Dalam proses penyusunan skripsi, mahasiswa tidak hanya perlu menentukan judul dan membuat landasan teori. Salah satu bagian yang juga penting adalah penelitian terdahulu. Bagian ini membantu menunjukkan bahwa penelitian yang dilakukan memiliki dasar akademik dan berkaitan dengan penelitian-penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya.
Agar penelitian terdahulu lebih mudah dipahami, informasi dari berbagai jurnal biasanya disajikan dalam bentuk tabel penelitian terdahulu.
Namun, masih banyak mahasiswa yang bingung mengenai cara membuat tabel penelitian terdahulu, mulai dari menentukan kolom, memilih jurnal, memasukkan informasi penelitian, sampai menentukan persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang sedang dilakukan.
Padahal, jika dibuat dengan struktur yang tepat, tabel penelitian terdahulu dapat membantu mahasiswa memahami posisi penelitiannya sekaligus menemukan research gap.
Artikel ini akan membahas cara membuat tabel penelitian terdahulu untuk skripsi secara lengkap, mulai dari pengertian, struktur tabel, cara mencari referensi, contoh tabel, hingga kesalahan yang perlu dihindari.
Tabel penelitian terdahulu adalah penyajian ringkas mengenai beberapa penelitian sebelumnya yang memiliki hubungan dengan topik penelitian yang sedang dilakukan.
Tabel ini biasanya memuat informasi penting seperti nama peneliti, tahun penelitian, judul penelitian, metode, variabel, hasil penelitian, serta persamaan dan perbedaannya dengan penelitian yang akan dilakukan.
Tujuan utama tabel penelitian terdahulu bukan sekadar memperbanyak referensi dalam skripsi. Lebih dari itu, tabel ini digunakan untuk membantu mahasiswa melihat perkembangan penelitian dalam suatu bidang.
Misalnya, mahasiswa melakukan penelitian dengan judul:
“Pengaruh Penggunaan Media Sosial terhadap Minat Beli Mahasiswa.”
Mahasiswa dapat mencari beberapa penelitian yang membahas media sosial, minat beli, perilaku konsumen, digital marketing, dan topik terkait.
Kemudian, penelitian tersebut dirangkum dalam tabel agar lebih mudah dibandingkan.
Dengan demikian, mahasiswa dapat melihat apakah penelitian yang akan dilakukan memiliki persamaan, perbedaan, atau pengembangan dari penelitian sebelumnya.
Ada beberapa alasan mengapa tabel penelitian terdahulu penting dalam penyusunan skripsi.
Jika informasi dari beberapa jurnal ditulis dalam bentuk paragraf panjang, mahasiswa akan lebih sulit membandingkannya.
Tabel membuat informasi menjadi lebih ringkas dan sistematis.
Mahasiswa dapat langsung melihat perbedaan:
Salah satu manfaat terbesar tabel penelitian terdahulu adalah membantu menemukan research gap.
Dengan membandingkan beberapa penelitian, mahasiswa dapat menemukan aspek yang belum banyak diteliti.
Misalnya, penelitian sebelumnya menggunakan mahasiswa sebagai responden, sedangkan penelitian yang akan dilakukan menggunakan pekerja muda.
Atau penelitian sebelumnya menggunakan dua variabel, sedangkan penelitian baru memiliki variabel tambahan berdasarkan teori tertentu.
Tabel penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penelitian yang dilakukan tidak muncul tanpa dasar.
Ada penelitian sebelumnya yang dapat dijadikan referensi dan pembanding.
Hal tersebut membuat argumentasi penelitian menjadi lebih kuat.
Mahasiswa perlu menunjukkan bahwa penelitian yang dilakukan bukan sekadar menyalin penelitian sebelumnya.
Melalui tabel, perbedaan tersebut dapat dijelaskan secara lebih jelas.
Tidak ada satu format tabel yang berlaku mutlak untuk semua perguruan tinggi. Setiap kampus atau dosen pembimbing dapat memiliki ketentuan berbeda.
Namun, secara umum, tabel penelitian terdahulu dapat memuat beberapa komponen berikut:
Kolom nomor digunakan untuk memudahkan identifikasi setiap penelitian.
Tuliskan nama peneliti atau penulis jurnal yang digunakan sebagai referensi.
Cantumkan tahun publikasi atau tahun penelitian sesuai dengan sumber yang digunakan.
Tuliskan judul penelitian sebelumnya secara jelas.
Untuk penelitian kuantitatif, variabel penelitian biasanya menjadi salah satu informasi penting.
Misalnya:
Tuliskan metode yang digunakan, seperti:
Bagian ini menjelaskan siapa atau apa yang menjadi objek penelitian.
Tuliskan hasil utama penelitian secara singkat dan sesuai sumber.
Jelaskan aspek yang sama antara penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan.
Jelaskan aspek yang membedakan penelitian terdahulu dengan penelitian saat ini.
Tidak semua komponen tersebut harus selalu dimasukkan. Ikuti pedoman penulisan skripsi dari kampus terlebih dahulu.
