Salin URL

Cara Menentukan Pendekatan Penelitian

Cara Menentukan Pendekatan Penelitian untuk Skripsi

Menentukan pendekatan penelitian merupakan salah satu langkah penting dalam proses penyusunan skripsi. Pendekatan penelitian akan menentukan bagaimana mahasiswa memperoleh data, memahami permasalahan, melakukan analisis, hingga menarik kesimpulan.

Namun, banyak mahasiswa masih mengalami kebingungan ketika harus menentukan apakah penelitian yang dilakukan sebaiknya menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau mixed method.

Tidak sedikit pula mahasiswa yang memilih pendekatan penelitian hanya karena mengikuti skripsi kakak tingkat, teman, atau penelitian terdahulu. Padahal, pendekatan penelitian seharusnya disesuaikan dengan masalah, tujuan, pertanyaan penelitian, objek, serta jenis data yang ingin diperoleh.

Oleh karena itu, memahami cara menentukan pendekatan penelitian sangat penting sebelum mulai menyusun Bab 3 skripsi.

Artikel ini akan membahas pengertian pendekatan penelitian, jenis-jenis pendekatan penelitian, perbedaannya, faktor yang perlu dipertimbangkan, cara menentukan pendekatan yang tepat, hingga contoh penerapannya dalam skripsi.


Apa Itu Pendekatan Penelitian?

Pendekatan penelitian adalah sudut pandang atau cara yang digunakan peneliti untuk memahami, mengkaji, dan menjawab suatu permasalahan penelitian.

Pendekatan penelitian menjadi dasar dalam menentukan bagaimana data akan dikumpulkan dan dianalisis.

Secara umum, pendekatan penelitian yang paling sering digunakan dalam penyusunan skripsi adalah:

  1. Pendekatan kuantitatif
  2. Pendekatan kualitatif
  3. Pendekatan mixed method

Ketiganya memiliki karakteristik yang berbeda.

Pendekatan kuantitatif lebih banyak menggunakan data berbentuk angka dan analisis statistik. Pendekatan kualitatif berfokus pada pemahaman mendalam terhadap fenomena. Sementara itu, mixed method menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dalam satu penelitian.

Tidak ada pendekatan yang secara mutlak lebih baik dibandingkan pendekatan lainnya. Pendekatan yang tepat adalah pendekatan yang paling sesuai dengan tujuan dan pertanyaan penelitian.


Mengapa Menentukan Pendekatan Penelitian Itu Penting?

Pemilihan pendekatan penelitian tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena akan memengaruhi keseluruhan proses penelitian.

Beberapa alasan mengapa mahasiswa perlu menentukan pendekatan penelitian dengan tepat adalah:

1. Menentukan Jenis Data

Pendekatan penelitian membantu menentukan data seperti apa yang dibutuhkan.

Penelitian kuantitatif umumnya menggunakan data numerik, sedangkan penelitian kualitatif lebih banyak menggunakan data berupa wawancara, observasi, dokumen, dan narasi.

2. Menentukan Teknik Pengumpulan Data

Pendekatan yang dipilih akan berpengaruh terhadap teknik pengumpulan data.

Penelitian kuantitatif dapat menggunakan kuesioner atau instrumen pengukuran, sedangkan penelitian kualitatif dapat menggunakan wawancara mendalam dan observasi.

3. Menentukan Teknik Analisis

Jenis pendekatan juga berhubungan dengan bagaimana data akan dianalisis.

Data kuantitatif umumnya dianalisis menggunakan teknik statistik, sedangkan data kualitatif dianalisis berdasarkan tema, kategori, pola, atau interpretasi tertentu.

4. Membantu Menjawab Rumusan Masalah

Pendekatan penelitian harus mampu membantu peneliti menjawab rumusan masalah.

Jika pendekatan yang dipilih tidak sesuai, proses penelitian dapat menjadi lebih sulit dan hasilnya tidak maksimal.


