Salin URL

Apa Itu Populasi dalam Penelitian?

Apa Itu Populasi dalam Penelitian?

Bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, istilah populasi dalam penelitian merupakan salah satu konsep penting yang perlu dipahami, terutama ketika menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi berkaitan dengan siapa atau apa yang menjadi sasaran penelitian dan dari mana data penelitian akan diperoleh.

Lalu, apa itu populasi dalam penelitian?

Secara sederhana, populasi penelitian adalah keseluruhan objek atau subjek yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi sasaran penelitian sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti.

Populasi tidak selalu berarti manusia. Populasi dapat berupa individu, kelompok, organisasi, perusahaan, dokumen, transaksi, produk, wilayah, atau objek lain yang sesuai dengan tujuan penelitian.

Sebagai contoh, seorang mahasiswa melakukan penelitian dengan judul:

“Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan pada Cafe X.”

Jika seluruh pelanggan Cafe X yang memenuhi kriteria tertentu menjadi sasaran penelitian, maka pelanggan tersebut dapat menjadi populasi penelitian.

Contoh lainnya:

“Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT X.”

Populasinya dapat berupa seluruh karyawan PT X yang memenuhi kriteria penelitian.

Dengan memahami populasi sejak awal, mahasiswa akan lebih mudah menentukan sampel, teknik sampling, instrumen penelitian, hingga proses pengumpulan data.


Pengertian Populasi Menurut Konsep Penelitian

Dalam penelitian, populasi bukan hanya sekumpulan orang yang berada di suatu tempat. Populasi harus mempunyai karakteristik tertentu yang sesuai dengan fokus penelitian.

Artinya, ketika menentukan populasi, peneliti perlu menjelaskan siapa atau apa yang termasuk dalam populasi dan berdasarkan kriteria apa populasi tersebut ditetapkan.

Misalnya penelitian dilakukan terhadap mahasiswa.

Pernyataan:

“Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa.”

masih terlalu luas apabila penelitian sebenarnya hanya membahas mahasiswa pada program studi atau angkatan tertentu.

Pernyataan yang lebih spesifik dapat dibuat seperti:

“Populasi penelitian adalah mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan tertentu yang telah menggunakan layanan pembelajaran digital sesuai dengan kriteria penelitian.”

Dengan begitu, batas populasi menjadi lebih jelas.


Mengapa Populasi Penting dalam Penelitian?

Memahami populasi penelitian penting karena populasi menjadi dasar dalam menentukan sumber data.

Beberapa alasan mengapa populasi penting adalah:

1. Menentukan Sasaran Penelitian

Populasi membantu peneliti menentukan siapa atau apa yang sebenarnya menjadi sasaran penelitian.

2. Menentukan Sampel

Dalam penelitian yang menggunakan sampel, populasi menjadi dasar untuk menentukan siapa yang akan dipilih sebagai sampel.

3. Menentukan Teknik Sampling

Karakteristik populasi dapat memengaruhi teknik sampling yang digunakan.

4. Membatasi Ruang Lingkup Penelitian

Populasi membantu penelitian menjadi lebih terarah karena peneliti menentukan batas subjek atau objek yang diteliti.

5. Mendukung Ketepatan Kesimpulan

Kesimpulan penelitian perlu dikaitkan dengan populasi yang menjadi sasaran penelitian. Karena itu, definisi populasi harus dibuat dengan jelas sejak awal.


Apa Saja Unsur dalam Populasi Penelitian?

Untuk menentukan populasi dengan baik, mahasiswa perlu memperhatikan beberapa karakteristik.

1. Subjek atau Objek

Tentukan siapa atau apa yang menjadi sasaran penelitian.

Contohnya:

  • Mahasiswa
  • Karyawan
  • Konsumen
  • Guru
  • Pelanggan
  • UMKM
  • Perusahaan
  • Dokumen
  • Transaksi

2. Karakteristik

Populasi harus memiliki karakteristik yang relevan dengan penelitian.

Misalnya:

  • Mahasiswa aktif.
  • Konsumen yang pernah melakukan pembelian.
  • Karyawan yang telah bekerja minimal satu tahun.
  • UMKM yang aktif menggunakan media sosial.

3. Batas Wilayah

Jika diperlukan, tentukan lokasi populasi.

Contohnya:

“Karyawan pada PT X di Kota Bandung.”

Batas wilayah membantu memperjelas cakupan penelitian.