Berikut langkah-langkah yang dapat digunakan mahasiswa.
Langkah pertama adalah memahami topik penelitian yang akan dilakukan.
Misalnya:
“Pengaruh Penggunaan AI terhadap Produktivitas Mahasiswa dalam Menyusun Skripsi.”
Dari judul tersebut, mahasiswa dapat menentukan kata kunci:
Kata kunci tersebut kemudian digunakan untuk mencari penelitian terdahulu.
Jangan memasukkan jurnal hanya karena judulnya terlihat mirip.
Baca abstrak dan bagian penting penelitian untuk memastikan relevansinya.
Idealnya, penelitian terdahulu memiliki keterkaitan dengan:
Semakin relevan penelitian yang dipilih, semakin mudah mahasiswa menjelaskan hubungan penelitian tersebut dengan skripsinya.
Setelah menemukan jurnal, jangan langsung memasukkannya ke dalam tabel.
Catat terlebih dahulu informasi penting dari masing-masing penelitian.
Misalnya:
Peneliti: Andi Pratama
Tahun: 2024
Judul: Pengaruh Penggunaan AI terhadap Produktivitas Mahasiswa
Metode: Kuantitatif
Responden: 100 mahasiswa
Hasil: Penggunaan AI berhubungan dengan produktivitas akademik.
Dengan cara ini, mahasiswa akan lebih mudah menyusun tabel.
Setelah informasi terkumpul, tentukan kolom yang akan digunakan.
Contoh sederhana:
| No | Peneliti & Tahun | Judul | Metode | Hasil | Persamaan | Perbedaan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Andi, 2024 | Pengaruh AI terhadap Produktivitas Mahasiswa | Kuantitatif | AI berpengaruh terhadap produktivitas | Sama-sama membahas AI | Objek berbeda |
| 2 | Budi, 2024 | ChatGPT dalam Pembelajaran Mahasiswa | Kualitatif | ChatGPT membantu proses belajar | Sama-sama membahas AI | Metode berbeda |
| 3 | Citra, 2025 | AI dan Efektivitas Penulisan Akademik | Kuantitatif | AI berhubungan dengan efektivitas akademik | Sama-sama membahas penggunaan AI | Variabel berbeda |
Format tersebut hanya contoh. Sesuaikan dengan ketentuan kampus.
Misalnya penelitian yang dilakukan memiliki topik “Pengaruh Media Sosial terhadap Minat Beli Generasi Z.”
Contoh tabelnya:
| No. | Peneliti | Judul Penelitian | Metode | Hasil Penelitian | Persamaan | Perbedaan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | A, 2023 | Pengaruh Media Sosial terhadap Minat Beli | Kuantitatif | Media sosial berpengaruh terhadap minat beli | Membahas media sosial dan minat beli | Objek penelitian berbeda |
| 2 | B, 2024 | Social Media Marketing terhadap Purchase Intention | Kuantitatif | Terdapat pengaruh signifikan | Sama-sama membahas minat beli | Variabel dan responden berbeda |
| 3 | C, 2024 | Penggunaan Media Sosial pada Generasi Z | Kualitatif | Media sosial memengaruhi perilaku konsumen | Sama-sama membahas Generasi Z | Metode penelitian berbeda |
| 4 | D, 2025 | Digital Marketing dan Minat Beli Konsumen | Kuantitatif | Digital marketing berpengaruh positif | Membahas minat beli | Fokus media berbeda |
Setelah tabel selesai, mahasiswa sebaiknya memberikan penjelasan.
Contohnya:
Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu, media sosial dan digital marketing memiliki keterkaitan dengan minat beli konsumen. Namun, terdapat perbedaan pada objek, karakteristik responden, metode, dan fokus media yang digunakan. Perbedaan tersebut menjadi salah satu dasar bagi penelitian ini untuk mengkaji pengaruh media sosial terhadap minat beli pada Generasi Z.
Inilah yang membuat tabel penelitian terdahulu lebih bermakna secara akademik.
Bagian persamaan dan perbedaan penelitian sering menjadi bagian yang paling membingungkan bagi mahasiswa.
Sebenarnya, caranya cukup sederhana.
Bandingkan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan dari beberapa aspek.
Apakah variabel penelitian sama?
Apakah objek penelitian sama?
Apakah responden atau informan sama?
Apakah penelitian dilakukan di tempat yang sama?
Apakah menggunakan metode kuantitatif, kualitatif, atau metode lainnya?
Apakah teori yang digunakan sama?
Apakah penelitian dilakukan pada periode yang sama?
Apakah fenomena yang diteliti berada dalam konteks yang sama?
Dari perbandingan tersebut, mahasiswa dapat menentukan persamaan dan perbedaan secara lebih objektif.
Research gap merupakan kesenjangan atau ruang yang masih dapat dikembangkan dari penelitian sebelumnya.
Untuk menemukannya, mahasiswa dapat melihat tabel penelitian terdahulu dan mencari pola.
