Menentukan pendekatan penelitian merupakan salah satu langkah penting dalam proses penyusunan skripsi. Pendekatan penelitian akan menentukan bagaimana mahasiswa memperoleh data, memahami permasalahan, melakukan analisis, hingga menarik kesimpulan.
Namun, banyak mahasiswa masih mengalami kebingungan ketika harus menentukan apakah penelitian yang dilakukan sebaiknya menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau mixed method.
Tidak sedikit pula mahasiswa yang memilih pendekatan penelitian hanya karena mengikuti skripsi kakak tingkat, teman, atau penelitian terdahulu. Padahal, pendekatan penelitian seharusnya disesuaikan dengan masalah, tujuan, pertanyaan penelitian, objek, serta jenis data yang ingin diperoleh.
Oleh karena itu, memahami cara menentukan pendekatan penelitian sangat penting sebelum mulai menyusun Bab 3 skripsi.
Artikel ini akan membahas pengertian pendekatan penelitian, jenis-jenis pendekatan penelitian, perbedaannya, faktor yang perlu dipertimbangkan, cara menentukan pendekatan yang tepat, hingga contoh penerapannya dalam skripsi.
Pendekatan penelitian adalah sudut pandang atau cara yang digunakan peneliti untuk memahami, mengkaji, dan menjawab suatu permasalahan penelitian.
Pendekatan penelitian menjadi dasar dalam menentukan bagaimana data akan dikumpulkan dan dianalisis.
Secara umum, pendekatan penelitian yang paling sering digunakan dalam penyusunan skripsi adalah:
Ketiganya memiliki karakteristik yang berbeda.
Pendekatan kuantitatif lebih banyak menggunakan data berbentuk angka dan analisis statistik. Pendekatan kualitatif berfokus pada pemahaman mendalam terhadap fenomena. Sementara itu, mixed method menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dalam satu penelitian.
Tidak ada pendekatan yang secara mutlak lebih baik dibandingkan pendekatan lainnya. Pendekatan yang tepat adalah pendekatan yang paling sesuai dengan tujuan dan pertanyaan penelitian.
Pemilihan pendekatan penelitian tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena akan memengaruhi keseluruhan proses penelitian.
Beberapa alasan mengapa mahasiswa perlu menentukan pendekatan penelitian dengan tepat adalah:
Pendekatan penelitian membantu menentukan data seperti apa yang dibutuhkan.
Penelitian kuantitatif umumnya menggunakan data numerik, sedangkan penelitian kualitatif lebih banyak menggunakan data berupa wawancara, observasi, dokumen, dan narasi.
Pendekatan yang dipilih akan berpengaruh terhadap teknik pengumpulan data.
Penelitian kuantitatif dapat menggunakan kuesioner atau instrumen pengukuran, sedangkan penelitian kualitatif dapat menggunakan wawancara mendalam dan observasi.
Jenis pendekatan juga berhubungan dengan bagaimana data akan dianalisis.
Data kuantitatif umumnya dianalisis menggunakan teknik statistik, sedangkan data kualitatif dianalisis berdasarkan tema, kategori, pola, atau interpretasi tertentu.
Pendekatan penelitian harus mampu membantu peneliti menjawab rumusan masalah.
Jika pendekatan yang dipilih tidak sesuai, proses penelitian dapat menjadi lebih sulit dan hasilnya tidak maksimal.
Sebelum mengetahui cara menentukan pendekatan penelitian, mahasiswa perlu memahami jenis-jenis pendekatan yang umum digunakan.
Pendekatan kuantitatif digunakan untuk penelitian yang membutuhkan pengukuran terhadap variabel menggunakan data numerik.
Penelitian ini biasanya digunakan untuk mengetahui:
Contoh judul:
“Pengaruh Penggunaan Media Sosial terhadap Minat Beli Mahasiswa.”
Dalam penelitian tersebut, mahasiswa dapat mengukur penggunaan media sosial dan minat beli menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik sesuai dengan desain penelitian.
Beberapa karakteristiknya antara lain:
Pendekatan kuantitatif cocok ketika peneliti ingin memperoleh hasil yang dapat diukur secara numerik.
