Salin URL

Cara Mencari Data untuk Latar Belakang

Menyusun latar belakang skripsi sering kali menjadi salah satu bagian yang paling membingungkan bagi mahasiswa. Bukan hanya karena harus menulis dalam jumlah halaman tertentu, tetapi juga karena mahasiswa perlu menemukan data untuk latar belakang skripsi yang relevan, terpercaya, dan mampu memperkuat alasan mengapa penelitian perlu dilakukan.

Latar belakang yang baik tidak hanya berisi teori atau pendapat penulis. Di dalamnya perlu terdapat fenomena, fakta, data pendukung, permasalahan, penelitian terdahulu, hingga research gap yang mengarahkan pembaca pada topik penelitian.

Masalahnya, banyak mahasiswa masih bingung ketika harus mencari data. Ada yang hanya mengandalkan Google, mengambil angka dari artikel tanpa mengecek sumber asli, menggunakan data yang terlalu lama, atau memasukkan berbagai statistik yang sebenarnya tidak berhubungan dengan penelitian.

Padahal, cara mencari data untuk latar belakang skripsi dapat dilakukan secara sistematis. Mahasiswa hanya perlu mengetahui jenis data yang dibutuhkan, tempat mencarinya, cara mengevaluasi sumber, dan bagaimana menghubungkan data tersebut dengan masalah penelitian.

Mengapa Data Penting dalam Latar Belakang Skripsi?

Data berfungsi sebagai bukti untuk memperkuat argumentasi penelitian.

Misalnya, mahasiswa menulis:

“Penggunaan media sosial semakin meningkat di kalangan mahasiswa.”

Kalimat tersebut memang dapat menjadi pembuka, tetapi akan lebih kuat apabila didukung data mengenai jumlah pengguna media sosial, tingkat penggunaan internet, atau hasil penelitian mengenai perilaku mahasiswa dalam menggunakan media sosial.

Data membantu menunjukkan bahwa fenomena yang dibahas bukan sekadar asumsi.

Selain itu, data dapat membantu mahasiswa menjelaskan:

  • seberapa besar suatu fenomena terjadi;
  • bagaimana perkembangan fenomena dari waktu ke waktu;
  • siapa saja yang terdampak;
  • apakah terdapat masalah tertentu;
  • bagaimana kondisi aktual dibandingkan kondisi ideal;
  • dan mengapa penelitian perlu dilakukan.

Karena itu, mencari data bukan sekadar aktivitas untuk memenuhi halaman skripsi. Data merupakan bagian penting dalam membangun argumentasi akademik.

1. Tentukan Topik dan Variabel Penelitian Terlebih Dahulu

Sebelum mencari data, jangan langsung membuka Google dan mengetik berbagai kata kunci secara acak.

Langkah pertama adalah memahami topik penelitian.

Misalnya judul penelitian:

“Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan pada Cafe X.”

Dari judul tersebut, terdapat beberapa informasi penting:

  • Variabel X: kualitas pelayanan.
  • Variabel Y: kepuasan pelanggan.
  • Objek: Cafe X.
  • Subjek: pelanggan.
  • Fokus: hubungan atau pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan.

Dari informasi tersebut, mahasiswa dapat menentukan jenis data yang dibutuhkan.

Contohnya:

  • data jumlah pelanggan;
  • data keluhan pelanggan;
  • data kepuasan pelanggan;
  • hasil survei;
  • data pelayanan;
  • penelitian terdahulu mengenai kualitas pelayanan;
  • penelitian terdahulu mengenai kepuasan pelanggan.

Dengan menentukan kebutuhan sejak awal, proses pencarian data akan menjadi lebih fokus.

2. Buat Daftar Data yang Dibutuhkan

Salah satu cara mencari data untuk latar belakang skripsi yang efektif adalah membuat daftar kebutuhan data.

Bagi data menjadi beberapa kategori.

Data Fenomena

Digunakan untuk menjelaskan kondisi umum yang berkaitan dengan topik.

