Salah satu keputusan penting ketika mulai menyusun skripsi adalah menentukan metode penelitian. Banyak mahasiswa merasa bingung ketika harus menjawab pertanyaan seperti, “Skripsi saya sebaiknya menggunakan metode kuantitatif atau kualitatif?”, “Apakah harus menggunakan kuesioner?”, atau “Metode penelitian apa yang paling mudah?”
Memilih metode penelitian sebenarnya tidak boleh dilakukan hanya berdasarkan metode yang digunakan oleh teman atau kakak tingkat. Metode penelitian harus disesuaikan dengan masalah penelitian, tujuan penelitian, rumusan masalah, jenis data, objek penelitian, serta hasil yang ingin diperoleh.
Kesalahan dalam memilih metode dapat membuat proses penyusunan skripsi menjadi lebih sulit. Misalnya, mahasiswa ingin memahami pengalaman seseorang secara mendalam, tetapi memilih metode yang tidak cocok untuk menggali informasi tersebut. Sebaliknya, mahasiswa ingin menguji pengaruh antara beberapa variabel, tetapi tidak merancang penelitian yang memungkinkan hubungan tersebut diuji secara tepat.
Karena itu, memahami cara memilih metode penelitian sejak awal sangat penting.
Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah menentukan metode penelitian skripsi, perbedaan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, faktor yang perlu dipertimbangkan, contoh penerapan, serta tips agar tidak salah memilih metode penelitian.
Sebelum membahas cara memilih metode penelitian, kita perlu memahami pengertiannya terlebih dahulu.
Metode penelitian adalah cara atau prosedur sistematis yang digunakan peneliti untuk memperoleh, mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan data dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian.
Metode penelitian membantu peneliti menentukan bagaimana sebuah penelitian akan dilakukan.
Metode tersebut dapat mencakup:
Karena setiap penelitian mempunyai karakteristik berbeda, metode yang digunakan juga tidak selalu sama.
Pemilihan metode penelitian akan memengaruhi hampir seluruh proses penyusunan skripsi.
Mulai dari Bab 1 hingga Bab 5, metode penelitian mempunyai keterkaitan yang cukup kuat.
Contohnya:
Rumusan Masalah → Tujuan Penelitian → Metode → Pengumpulan Data → Analisis Data → Kesimpulan
Jika metode yang dipilih tidak sesuai dengan rumusan masalah, proses penelitian dapat menjadi tidak efektif.
Misalnya rumusan masalah:
“Seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan?”
Pertanyaan tersebut berorientasi pada pengukuran dan pengujian hubungan atau pengaruh. Pendekatan kuantitatif dapat menjadi pilihan yang relevan.
Sementara jika rumusan masalahnya:
“Bagaimana pengalaman pelanggan dalam menerima pelayanan perusahaan?”
Pertanyaan tersebut lebih menekankan pada pengalaman dan pemahaman mendalam, sehingga pendekatan kualitatif dapat menjadi pilihan yang relevan.
Berikut langkah-langkah yang dapat digunakan mahasiswa untuk menentukan metode penelitian skripsi.
Langkah pertama adalah memahami masalah yang ingin diteliti.
Jangan langsung menentukan “kuantitatif” atau “kualitatif” sebelum mengetahui masalah penelitian.
Tanyakan kepada diri sendiri:
Semakin jelas masalah penelitian, semakin mudah menentukan pendekatan yang sesuai.
Rumusan masalah menjadi salah satu dasar utama dalam cara menentukan metode penelitian.
Perhatikan kata-kata yang digunakan.
Jika rumusan masalah banyak menggunakan kata:
maka pendekatan kuantitatif dapat dipertimbangkan.
Contohnya:
“Apakah harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian?”
Sementara jika rumusan masalah menggunakan kata:
maka pendekatan kualitatif dapat dipertimbangkan.
Contohnya:
“Bagaimana strategi digital marketing yang diterapkan oleh UMKM dalam meningkatkan penjualan?”
Namun, kata-kata dalam rumusan masalah bukan satu-satunya penentu. Peneliti tetap harus melihat keseluruhan desain penelitian.
Setelah memahami rumusan masalah, lihat kembali tujuan penelitian.
Tujuan penelitian harus dapat dijawab melalui metode yang dipilih.
Misalnya tujuan penelitian:
“Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan.”
Penelitian tersebut membutuhkan data yang memungkinkan peneliti mengukur variabel dan menguji pengaruhnya.
Sebaliknya, jika tujuan penelitian:
“Untuk memahami pengalaman mahasiswa dalam menggunakan pembelajaran berbasis digital.”
