Mengerjakan skripsi sering terasa berat bukan karena setiap tugasnya sulit, tetapi karena banyak mahasiswa tidak memiliki target yang jelas. Akibatnya, skripsi hanya dikerjakan ketika sedang ada waktu luang atau ketika sudah mendekati deadline.
Padahal, skripsi sebenarnya bisa dikerjakan secara bertahap. Tidak harus langsung menyelesaikan satu bab dalam sehari. Dengan membuat target yang realistis dan konsisten, pekerjaan yang terlihat besar dapat dibagi menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah diselesaikan.
Karena itu, mengetahui cara membuat target skripsi agar cepat selesai menjadi hal penting bagi mahasiswa tingkat akhir. Target yang jelas dapat membantu kamu mengetahui apa yang harus dikerjakan hari ini, apa yang harus selesai minggu ini, dan kapan penelitian diharapkan mencapai tahap berikutnya.
Dalam artikel ini, kita akan membahas cara membuat target skripsi, contoh target skripsi mingguan, cara membuat timeline skripsi, hingga tips agar tetap konsisten mengerjakannya.
Skripsi biasanya terdiri dari banyak tahapan. Mulai dari menentukan topik, membuat judul, menyusun proposal, melakukan bimbingan, revisi, pengumpulan data, analisis, sampai akhirnya melakukan sidang.
Jika semua tahapan tersebut hanya dipikirkan sekaligus, skripsi akan terlihat sangat berat.
Target membantu memecah pekerjaan besar menjadi tugas yang lebih kecil.
Misalnya daripada berpikir:
“Saya harus menyelesaikan skripsi.”
ubah menjadi:
“Hari ini saya akan menyelesaikan latar belakang sebanyak dua halaman.”
Target kedua jauh lebih mudah dilakukan karena tugasnya spesifik.
Dengan membuat target, kamu juga bisa mengetahui perkembangan skripsi dari waktu ke waktu.
Berikut beberapa langkah yang dapat digunakan untuk membuat target skripsi yang realistis dan mudah dijalankan.
Langkah pertama adalah menentukan tujuan akhir.
Misalnya kamu ingin:
Target akhir akan menjadi patokan untuk membuat target-target kecil.
Namun, jangan membuat target hanya berdasarkan keinginan. Perhatikan juga jadwal kampus, proses bimbingan, waktu penelitian, dan kemungkinan revisi.
Jangan menganggap skripsi sebagai satu pekerjaan besar.
Bagi menjadi beberapa tahap.
Contohnya:
Setelah dibagi seperti itu, kamu akan lebih mudah menentukan target untuk setiap tahap.
Setelah membagi skripsi menjadi beberapa tahapan, buat target bulanan.
Misalnya:
Bulan 1: Fokus proposal.
Target:
Bulan 2: Fokus penelitian.
Target:
Bulan 3: Fokus analisis.
Target:
Bulan 4: Fokus penyelesaian.
Target:
Timeline tersebut hanya contoh. Setiap mahasiswa memiliki kondisi dan aturan kampus yang berbeda.
Target bulanan masih cukup besar sehingga perlu dipecah lagi menjadi target mingguan.
Misalnya target bulan ini adalah menyelesaikan Bab 1.
Kamu dapat membuat target:
Minggu 1: mencari masalah dan mengumpulkan referensi.
Minggu 2: menyusun latar belakang.
Minggu 3: menyusun rumusan masalah dan tujuan penelitian.
Minggu 4: melakukan revisi dan konsultasi.
Dengan pembagian tersebut, kamu tidak perlu memikirkan seluruh Bab 1 sekaligus.
Target harian menjadi salah satu bagian penting dalam cara membuat target skripsi agar cepat selesai.
Namun, jangan membuat target yang terlalu banyak.
Contohnya:
Target hari Senin:
Target hari Selasa:
Target hari Rabu:
Target seperti ini lebih mudah dilakukan daripada menulis:
“Hari ini harus menyelesaikan Bab 1.”
Target yang baik harus jelas.
Bandingkan:
Target kurang jelas:
Mengerjakan skripsi.
Dengan:
Membaca tiga jurnal tentang kualitas pelayanan dan mencatat research gap dari masing-masing jurnal.
Target kedua lebih mudah dievaluasi.
Kamu bisa mengetahui apakah target tersebut sudah selesai atau belum.
Semakin spesifik target, semakin mudah kamu mengukur perkembangan skripsi.
Salah satu kesalahan mahasiswa ketika membuat target skripsi adalah terlalu ambisius.
Misalnya hari ini menargetkan:
Target tersebut mungkin terlihat produktif, tetapi belum tentu realistis.
Ketika tidak selesai, kamu bisa merasa gagal dan akhirnya kehilangan motivasi.