4. Batas Waktu

Beberapa penelitian juga membutuhkan batas waktu.

Misalnya:

“Pelanggan yang melakukan transaksi selama periode Januari–Juni 2026.”

Batas waktu tersebut membuat populasi menjadi lebih spesifik.


Jenis-Jenis Populasi dalam Penelitian

Pembahasan mengenai jenis populasi penelitian dapat dibedakan berdasarkan karakteristik tertentu. Salah satu pembagian yang umum digunakan adalah populasi terbatas dan populasi tidak terbatas.

1. Populasi Terbatas

Populasi terbatas adalah populasi yang jumlah atau batasnya dapat diketahui dengan jelas.

Contohnya:

  • 500 mahasiswa dalam satu program studi.
  • 200 karyawan dalam sebuah perusahaan.
  • 1.000 pelanggan yang tercatat dalam periode tertentu.
  • 100 anggota organisasi.

Jika jumlah anggota populasi dapat diidentifikasi, peneliti dapat menentukan jumlah tersebut secara lebih jelas dalam rancangan penelitian.

2. Populasi Tidak Terbatas

Populasi tidak terbatas merupakan populasi yang jumlah anggotanya tidak dapat diketahui secara pasti atau sangat besar sehingga sulit ditentukan secara langsung.

Contohnya dapat berupa:

  • Pengguna internet yang memenuhi karakteristik tertentu.
  • Konsumen produk tertentu dalam cakupan yang sangat luas.
  • Pengunjung suatu platform yang jumlahnya terus berubah.

Dalam kondisi seperti ini, peneliti perlu menentukan batasan populasi berdasarkan karakteristik, periode, wilayah, atau kriteria tertentu agar penelitian tetap dapat dilaksanakan.


Perbedaan Populasi dan Sampel

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul dalam penyusunan skripsi adalah:

“Apa perbedaan populasi dan sampel?”

Keduanya berhubungan erat, tetapi memiliki pengertian yang berbeda.

Populasi adalah keseluruhan subjek atau objek yang menjadi sasaran penelitian berdasarkan karakteristik tertentu.

Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih untuk menjadi sumber data penelitian sesuai dengan desain dan teknik sampling yang digunakan.

Contoh:

Sebuah universitas memiliki 2.000 mahasiswa aktif.

Jika penelitian ditujukan kepada seluruh mahasiswa aktif tersebut, maka:

Populasi = 2.000 mahasiswa

Kemudian peneliti memilih 200 mahasiswa sebagai responden.

Maka:

Sampel = 200 mahasiswa

Jadi, secara sederhana:

Populasi → keseluruhan sasaran penelitian

Sampel → sebagian dari populasi yang diteliti

Namun, hubungan tersebut harus tetap mengikuti desain penelitian dan kriteria sampling yang telah ditetapkan.


Tabel Perbedaan Populasi dan Sampel

AspekPopulasiSampel
PengertianKeseluruhan sasaran penelitianSebagian dari populasi yang dipilih
CakupanLebih luasLebih kecil
FungsiMenentukan keseluruhan sasaranMenjadi sumber data sesuai desain
JumlahDapat besar atau terbatasUmumnya lebih kecil dari populasi
PenentuanBerdasarkan karakteristik penelitianBerdasarkan teknik sampling
Contoh1.000 mahasiswa200 mahasiswa

Memahami perbedaan ini sangat penting karena populasi dan sampel sering dijelaskan secara bersamaan dalam Bab 3 skripsi.


Contoh Populasi dalam Penelitian Skripsi

Agar lebih mudah memahami contoh populasi penelitian, berikut beberapa ilustrasi.

Contoh 1: Penelitian tentang Mahasiswa

Judul:

“Pengaruh Penggunaan Media Sosial terhadap Produktivitas Belajar Mahasiswa.”

Populasi dapat ditentukan sebagai:

Seluruh mahasiswa aktif Program Studi X yang memenuhi kriteria penelitian.

Jika jumlah mahasiswa tersebut 800 orang, maka populasi penelitian adalah 800 mahasiswa.


Contoh 2: Penelitian tentang Karyawan

Judul:

“Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan.”

Populasi:

Seluruh karyawan pada perusahaan X yang memenuhi kriteria penelitian.

Jika perusahaan memiliki 300 karyawan dan seluruhnya memenuhi kriteria, maka populasi penelitian adalah 300 karyawan.


