Menentukan judul skripsi bukan hanya soal mencari topik yang menarik. Salah satu hal yang juga perlu dilakukan mahasiswa adalah memastikan apakah judul skripsi sudah diteliti oleh orang lain atau belum.
Hal ini penting karena judul yang terlalu mirip dengan penelitian sebelumnya dapat membuat penelitian terlihat kurang memiliki pembeda. Bahkan, dosen pembimbing mungkin akan meminta mahasiswa memperjelas fokus, objek, variabel, lokasi, atau aspek lain dari penelitian tersebut.
Namun, bukan berarti judul yang memiliki kemiripan dengan penelitian terdahulu otomatis tidak boleh digunakan. Dalam penelitian akademik, sebuah topik yang sudah pernah dibahas masih dapat dikembangkan dengan sudut pandang, objek, metode, teori, atau konteks yang berbeda.
Karena itu, mahasiswa perlu mengetahui cara cek apakah judul skripsi sudah diteliti sebelum mengajukan judul kepada dosen.
Kabar baiknya, proses tersebut sebenarnya dapat dilakukan dengan beberapa langkah sederhana. Kamu tidak harus langsung membaca ratusan skripsi. Dengan menggunakan kata kunci yang tepat dan membandingkan penelitian terdahulu secara sistematis, kamu bisa mengetahui seberapa mirip judul yang ingin digunakan.
Artikel ini membahas cara mengecek judul skripsi, sumber yang dapat digunakan, cara mencari penelitian terdahulu, sampai cara menentukan apakah sebuah judul masih layak dikembangkan.
Sebelum membahas caranya, penting untuk memahami alasan mengapa pengecekan judul perlu dilakukan.
Mengecek penelitian terdahulu membantu kamu mengetahui apakah sudah ada penelitian dengan topik dan fokus yang hampir sama.
Jika memang ada, kamu dapat mempertimbangkan perubahan pada fokus penelitian.
Saat mencari penelitian terdahulu, kamu mungkin menemukan hasil yang berbeda atau aspek yang belum dibahas.
Hal tersebut dapat menjadi research gap.
Pengecekan judul dapat membantu menemukan aspek yang membedakan penelitianmu dari penelitian sebelumnya.
Ketika dosen bertanya mengapa memilih judul tersebut, kamu dapat memberikan alasan berdasarkan penelitian terdahulu dan kondisi yang ingin dikaji.
Pencarian judul sebelumnya dapat membantu membuat judul menjadi lebih spesifik dan terarah.
Berikut langkah yang bisa kamu gunakan.
Jangan langsung mencari judul secara keseluruhan.
Misalnya kamu memiliki judul:
Pengaruh Media Sosial terhadap Minat Beli Produk UMKM di Kalangan Mahasiswa
Pecah menjadi beberapa kata kunci:
Dengan cara ini, kamu bisa menemukan penelitian yang menggunakan susunan kata berbeda tetapi membahas konsep yang sama.
Salah satu langkah sederhana adalah mencari judul atau kata kunci penelitian melalui mesin pencari akademik.
Kamu bisa menggunakan pencarian dengan beberapa variasi.
Misalnya:
"Pengaruh media sosial terhadap minat beli"
Kemudian coba variasi:
"Social media" AND "purchase intention"
Atau:
"Media sosial" AND "keputusan pembelian" AND mahasiswa
Tujuannya adalah mencari penelitian yang memiliki konsep serupa.
Google Scholar dapat digunakan untuk mencari artikel ilmiah, skripsi, tesis, disertasi, dan publikasi akademik lainnya yang tersedia di internet.
Ketik kata kunci utama dari penelitianmu.
Contohnya:
"digital marketing" "keputusan pembelian"
Kemudian lihat hasil yang muncul.
Jangan hanya memperhatikan judul. Periksa juga:
Hal ini akan membantu menentukan tingkat kemiripan penelitian.
Selain mesin pencari akademik, repository perguruan tinggi juga dapat menjadi sumber penting.
Banyak kampus menyediakan repository yang berisi karya ilmiah mahasiswa.
Kamu dapat mencari berdasarkan:
Misalnya kamu ingin meneliti tentang pelayanan publik, cari beberapa skripsi dengan kata kunci:
pelayanan publik
Kemudian persempit menggunakan kata kunci tambahan seperti:
kualitas pelayanan publik
atau:
kepuasan masyarakat pelayanan publik
Ini merupakan salah satu bagian terpenting dalam cara cek apakah judul skripsi sudah diteliti.
Jangan hanya menggunakan satu bentuk kata.
Misalnya:
“Minat Beli”
coba juga:
Contoh lain:
“Media Sosial”
coba:
Penelitian yang sama dapat menggunakan istilah berbeda.
Jika hanya menggunakan satu kata kunci, ada kemungkinan penelitian yang relevan tidak ditemukan.
Judul yang berbeda belum tentu berarti penelitiannya berbeda.
