus.id hadir untuk membantu mahasiswa memahami cara menggunakan AI secara lebih terarah dalam proses penyusunan skripsi.
Kamu bisa mendapatkan panduan dan prompt AI untuk skripsi yang dapat membantu proses mulai dari mencari ide, menentukan topik, menyusun Bab 1, mengembangkan penelitian, hingga mempersiapkan skripsi.
👉 Order melalui website: molulus.id
👉 Order via WhatsApp: 085179917579
Mulai susun skripsi dengan lebih terarah menggunakan AI sebagai alat bantu belajar dan penelitian.