Contoh 3: Penelitian tentang Konsumen

Judul:

“Pengaruh Harga dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian Konsumen.”

Populasi:

Konsumen yang pernah melakukan pembelian produk X dalam periode penelitian dan memenuhi kriteria yang telah ditentukan.

Dalam penelitian seperti ini, peneliti perlu menentukan karakteristik konsumen yang termasuk dalam populasi.


Contoh 4: Penelitian tentang UMKM

Judul:

“Strategi Digital Marketing UMKM dalam Meningkatkan Penjualan.”

Jika penelitian menggunakan pendekatan yang membutuhkan sumber informasi tertentu, peneliti dapat menetapkan kelompok UMKM berdasarkan karakteristik yang relevan, misalnya jenis usaha, wilayah, atau penggunaan media digital.

Namun, dalam penelitian kualitatif, peneliti perlu membedakan konsep populasi dengan pemilihan informan sesuai desain penelitian yang digunakan.


Bagaimana Cara Menentukan Populasi Penelitian?

Berikut langkah yang dapat digunakan mahasiswa untuk menentukan populasi dalam penelitian.

1. Pahami Judul Penelitian

Baca kembali judul dan identifikasi siapa atau apa yang menjadi objek penelitian.

Contoh:

“Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan.”

Kata “pelanggan” menunjukkan kelompok yang kemungkinan menjadi sasaran penelitian.

Namun, peneliti masih perlu memperjelas pelanggan yang dimaksud.

2. Periksa Rumusan Masalah

Rumusan masalah dapat membantu memperjelas populasi.

Misalnya:

“Apakah kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan Cafe X?”

Maka populasi harus berkaitan dengan pelanggan Cafe X yang sesuai dengan kriteria penelitian.

3. Tentukan Karakteristik Populasi

Jelaskan karakteristik yang harus dimiliki subjek atau objek penelitian.

Contohnya:

  • Berusia minimal tertentu.
  • Pernah membeli produk.
  • Merupakan mahasiswa aktif.
  • Merupakan karyawan aktif.
  • Telah menggunakan layanan tertentu.
  • Berdomisili di wilayah tertentu.

Kriteria harus dibuat berdasarkan kebutuhan penelitian, bukan sekadar dibuat agar jumlah responden mudah diperoleh.

4. Tentukan Wilayah Penelitian

Jika penelitian membutuhkan batas lokasi, tentukan wilayah secara jelas.

Contoh:

“Mahasiswa aktif Program Studi Manajemen Universitas X.”

atau:

“Pelanggan Cafe X di Kota Bandung.”

5. Tentukan Periode Penelitian

Jika karakteristik populasi berubah dari waktu ke waktu, tentukan periode yang relevan.

Misalnya:

“Pelanggan yang melakukan pembelian pada periode Januari–Juni 2026.”

6. Pastikan Populasi Dapat Diakses

Populasi yang secara teori sesuai belum tentu mudah diakses.

Peneliti harus mempertimbangkan apakah data populasi dapat diperoleh dan apakah proses penelitian dapat dilakukan sesuai izin serta ketentuan yang berlaku.


Apa Itu Populasi Target dan Populasi Terjangkau?

Dalam beberapa rancangan penelitian, mahasiswa dapat menemukan istilah populasi target dan populasi terjangkau.

Populasi Target

Populasi target merupakan keseluruhan kelompok yang menjadi sasaran generalisasi penelitian berdasarkan tujuan penelitian.

Populasi Terjangkau

Populasi terjangkau merupakan bagian dari populasi target yang secara realistis dapat diakses oleh peneliti berdasarkan batasan penelitian.

Contohnya, seorang mahasiswa ingin meneliti mahasiswa pengguna aplikasi pembelajaran digital di Indonesia.

Populasi target dapat mencakup mahasiswa pengguna aplikasi tersebut sesuai kriteria penelitian.

Namun, jika penelitian hanya dilakukan pada beberapa perguruan tinggi tertentu yang dapat diakses, kelompok tersebut menjadi bagian populasi yang terjangkau dalam rancangan penelitian.

Konsep ini membantu peneliti menjelaskan batas penelitian secara lebih realistis.


Apakah Populasi Harus Diketahui Jumlahnya?

Tidak selalu.

Dalam beberapa penelitian, jumlah populasi dapat diketahui dengan jelas. Misalnya jumlah karyawan dalam suatu perusahaan tercatat sebanyak 250 orang.

Namun, ada kondisi ketika jumlah populasi sulit diketahui secara pasti.

