Menentukan topik skripsi sering menjadi salah satu hal yang paling membingungkan bagi mahasiswa tingkat akhir. Banyak mahasiswa sebenarnya sudah ingin mulai mengerjakan skripsi, tetapi masih terkendala pertanyaan sederhana: “Saya harus meneliti apa?”
Tidak sedikit mahasiswa yang langsung mencari contoh judul skripsi di internet tanpa memahami masalah penelitian yang ingin dibahas. Akibatnya, judul terlihat menarik, tetapi sulit dikembangkan menjadi penelitian yang jelas.
Padahal, memilih topik skripsi yang tepat merupakan langkah penting sebelum menentukan judul, rumusan masalah, metode penelitian, hingga menyusun proposal skripsi.
Melalui artikel ini, kamu akan mengetahui cara menentukan topik skripsi yang tepat, mulai dari mencari bidang yang sesuai dengan minat sampai memastikan topik tersebut realistis untuk diteliti.
Topik skripsi adalah pokok bahasan atau bidang utama yang akan diteliti dalam sebuah penelitian. Topik masih bersifat umum dan belum sedetail judul skripsi.
Sebagai contoh, kamu tertarik dengan bidang media sosial. Topiknya bisa berupa:
Dari topik tersebut, nantinya kamu bisa mempersempit pembahasan menjadi masalah penelitian dan judul skripsi yang lebih spesifik.
Jadi, jangan terburu-buru menentukan judul. Mulailah dari topik, kemudian cari masalah, tentukan fokus penelitian, lalu susun judul.
Topik skripsi akan memengaruhi hampir seluruh proses penelitian. Jika sejak awal topiknya kurang tepat, mahasiswa bisa mengalami kesulitan ketika memasuki tahap berikutnya.
Beberapa masalah yang sering muncul antara lain:
Sebaliknya, jika kamu memilih topik skripsi yang tepat, proses penelitian biasanya akan lebih mudah diarahkan.
Karena itu, penting untuk tidak hanya memilih topik berdasarkan sesuatu yang sedang populer. Pertimbangkan juga kemampuan, akses data, referensi, waktu, dan ketertarikan pribadi.
Berikut beberapa langkah yang bisa kamu gunakan untuk menentukan topik skripsi.
Langkah pertama adalah mengetahui bidang apa yang paling kamu minati.
Coba ingat kembali mata kuliah yang paling kamu sukai selama kuliah. Perhatikan juga tugas atau materi yang membuat kamu lebih tertarik untuk mencari tahu lebih jauh.
Misalnya mahasiswa Administrasi Publik dapat mempertimbangkan beberapa bidang seperti:
Tidak harus langsung menentukan judul. Cukup tentukan beberapa bidang yang menurutmu menarik.
Memilih topik berdasarkan minat dapat membuat proses pengerjaan skripsi terasa lebih mudah karena kamu memiliki ketertarikan untuk memahami masalah yang diteliti.
Setelah menemukan bidang yang diminati, langkah berikutnya adalah mencari masalah.
Skripsi pada dasarnya bukan hanya membahas suatu topik, tetapi juga berusaha menjawab atau menjelaskan sebuah permasalahan.
Misalnya kamu tertarik dengan pelayanan publik. Jangan berhenti pada topik “pelayanan publik”.
Cari masalah yang lebih spesifik, seperti:
Dari pertanyaan tersebut, kamu mulai memiliki arah penelitian yang lebih jelas.
Fenomena di sekitar dapat menjadi sumber ide topik skripsi.
Kamu bisa mengamati apa yang sedang terjadi di lingkungan kampus, masyarakat, organisasi, perusahaan, pemerintahan, maupun media sosial.
Misalnya terdapat perubahan perilaku mahasiswa setelah penggunaan layanan digital kampus. Fenomena tersebut dapat dikembangkan menjadi ide penelitian.
