Menentukan populasi penelitian merupakan salah satu tahap penting dalam penyusunan skripsi, terutama bagi mahasiswa yang menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi menjadi dasar bagi peneliti untuk menentukan siapa atau apa yang menjadi sasaran penelitian serta dari kelompok mana data akan diperoleh.
Namun, masih banyak mahasiswa yang mengalami kebingungan ketika harus menjawab pertanyaan seperti “Siapa populasi penelitian saya?”, “Berapa jumlah populasi penelitian?”, atau “Bagaimana cara menentukan populasi penelitian yang sesuai dengan judul skripsi?”
Padahal, populasi tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan jumlah orang yang mudah ditemui. Peneliti harus mempertimbangkan kesesuaian populasi dengan judul, rumusan masalah, objek penelitian, karakteristik responden, lokasi, periode penelitian, serta tujuan penelitian.
Secara sederhana, populasi penelitian dapat dipahami sebagai keseluruhan subjek atau objek yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi sasaran penelitian.
Misalnya, seorang mahasiswa melakukan penelitian dengan judul:
“Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan pada Cafe X.”
Maka populasi penelitian tidak otomatis berarti seluruh masyarakat di sekitar Cafe X. Populasi harus berkaitan dengan pelanggan yang menjadi sasaran penelitian dan memenuhi karakteristik yang telah ditentukan.
Lalu, bagaimana cara menentukan populasi penelitian yang tepat? Berikut panduan lengkap yang bisa digunakan untuk menyusun skripsi.
Sebelum mengetahui cara menentukan populasi penelitian, mahasiswa perlu memahami terlebih dahulu pengertiannya.
Populasi penelitian adalah keseluruhan subjek atau objek yang memiliki karakteristik tertentu sesuai dengan tujuan penelitian.
Populasi dapat berupa:
Jadi, populasi tidak selalu berbentuk manusia.
Contohnya, penelitian mengenai pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian dapat menggunakan konsumen sebagai populasi.
Sementara penelitian mengenai analisis laporan keuangan perusahaan dapat menggunakan laporan atau data keuangan tertentu sebagai objek penelitian, tergantung desain penelitian yang digunakan.
Hal terpenting adalah populasi harus memiliki hubungan yang jelas dengan permasalahan penelitian.
Kesalahan dalam menentukan populasi dapat berdampak pada tahapan penelitian berikutnya. Jika populasi tidak jelas, peneliti juga akan kesulitan menentukan sampel dan responden.
Beberapa alasan mengapa penentuan populasi penelitian penting adalah:
Populasi menunjukkan siapa atau apa yang menjadi sasaran penelitian.
Jika penelitian tidak melibatkan seluruh populasi, peneliti akan mengambil sebagian anggota populasi sebagai sampel.
Populasi membantu peneliti menentukan karakteristik responden yang sesuai.
Populasi membuat penelitian menjadi lebih spesifik dan tidak terlalu luas.
Dengan populasi yang jelas, peneliti dapat menentukan sumber data dan strategi pengumpulan data dengan lebih mudah.
Berikut adalah langkah-langkah yang dapat digunakan mahasiswa dalam menentukan populasi penelitian untuk skripsi.
Langkah pertama adalah membaca kembali judul penelitian secara teliti.
Identifikasi kata yang menunjukkan objek atau subjek penelitian.
Contohnya:
“Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT X.”
Dari judul tersebut, dapat diketahui bahwa subjek penelitian berkaitan dengan karyawan PT X.
Namun, mahasiswa tidak boleh langsung menetapkan semua karyawan sebagai populasi tanpa mempertimbangkan kriteria lainnya.
Misalnya penelitian hanya ditujukan kepada karyawan tetap, maka populasi harus disesuaikan dengan karakteristik tersebut.
Rumusan masalah merupakan dasar penting dalam menentukan populasi penelitian.
Misalnya rumusan masalah:
“Apakah kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan Cafe X?”
Maka populasi harus berhubungan dengan pelanggan Cafe X.
Hubungan tersebut dapat digambarkan sebagai:
Rumusan Masalah → Objek Penelitian → Karakteristik Populasi → Sampel
Semakin jelas hubungan tersebut, semakin mudah peneliti menentukan populasi.
Unit analisis adalah pihak atau objek yang menjadi fokus analisis dalam penelitian.
Contohnya:
Menentukan unit analisis membantu mahasiswa menghindari populasi yang terlalu luas.
Setelah mengetahui siapa yang menjadi sasaran penelitian, tentukan karakteristiknya.
Misalnya:
Judul:
“Pengaruh Promosi Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian Produk X.”
Populasi tidak harus seluruh pengguna media sosial.
