Bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, istilah tinjauan pustaka tentu sudah tidak asing. Namun, masih banyak mahasiswa yang belum memahami secara menyeluruh apa itu tinjauan pustaka, apa fungsinya, apa saja yang harus dimasukkan, dan bagaimana cara menyusunnya agar sesuai dengan penelitian.
Secara sederhana, tinjauan pustaka adalah bagian dalam karya ilmiah yang berisi pembahasan mengenai teori, konsep, penelitian terdahulu, serta berbagai sumber ilmiah yang relevan dengan topik penelitian.
Tinjauan pustaka menjadi salah satu bagian penting dalam skripsi karena menunjukkan bahwa penelitian yang dilakukan memiliki dasar akademik. Peneliti tidak hanya menyampaikan pendapat pribadi, tetapi menggunakan teori dan hasil penelitian sebelumnya sebagai dasar untuk menjelaskan masalah penelitian.
Dalam banyak format skripsi, tinjauan pustaka berada pada Bab 2. Namun, nama maupun susunannya dapat berbeda sesuai pedoman masing-masing perguruan tinggi dan program studi.
Memahami apa itu tinjauan pustaka akan membantu mahasiswa menyusun skripsi secara lebih sistematis, terutama ketika mulai mencari teori, jurnal, penelitian terdahulu, menyusun kerangka berpikir, dan menentukan hipotesis.
Tinjauan pustaka dapat dipahami sebagai kajian sistematis terhadap berbagai sumber ilmiah yang berkaitan dengan topik atau masalah penelitian.
Sumber tersebut dapat berupa:
Tinjauan pustaka tidak hanya berisi kumpulan kutipan. Peneliti harus membaca, membandingkan, menganalisis, dan menghubungkan berbagai sumber tersebut dengan penelitian yang sedang dilakukan.
Dengan kata lain, tinjauan pustaka memiliki fungsi untuk membangun dasar ilmiah bagi penelitian.
Istilah tinjauan pustaka dan landasan teori sering digunakan secara bergantian, tetapi dalam praktik akademik keduanya dapat memiliki cakupan yang berbeda.
Landasan teori lebih berfokus pada teori dan konsep yang digunakan untuk menjelaskan penelitian.
Sementara tinjauan pustaka dapat memiliki cakupan yang lebih luas, termasuk:
Namun, struktur tersebut sangat bergantung pada pedoman kampus.
Ada perguruan tinggi yang menggunakan istilah Bab 2 Tinjauan Pustaka, sementara kampus lain menggunakan Bab 2 Landasan Teori, Kajian Pustaka, atau istilah lainnya.
Karena itu, mahasiswa sebaiknya selalu mengikuti pedoman resmi program studi.
Setelah memahami apa itu tinjauan pustaka, hal berikutnya yang perlu diketahui adalah fungsinya.
Tinjauan pustaka membantu menjelaskan teori yang digunakan untuk memahami masalah penelitian.
Misalnya penelitian membahas:
"Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan."
Maka tinjauan pustaka dapat membahas teori mengenai:
Selain teori, penelitian membutuhkan definisi dan konsep yang jelas.
Peneliti perlu menjelaskan apa yang dimaksud dengan variabel atau konsep yang digunakan.
Hal ini penting agar pembaca memahami bagaimana istilah tersebut digunakan dalam penelitian.
Tinjauan pustaka juga digunakan untuk membahas penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya.
Penelitian terdahulu membantu peneliti memahami:
Salah satu fungsi penting tinjauan pustaka adalah membantu menemukan research gap atau celah penelitian.
Research gap dapat muncul karena adanya:
Research gap dapat membantu menjelaskan mengapa penelitian baru perlu dilakukan.
Tinjauan pustaka juga membantu peneliti menyusun kerangka berpikir.
Kerangka berpikir menunjukkan hubungan antara teori, variabel, dan masalah penelitian.
Contoh sederhana:
Kualitas Pelayanan (X) → Kepuasan Pelanggan (Y)
Hubungan tersebut harus didukung oleh teori dan penelitian terdahulu.
Secara umum, tujuan tinjauan pustaka adalah memberikan dasar ilmiah dan konteks akademik bagi penelitian.
Beberapa tujuan lainnya adalah:
Peneliti dapat mengetahui bagaimana suatu masalah telah dibahas oleh peneliti sebelumnya.
Tinjauan pustaka membantu memilih teori yang paling sesuai dengan penelitian.
Dengan membaca penelitian sebelumnya, mahasiswa dapat mengetahui apakah topik serupa sudah pernah diteliti.