Pendekatan kualitatif digunakan ketika peneliti ingin memahami suatu fenomena secara mendalam.
Pendekatan ini tidak berfokus pada pengukuran angka, tetapi pada pengalaman, persepsi, pemaknaan, proses, dan kondisi yang terjadi pada subjek penelitian.
Contoh judul:
“Pengalaman Mahasiswa Menggunakan AI dalam Penyusunan Skripsi.”
Untuk penelitian tersebut, mahasiswa dapat melakukan wawancara kepada beberapa mahasiswa yang menggunakan AI dalam proses penyusunan skripsi.
Informasi yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menemukan tema atau pola tertentu.
Pendekatan kualitatif umumnya:
Pendekatan ini cocok untuk pertanyaan penelitian yang ingin mengetahui bagaimana atau mengapa suatu fenomena terjadi.
Mixed method merupakan pendekatan yang menggabungkan penelitian kuantitatif dan kualitatif.
Pendekatan ini dapat digunakan ketika peneliti membutuhkan data angka sekaligus pemahaman yang lebih mendalam mengenai suatu fenomena.
Contohnya:
“Pengaruh Penggunaan AI terhadap Produktivitas Mahasiswa dan Pengalaman Mahasiswa Menggunakan AI dalam Penyusunan Skripsi.”
Peneliti dapat menggunakan kuesioner untuk memperoleh data kuantitatif mengenai produktivitas mahasiswa.
Setelah itu, peneliti melakukan wawancara untuk mengetahui pengalaman mahasiswa secara lebih mendalam.
Dengan demikian, data kuantitatif memberikan gambaran berdasarkan angka, sementara data kualitatif membantu menjelaskan pengalaman dan konteks di balik data tersebut.
Berikut langkah-langkah yang dapat digunakan untuk menentukan pendekatan penelitian yang tepat.
Jangan mulai dengan pertanyaan:
“Saya mau pakai kuantitatif atau kualitatif?”
Mulailah dengan:
“Masalah apa yang ingin saya teliti?”
Identifikasi fenomena atau permasalahan yang ingin dikaji.
Misalnya:
Masalah: Banyak mahasiswa menggunakan media sosial tetapi tingkat produktivitas akademiknya berbeda-beda.
Dari masalah tersebut, peneliti kemudian dapat menentukan apa yang ingin diketahui.
Setelah menemukan masalah, tentukan tujuan penelitian.
Misalnya tujuan penelitian adalah:
“Untuk mengetahui pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap produktivitas mahasiswa.”
Kata “pengaruh” menunjukkan bahwa penelitian membutuhkan pengukuran hubungan antarvariabel sehingga pendekatan kuantitatif dapat dipertimbangkan.
Sebaliknya, jika tujuannya:
“Untuk memahami pengalaman mahasiswa dalam menggunakan media sosial selama proses penyusunan skripsi.”
Pendekatan kualitatif dapat lebih sesuai karena penelitian berfokus pada pengalaman.
Rumusan masalah menjadi salah satu petunjuk penting dalam menentukan pendekatan penelitian.
Perhatikan contoh berikut.
“Apakah penggunaan media sosial berpengaruh terhadap produktivitas mahasiswa?”
Pertanyaan tersebut membutuhkan pengujian hubungan atau pengaruh sehingga pendekatan kuantitatif dapat digunakan.
“Bagaimana pengalaman mahasiswa menggunakan media sosial selama menyusun skripsi?”
Pertanyaan tersebut lebih berfokus pada pengalaman sehingga pendekatan kualitatif dapat menjadi pilihan.
Jika penelitian ingin mengetahui seberapa besar pengaruh sekaligus mengapa atau bagaimana pengalaman tersebut terjadi, mixed method dapat dipertimbangkan.
Tanyakan:
“Data seperti apa yang saya perlukan untuk menjawab penelitian?”
Jika membutuhkan data berupa angka, pendekatan kuantitatif dapat digunakan.
Contohnya:
Jika membutuhkan data berupa:
maka pendekatan kualitatif dapat lebih sesuai.
Jika membutuhkan keduanya, mixed method dapat dipertimbangkan.