Sebaliknya, judul yang terlihat mirip belum tentu memiliki penelitian yang sama.
Karena itu, periksa variabelnya.
Misalnya:
Judul A:
Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Masyarakat.
Judul B:
Analisis Kualitas Pelayanan dalam Meningkatkan Kepuasan Masyarakat.
Keduanya menggunakan konsep yang sangat berdekatan.
Kamu perlu membaca isi penelitian untuk mengetahui apakah variabel, teori, objek, dan fokusnya benar-benar sama atau berbeda.
Objek merupakan salah satu aspek yang dapat membedakan penelitian.
Misalnya sudah ada penelitian:
Pengaruh Digital Marketing terhadap Keputusan Pembelian pada UMKM Kuliner.
Kamu ingin meneliti:
Pengaruh Digital Marketing terhadap Keputusan Pembelian pada UMKM Fashion.
Walaupun variabelnya sama, objek penelitian berbeda.
Namun, perubahan objek saja belum tentu cukup untuk menghasilkan penelitian yang kuat. Kamu tetap harus memiliki alasan mengapa objek tersebut relevan untuk dikaji.
Lokasi juga perlu diperhatikan.
Contohnya penelitian terdahulu dilakukan di:
Kota A
Sedangkan kamu ingin melakukan penelitian di:
Kota B
Perbedaan lokasi dapat menjadi pembeda jika kondisi kedua wilayah memang memiliki karakteristik yang relevan dengan penelitian.
Jangan sekadar mengganti nama lokasi agar judul terlihat berbeda.
Tahun penelitian juga perlu diperhatikan.
Penelitian yang dilakukan beberapa tahun lalu dapat memiliki konteks yang berbeda dengan kondisi saat ini.
Misalnya penelitian mengenai penggunaan media sosial dilakukan ketika sebuah platform belum banyak digunakan.
Kemudian terjadi perubahan perilaku pengguna.
Kondisi tersebut dapat membuka peluang penelitian baru.
Namun, penelitian terbaru juga perlu diperiksa agar kamu tidak menganggap suatu topik belum diteliti hanya karena belum menemukan penelitian lama.
Setelah menemukan judul yang mirip, jangan langsung menyimpulkan bahwa judulmu sudah pernah digunakan.
Baca abstraknya.
Dari abstrak, biasanya kamu dapat mengetahui:
Jika abstraknya sangat mirip dengan rencana penelitianmu, lanjutkan dengan membaca bagian lainnya.
Judul yang sama belum tentu menghasilkan rumusan masalah yang sama.
Karena itu, lihat rumusan masalah penelitian terdahulu.
Bandingkan dengan pertanyaan penelitianmu.
Misalnya penelitian sebelumnya hanya menanyakan:
Apakah X berpengaruh terhadap Y?
Sementara penelitianmu ingin mengetahui:
Bagaimana proses X memengaruhi Y dan faktor apa yang memengaruhinya?
Fokus tersebut dapat menghasilkan pendekatan penelitian yang berbeda.
Metode juga dapat menjadi pembeda.
Misalnya penelitian sebelumnya menggunakan metode kuantitatif.
Kamu ingin memahami fenomena secara lebih mendalam melalui pendekatan kualitatif.
Hal tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam mengembangkan penelitian.
Namun, jangan menggunakan metode berbeda hanya untuk membuat penelitian terlihat unik. Pilih metode yang memang sesuai dengan pertanyaan penelitian.
Setelah menemukan penelitian yang mirip, cari bagian yang belum dibahas.
Perhatikan:
Misalnya peneliti menyebutkan bahwa penelitian hanya dilakukan pada kelompok tertentu.
Hal tersebut dapat menjadi petunjuk untuk pengembangan penelitian.
Agar lebih mudah menentukan tingkat kemiripan, buat tabel.
Contohnya:
| Aspek | Penelitian Terdahulu | Rencana Penelitian |
|---|---|---|
| Topik | Digital marketing | Digital marketing |
| Variabel | X dan Y | X dan Y |
| Objek | UMKM kuliner | UMKM fashion |
| Lokasi | Kota A | Kota B |
| Metode | Kuantitatif | Kuantitatif |
| Tahun | 2023 | 2026 |
| Fokus | Keputusan pembelian | Keputusan pembelian |
Dari tabel tersebut, kamu dapat melihat bagian mana yang sama dan mana yang berbeda.
Jika hampir semua aspek sama, judul perlu dipertimbangkan kembali.
Jika terdapat perbedaan yang memiliki alasan akademis, penelitian masih dapat dikembangkan.
Tidak selalu.
Yang perlu diperhatikan bukan hanya kesamaan judul, tetapi keseluruhan penelitian.
Dua penelitian bisa memiliki judul yang hampir sama tetapi menggunakan:
Namun, jika penelitianmu benar-benar menyalin fokus, objek, metode, dan tujuan penelitian terdahulu tanpa alasan atau kontribusi yang jelas, tentu perlu dipertimbangkan kembali.