Lebih baik membuat target yang masuk akal tetapi konsisten.
Misalnya:
“Hari ini saya akan menyelesaikan tiga halaman.”
Jika ternyata bisa menyelesaikan lebih banyak, itu menjadi bonus.
Jangan membuat timeline yang terlalu padat.
Dalam proses skripsi, revisi hampir selalu menjadi bagian dari perjalanan penelitian.
Misalnya kamu menargetkan:
Minggu 1: selesai Bab 1.
Jangan langsung menjadikan:
Minggu 2: selesai Bab 2.
Berikan waktu untuk kemungkinan:
Dengan memberikan ruang untuk revisi, timeline akan lebih realistis.
Selain mengikuti deadline resmi dari kampus, buat deadline pribadi.
Misalnya kampus menetapkan batas pengumpulan skripsi pada akhir November.
Kamu bisa menetapkan target pribadi:
“Skripsi harus selesai pada awal November.”
Dengan begitu, masih ada waktu cadangan jika terjadi kendala.
Deadline pribadi juga membantu menghindari kebiasaan mengerjakan semuanya menjelang batas akhir.
Tidak semua pekerjaan skripsi memiliki tingkat urgensi yang sama.
Kamu bisa membagi tugas menjadi:
Tugas yang harus segera diselesaikan.
Contohnya:
Tugas yang penting tetapi masih memiliki waktu.
Contohnya:
Tugas yang bisa dilakukan setelah pekerjaan utama selesai.
Contohnya:
Dengan sistem prioritas, kamu tidak akan menghabiskan terlalu banyak waktu pada hal kecil ketika ada pekerjaan yang lebih penting.
Jangan hanya mengandalkan waktu luang.
Jika menunggu waktu luang, skripsi sering kali kalah dengan aktivitas lain.
Lebih baik tentukan waktu khusus.
Misalnya:
08.00–10.00: mengerjakan skripsi.
13.00–14.00: membaca jurnal.
19.30–21.00: revisi dan merapikan tulisan.
Tidak harus berjam-jam.
Yang penting dilakukan secara konsisten.
Setiap orang memiliki cara kerja berbeda.
Kamu bisa mencoba sistem seperti:
50 menit fokus + 10 menit istirahat.
Atau:
25 menit fokus + 5 menit istirahat.
Tujuannya bukan mengikuti metode tertentu secara kaku, tetapi membuat sesi mengerjakan skripsi lebih terarah.
Saat waktu fokus dimulai, hindari membuka media sosial atau melakukan aktivitas yang tidak berhubungan dengan skripsi.
Buat catatan sederhana mengenai perkembangan skripsi.
Misalnya:
Senin: Bab 1 selesai 50%.
Selasa: menambahkan tiga jurnal.
Rabu: menyelesaikan rumusan masalah.
Kamis: revisi latar belakang.
Catatan ini membantu kamu melihat bahwa sebenarnya ada perkembangan meskipun terasa kecil.
Hal tersebut juga dapat menjadi motivasi ketika sedang merasa skripsi berjalan lambat.
Salah satu alasan skripsi tidak selesai adalah terlalu lama mengejar hasil yang sempurna sejak awal.
Misalnya satu paragraf terus diperbaiki selama berjam-jam karena merasa belum cukup bagus.
Dalam proses menulis, kamu bisa membuat draft terlebih dahulu.
Setelah itu, lakukan revisi.
Prinsipnya:
Tulis dulu, perbaiki kemudian.
Draft yang masih belum sempurna tetap lebih berguna daripada halaman kosong.
Jangan hanya menggunakan target berdasarkan waktu.
Contohnya:
“Hari ini mengerjakan skripsi selama tiga jam.”
Belum tentu menghasilkan sesuatu.
Lebih baik:
“Hari ini menyelesaikan dua halaman latar belakang.”
Atau:
“Hari ini membaca lima jurnal dan membuat ringkasannya.”
Dengan target berdasarkan output, perkembangan penelitian lebih mudah diukur.
Jika ingin menyelesaikan skripsi dalam waktu sekitar tiga bulan, berikut contoh pembagian target yang dapat dijadikan referensi:
| Minggu | Target |
|---|---|
| 1 | Menentukan topik dan masalah |
| 2 | Menentukan judul dan mencari referensi |
| 3 | Menyusun Bab 1 |
| 4 | Menyusun Bab 2 |
| 5 | Menyusun Bab 3 |
| 6 | Konsultasi dan revisi proposal |
| 7 | Persiapan serta pelaksanaan penelitian |
| 8 | Pengumpulan data |
| 9 | Pengolahan data |
| 10 | Menyusun Bab 4 |
| 11 | Menyusun Bab 5 |
| 12 | Revisi dan persiapan tahap akhir |
Timeline tersebut bukan aturan mutlak. Waktu penelitian dapat berbeda tergantung metode, objek, proses bimbingan, dan ketentuan masing-masing kampus.