Misalnya:
Penelitian A menemukan hasil positif.
Penelitian B menemukan hasil negatif.
Penelitian C menemukan tidak ada pengaruh.
Perbedaan hasil tersebut dapat menjadi indikasi adanya gap yang menarik untuk diteliti lebih lanjut.
Research gap juga dapat ditemukan dari:
Namun, tidak semua perbedaan otomatis menjadi research gap. Mahasiswa harus memiliki alasan akademik yang jelas mengapa perbedaan tersebut penting untuk diteliti.
Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.
Jangan mengejar jumlah jurnal tanpa memperhatikan relevansinya.
Lebih baik menggunakan penelitian yang relevan daripada banyak penelitian yang tidak berhubungan langsung.
Tabel penelitian terdahulu harus berisi informasi yang dipahami, bukan sekadar hasil copy-paste.
Baca penelitian secara menyeluruh sebelum merangkumnya.
Jika tabel hanya berisi nama, judul, dan hasil, mahasiswa akan kesulitan menunjukkan posisi penelitiannya.
Jangan menambahkan hasil penelitian yang tidak disebutkan dalam jurnal.
Pastikan semua informasi sesuai dengan sumber asli.
Hindari memasukkan jurnal atau sitasi yang tidak jelas.
Pastikan sumber benar-benar tersedia dan dapat diperiksa.
AI dapat membantu mahasiswa dalam proses menyusun tabel penelitian terdahulu, terutama untuk mengorganisasi informasi yang sudah tersedia.
Misalnya, mahasiswa dapat memberikan informasi beberapa jurnal kepada AI dan meminta AI mengelompokkannya berdasarkan:
Contoh prompt:
“Saya sedang menyusun penelitian dengan topik [TOPIK PENELITIAN]. Berikut beberapa penelitian terdahulu yang sudah saya baca: [MASUKKAN DATA]. Bantu saya menyusun informasi tersebut menjadi tabel penelitian terdahulu dengan kolom peneliti, tahun, judul, metode, variabel, hasil, persamaan, dan perbedaan. Jangan menambahkan informasi yang tidak terdapat dalam data yang saya berikan.”
Prompt tersebut membantu AI bekerja berdasarkan data yang diberikan sehingga risiko munculnya informasi yang tidak sesuai dapat dikurangi.
Tetap lakukan pengecekan terhadap jurnal asli sebelum memasukkan informasi ke dalam skripsi.
Agar tabel penelitian terdahulu mudah dibaca, gunakan beberapa tips berikut:
Pertama, jangan membuat isi setiap kolom terlalu panjang.
Kedua, gunakan kalimat yang padat dan jelas.
Ketiga, gunakan format penulisan yang konsisten.
Keempat, pastikan nama peneliti dan tahun sesuai dengan sumber.
Kelima, gunakan penelitian yang benar-benar relevan.
Keenam, sertakan persamaan dan perbedaan yang jelas.
Ketujuh, setelah tabel, berikan analisis atau narasi yang menghubungkan penelitian terdahulu dengan penelitian saat ini.
Kedelapan, sesuaikan format tabel dengan pedoman skripsi dari kampus.
Cara membuat tabel penelitian terdahulu sebenarnya dapat dilakukan secara sistematis. Mulailah dengan menentukan topik penelitian, mencari jurnal yang relevan, membaca dan mencatat informasi penting, kemudian menyusunnya ke dalam tabel.
Informasi yang dapat dimasukkan meliputi nama peneliti, tahun, judul, metode, variabel, objek, hasil penelitian, persamaan, dan perbedaan.
Tabel tersebut tidak hanya berfungsi untuk merangkum jurnal. Lebih penting lagi, tabel penelitian terdahulu dapat membantu mahasiswa memahami perkembangan penelitian, memperkuat dasar skripsi, menemukan research gap, dan menunjukkan posisi penelitian yang sedang dilakukan.
AI juga dapat dimanfaatkan untuk membantu mengorganisasi informasi penelitian terdahulu. Namun, AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu. Mahasiswa tetap harus membaca sumber asli, memverifikasi informasi, dan mengikuti pedoman akademik kampus.
Dengan tabel penelitian terdahulu yang rapi dan analisis yang tepat, mahasiswa dapat membuat dasar penelitian yang lebih kuat dan terarah.
Masih bingung mencari jurnal, membuat tabel penelitian terdahulu, menemukan research gap, atau menyusun bagian skripsi lainnya?
Molulus.id menyediakan panduan dan Prompt AI untuk skripsi yang dapat membantu mahasiswa menggunakan AI secara lebih terarah dalam proses penyusunan skripsi.
Mulai dari menentukan ide penelitian, menyusun Bab 1, mencari research gap, membuat rumusan masalah, menyusun landasan teori, hingga membantu proses penulisan skripsi.
👉 Order sekarang melalui: molulus.id
👉 WhatsApp: 085179917579
Gunakan AI sebagai alat bantu untuk membuat proses penyusunan skripsi menjadi lebih terarah, sistematis, dan efisien.