Peneliti dapat menjelaskan apa yang membedakan penelitian yang dilakukan dari penelitian terdahulu.
Teori dan hasil penelitian sebelumnya dapat digunakan untuk memperkuat argumentasi akademik.
Isi tinjauan pustaka dapat berbeda tergantung jenis penelitian dan pedoman kampus.
Namun, secara umum dapat terdiri dari beberapa bagian berikut.
Landasan teori menjelaskan teori yang berkaitan dengan penelitian.
Contohnya, jika penelitian membahas pemasaran digital, teori yang dapat dibahas antara lain konsep pemasaran, pemasaran digital, media sosial, perilaku konsumen, dan konsep lain yang relevan.
Mahasiswa dapat menjelaskan definisi setiap variabel yang digunakan.
Misalnya:
Variabel X: Kualitas Pelayanan
Variabel Y: Kepuasan Pelanggan
Masing-masing variabel perlu dijelaskan berdasarkan sumber akademik yang relevan.
Jika variabel memiliki dimensi atau indikator tertentu, bagian tersebut dapat dijelaskan dalam tinjauan pustaka.
Indikator yang dipilih harus konsisten dengan teori dan metode penelitian.
Penelitian terdahulu digunakan untuk membandingkan penelitian sekarang dengan penelitian sebelumnya.
Informasi yang dapat disajikan meliputi:
Kerangka berpikir menjelaskan hubungan antarvariabel atau konsep berdasarkan teori dan penelitian terdahulu.
Pada penelitian kuantitatif tertentu, hipotesis dapat ditempatkan di bagian akhir tinjauan pustaka sesuai pedoman kampus.
Contoh:
H1: Kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan.
Berikut langkah praktis yang dapat dilakukan mahasiswa.
Sebelum mencari sumber, pastikan topik dan masalah penelitian sudah jelas.
Misalnya:
Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan.
Tentukan variabel atau konsep utama.
Contoh:
Gunakan kata kunci yang spesifik saat mencari jurnal dan sumber akademik.
Contoh kata kunci:
Jangan hanya mengandalkan satu sumber.
Buat tabel sederhana untuk mencatat:
| Sumber | Konsep | Teori | Hasil | Relevansi |
|---|---|---|---|---|
| Sumber A | Kualitas pelayanan | Teori X | Hasil A | Tinggi |
| Sumber B | Kepuasan pelanggan | Teori Y | Hasil B | Tinggi |
| Sumber C | X terhadap Y | Teori Z | Hasil C | Sedang |
Cara ini dapat membantu mahasiswa mengorganisasi literatur.
Jangan menulis tinjauan pustaka berdasarkan urutan jurnal ditemukan.
Kelompokkan berdasarkan tema.
Contohnya:
Membahas definisi, dimensi, dan indikator.
Membahas definisi, faktor, dan indikator.
Membahas teori dan penelitian yang menjelaskan hubungan kedua variabel.
Dengan struktur tersebut, pembahasan menjadi lebih sistematis.
Sintesis merupakan bagian yang sering dilupakan mahasiswa.
Jangan hanya menulis:
Menurut A, kualitas pelayanan adalah ....
Kemudian:
Menurut B, kualitas pelayanan adalah ....
Setelah itu, berikan kesimpulan dari beberapa sumber tersebut.
Contohnya:
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, kualitas pelayanan dapat dipahami sebagai kemampuan penyedia layanan dalam memenuhi harapan pelanggan melalui aspek pelayanan yang dapat dirasakan dan dinilai oleh pelanggan.
Sintesis menunjukkan bahwa mahasiswa memahami literatur yang digunakan.
Misalnya judul penelitian:
"Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan pada Cafe X."
Contoh struktur tinjauan pustakanya:
Pembahasan mengenai:
Pembahasan mengenai:
Membandingkan penelitian mengenai kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan.
Menjelaskan hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan pelanggan.
H1: Kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan pada Cafe X.
Contoh tersebut hanya merupakan gambaran. Isi sebenarnya harus disesuaikan dengan teori, sumber, objek, metode, dan pedoman kampus.
Memahami kesalahan umum dapat membantu mahasiswa menghindari revisi.
Terlalu banyak definisi tanpa analisis membuat Bab 2 terlihat seperti kumpulan kutipan.
Jangan memasukkan jurnal hanya karena memiliki kata kunci yang mirip.
Penelitian terdahulu harus dianalisis untuk mengetahui persamaan, perbedaan, dan posisi penelitian.