Peneliti dapat menentukan karakteristik seperti:
Kriteria tersebut harus mempunyai alasan yang berkaitan dengan tujuan penelitian.
Jika penelitian dilakukan pada wilayah tertentu, batas geografis perlu dijelaskan.
Contohnya:
“Konsumen produk X di Kota Bandung.”
atau:
“Mahasiswa aktif Universitas X.”
atau:
“UMKM kuliner di Kecamatan X.”
Batas wilayah membantu membuat populasi lebih terukur dan sesuai dengan kemampuan penelitian.
Beberapa populasi dapat berubah dari waktu ke waktu.
Contohnya jumlah pelanggan sebuah toko dapat berubah setiap bulan. Jumlah karyawan juga dapat berubah karena adanya karyawan baru atau karyawan yang keluar.
Karena itu, jika diperlukan, populasi dapat dibatasi berdasarkan periode.
Contohnya:
“Pelanggan yang melakukan pembelian pada periode Januari sampai Juni 2026.”
Dengan adanya periode, batas populasi menjadi lebih jelas.
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa adalah mencantumkan jumlah populasi tanpa dasar yang jelas.
Misalnya mahasiswa menulis:
“Jumlah populasi penelitian adalah 500 orang.”
Pertanyaannya:
Dari mana angka 500 tersebut diperoleh?
Jumlah tersebut sebaiknya memiliki dasar berupa data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sumbernya dapat berasal dari:
Jangan membuat jumlah populasi berdasarkan perkiraan semata.
Pertanyaan mengenai cara menentukan jumlah populasi penelitian juga sering muncul dalam penyusunan Bab 3.
Pada dasarnya, jumlah populasi ditentukan berdasarkan keseluruhan anggota kelompok yang memenuhi karakteristik penelitian dalam batas yang telah ditentukan.
Contohnya:
Sebuah perusahaan memiliki:
Jika penelitian hanya ditujukan kepada karyawan tetap, maka populasi penelitian adalah 150 karyawan, bukan 200 karyawan.
Contoh lain:
Sebuah universitas memiliki 3.000 mahasiswa, tetapi penelitian hanya ditujukan kepada mahasiswa Program Studi Manajemen yang berjumlah 600 orang.
Maka populasi penelitian dapat ditetapkan sebanyak 600 mahasiswa, jika seluruh mahasiswa tersebut memenuhi kriteria yang telah ditentukan.
Jadi, jumlah populasi bukan sekadar jumlah orang yang tersedia, melainkan jumlah subjek atau objek yang memenuhi karakteristik populasi penelitian.
Dalam penelitian, populasi dapat dibedakan berdasarkan apakah jumlah anggotanya dapat diketahui atau tidak.
Populasi terbatas adalah populasi yang jumlah anggotanya dapat diketahui atau dibatasi secara jelas.
Contohnya:
Jumlah tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk perencanaan penelitian.
Populasi tidak terbatas merupakan populasi yang jumlah anggotanya sulit diketahui secara pasti atau terus berubah.
Contohnya:
Dalam kondisi tersebut, peneliti perlu membuat batasan populasi berdasarkan karakteristik, wilayah, waktu, atau kriteria tertentu.
Memahami populasi dan sampel merupakan hal yang sangat penting.
Populasi adalah keseluruhan sasaran penelitian.
Sampel adalah sebagian anggota populasi yang dipilih sebagai sumber data penelitian berdasarkan desain dan teknik sampling.
Contoh:
Sebuah universitas memiliki 1.500 mahasiswa yang memenuhi karakteristik penelitian.
Maka:
Populasi = 1.500 mahasiswa
Peneliti kemudian mengambil 150 mahasiswa sebagai responden.
Maka:
Sampel = 150 mahasiswa
Secara sederhana:
Populasi = keseluruhan sasaran penelitian
Sampel = sebagian dari populasi yang dipilih untuk diteliti
Namun, teknik pengambilan sampel harus tetap disesuaikan dengan desain penelitian dan karakteristik populasi.
| Aspek | Populasi | Sampel |
|---|---|---|
| Pengertian | Keseluruhan sasaran penelitian | Sebagian dari populasi |
| Cakupan | Lebih luas | Lebih kecil |
| Fungsi | Menentukan sasaran penelitian | Menjadi sumber data penelitian |
| Jumlah | Bisa besar atau terbatas | Umumnya lebih kecil |
| Dasar penentuan | Karakteristik penelitian | Teknik sampling |
| Contoh | 1.500 mahasiswa | 150 mahasiswa |
Kesalahan membedakan populasi dan sampel dapat menyebabkan penulisan Bab 3 menjadi tidak konsisten.
Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh.