Contohnya:

  • jumlah pengguna internet;
  • perkembangan industri;
  • pertumbuhan transaksi;
  • jumlah mahasiswa;
  • perkembangan teknologi;
  • tren perilaku konsumen.

Data Masalah

Digunakan untuk menunjukkan adanya permasalahan.

Contohnya:

  • peningkatan jumlah keluhan;
  • penurunan penjualan;
  • penurunan kepuasan;
  • meningkatnya tingkat pengangguran;
  • rendahnya partisipasi;
  • perubahan hasil evaluasi.

Data Objek Penelitian

Digunakan untuk menjelaskan kondisi objek yang akan diteliti.

Contohnya:

  • jumlah pelanggan perusahaan;
  • jumlah siswa sekolah;
  • data penjualan;
  • jumlah pengguna aplikasi;
  • hasil survei awal;
  • data internal perusahaan.

Data Penelitian Terdahulu

Digunakan untuk menunjukkan hasil penelitian sebelumnya dan membantu menemukan research gap.

Dengan pembagian tersebut, mahasiswa tidak akan mencari data secara acak.

3. Gunakan Google dengan Kata Kunci yang Spesifik

Google dapat menjadi titik awal untuk mencari sumber data, tetapi kata kunci yang digunakan harus spesifik.

Jangan hanya mencari:

“data media sosial Indonesia.”

Gunakan pencarian yang lebih spesifik seperti:

  • “data pengguna media sosial Indonesia terbaru”
  • “statistik penggunaan internet Indonesia”
  • “laporan perilaku konsumen digital”
  • “data transaksi e-commerce Indonesia”
  • “data kepuasan pelanggan restoran”
  • “penelitian kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan”

Kata kunci dapat disesuaikan dengan variabel dan objek penelitian.

Semakin spesifik kata kunci yang digunakan, semakin mudah menemukan sumber yang relevan.

4. Cari Data di Website Resmi

Untuk data statistik, prioritaskan sumber resmi.

Beberapa jenis sumber yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  • Badan Pusat Statistik;
  • kementerian;
  • lembaga pemerintah;
  • lembaga penelitian;
  • organisasi internasional;
  • institusi pendidikan;
  • perusahaan atau organisasi terkait;
  • laporan resmi industri.

Website resmi biasanya lebih baik digunakan untuk memperoleh data statistik dibandingkan artikel blog yang hanya mengutip data dari sumber lain.

Jika menemukan angka menarik dalam sebuah artikel, cari sumber asli yang disebutkan artikel tersebut.

5. Manfaatkan Jurnal Ilmiah

Jurnal ilmiah sangat penting terutama ketika mahasiswa membutuhkan data mengenai hubungan antarvariabel, fenomena penelitian, teori, atau hasil penelitian terdahulu.

Misalnya penelitian membahas:

“Pengaruh Digital Marketing terhadap Keputusan Pembelian.”

Mahasiswa dapat mencari jurnal menggunakan kata kunci:

“digital marketing terhadap keputusan pembelian”

atau:

“pengaruh social media marketing terhadap purchase decision”

Jangan hanya membaca judul jurnal. Perhatikan abstrak, metode, hasil penelitian, objek, tahun penelitian, dan kesimpulannya.

Informasi tersebut dapat membantu menentukan apakah jurnal benar-benar relevan untuk digunakan.

6. Gunakan Google Scholar untuk Mencari Referensi Akademik

Google Scholar dapat membantu mahasiswa menemukan jurnal, artikel ilmiah, prosiding, dan karya akademik lainnya.

Gunakan kombinasi kata kunci yang sesuai dengan penelitian.

Contohnya:

“kualitas pelayanan kepuasan pelanggan”

Jika ingin hasil yang lebih spesifik:

“pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan restoran”

Mahasiswa juga dapat mencoba kata kunci dalam bahasa Inggris karena banyak penelitian internasional menggunakan istilah seperti:

  • service quality;
  • customer satisfaction;
  • purchase intention;
  • consumer behavior;
  • digital marketing;
  • social media marketing.