Jenis Pendekatan Penelitian

Sebelum mengetahui cara menentukan pendekatan penelitian, mahasiswa perlu memahami jenis-jenis pendekatan yang umum digunakan.

1. Pendekatan Kuantitatif

Pendekatan kuantitatif digunakan untuk penelitian yang membutuhkan pengukuran terhadap variabel menggunakan data numerik.

Penelitian ini biasanya digunakan untuk mengetahui:

  • pengaruh;
  • hubungan;
  • perbedaan;
  • tingkat;
  • hubungan antarvariabel;
  • atau pengujian hipotesis.

Contoh judul:

“Pengaruh Penggunaan Media Sosial terhadap Minat Beli Mahasiswa.”

Dalam penelitian tersebut, mahasiswa dapat mengukur penggunaan media sosial dan minat beli menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik sesuai dengan desain penelitian.

Ciri Pendekatan Kuantitatif

Beberapa karakteristiknya antara lain:

  • menggunakan data angka;
  • memiliki variabel penelitian;
  • menggunakan instrumen yang terstruktur;
  • melibatkan responden sesuai kriteria;
  • menggunakan analisis statistik;
  • dapat menggunakan hipotesis;
  • hasil dapat disajikan dalam tabel atau grafik.

Pendekatan kuantitatif cocok ketika peneliti ingin memperoleh hasil yang dapat diukur secara numerik.


2. Pendekatan Kualitatif

Pendekatan kualitatif digunakan ketika peneliti ingin memahami suatu fenomena secara mendalam.

Pendekatan ini tidak berfokus pada pengukuran angka, tetapi pada pengalaman, persepsi, pemaknaan, proses, dan kondisi yang terjadi pada subjek penelitian.

Contoh judul:

“Pengalaman Mahasiswa Menggunakan AI dalam Penyusunan Skripsi.”

Untuk penelitian tersebut, mahasiswa dapat melakukan wawancara kepada beberapa mahasiswa yang menggunakan AI dalam proses penyusunan skripsi.

Informasi yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menemukan tema atau pola tertentu.

Ciri Pendekatan Kualitatif

Pendekatan kualitatif umumnya:

  • menggunakan data berupa narasi;
  • menggunakan wawancara;
  • dapat menggunakan observasi;
  • menggunakan dokumen sebagai sumber data;
  • berfokus pada pemahaman mendalam;
  • memperhatikan konteks;
  • menghasilkan deskripsi dan interpretasi.

Pendekatan ini cocok untuk pertanyaan penelitian yang ingin mengetahui bagaimana atau mengapa suatu fenomena terjadi.


3. Pendekatan Mixed Method

Mixed method merupakan pendekatan yang menggabungkan penelitian kuantitatif dan kualitatif.

Pendekatan ini dapat digunakan ketika peneliti membutuhkan data angka sekaligus pemahaman yang lebih mendalam mengenai suatu fenomena.

Contohnya:

“Pengaruh Penggunaan AI terhadap Produktivitas Mahasiswa dan Pengalaman Mahasiswa Menggunakan AI dalam Penyusunan Skripsi.”

Peneliti dapat menggunakan kuesioner untuk memperoleh data kuantitatif mengenai produktivitas mahasiswa.

Setelah itu, peneliti melakukan wawancara untuk mengetahui pengalaman mahasiswa secara lebih mendalam.

Dengan demikian, data kuantitatif memberikan gambaran berdasarkan angka, sementara data kualitatif membantu menjelaskan pengalaman dan konteks di balik data tersebut.


Cara Menentukan Pendekatan Penelitian

Berikut langkah-langkah yang dapat digunakan untuk menentukan pendekatan penelitian yang tepat.

1. Mulai dari Masalah Penelitian

Jangan mulai dengan pertanyaan:

“Saya mau pakai kuantitatif atau kualitatif?”

Mulailah dengan:

“Masalah apa yang ingin saya teliti?”

Identifikasi fenomena atau permasalahan yang ingin dikaji.

Misalnya:

Masalah: Banyak mahasiswa menggunakan media sosial tetapi tingkat produktivitas akademiknya berbeda-beda.