Judul:
“Pengaruh Penggunaan Media Sosial terhadap Produktivitas Belajar Mahasiswa.”
Jika penelitian dilakukan pada mahasiswa aktif Program Studi Manajemen Universitas X, maka populasi dapat ditentukan sebagai:
Seluruh mahasiswa aktif Program Studi Manajemen Universitas X yang memenuhi kriteria penelitian.
Jika terdapat 800 mahasiswa yang memenuhi kriteria, maka jumlah populasi adalah 800 mahasiswa.
Judul:
“Pengaruh Beban Kerja terhadap Kinerja Karyawan.”
Populasi dapat berupa:
Seluruh karyawan pada perusahaan X yang memenuhi kriteria penelitian.
Jika penelitian hanya menargetkan karyawan tetap, maka karyawan kontrak tidak otomatis masuk dalam populasi.
Judul:
“Pengaruh Harga dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian Konsumen.”
Populasi dapat berupa:
Konsumen yang pernah melakukan pembelian produk X selama periode penelitian dan memenuhi kriteria yang ditentukan.
Peneliti perlu menjelaskan karakteristik konsumen tersebut secara lebih spesifik.
Judul:
“Pengaruh Digital Marketing terhadap Peningkatan Penjualan UMKM.”
Populasi dapat ditentukan berdasarkan karakteristik seperti:
Dengan demikian, populasi tidak ditentukan secara sembarangan.
Dalam penelitian kuantitatif, populasi biasanya perlu didefinisikan dengan cukup jelas karena penelitian dapat melibatkan sampel dan analisis statistik.
Langkahnya dapat dilakukan dengan urutan:
1. Tentukan objek penelitian
↓
2. Identifikasi subjek penelitian
↓
3. Tentukan karakteristik populasi
↓
4. Tentukan wilayah
↓
5. Tentukan periode jika diperlukan
↓
6. Cari data jumlah populasi
↓
7. Tentukan teknik sampling
↓
8. Tentukan sampel sesuai desain penelitian
Urutan ini dapat membantu mahasiswa menyusun bagian populasi dan sampel pada metodologi penelitian secara lebih sistematis.
Konsep populasi perlu disesuaikan dengan desain penelitian.
Dalam penelitian kualitatif, peneliti lebih sering berfokus pada pemilihan informan atau partisipan yang memiliki pengalaman dan informasi relevan terhadap fenomena yang diteliti.
Misalnya penelitian:
“Strategi Pemimpin dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan.”
Peneliti mungkin memilih:
Pemilihannya didasarkan pada kebutuhan informasi penelitian, bukan semata-mata jumlah yang besar.
Karena itu, mahasiswa perlu memahami bahwa cara menentukan sumber data pada penelitian kualitatif dapat berbeda dengan penelitian kuantitatif.
Dalam menentukan populasi, mahasiswa dapat menggunakan beberapa jenis kriteria.
Contohnya:
Contohnya:
Contohnya:
Contohnya:
Kriteria tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan penelitian.
Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa.
Contoh:
“Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat Indonesia.”
Jika penelitian sebenarnya hanya membahas konsumen pada satu wilayah, populasi tersebut terlalu luas.
Mahasiswa hanya menulis “mahasiswa” tanpa menjelaskan mahasiswa yang dimaksud.
Jangan mencantumkan jumlah populasi berdasarkan perkiraan.
Populasi dan sampel memiliki fungsi yang berbeda.
Skripsi terdahulu dapat menjadi referensi, tetapi populasi harus disesuaikan dengan penelitian sendiri.
Populasi harus memiliki hubungan yang jelas dengan objek dan tujuan penelitian.
Populasi mungkin sesuai secara teori, tetapi sulit dijangkau secara praktis.
Berikut contoh sederhana penulisan bagian populasi penelitian.
Misalnya judul penelitian:
“Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan pada Cafe X.”
Contoh penulisannya:
“Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan Cafe X yang memenuhi karakteristik sesuai dengan tujuan penelitian. Populasi ditentukan berdasarkan relevansi pelanggan terhadap objek penelitian serta kebutuhan data untuk mengukur kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan.”
Jika jumlah populasi diketahui, mahasiswa dapat mencantumkannya berdasarkan data yang tersedia dan dapat dipertanggungjawabkan.
Apabila jumlah tersebut berasal dari data internal perusahaan, jelaskan sumber datanya sesuai kondisi penelitian.
AI dapat membantu mahasiswa dalam proses brainstorming ketika menentukan populasi penelitian.
Misalnya kamu memiliki judul:
“Pengaruh Promosi Instagram terhadap Keputusan Pembelian Produk Fashion.”