Peneliti membutuhkan data yang lebih mendalam mengenai pengalaman mahasiswa.
Dengan demikian, tujuan penelitian dapat membantu mengarahkan pemilihan metode.
Salah satu keputusan terbesar dalam memilih metode penelitian adalah menentukan pendekatan.
Secara umum, mahasiswa sering berhadapan dengan dua pendekatan utama:
Kuantitatif
dan
Kualitatif
Keduanya memiliki karakteristik berbeda.
Penelitian kuantitatif berfokus pada data yang dapat diukur dan dianalisis secara numerik.
Metode ini banyak digunakan untuk:
Contoh judul:
“Pengaruh Harga terhadap Keputusan Pembelian Konsumen.”
Dalam penelitian tersebut terdapat:
Peneliti dapat mengumpulkan data dari responden menggunakan instrumen yang sesuai, kemudian menganalisis data dengan teknik statistik yang relevan.
Contoh lainnya:
“Pengaruh Kualitas Produk dan Harga terhadap Kepuasan Pelanggan.”
Variabel:
Penelitian seperti ini dapat dirancang dengan pendekatan kuantitatif karena terdapat variabel yang dapat diukur dan hubungan yang ingin diuji.
Penelitian kualitatif berfokus pada pemahaman mendalam mengenai fenomena tertentu.
Pendekatan ini dapat digunakan untuk memahami:
Contohnya:
“Strategi Digital Marketing UMKM dalam Meningkatkan Penjualan.”
Jika peneliti ingin mengetahui secara mendalam bagaimana pelaku UMKM merancang dan menjalankan strategi digital marketing, pendekatan kualitatif dapat menjadi pilihan yang relevan.
Data dapat dikumpulkan melalui:
Cara memilih metode penelitian berikutnya adalah melihat jenis data yang dibutuhkan.
Jika penelitian membutuhkan data yang dapat diukur, dihitung, atau dianalisis secara numerik, pendekatan kuantitatif dapat dipertimbangkan.
Contohnya:
Jika penelitian membutuhkan informasi berupa pengalaman, cerita, persepsi, pendapat, proses, atau penjelasan mendalam, pendekatan kualitatif dapat dipertimbangkan.
Contohnya:
Sumber data juga harus diperhatikan.
Dalam penelitian kuantitatif, peneliti dapat menggunakan responden sebagai sumber data melalui kuesioner atau instrumen lainnya.
Misalnya penelitian mengenai kepuasan mahasiswa terhadap layanan akademik.
Responden dapat berasal dari mahasiswa yang memenuhi kriteria penelitian.
Sementara dalam penelitian kualitatif, peneliti dapat menentukan informan yang dianggap relevan dengan fokus penelitian.
Misalnya penelitian mengenai strategi pemasaran UMKM. Informannya dapat berupa pemilik usaha, pengelola pemasaran, atau pihak lain yang memahami proses tersebut.
Pemilihan sumber data harus sesuai dengan tujuan penelitian.
Objek penelitian juga dapat membantu menentukan metode.
Misalnya kamu ingin mengetahui:
“Pengaruh penggunaan media sosial terhadap minat beli mahasiswa.”
Objek penelitian dapat berupa mahasiswa dengan karakteristik tertentu.
Penelitian seperti ini dapat dirancang menggunakan pendekatan kuantitatif jika fokusnya mengukur hubungan antarvariabel.
Sementara jika kamu ingin mengetahui:
“Bagaimana mahasiswa menggunakan media sosial sebagai sumber informasi sebelum membeli produk?”
Penelitian dapat diarahkan pada pendekatan kualitatif jika tujuan utamanya adalah menggali pengalaman dan proses secara mendalam.
Variabel sangat penting dalam penelitian kuantitatif.
Jika judul penelitian menggunakan istilah seperti:
Pengaruh X terhadap Y
atau
Hubungan X dengan Y
biasanya terdapat variabel yang perlu diukur.
Contohnya:
“Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan.”
Variabel:
Jika terdapat beberapa variabel:
“Pengaruh Harga dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian.”
Maka:
Peneliti kemudian perlu menentukan definisi operasional dan indikator variabel berdasarkan teori serta sumber akademik yang relevan.
Setelah mengetahui pendekatan penelitian, tentukan bagaimana data akan dikumpulkan.
Beberapa teknik pengumpulan data yang umum digunakan adalah:
Kuesioner sering digunakan dalam penelitian kuantitatif untuk memperoleh data dari responden.