Karena itu, jangan hanya bertanya:
“Apakah judul ini sudah ada?”
Tanyakan juga:
“Apa yang membedakan penelitian saya dengan penelitian sebelumnya?”
Pertanyaan kedua jauh lebih penting.
Misalnya kamu memiliki judul:
Pengaruh Penggunaan TikTok terhadap Minat Beli Produk Fashion pada Mahasiswa
Langkah pertama, cari:
TikTok dan minat beli mahasiswa
Kemudian:
TikTok dan purchase intention
Lalu:
TikTok fashion purchase intention
Selanjutnya:
TikTok mahasiswa keputusan pembelian
Setelah menemukan beberapa penelitian, buat tabel:
| Penelitian | Platform | Objek | Responden | Variabel | Tahun |
|---|---|---|---|---|---|
| A | TikTok | Fashion | Mahasiswa | Minat beli | 2024 |
| B | Fashion | Mahasiswa | Minat beli | 2025 | |
| C | TikTok | Kosmetik | Konsumen umum | Keputusan pembelian | 2025 |
Dari sini kamu dapat melihat penelitian mana yang paling dekat dengan judulmu.
Jika penelitian A hampir sama, baca lebih lanjut.
Mungkin kamu menemukan bahwa penelitian A hanya dilakukan di satu kampus, sementara penelitianmu memiliki fokus atau konteks yang berbeda.
Perbedaan tersebut kemudian perlu dipertanggungjawabkan secara akademis.
Setelah mengecek penelitian terdahulu, gunakan beberapa pertanyaan berikut:
Jika iya, apakah perbedaannya relevan?
Jika iya, apakah terdapat karakteristik khusus?
Jika iya, apakah ada teori yang mendukung?
Jika iya, hal tersebut dapat menjadi research gap.
Jika iya, penelitian terbaru mungkin diperlukan.
Jika iya, pendekatan lain dapat dipertimbangkan.
Jika iya, aspek tersebut dapat dikembangkan.
Ini merupakan kesalahan yang cukup sering terjadi.
Mahasiswa menemukan judul yang berbeda beberapa kata, lalu menganggap penelitiannya pasti berbeda.
Padahal, bisa saja:
Sebaliknya, dua judul yang hampir sama bisa saja memiliki konteks yang berbeda.
Karena itu, cek judul skripsi bukan hanya dengan membandingkan kata per kata.
Periksa keseluruhan desain penelitian.
Jika setelah melakukan pencarian kamu menemukan judul yang hampir sama, jangan langsung panik.
Coba lakukan beberapa hal berikut:
Tujuannya bukan sekadar membuat judul berbeda secara kata-kata, tetapi menghasilkan penelitian yang memiliki fokus jelas.
Gunakan checklist berikut:
Cara cek apakah judul skripsi sudah diteliti dapat dilakukan dengan mencari penelitian terdahulu menggunakan kata kunci yang relevan, membaca jurnal dan repository, kemudian membandingkan judul, variabel, objek, metode, lokasi, serta fokus penelitian.
Jangan hanya melakukan pencarian menggunakan judul secara utuh. Pecah judul menjadi beberapa kata kunci dan gunakan berbagai variasi istilah. Cara ini dapat membantu menemukan penelitian yang memiliki konsep serupa meskipun menggunakan judul yang berbeda.
Jika menemukan judul yang mirip, jangan langsung menganggap penelitianmu tidak bisa dilakukan. Periksa terlebih dahulu keseluruhan penelitian. Cari tahu apakah terdapat perbedaan objek, lokasi, populasi, variabel, metode, teori, konteks, atau hasil penelitian.
Yang paling penting adalah menemukan research gap dan alasan akademis yang membuat penelitianmu layak dilakukan.
Dengan melakukan pengecekan sejak awal, kamu dapat mengurangi risiko memilih judul yang terlalu umum atau terlalu mirip dengan penelitian terdahulu. Proses ini juga dapat membantu menghasilkan judul skripsi yang lebih spesifik, terarah, dan memiliki dasar penelitian yang kuat.
Sudah punya judul skripsi tetapi masih bingung apakah judul tersebut sudah pernah diteliti? Atau kamu sudah menemukan beberapa penelitian yang mirip dan tidak tahu bagaimana mencari pembeda atau research gap?
Molulus.id siap membantu kamu dalam mempersiapkan kebutuhan skripsi dengan lebih terarah.
Kamu bisa melakukan order melalui website Molulus.id atau menghubungi WhatsApp:
Mulai dari mencari ide, menentukan topik, mengecek penelitian terdahulu, menemukan research gap, hingga mengembangkan judul skripsi yang lebih spesifik.
Sudah punya ide judul? Jangan langsung diajukan. Cek dulu penelitian terdahulunya dan pastikan fokus penelitianmu punya alasan yang jelas.