Agar lebih mudah diterapkan, berikut contoh target mingguan.
Membaca tiga jurnal dan mencatat poin penting.
Menyusun latar belakang berdasarkan referensi.
Menyelesaikan rumusan masalah dan tujuan penelitian.
Membaca kembali tulisan dan memperbaiki sitasi.
Mengirim bagian yang sudah selesai untuk konsultasi.
Melakukan revisi berdasarkan hasil konsultasi.
Mengevaluasi target minggu ini dan membuat target minggu berikutnya.
Dengan pola tersebut, skripsi tetap berjalan meskipun setiap hari hanya mengerjakan bagian tertentu.
Membuat target saja belum cukup. Kamu juga harus menjalankannya secara konsisten.
Berikut beberapa tips yang bisa dicoba.
Jika sedang tidak bersemangat, jangan langsung memaksakan diri mengerjakan bagian tersulit.
Mulai dari membaca jurnal, memperbaiki satu paragraf, atau merapikan referensi.
Setelah mulai bekerja, biasanya lebih mudah untuk melanjutkan.
Mood memang dapat memengaruhi produktivitas, tetapi skripsi tetap membutuhkan konsistensi.
Tidak harus selalu merasa bersemangat.
Yang penting adalah tetap mengerjakan bagian kecil sesuai target.
Setiap mahasiswa memiliki kondisi berbeda.
Ada yang cepat mendapatkan judul, ada yang membutuhkan waktu lebih lama. Ada yang cepat mendapatkan data, sementara yang lain harus melewati proses izin terlebih dahulu.
Gunakan progres mahasiswa lain sebagai referensi, bukan sebagai ukuran keberhasilanmu.
Jika target tidak tercapai, jangan langsung menganggap semuanya gagal.
Cari tahu penyebabnya.
Apakah target terlalu banyak?
Apakah ada kendala dari dosen?
Apakah data belum tersedia?
Apakah ada tugas kuliah lain?
Setelah mengetahui penyebabnya, sesuaikan target berikutnya.
Beberapa kesalahan berikut sebaiknya dihindari:
Target yang tidak realistis justru membuat stres.
Tanpa batas waktu, tugas mudah ditunda.
Selalu sediakan waktu untuk konsultasi dan perbaikan.
“Mengerjakan skripsi” sulit diukur. Buat target yang lebih spesifik.
Tanpa catatan, kamu sulit mengetahui perkembangan penelitian.
Target harus dapat disesuaikan jika terjadi perubahan atau masalah.
Sebelum mulai membuat timeline, pastikan kamu sudah:
Checklist ini bisa kamu simpan dan gunakan sebagai panduan selama proses pengerjaan skripsi.
Mengetahui cara membuat target skripsi agar cepat selesai dapat membantu mahasiswa mengubah pekerjaan besar menjadi tugas-tugas kecil yang lebih mudah dilakukan.
Mulailah dengan menentukan target akhir, kemudian pecah menjadi target bulanan, mingguan, dan harian. Pastikan target dibuat secara spesifik, realistis, dan dapat diukur.
Jangan lupa menyediakan waktu untuk revisi dan konsultasi dengan dosen. Skripsi tidak selalu berjalan sesuai rencana sehingga timeline perlu dibuat fleksibel.
Hal yang paling penting bukan mengerjakan skripsi selama berjam-jam setiap hari, tetapi menjaga konsistensi. Mengerjakan sedikit tetapi rutin biasanya lebih efektif daripada bekerja dalam jumlah besar hanya ketika deadline sudah dekat.
Jadi, jangan hanya mengatakan “besok saya mulai skripsi.” Tentukan tugas yang akan dikerjakan, kapan akan dikerjakan, dan kapan harus selesai.
Dengan target yang jelas, kamu akan lebih mudah melihat progres dan mengetahui langkah berikutnya.
Sudah membuat target skripsi tetapi masih bingung menentukan langkah berikutnya? Atau kamu masih kesulitan menyusun judul, proposal, penelitian, hingga bagian akhir skripsi?
Molulus.id siap membantu kamu mempersiapkan kebutuhan skripsi agar proses pengerjaan lebih terarah.
Kamu bisa melakukan pemesanan melalui:
Website: Molulus.id
WhatsApp: 085179917579
Jangan biarkan skripsi terus tertunda karena tidak memiliki target yang jelas.
Sudah siap mulai mengejar target skripsi? Konsultasikan kebutuhan skripsimu melalui Molulus.id sekarang.