Namun, jangan hanya mengejar jumlah jurnal. Pilih referensi yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.

7. Cari Laporan Resmi

Selain jurnal, laporan resmi dapat menjadi sumber data yang sangat berguna.

Laporan dapat berasal dari:

  • lembaga pemerintah;
  • perusahaan;
  • asosiasi industri;
  • organisasi internasional;
  • lembaga riset;
  • atau institusi lain yang kredibel.

Laporan biasanya berisi statistik, tren, hasil survei, grafik, serta analisis yang dapat digunakan untuk memahami fenomena.

Pastikan mahasiswa mencatat:

  • nama lembaga;
  • judul laporan;
  • tahun publikasi;
  • halaman data;
  • dan informasi lain yang diperlukan untuk sitasi.

8. Cari Data dari Objek Penelitian

Jika penelitian dilakukan pada perusahaan, sekolah, kampus, organisasi, atau institusi tertentu, data dari objek penelitian dapat membantu memperkuat latar belakang.

Misalnya penelitian dilakukan pada sebuah perusahaan.

Data yang dapat dicari antara lain:

  • jumlah pelanggan;
  • jumlah transaksi;
  • jumlah komplain;
  • data penjualan;
  • jumlah pengguna;
  • hasil evaluasi;
  • data pelayanan;
  • atau data operasional lain yang relevan.

Namun, data internal harus diperoleh dengan cara yang sesuai dan atas izin pihak terkait apabila diperlukan.

9. Gunakan Data Primer dari Observasi Awal

Mahasiswa juga dapat melakukan observasi awal untuk memperoleh gambaran permasalahan.

Contohnya:

  • melakukan wawancara awal;
  • melakukan observasi;
  • menyebarkan survei pendahuluan;
  • mengumpulkan data dokumentasi;
  • atau melakukan diskusi dengan pihak terkait.

Data awal tersebut dapat membantu menunjukkan bahwa permasalahan memang ditemukan pada objek penelitian.

Namun, mahasiswa harus menjelaskan metode pengumpulan data dan tidak melebih-lebihkan hasil observasi awal.

10. Perhatikan Tahun Data

Data yang ditemukan harus diperiksa tahun publikasinya.

Untuk penelitian mengenai teknologi, media sosial, tren konsumen, dan fenomena yang berubah cepat, data terbaru biasanya lebih relevan.

Namun, data lama tetap dapat digunakan apabila memang diperlukan untuk menunjukkan perkembangan.

Contohnya, mahasiswa dapat menggunakan data beberapa tahun sekaligus untuk menunjukkan tren:

2022 → 2023 → 2024 → 2025

Dengan membandingkan beberapa periode, mahasiswa dapat menjelaskan apakah fenomena mengalami peningkatan, penurunan, atau perubahan tertentu.

11. Pastikan Data Memiliki Sumber yang Jelas

Jangan menggunakan data yang tidak diketahui asalnya.

Jika menemukan pernyataan seperti:

“Menurut survei terbaru, 70% mahasiswa menggunakan AI untuk mengerjakan tugas.”

Jangan langsung memasukkannya ke skripsi.

Cari tahu:

  • Siapa yang melakukan survei?
  • Kapan survei dilakukan?
  • Berapa jumlah responden?
  • Bagaimana metode pengumpulan datanya?
  • Di mana hasil survei diterbitkan?

Jika informasi tersebut tidak dapat diverifikasi, sebaiknya jangan digunakan sebagai sumber utama.

12. Jangan Menggunakan Data yang Tidak Berhubungan

Mahasiswa terkadang memasukkan data hanya karena terlihat menarik.

Misalnya penelitian membahas kepuasan pelanggan, tetapi latar belakang memasukkan statistik jumlah pengguna internet secara panjang lebar tanpa menghubungkannya dengan objek penelitian.

Data tersebut mungkin relevan sebagai konteks, tetapi tidak perlu dibahas terlalu panjang jika tidak membantu menjelaskan masalah utama.