Pastikan jurnal, buku, penulis, dan tahun publikasi benar-benar ada.
Kerangka berpikir harus dibangun berdasarkan teori dan penelitian terdahulu.
Teori dan variabel pada Bab 2 harus sesuai dengan fokus penelitian yang dijelaskan pada Bab 1.
Indikator yang dijelaskan pada Bab 2 harus sesuai dengan definisi operasional dan instrumen penelitian pada Bab 3 jika memang digunakan sebagai dasar pengukuran.
Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:
Jangan mengejar jumlah referensi. Fokus pada relevansi.
Gunakan jurnal ilmiah, buku akademik, dan sumber resmi yang sesuai.
Catat sumber dan poin penting agar tidak kesulitan ketika menyusun sitasi.
Pahami isi sumber terlebih dahulu kemudian tuliskan kembali menggunakan pemahaman sendiri dengan tetap mencantumkan sitasi.
Jika menggunakan AI, selalu periksa apakah referensi benar-benar tersedia.
Tinjauan pustaka harus mendukung argumentasi penelitian, bukan menjadi kumpulan teori yang berdiri sendiri.
AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam proses penyusunan tinjauan pustaka.
Misalnya AI dapat membantu:
Namun, mahasiswa tetap perlu membaca sumber asli dan melakukan verifikasi.
AI sebaiknya tidak digunakan untuk membuat referensi secara sembarangan karena dapat menghasilkan informasi yang tidak akurat.
Mahasiswa dapat menggunakan prompt berikut:
"Saya sedang menyusun skripsi dengan judul [JUDUL]. Bantu saya membuat outline tinjauan pustaka yang terdiri dari teori utama, konsep setiap variabel, indikator, penelitian terdahulu, research gap, kerangka berpikir, dan hipotesis jika diperlukan. Jangan membuat referensi fiktif. Tandai bagian yang membutuhkan sumber jurnal atau buku agar dapat saya cari dan verifikasi sendiri."
Prompt tersebut dapat membantu membuat kerangka awal sebelum mahasiswa melakukan pencarian literatur.
Gunakan prompt:
"Analisis lima penelitian terdahulu berikut berdasarkan peneliti, tahun, judul, variabel, metode, objek, hasil, persamaan, perbedaan, dan research gap. Gunakan hanya informasi yang terdapat pada sumber yang saya berikan. Jangan menambahkan data yang tidak tersedia."
Cara ini lebih aman karena AI bekerja berdasarkan sumber yang diberikan.
Sebelum mengirim Bab 2 kepada dosen, periksa:
Jadi, apa itu tinjauan pustaka?
Tinjauan pustaka adalah bagian penting dalam karya ilmiah yang membahas teori, konsep, penelitian terdahulu, dan sumber ilmiah yang relevan dengan masalah penelitian. Tinjauan pustaka berfungsi memberikan dasar akademik, memperkuat argumentasi, menunjukkan posisi penelitian, membantu menemukan research gap, serta menjadi dasar penyusunan kerangka berpikir.
Dalam skripsi, tinjauan pustaka umumnya berada pada Bab 2. Isinya dapat mencakup landasan teori, konsep atau variabel penelitian, penelitian terdahulu, kerangka berpikir, dan hipotesis sesuai jenis penelitian dan pedoman kampus.
Hal terpenting dalam membuat tinjauan pustaka bukanlah seberapa banyak sumber yang digunakan, tetapi seberapa relevan, kredibel, dan mampu digunakan untuk membangun argumentasi penelitian.
Mahasiswa juga perlu menghindari kebiasaan copy-paste, penggunaan referensi yang tidak relevan, referensi fiktif, serta pembahasan teori yang tidak memiliki hubungan dengan penelitian.
Dengan memahami pengertian tinjauan pustaka, fungsi tinjauan pustaka, tujuan tinjauan pustaka, isi tinjauan pustaka, dan cara membuat tinjauan pustaka, mahasiswa dapat menyusun Bab 2 skripsi dengan lebih terarah dan sistematis.
Masih bingung mencari teori, menyusun tinjauan pustaka, mencari penelitian terdahulu, membuat research gap, atau menyusun kerangka berpikir?
Molulus.id siap membantu kebutuhan akademik Anda, termasuk:
🌐 Website: molulus.id
📱 WhatsApp: 085179917579
Jangan biarkan kesulitan menyusun tinjauan pustaka menghambat skripsi Anda. Hubungi Molulus.id sekarang untuk berkonsultasi dan mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan akademik Anda.