Misalnya penelitian menargetkan konsumen suatu produk yang jumlahnya sangat besar atau terus berubah.

Dalam kondisi tersebut, peneliti perlu menetapkan batasan populasi menggunakan kriteria yang jelas, misalnya:

  • lokasi,
  • periode,
  • karakteristik pengguna,
  • frekuensi penggunaan,
  • pengalaman menggunakan produk,
  • atau kriteria lain yang relevan dengan penelitian.

Yang terpenting adalah populasi dapat dijelaskan secara operasional dan sesuai dengan tujuan penelitian.


Hubungan Populasi dengan Teknik Sampling

Setelah menentukan populasi, mahasiswa biasanya perlu menentukan bagaimana memilih sampel.

Proses tersebut berkaitan dengan teknik sampling.

Secara umum, teknik sampling dapat dikelompokkan menjadi dua kategori besar:

Probability Sampling

Pada probability sampling, anggota populasi memiliki peluang tertentu untuk dipilih sebagai sampel berdasarkan rancangan sampling.

Beberapa contoh tekniknya antara lain:

  • Simple random sampling.
  • Stratified sampling.
  • Cluster sampling.
  • Systematic sampling.

Non-Probability Sampling

Pada non-probability sampling, pemilihan sampel tidak menggunakan mekanisme peluang yang sama untuk setiap anggota populasi.

Contohnya:

  • Purposive sampling.
  • Convenience sampling.
  • Quota sampling.
  • Snowball sampling.

Pemilihan teknik sampling harus disesuaikan dengan tujuan, desain penelitian, karakteristik populasi, dan kondisi penelitian.


Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menentukan Populasi

Mahasiswa perlu menghindari beberapa kesalahan berikut.

1. Populasi Terlalu Umum

Contoh:

“Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa.”

Pernyataan tersebut bisa terlalu luas jika penelitian sebenarnya hanya membahas mahasiswa dari program studi atau kampus tertentu.

2. Populasi Tidak Sesuai Judul

Jika judul membahas pelanggan sebuah perusahaan, tetapi populasi yang ditentukan adalah seluruh masyarakat, perlu dipertanyakan kembali kesesuaiannya.

3. Tidak Menentukan Kriteria

Karakteristik populasi perlu dijelaskan agar tidak terjadi kebingungan mengenai siapa yang termasuk dan tidak termasuk dalam penelitian.

4. Menganggap Populasi Sama dengan Sampel

Populasi dan sampel bukan istilah yang sama.

5. Mengikuti Skripsi Orang Lain

Contoh skripsi dapat digunakan sebagai referensi, tetapi populasi penelitian harus ditentukan berdasarkan penelitian sendiri.

6. Menggunakan Jumlah Populasi yang Tidak Memiliki Dasar

Jangan mencantumkan jumlah populasi hanya berdasarkan perkiraan.

Jika jumlah populasi digunakan dalam penelitian, pastikan terdapat dasar atau sumber data yang dapat dipertanggungjawabkan.


Contoh Penulisan Populasi dalam Bab 3 Skripsi

Mahasiswa sering membutuhkan contoh bagaimana menjelaskan populasi pada bagian metodologi penelitian.

Misalnya penelitian berjudul:

“Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan pada Cafe X.”

Contoh struktur penjelasannya:

“Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan Cafe X yang memenuhi karakteristik sesuai dengan tujuan penelitian. Penetapan populasi dilakukan berdasarkan relevansi pelanggan terhadap objek penelitian dan kebutuhan data yang diperlukan untuk menguji variabel penelitian.”

Jika jumlah populasi diketahui, peneliti dapat mencantumkan jumlah tersebut berdasarkan sumber data yang tersedia.

Namun, jangan memasukkan angka fiktif hanya untuk melengkapi Bab 3.


Populasi dalam Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Konsep populasi paling sering dibahas dalam penelitian kuantitatif, terutama ketika penelitian menggunakan sampel dan teknik sampling tertentu.

Dalam penelitian kualitatif, istilah dan logika pemilihan sumber data dapat berbeda tergantung desain penelitian. Peneliti lebih sering berfokus pada pemilihan informan atau partisipan yang memiliki informasi relevan dan mendalam mengenai fenomena yang diteliti.

Contohnya:

Penelitian kuantitatif:

“Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan.”

Peneliti dapat menentukan populasi karyawan dan kemudian memilih sampel berdasarkan desain sampling.