Dari masalah tersebut, peneliti kemudian dapat menentukan apa yang ingin diketahui.


2. Tentukan Tujuan Penelitian

Setelah menemukan masalah, tentukan tujuan penelitian.

Misalnya tujuan penelitian adalah:

“Untuk mengetahui pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap produktivitas mahasiswa.”

Kata “pengaruh” menunjukkan bahwa penelitian membutuhkan pengukuran hubungan antarvariabel sehingga pendekatan kuantitatif dapat dipertimbangkan.

Sebaliknya, jika tujuannya:

“Untuk memahami pengalaman mahasiswa dalam menggunakan media sosial selama proses penyusunan skripsi.”

Pendekatan kualitatif dapat lebih sesuai karena penelitian berfokus pada pengalaman.


3. Perhatikan Rumusan Masalah

Rumusan masalah menjadi salah satu petunjuk penting dalam menentukan pendekatan penelitian.

Perhatikan contoh berikut.

Rumusan Masalah Kuantitatif

“Apakah penggunaan media sosial berpengaruh terhadap produktivitas mahasiswa?”

Pertanyaan tersebut membutuhkan pengujian hubungan atau pengaruh sehingga pendekatan kuantitatif dapat digunakan.

Rumusan Masalah Kualitatif

“Bagaimana pengalaman mahasiswa menggunakan media sosial selama menyusun skripsi?”

Pertanyaan tersebut lebih berfokus pada pengalaman sehingga pendekatan kualitatif dapat menjadi pilihan.

Rumusan Masalah Mixed Method

Jika penelitian ingin mengetahui seberapa besar pengaruh sekaligus mengapa atau bagaimana pengalaman tersebut terjadi, mixed method dapat dipertimbangkan.


4. Tentukan Jenis Data yang Dibutuhkan

Tanyakan:

“Data seperti apa yang saya perlukan untuk menjawab penelitian?”

Jika membutuhkan data berupa angka, pendekatan kuantitatif dapat digunakan.

Contohnya:

  • skor kuesioner;
  • nilai;
  • jumlah;
  • persentase;
  • tingkat kepuasan;
  • hasil pengukuran.

Jika membutuhkan data berupa:

  • pengalaman;
  • pendapat;
  • persepsi;
  • cerita;
  • proses;
  • atau hasil observasi,

maka pendekatan kualitatif dapat lebih sesuai.

Jika membutuhkan keduanya, mixed method dapat dipertimbangkan.


5. Perhatikan Variabel Penelitian

Variabel sangat erat kaitannya dengan penelitian kuantitatif.

Misalnya:

X = Kualitas Pelayanan

Y = Kepuasan Pelanggan

Jika penelitian bertujuan mengetahui apakah X memengaruhi Y, pendekatan kuantitatif dapat menjadi pilihan.

Namun, keberadaan variabel tidak selalu berarti penelitian harus kuantitatif. Dalam penelitian kualitatif, peneliti dapat menggunakan konsep atau fokus penelitian yang berbeda.

Karena itu, jangan menentukan pendekatan hanya berdasarkan jumlah variabel.


6. Pertimbangkan Objek Penelitian

Objek penelitian juga perlu diperhatikan.

Misalnya, mahasiswa ingin meneliti:

“Strategi Digital Marketing pada UMKM X.”

Jika tujuannya memahami strategi yang diterapkan secara mendalam, studi kualitatif atau studi kasus dapat dipertimbangkan.

Namun, jika penelitian ingin mengetahui:

“Pengaruh Digital Marketing terhadap Penjualan UMKM.”

Penelitian kuantitatif mungkin lebih sesuai jika data yang diperlukan dapat diukur secara numerik.


7. Perhatikan Tujuan Analisis

Tanyakan kembali apa yang ingin dilakukan terhadap data.

Jika ingin:

  • mengukur;
  • menguji;
  • membandingkan;
  • mengetahui hubungan;
  • mengetahui pengaruh;

pendekatan kuantitatif dapat menjadi pilihan.