Wawancara dapat digunakan untuk menggali informasi secara mendalam, terutama dalam penelitian kualitatif.
Observasi dilakukan dengan mengamati objek atau fenomena penelitian.
Dokumentasi menggunakan dokumen atau arsip yang relevan sebagai sumber data.
Satu penelitian dapat menggunakan lebih dari satu teknik pengumpulan data jika memang diperlukan.
Pemilihan metode penelitian juga harus mempertimbangkan bagaimana data akan dianalisis.
Dalam penelitian kuantitatif, analisis dapat melibatkan teknik statistik sesuai desain penelitian, misalnya:
Dalam penelitian kualitatif, analisis lebih berfokus pada pengorganisasian, pengelompokan, interpretasi, dan pemaknaan data yang diperoleh dari lapangan.
Jangan memilih teknik analisis hanya karena teknik tersebut populer atau digunakan dalam skripsi orang lain.
Teknik analisis harus sesuai dengan pertanyaan penelitian, data, dan desain penelitian.
Berikut gambaran sederhana yang dapat membantu mahasiswa:
| Pertimbangan | Kuantitatif | Kualitatif |
|---|---|---|
| Fokus | Pengukuran dan pengujian | Pemahaman mendalam |
| Pertanyaan umum | Apakah? Seberapa besar? | Bagaimana? Mengapa? |
| Data | Data terukur/numerik | Narasi, pengalaman, dokumen |
| Variabel | Biasanya terstruktur | Tidak selalu menggunakan variabel seperti kuantitatif |
| Instrumen | Kuesioner/instrumen terstruktur | Wawancara, observasi, dokumentasi |
| Analisis | Statistik sesuai desain | Analisis data kualitatif |
| Hasil | Angka, tabel, statistik | Tema, kategori, narasi |
| Tujuan | Menguji hubungan/pengaruh/perbedaan | Memahami fenomena |
Tabel tersebut hanya menjadi panduan umum. Desain penelitian yang sebenarnya harus disesuaikan dengan konteks penelitian.
Agar lebih mudah dipahami, perhatikan contoh berikut.
Judul:
“Pengaruh Promosi Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian.”
Rumusan masalah:
“Apakah promosi media sosial berpengaruh terhadap keputusan pembelian?”
Tujuan:
Mengetahui pengaruh promosi media sosial terhadap keputusan pembelian.
Karena penelitian ingin menguji pengaruh antara variabel, pendekatan kuantitatif dapat dipertimbangkan.
Judul:
“Pengalaman Mahasiswa dalam Menggunakan Platform Pembelajaran Digital.”
Rumusan masalah:
“Bagaimana pengalaman mahasiswa dalam menggunakan platform pembelajaran digital?”
Tujuan:
Memahami pengalaman mahasiswa dalam menggunakan platform pembelajaran digital.
Karena fokusnya adalah pengalaman dan pemahaman mendalam, pendekatan kualitatif dapat dipertimbangkan.
Judul:
“Strategi Digital Marketing UMKM dalam Meningkatkan Penjualan.”
Jika penelitian ingin mengukur hubungan antara aktivitas digital marketing dan peningkatan penjualan dengan data numerik, pendekatan kuantitatif dapat digunakan.
Namun jika penelitian ingin menggali bagaimana pelaku UMKM merancang dan menjalankan strategi tersebut, pendekatan kualitatif dapat menjadi pilihan.
Artinya, topik yang sama dapat menggunakan metode berbeda tergantung pertanyaan dan tujuan penelitiannya.
Ini merupakan salah satu pertanyaan yang sering muncul.
Jawabannya: tidak ada metode yang otomatis lebih mudah.
Penelitian kuantitatif memiliki tantangan dalam:
Sementara penelitian kualitatif memiliki tantangan dalam:
Jadi, jangan memilih metode hanya berdasarkan anggapan bahwa salah satunya pasti lebih mudah.
Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa.
Metode teman belum tentu sesuai dengan penelitianmu.
Skripsi terdahulu boleh digunakan sebagai referensi, tetapi desain penelitian harus disesuaikan dengan penelitian yang sedang dilakukan.
Metode penelitian bukan sekadar soal cepat atau lambat. Yang lebih penting adalah kesesuaiannya dengan tujuan penelitian.
Setiap kampus dapat memiliki ketentuan penulisan dan metodologi yang berbeda.
Jika masih ragu, diskusikan rancangan penelitian dengan dosen pembimbing sebelum mengumpulkan data.
Mahasiswa sebaiknya dapat menjelaskan mengapa memilih metode tertentu.