Setiap data sebaiknya menjawab pertanyaan:

“Apa hubungan data ini dengan penelitian saya?”

Jika hubungan tersebut tidak jelas, data tersebut mungkin tidak perlu digunakan.

13. Hubungkan Data dengan Masalah Penelitian

Setelah menemukan data, jangan langsung menyalinnya ke latar belakang.

Data perlu dijelaskan.

Gunakan pola:

Data → Interpretasi → Masalah → Urgensi Penelitian.

Contohnya:

Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah keluhan pelanggan mengalami peningkatan dalam beberapa periode terakhir. Kondisi tersebut menunjukkan adanya permasalahan yang berkaitan dengan pengalaman pelanggan. Peningkatan keluhan tersebut menjadi penting untuk dikaji karena dapat berkaitan dengan tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan.

Dengan pola tersebut, data memiliki fungsi yang jelas dalam latar belakang.

14. Bandingkan Data untuk Menemukan Masalah

Perbandingan data dapat membantu menemukan fenomena yang menarik.

Misalnya:

Jumlah pelanggan meningkat, tetapi tingkat kepuasan menurun.

Kondisi tersebut dapat menjadi pertanyaan penelitian:

Mengapa jumlah pelanggan meningkat sementara tingkat kepuasan mengalami penurunan?

Atau:

Penjualan meningkat, tetapi jumlah komplain juga meningkat.

Kondisi tersebut dapat menjadi dasar untuk mencari faktor yang memengaruhi pengalaman pelanggan.

Dengan kata lain, data tidak hanya menunjukkan kondisi, tetapi dapat membantu mahasiswa menemukan masalah penelitian.

15. Gunakan Data untuk Menemukan Research Gap

Data dari penelitian terdahulu dapat digunakan untuk menemukan research gap.

Misalnya penelitian A menemukan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan, sedangkan penelitian B menemukan hasil yang berbeda.

Perbedaan tersebut dapat menjadi dasar untuk melakukan penelitian lanjutan.

Research gap juga dapat muncul karena perbedaan:

  • objek;
  • lokasi;
  • periode;
  • metode;
  • karakteristik responden;
  • variabel;
  • atau indikator penelitian.

Karena itu, jangan hanya mengumpulkan jurnal. Baca hasil penelitian dan bandingkan temuan antarpenelitian.

Contoh Cara Mencari Data untuk Latar Belakang

Misalnya mahasiswa mempunyai judul:

“Pengaruh Social Media Marketing terhadap Keputusan Pembelian Produk Fashion pada Mahasiswa.”

Langkah pencarian data dapat dilakukan seperti berikut.

Tahap 1: Data Fenomena

Cari:

“data pengguna media sosial Indonesia”

Tujuannya untuk menunjukkan perkembangan penggunaan media sosial.

Tahap 2: Data Industri

Cari:

“data perkembangan industri fashion Indonesia”

Tujuannya untuk memberikan konteks terhadap objek penelitian.

Tahap 3: Data Perilaku Konsumen

Cari:

“perilaku konsumen membeli produk fashion melalui media sosial”

Tujuannya untuk menjelaskan hubungan antara media sosial dan perilaku pembelian.

Tahap 4: Penelitian Terdahulu

Cari:

“social media marketing purchase decision”

Tujuannya untuk mengetahui hasil penelitian sebelumnya.

Tahap 5: Research Gap

Bandingkan hasil beberapa penelitian dan cari perbedaan atau keterbatasannya.

Tahap 6: Data Objek

Jika memungkinkan, cari data mengenai perilaku mahasiswa atau objek penelitian yang dipilih.

Dengan alur tersebut, pencarian data menjadi jauh lebih terarah.

Cara Menggunakan AI untuk Membantu Mencari Data

AI dapat membantu mahasiswa membuat strategi pencarian data.