Namun, jangan hanya memilih fenomena karena sedang viral. Pastikan fenomena tersebut memiliki masalah atau pertanyaan akademik yang bisa diteliti.
Penelitian terdahulu sangat membantu dalam menemukan ide topik skripsi.
Kamu dapat membaca jurnal, artikel ilmiah, skripsi, tesis, atau penelitian lainnya yang relevan dengan bidang yang kamu minati.
Saat membaca penelitian terdahulu, jangan hanya melihat judulnya. Perhatikan juga:
Bagian keterbatasan dan saran penelitian sering kali dapat memberikan inspirasi untuk menemukan topik baru.
Salah satu cara menentukan topik skripsi yang tepat adalah dengan mencari research gap.
Research gap merupakan celah atau bagian yang masih belum banyak dibahas dalam penelitian sebelumnya.
Misalnya sudah terdapat banyak penelitian mengenai digitalisasi pelayanan publik di kota besar. Namun, belum banyak penelitian yang membahas penerapannya di daerah tertentu.
Hal tersebut bisa menjadi peluang penelitian.
Research gap tidak selalu berarti menemukan sesuatu yang benar-benar belum pernah diteliti. Kamu juga bisa mengembangkan penelitian sebelumnya dengan objek, lokasi, periode, teori, variabel, atau pendekatan yang berbeda.
Topik skripsi sebaiknya masih memiliki hubungan yang jelas dengan bidang keilmuan yang kamu pelajari.
Jangan memilih topik hanya karena terlihat menarik jika tidak memiliki hubungan dengan program studi.
Misalnya mahasiswa Ilmu Komunikasi dapat mengambil topik mengenai komunikasi digital, media sosial, komunikasi organisasi, atau perilaku komunikasi.
Sementara mahasiswa Akuntansi dapat mempertimbangkan topik mengenai laporan keuangan, perpajakan, audit, akuntansi manajemen, atau kinerja keuangan.
Kesesuaian dengan jurusan akan membuat proses pencarian teori, metode, dan referensi menjadi lebih terarah.
Ini merupakan salah satu hal yang sering dilupakan mahasiswa.
Topik yang menarik belum tentu mudah diteliti.
Sebelum menetapkan topik, tanyakan:
“Apakah saya bisa mendapatkan datanya?”
Misalnya kamu ingin melakukan penelitian terhadap suatu perusahaan. Pastikan data yang dibutuhkan memang memungkinkan untuk diperoleh.
Jika penelitian membutuhkan responden, pertimbangkan apakah jumlah responden dapat terpenuhi.
Jika membutuhkan wawancara, pikirkan apakah narasumber dapat diakses.
Dengan mempertimbangkan ketersediaan data sejak awal, kamu dapat mengurangi risiko penelitian berhenti di tengah jalan.
Topik skripsi yang bagus bukan selalu topik yang paling rumit.
Justru, topik yang realistis dan bisa diselesaikan dengan baik jauh lebih penting.
Pertimbangkan waktu yang kamu miliki, kemampuan dalam menggunakan metode penelitian, kemampuan mengolah data, serta akses terhadap objek penelitian.
Jika kamu masih pemula dalam penelitian kuantitatif, jangan langsung memilih penelitian dengan analisis yang sangat kompleks jika belum memahami cara mengerjakannya.
Begitu juga dengan penelitian kualitatif. Pastikan kamu memiliki akses terhadap informan dan mampu melakukan proses wawancara serta analisis data.
Setelah menemukan beberapa alternatif topik, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dosen pembimbing.
Kamu bisa menyiapkan dua sampai tiga alternatif topik sehingga dosen dapat memberikan masukan.
Saat konsultasi, jangan hanya mengatakan:
“Pak/Bu, saya mau mengambil judul ini. Bagus tidak?”
Akan lebih baik jika kamu menjelaskan alasan memilih topik tersebut, masalah yang ditemukan, objek penelitian, dan data yang mungkin digunakan.
Dengan begitu, diskusi dengan dosen akan menjadi lebih terarah.