Variabel sangat erat kaitannya dengan penelitian kuantitatif.
Misalnya:
X = Kualitas Pelayanan
Y = Kepuasan Pelanggan
Jika penelitian bertujuan mengetahui apakah X memengaruhi Y, pendekatan kuantitatif dapat menjadi pilihan.
Namun, keberadaan variabel tidak selalu berarti penelitian harus kuantitatif. Dalam penelitian kualitatif, peneliti dapat menggunakan konsep atau fokus penelitian yang berbeda.
Karena itu, jangan menentukan pendekatan hanya berdasarkan jumlah variabel.
Objek penelitian juga perlu diperhatikan.
Misalnya, mahasiswa ingin meneliti:
“Strategi Digital Marketing pada UMKM X.”
Jika tujuannya memahami strategi yang diterapkan secara mendalam, studi kualitatif atau studi kasus dapat dipertimbangkan.
Namun, jika penelitian ingin mengetahui:
“Pengaruh Digital Marketing terhadap Penjualan UMKM.”
Penelitian kuantitatif mungkin lebih sesuai jika data yang diperlukan dapat diukur secara numerik.
Tanyakan kembali apa yang ingin dilakukan terhadap data.
Jika ingin:
pendekatan kuantitatif dapat menjadi pilihan.
Jika ingin:
pendekatan kualitatif dapat dipertimbangkan.
Jika membutuhkan kedua jenis analisis tersebut, mixed method dapat menjadi alternatif.
Agar lebih mudah dipahami, berikut perbandingannya:
| Aspek | Kuantitatif | Kualitatif | Mixed Method |
|---|---|---|---|
| Fokus | Pengukuran | Pemahaman mendalam | Pengukuran + pemahaman |
| Data | Angka | Narasi/teks | Angka + narasi |
| Instrumen | Kuesioner, tes | Wawancara, observasi | Kombinasi |
| Analisis | Statistik | Interpretatif/tematik | Statistik + kualitatif |
| Tujuan | Menguji/mengukur | Mengeksplorasi/memahami | Menjawab masalah secara lebih komprehensif |
| Hasil | Angka dan statistik | Tema dan deskripsi | Gabungan |
Tabel tersebut dapat membantu mahasiswa mendapatkan gambaran awal mengenai perbedaan ketiga pendekatan.
Agar lebih mudah, berikut beberapa contoh.
Judul:
“Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan.”
Pendekatan yang dapat dipertimbangkan: kuantitatif.
Alasannya karena penelitian ingin mengetahui pengaruh satu variabel terhadap variabel lainnya.
Judul:
“Pengalaman Mahasiswa dalam Menggunakan ChatGPT untuk Membantu Penyusunan Skripsi.”
Pendekatan yang dapat dipertimbangkan: kualitatif.
Alasannya karena penelitian berfokus pada pengalaman mahasiswa.
Judul:
“Pengaruh Penggunaan AI terhadap Produktivitas Mahasiswa dan Pengalaman Penggunaannya dalam Penyusunan Skripsi.”
Pendekatan yang dapat dipertimbangkan: mixed method.
Alasannya karena penelitian membutuhkan pengukuran produktivitas sekaligus pemahaman pengalaman mahasiswa.
Mahasiswa perlu menghindari beberapa kesalahan berikut.
Penelitian teman memiliki masalah dan tujuan yang berbeda. Karena itu, pendekatannya belum tentu cocok untuk penelitian sendiri.
Kuantitatif tetap membutuhkan penyusunan instrumen, pengumpulan data, pengolahan statistik, dan interpretasi hasil.
Penelitian kualitatif tetap membutuhkan proses analisis yang sistematis.
Judul memang memberikan gambaran awal, tetapi pendekatan sebaiknya ditentukan setelah memahami masalah, rumusan masalah, tujuan, dan kebutuhan data.
Setiap perguruan tinggi dapat memiliki ketentuan berbeda mengenai pendekatan dan metode penelitian. Karena itu, mahasiswa harus tetap mengikuti pedoman kampus dan arahan dosen pembimbing.
AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mempertimbangkan pendekatan penelitian.