Penelitian kualitatif:

“Strategi Pemimpin dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan.”

Peneliti dapat memilih informan yang dianggap memiliki pengetahuan atau pengalaman relevan mengenai strategi kepemimpinan tersebut.

Karena itu, mahasiswa perlu menyesuaikan penggunaan istilah dengan metode dan desain penelitian yang digunakan.


Bagaimana AI Bisa Membantu Menentukan Populasi?

AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk memahami konsep populasi dan membuat alternatif kriteria populasi berdasarkan judul penelitian.

Misalnya, mahasiswa dapat menggunakan prompt:

“Saya sedang menyusun skripsi dengan judul ‘Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan pada Cafe X’. Bantu saya mengidentifikasi calon populasi penelitian, karakteristik populasi yang relevan, kemungkinan kriteria inklusi dan eksklusi, serta hubungan antara populasi dan sampel. Jangan membuat data atau jumlah populasi yang tidak saya berikan.”

Prompt tersebut dapat membantu mahasiswa memahami bagaimana judul penelitian diterjemahkan menjadi populasi.

AI juga dapat digunakan untuk membandingkan beberapa alternatif populasi.

Namun, hasil AI tetap perlu diperiksa menggunakan literatur metodologi, pedoman kampus, data lapangan, dan arahan dosen pembimbing.


Checklist Menentukan Populasi Penelitian

Sebelum menuliskan populasi dalam skripsi, gunakan checklist berikut:

PertanyaanYa/Tidak
Apakah populasi sesuai dengan judul penelitian?☐
Apakah sesuai dengan rumusan masalah?☐
Apakah karakteristik populasi sudah jelas?☐
Apakah wilayah penelitian sudah ditentukan jika diperlukan?☐
Apakah periode penelitian sudah relevan?☐
Apakah populasi dapat diakses?☐
Apakah jumlah populasi memiliki dasar data?☐
Apakah populasi sudah dibedakan dari sampel?☐
Apakah teknik sampling sesuai dengan rancangan penelitian?☐
Apakah penjelasannya sesuai dengan pedoman kampus?☐

Jika semua bagian sudah diperiksa, penjelasan populasi dalam penelitian akan menjadi lebih terarah.


Kesimpulan

Jadi, apa itu populasi dalam penelitian? Populasi adalah keseluruhan subjek atau objek yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi sasaran penelitian sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.

Populasi dapat berupa mahasiswa, karyawan, konsumen, pelanggan, organisasi, perusahaan, dokumen, transaksi, atau objek lainnya. Dalam penelitian yang menggunakan sampel, populasi menjadi dasar untuk menentukan sampel dan teknik sampling.

Untuk menentukan populasi penelitian dengan tepat, mahasiswa perlu memperhatikan judul, rumusan masalah, objek penelitian, karakteristik subjek atau objek, wilayah, periode, ketersediaan data, serta desain penelitian.

Hal yang tidak kalah penting adalah membedakan populasi dan sampel. Populasi merupakan keseluruhan sasaran penelitian, sedangkan sampel merupakan bagian dari populasi yang dipilih berdasarkan rancangan penelitian.

Jangan menentukan populasi hanya dengan menyalin skripsi orang lain. Pastikan populasi benar-benar sesuai dengan penelitian yang sedang kamu lakukan dan memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

Butuh Bantuan Menyusun Skripsi?

Masih bingung menentukan populasi, sampel, teknik sampling, rumusan masalah, metode penelitian, atau Bab 3 skripsi?

Molulus.id menyediakan ebook dan kumpulan prompt AI untuk skripsi yang dapat membantu kamu memahami berbagai tahapan penyusunan skripsi dengan lebih terarah.

Kamu bisa menggunakan prompt untuk membantu brainstorming judul, menyusun alternatif rumusan masalah, memahami metodologi penelitian, menentukan kriteria populasi dan sampel, membuat kerangka penelitian, hingga mempersiapkan bahan konsultasi dengan dosen.

📚 Pesan ebook dan prompt AI untuk skripsi di Molulus.id.

🌐 Kunjungi molulus.id untuk melihat produk yang tersedia.

📱 Untuk pemesanan melalui WhatsApp: 085179917579

Gunakan AI sebagai alat bantu belajar dan berpikir. Tetap periksa informasi dengan sumber akademik yang kredibel dan sesuaikan penelitian dengan pedoman kampus serta arahan dosen pembimbing