Topik yang terlalu luas akan membuat penelitian sulit dikendalikan.
Misalnya:
Topik: Penggunaan Media Sosial
Topik tersebut masih terlalu luas.
Kamu dapat mempersempitnya menjadi:
Penggunaan TikTok sebagai Media Informasi di Kalangan Mahasiswa
Kemudian bisa dipersempit lagi berdasarkan lokasi, objek, variabel, atau sudut pandang tertentu.
Semakin jelas batas penelitian, semakin mudah kamu menentukan rumusan masalah dan tujuan penelitian.
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh alurnya.
Bidang: Pelayanan publik
↓
Topik: Digitalisasi pelayanan publik
↓
Fenomena: Masyarakat mulai menggunakan layanan administrasi secara online
↓
Masalah: Masih terdapat masyarakat yang mengalami kendala dalam menggunakan layanan tersebut
↓
Fokus: Efektivitas layanan administrasi berbasis digital
↓
Objek: Masyarakat pengguna layanan
↓
Lokasi: Instansi atau daerah tertentu
↓
Judul: Disesuaikan kembali dengan variabel, metode, teori, dan arahan dosen pembimbing.
Dari contoh tersebut terlihat bahwa judul skripsi sebaiknya tidak muncul secara tiba-tiba. Ada proses yang perlu dilakukan sebelum menentukan judul.
Selain mengetahui cara menentukan topik skripsi yang tepat, kamu juga perlu mengetahui beberapa kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa.
Topik yang sedang viral memang dapat menjadi inspirasi. Namun, jangan memilihnya hanya karena banyak mahasiswa lain yang mengambil topik serupa.
Topik yang terlalu luas akan membuat pembahasan tidak fokus dan sulit diselesaikan.
Jangan menentukan topik terlebih dahulu tanpa mempertimbangkan bagaimana cara mendapatkan data penelitian.
Terlalu sering mengganti topik dapat membuat proses skripsi semakin lama. Karena itu, lakukan pertimbangan dengan matang sebelum mengajukan topik kepada dosen.
Contoh judul skripsi di internet boleh digunakan sebagai inspirasi, tetapi jangan langsung menyalinnya. Pahami masalah dan sesuaikan dengan kondisi penelitianmu sendiri.
Sebelum mengunci topik, coba cek beberapa pertanyaan berikut:
Jika sebagian besar pertanyaan tersebut dapat kamu jawab dengan jelas, berarti topik tersebut sudah cukup layak untuk dipertimbangkan.
Menentukan topik skripsi tidak harus dimulai dari mencari judul yang terdengar keren. Justru, langkah yang lebih aman adalah memulai dari bidang yang diminati, menemukan fenomena, mencari masalah, membaca penelitian terdahulu, menemukan research gap, lalu mempersempit fokus penelitian.
Jangan lupa mempertimbangkan ketersediaan data, akses terhadap objek penelitian, kemampuan, waktu, dan kesesuaian dengan program studi.
Dengan memahami cara menentukan topik skripsi yang tepat, kamu bisa memiliki dasar yang lebih kuat sebelum menyusun proposal dan menentukan judul skripsi.
Kalau kamu masih bingung mencari ide penelitian, menentukan topik, menemukan research gap, atau mengembangkan topik menjadi judul skripsi, Molulus.id siap membantu proses persiapan skripsimu.
Jangan sampai skripsi berhenti hanya karena bingung menentukan topik.
Kamu bisa mendapatkan bantuan dan pendampingan untuk mempersiapkan penelitian melalui Molulus.id.
Order melalui website: Molulus.id
WhatsApp: 085179917579
Mulai dari menentukan topik, mencari ide penelitian, menyusun kerangka, hingga mempersiapkan skripsi dengan lebih terarah.
Sudah punya bidang yang ingin diteliti tetapi belum tahu topiknya? Konsultasikan sekarang melalui Molulus.id.