Contoh prompt:

“Saya sedang menyusun latar belakang skripsi dengan judul [judul penelitian]. Variabel penelitian saya adalah [variabel] dan objek penelitian saya adalah [objek]. Buatkan daftar data yang perlu saya cari untuk mendukung latar belakang, terdiri dari data fenomena umum, data masalah, data objek, dan penelitian terdahulu. Jangan membuat angka atau sumber. Berikan juga kata kunci pencarian yang dapat saya gunakan untuk menemukan sumber asli.”

Prompt tersebut dapat membantu mahasiswa mengetahui apa yang harus dicari sebelum mulai melakukan pencarian.

AI juga dapat membantu mengelompokkan informasi yang sudah ditemukan. Namun, jangan meminta AI membuat angka statistik tanpa sumber.

Jika AI memberikan sebuah angka atau referensi, tetap cari dan periksa sumber aslinya.

Kesalahan Saat Mencari Data untuk Skripsi

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:

Mengambil Data dari Sumber Tidak Jelas

Jangan menggunakan data yang tidak diketahui siapa penerbitnya.

Hanya Mengandalkan Satu Sumber

Gunakan beberapa sumber relevan agar argumentasi tidak bergantung pada satu referensi saja.

Menggunakan Data yang Sudah Tidak Relevan

Perhatikan tahun publikasi dan konteks penelitian.

Tidak Mencatat Sumber

Saat menemukan data, langsung catat sumber, tahun, judul dokumen, dan halaman jika diperlukan.

Mengubah Angka dari Sumber Asli

Jangan mengubah data agar sesuai dengan argumentasi.

Mengarang Data

Jangan pernah membuat data sendiri hanya untuk memperkuat latar belakang.

Checklist Mencari Data untuk Latar Belakang

Sebelum memasukkan data ke skripsi, pastikan:

  • Data relevan dengan topik.
  • Sumber dapat dipercaya.
  • Tahun data sesuai.
  • Data dapat diverifikasi.
  • Hubungan data dengan masalah jelas.
  • Data mendukung variabel penelitian.
  • Sumber sudah dicatat.
  • Data tidak dimanipulasi.
  • Data tidak dibuat oleh AI tanpa sumber.
  • Data membantu menjelaskan urgensi penelitian.

Kesimpulan

Mengetahui cara mencari data untuk latar belakang skripsi akan membantu mahasiswa menyusun argumentasi penelitian dengan lebih kuat. Prosesnya sebaiknya tidak dilakukan secara acak, tetapi dimulai dengan memahami judul dan variabel penelitian, membuat daftar kebutuhan data, menentukan kata kunci pencarian, mencari sumber terpercaya, memeriksa tahun data, dan memastikan setiap data benar-benar relevan.

Sumber data dapat berasal dari lembaga resmi, jurnal ilmiah, laporan penelitian, laporan industri, data objek penelitian, maupun hasil observasi awal. Setelah data ditemukan, jangan hanya menyalin angka ke dalam skripsi. Jelaskan maknanya dan hubungkan dengan fenomena, masalah, variabel, serta urgensi penelitian.

Mahasiswa juga dapat memanfaatkan AI untuk membantu menentukan jenis data yang perlu dicari dan membuat strategi pencarian. Namun, setiap data dan referensi tetap harus diverifikasi melalui sumber aslinya.

Sedang Kesulitan Menyusun Skripsi?

Mencari data, menentukan topik, menyusun latar belakang, membuat rumusan masalah, hingga mengembangkan setiap bab skripsi bisa terasa rumit jika dilakukan tanpa panduan.

Molulus.id menyediakan panduan dan template Prompt AI untuk skripsi yang dapat membantu mahasiswa menggunakan AI secara lebih terarah dalam proses pengerjaan skripsi.

Order sekarang melalui website Molulus.id atau WhatsApp 085179917579.

Gunakan AI sebagai alat bantu untuk berpikir, menyusun, dan mengevaluasi tulisan, tetapi tetap pastikan data, referensi, dan hasil penelitian berasal dari sumber yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Molulus.id — bantu skripsi menjadi lebih mudah, rapi, dan terarah.