Mahasiswa dapat memasukkan informasi seperti:
Kemudian, AI dapat membantu membandingkan apakah pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau mixed method lebih relevan.
Contoh prompt yang dapat digunakan:
“Saya sedang menyusun skripsi dengan judul [JUDUL]. Berikut latar belakang penelitian saya: [LATAR BELAKANG]. Rumusan masalah: [RUMUSAN MASALAH]. Tujuan penelitian: [TUJUAN]. Objek penelitian: [OBJEK]. Bantu saya menganalisis pendekatan penelitian yang dapat digunakan, yaitu kuantitatif, kualitatif, atau mixed method. Jelaskan kelebihan, kekurangan, jenis data yang diperlukan, teknik pengumpulan data, serta alasan pemilihannya. Jangan membuat asumsi atau referensi yang tidak saya berikan.”
AI kemudian dapat digunakan untuk membantu memahami konsekuensi dari setiap pilihan.
Namun, hasil AI tetap perlu diperiksa. Keputusan akhir mengenai pendekatan penelitian harus disesuaikan dengan teori, pedoman kampus, karakteristik penelitian, dan arahan dosen pembimbing.
Jika masih bingung, gunakan urutan sederhana berikut:
Masalah → Tujuan → Rumusan Masalah → Jenis Data → Analisis → Pendekatan
Jangan membalik urutannya menjadi:
“Saya ingin kuantitatif, lalu mencari judul.”
Pendekatan sebaiknya mengikuti kebutuhan penelitian, bukan sebaliknya.
Selain itu, baca beberapa penelitian terdahulu yang relevan. Perhatikan pendekatan yang digunakan, alasan pemilihannya, jenis data, teknik pengumpulan data, dan bagaimana data dianalisis.
Setelah itu, bandingkan dengan penelitian yang akan dilakukan.
Terakhir, konsultasikan pilihan tersebut dengan dosen pembimbing sebelum menetapkannya dalam proposal atau skripsi.
Cara menentukan pendekatan penelitian dapat dimulai dengan memahami masalah, tujuan penelitian, rumusan masalah, jenis data, objek penelitian, dan kebutuhan analisis.
Secara umum, terdapat tiga pendekatan yang sering digunakan dalam skripsi, yaitu kuantitatif, kualitatif, dan mixed method.
Pendekatan kuantitatif cocok untuk penelitian yang membutuhkan pengukuran dan analisis angka. Pendekatan kualitatif cocok untuk memahami fenomena, pengalaman, persepsi, atau proses secara mendalam. Sementara itu, mixed method dapat digunakan ketika penelitian membutuhkan kombinasi data kuantitatif dan kualitatif.
Hal terpenting adalah jangan memilih pendekatan hanya karena mengikuti teman atau menganggap salah satu metode lebih mudah. Pilih pendekatan yang paling sesuai dengan pertanyaan penelitian dan mampu menghasilkan data untuk menjawab tujuan penelitian.
AI juga dapat dimanfaatkan untuk membantu mahasiswa mempertimbangkan berbagai alternatif pendekatan penelitian. Namun, AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu berpikir dan belajar, bukan sebagai pengganti keputusan akademik.
Dengan memahami cara menentukan pendekatan penelitian sejak awal, mahasiswa dapat menyusun proposal dan Bab 3 skripsi dengan lebih terarah.
Masih bingung menentukan pendekatan penelitian, memilih metode kuantitatif atau kualitatif, menyusun Bab 3, menentukan variabel, atau membuat rumusan masalah?
Molulus.id menyediakan panduan dan Prompt AI Skripsi untuk membantu mahasiswa menggunakan AI secara lebih terarah dalam proses penyusunan skripsi.
Kamu bisa mendapatkan berbagai prompt yang dapat membantu mulai dari mencari ide penelitian, menentukan judul, menemukan research gap, menyusun rumusan masalah, menentukan metode penelitian, hingga membantu menyusun berbagai bagian skripsi.
👉 Order melalui website: molulus.id
👉 Order via WhatsApp: 085179917579
Mulai susun skripsi dengan lebih terarah, sistematis, dan efisien bersama bantuan AI melalui Molulus.id.