Kamu dapat menggunakan prompt berikut:
“Saya sedang menyusun skripsi kuantitatif dengan judul ‘Pengaruh Promosi Instagram terhadap Keputusan Pembelian Produk Fashion’. Bantu saya mengidentifikasi siapa yang dapat menjadi populasi penelitian, karakteristik populasi yang relevan, batas wilayah dan periode yang mungkin digunakan, serta informasi apa yang perlu saya siapkan untuk menentukan jumlah populasi. Jangan membuat angka atau data populasi yang tidak saya berikan.”
Prompt tersebut dapat membantu mengidentifikasi berbagai kemungkinan sebelum dikonsultasikan dengan dosen.
AI juga dapat membantu mahasiswa membandingkan beberapa alternatif populasi.
Namun, AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu berpikir dan belajar, bukan sebagai sumber data utama. Jumlah populasi tetap harus berasal dari data yang nyata dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sebelum menyelesaikan bagian populasi pada skripsi, periksa beberapa pertanyaan berikut:
| Pertanyaan | Ya/Tidak |
|---|---|
| Apakah populasi sesuai dengan judul penelitian? | ☐ |
| Apakah sesuai dengan rumusan masalah? | ☐ |
| Apakah subjek atau objek penelitian sudah jelas? | ☐ |
| Apakah karakteristik populasi sudah ditentukan? | ☐ |
| Apakah wilayah penelitian sudah jelas? | ☐ |
| Apakah periode penelitian sudah ditentukan jika diperlukan? | ☐ |
| Apakah jumlah populasi memiliki sumber data? | ☐ |
| Apakah populasi dapat diakses? | ☐ |
| Apakah populasi sudah dibedakan dari sampel? | ☐ |
| Apakah teknik sampling sesuai dengan penelitian? | ☐ |
Semakin lengkap checklist tersebut, semakin kecil kemungkinan terjadi kesalahan dalam menentukan populasi penelitian.
Jika masih bingung, gunakan lima pertanyaan dasar berikut:
1. Siapa yang ingin saya teliti?
Tentukan subjek penelitian.
2. Apa karakteristiknya?
Tentukan kriteria yang sesuai dengan penelitian.
3. Di mana mereka berada?
Tentukan wilayah atau lokasi penelitian.
4. Kapan mereka termasuk dalam penelitian?
Tentukan periode jika diperlukan.
5. Berapa jumlahnya?
Cari data jumlah populasi berdasarkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Jika lima pertanyaan tersebut sudah terjawab, penentuan populasi biasanya akan menjadi jauh lebih mudah.
Cara menentukan populasi penelitian harus dimulai dari pemahaman terhadap judul, rumusan masalah, objek penelitian, karakteristik subjek atau objek, lokasi, serta periode penelitian. Populasi bukan sekadar jumlah orang yang tersedia, tetapi keseluruhan subjek atau objek yang memenuhi karakteristik tertentu dan menjadi sasaran penelitian.
Dalam penelitian kuantitatif, populasi biasanya menjadi dasar untuk menentukan sampel dan teknik sampling. Karena itu, mahasiswa harus memastikan bahwa populasi yang ditentukan memiliki hubungan yang jelas dengan tujuan penelitian.
Beberapa langkah penting yang dapat dilakukan adalah memahami judul, menentukan unit analisis, menetapkan karakteristik populasi, menentukan batas wilayah dan periode, mencari data jumlah populasi, serta memastikan akses terhadap populasi tersebut.
Hindari menentukan populasi hanya karena mengikuti skripsi orang lain atau karena jumlahnya mudah ditemukan. Pastikan setiap keputusan memiliki alasan metodologis dan sesuai dengan kondisi penelitian yang sebenarnya.
Masih bingung menentukan populasi penelitian, sampel, teknik sampling, rumusan masalah, metode penelitian, atau Bab 3 skripsi?
Molulus.id menyediakan ebook dan kumpulan prompt AI untuk skripsi yang dapat membantu mahasiswa memahami proses penyusunan skripsi secara lebih terarah.
Kamu bisa menggunakan prompt AI untuk membantu brainstorming judul, menyusun rumusan masalah, memahami metode penelitian, menentukan kriteria populasi dan sampel, menyusun kerangka penelitian, hingga mempersiapkan bahan konsultasi dengan dosen.
📚 Pesan ebook dan prompt AI untuk skripsi di Molulus.id.
🌐 Kunjungi molulus.id untuk melihat produk yang tersedia.
📱 Untuk pemesanan melalui WhatsApp: 085179917579
Gunakan AI sebagai alat bantu dalam proses belajar dan penelitian. Tetap verifikasi informasi menggunakan sumber akademik yang kredibel dan sesuaikan hasilnya dengan pedoman kampus serta arahan dosen pembimbing.