Jika ingin:

  • memahami;
  • mengeksplorasi;
  • menggambarkan pengalaman;
  • mengetahui proses;
  • memahami perspektif;

pendekatan kualitatif dapat dipertimbangkan.

Jika membutuhkan kedua jenis analisis tersebut, mixed method dapat menjadi alternatif.


Perbedaan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan Mixed Method

Agar lebih mudah dipahami, berikut perbandingannya:

AspekKuantitatifKualitatifMixed Method
FokusPengukuranPemahaman mendalamPengukuran + pemahaman
DataAngkaNarasi/teksAngka + narasi
InstrumenKuesioner, tesWawancara, observasiKombinasi
AnalisisStatistikInterpretatif/tematikStatistik + kualitatif
TujuanMenguji/mengukurMengeksplorasi/memahamiMenjawab masalah secara lebih komprehensif
HasilAngka dan statistikTema dan deskripsiGabungan

Tabel tersebut dapat membantu mahasiswa mendapatkan gambaran awal mengenai perbedaan ketiga pendekatan.


Contoh Menentukan Pendekatan Penelitian Berdasarkan Judul

Agar lebih mudah, berikut beberapa contoh.

Contoh 1

Judul:

“Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan.”

Pendekatan yang dapat dipertimbangkan: kuantitatif.

Alasannya karena penelitian ingin mengetahui pengaruh satu variabel terhadap variabel lainnya.


Contoh 2

Judul:

“Pengalaman Mahasiswa dalam Menggunakan ChatGPT untuk Membantu Penyusunan Skripsi.”

Pendekatan yang dapat dipertimbangkan: kualitatif.

Alasannya karena penelitian berfokus pada pengalaman mahasiswa.


Contoh 3

Judul:

“Pengaruh Penggunaan AI terhadap Produktivitas Mahasiswa dan Pengalaman Penggunaannya dalam Penyusunan Skripsi.”

Pendekatan yang dapat dipertimbangkan: mixed method.

Alasannya karena penelitian membutuhkan pengukuran produktivitas sekaligus pemahaman pengalaman mahasiswa.


Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menentukan Pendekatan Penelitian

Mahasiswa perlu menghindari beberapa kesalahan berikut.

Memilih Metode Karena Ikut Teman

Penelitian teman memiliki masalah dan tujuan yang berbeda. Karena itu, pendekatannya belum tentu cocok untuk penelitian sendiri.

Menganggap Kuantitatif Selalu Lebih Mudah

Kuantitatif tetap membutuhkan penyusunan instrumen, pengumpulan data, pengolahan statistik, dan interpretasi hasil.

Menganggap Kualitatif Tidak Membutuhkan Analisis

Penelitian kualitatif tetap membutuhkan proses analisis yang sistematis.

Memilih Berdasarkan Judul Saja

Judul memang memberikan gambaran awal, tetapi pendekatan sebaiknya ditentukan setelah memahami masalah, rumusan masalah, tujuan, dan kebutuhan data.

Tidak Membaca Pedoman Kampus

Setiap perguruan tinggi dapat memiliki ketentuan berbeda mengenai pendekatan dan metode penelitian. Karena itu, mahasiswa harus tetap mengikuti pedoman kampus dan arahan dosen pembimbing.


Apakah AI Bisa Membantu Menentukan Pendekatan Penelitian?

AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mempertimbangkan pendekatan penelitian.

Mahasiswa dapat memasukkan informasi seperti:

  • judul penelitian;
  • latar belakang;
  • rumusan masalah;
  • tujuan penelitian;
  • objek penelitian;
  • subjek penelitian;
  • dan jenis data yang ingin dikumpulkan.

Kemudian, AI dapat membantu membandingkan apakah pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau mixed method lebih relevan.