Gunakan checklist berikut sebelum menentukan metode:
1. Apa masalah utama penelitian saya?
2. Apa tujuan penelitian saya?
3. Apa yang ingin saya ketahui?
4. Apakah saya ingin mengukur atau memahami suatu fenomena?
5. Data seperti apa yang saya perlukan?
6. Siapa yang dapat memberikan data tersebut?
7. Bagaimana cara saya mengumpulkan data?
8. Bagaimana data tersebut akan dianalisis?
9. Apakah metode tersebut sesuai dengan rumusan masalah?
10. Apakah metode tersebut sesuai dengan pedoman kampus?
Jika seluruh pertanyaan tersebut sudah terjawab, kamu akan lebih mudah menentukan metode penelitian.
Di era digital, AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk memahami dan membandingkan metode penelitian.
Mahasiswa dapat memberikan informasi seperti:
AI kemudian dapat membantu membuat perbandingan awal antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif.
Misalnya, kamu dapat meminta AI menjelaskan:
“Saya memiliki topik penelitian tentang strategi pemasaran UMKM. Saya ingin mengetahui bagaimana pemilik UMKM menjalankan strategi pemasaran digital. Bantu saya membandingkan apakah pendekatan kuantitatif atau kualitatif lebih sesuai dan jelaskan alasannya.”
Prompt seperti ini dapat membantu mahasiswa memahami pilihan sebelum berkonsultasi dengan dosen.
Namun, hasil AI tetap perlu diperiksa. Jangan menjadikan AI sebagai satu-satunya dasar dalam menentukan metode penelitian.
Gunakan juga:
Pemilihan metode penelitian akan menjadi dasar dalam menyusun Bab 3 skripsi.
Setelah metode ditentukan, mahasiswa biasanya perlu menjelaskan berbagai aspek metodologi sesuai desain penelitian, seperti:
Karena itu, jangan menentukan metode secara terburu-buru.
Pastikan metode yang dipilih dapat digunakan secara logis dari awal hingga akhir penelitian.
Cara memilih metode penelitian harus dimulai dari memahami masalah dan tujuan penelitian, bukan dari mencari metode yang dianggap paling mudah.
Pertama, pahami masalah penelitian. Kedua, perhatikan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Ketiga, tentukan jenis data yang dibutuhkan. Keempat, tentukan apakah pendekatan kuantitatif atau kualitatif lebih sesuai. Setelah itu, tentukan sumber data, teknik pengumpulan data, instrumen, serta teknik analisis data.
Penelitian kuantitatif umumnya cocok ketika penelitian berfokus pada pengukuran, hubungan, pengaruh, atau perbedaan yang dapat dianalisis secara sistematis.
Sementara penelitian kualitatif dapat digunakan ketika penelitian berfokus pada pemahaman mendalam mengenai pengalaman, proses, strategi, persepsi, atau fenomena tertentu.
Tidak ada metode yang selalu lebih baik. Metode penelitian yang tepat adalah metode yang paling sesuai dengan masalah, pertanyaan, tujuan, data, dan desain penelitian.
Sebelum memutuskan, selalu cek pedoman kampus dan konsultasikan rancangan penelitian dengan dosen pembimbing.
Menentukan metode penelitian hanyalah salah satu tahap dalam perjalanan menyusun skripsi. Setelah metode dipilih, kamu masih harus menyusun Bab 1, mencari penelitian terdahulu, menemukan research gap, membuat kerangka pemikiran, menyusun hipotesis jika diperlukan, membuat Bab 3, hingga mempersiapkan analisis data.
Kalau kamu ingin menggunakan AI sebagai alat bantu dalam proses penyusunan skripsi, Molulus.id menyediakan panduan dan kumpulan prompt AI yang dapat membantu mahasiswa mengembangkan ide penelitian secara lebih terarah.
Prompt dapat digunakan untuk membantu brainstorming judul, memahami metodologi, membandingkan pendekatan penelitian, menyusun kerangka awal, mengevaluasi rumusan masalah, hingga mempersiapkan bahan konsultasi dengan dosen.
Tetap lakukan verifikasi terhadap teori, jurnal, data, dan sumber akademik yang digunakan.
👉 Order panduan prompt skripsi melalui Molulus.id
🌐 Website: molulus.id
📱 WhatsApp: 085179917579
Jangan asal memilih metode penelitian. Tentukan berdasarkan masalah dan tujuan penelitian, lalu susun skripsimu dengan lebih terarah bersama bantuan AI.