Contoh prompt yang dapat digunakan:

“Saya sedang menyusun skripsi dengan judul [JUDUL]. Berikut latar belakang penelitian saya: [LATAR BELAKANG]. Rumusan masalah: [RUMUSAN MASALAH]. Tujuan penelitian: [TUJUAN]. Objek penelitian: [OBJEK]. Bantu saya menganalisis pendekatan penelitian yang dapat digunakan, yaitu kuantitatif, kualitatif, atau mixed method. Jelaskan kelebihan, kekurangan, jenis data yang diperlukan, teknik pengumpulan data, serta alasan pemilihannya. Jangan membuat asumsi atau referensi yang tidak saya berikan.”

AI kemudian dapat digunakan untuk membantu memahami konsekuensi dari setiap pilihan.

Namun, hasil AI tetap perlu diperiksa. Keputusan akhir mengenai pendekatan penelitian harus disesuaikan dengan teori, pedoman kampus, karakteristik penelitian, dan arahan dosen pembimbing.


Tips Agar Tidak Salah Memilih Pendekatan Penelitian

Jika masih bingung, gunakan urutan sederhana berikut:

Masalah → Tujuan → Rumusan Masalah → Jenis Data → Analisis → Pendekatan

Jangan membalik urutannya menjadi:

“Saya ingin kuantitatif, lalu mencari judul.”

Pendekatan sebaiknya mengikuti kebutuhan penelitian, bukan sebaliknya.

Selain itu, baca beberapa penelitian terdahulu yang relevan. Perhatikan pendekatan yang digunakan, alasan pemilihannya, jenis data, teknik pengumpulan data, dan bagaimana data dianalisis.

Setelah itu, bandingkan dengan penelitian yang akan dilakukan.

Terakhir, konsultasikan pilihan tersebut dengan dosen pembimbing sebelum menetapkannya dalam proposal atau skripsi.


Kesimpulan

Cara menentukan pendekatan penelitian dapat dimulai dengan memahami masalah, tujuan penelitian, rumusan masalah, jenis data, objek penelitian, dan kebutuhan analisis.

Secara umum, terdapat tiga pendekatan yang sering digunakan dalam skripsi, yaitu kuantitatif, kualitatif, dan mixed method.

Pendekatan kuantitatif cocok untuk penelitian yang membutuhkan pengukuran dan analisis angka. Pendekatan kualitatif cocok untuk memahami fenomena, pengalaman, persepsi, atau proses secara mendalam. Sementara itu, mixed method dapat digunakan ketika penelitian membutuhkan kombinasi data kuantitatif dan kualitatif.

Hal terpenting adalah jangan memilih pendekatan hanya karena mengikuti teman atau menganggap salah satu metode lebih mudah. Pilih pendekatan yang paling sesuai dengan pertanyaan penelitian dan mampu menghasilkan data untuk menjawab tujuan penelitian.

AI juga dapat dimanfaatkan untuk membantu mahasiswa mempertimbangkan berbagai alternatif pendekatan penelitian. Namun, AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu berpikir dan belajar, bukan sebagai pengganti keputusan akademik.

Dengan memahami cara menentukan pendekatan penelitian sejak awal, mahasiswa dapat menyusun proposal dan Bab 3 skripsi dengan lebih terarah.


Butuh Bantuan Menyusun Skripsi dengan AI?

Masih bingung menentukan pendekatan penelitian, memilih metode kuantitatif atau kualitatif, menyusun Bab 3, menentukan variabel, atau membuat rumusan masalah?

Molulus.id menyediakan panduan dan Prompt AI Skripsi untuk membantu mahasiswa menggunakan AI secara lebih terarah dalam proses penyusunan skripsi.

Kamu bisa mendapatkan berbagai prompt yang dapat membantu mulai dari mencari ide penelitian, menentukan judul, menemukan research gap, menyusun rumusan masalah, menentukan metode penelitian, hingga membantu menyusun berbagai bagian skripsi.

👉 Order melalui website: molulus.id
👉 Order via WhatsApp: 085179917579

Mulai susun skripsi dengan lebih terarah, sistematis, dan efisien bersama bantuan AI melalui Molulus.id.