Menentukan variabel penelitian menjadi salah satu tahap penting dalam proses penyusunan skripsi, terutama bagi mahasiswa yang menggunakan metode penelitian kuantitatif. Variabel membantu peneliti menentukan apa yang akan diukur, diamati, dibandingkan, atau dianalisis dalam sebuah penelitian.
Namun, menentukan variabel penelitian tidak selalu mudah. Banyak mahasiswa masih bingung membedakan variabel bebas, variabel terikat, variabel intervening, maupun variabel kontrol. Ada juga yang langsung menentukan variabel berdasarkan contoh skripsi di internet tanpa memahami hubungan variabel tersebut dengan masalah penelitian.
Akibatnya, ketika mulai menyusun rumusan masalah, hipotesis, instrumen penelitian, hingga analisis data, arah penelitian menjadi tidak konsisten.
Padahal, jika variabel sudah ditentukan dengan tepat sejak awal, proses penyusunan skripsi akan menjadi lebih terarah. Peneliti dapat lebih mudah menentukan teori, indikator, instrumen, responden, hingga teknik analisis data yang sesuai.
Lalu, bagaimana cara menentukan variabel penelitian yang tepat?
Artikel ini akan membahas langkah-langkah menentukan variabel penelitian untuk skripsi secara sederhana, mulai dari memahami masalah penelitian hingga menentukan jenis variabel dan indikator yang akan digunakan.
Variabel penelitian adalah sesuatu yang menjadi objek pengamatan atau pengukuran dalam sebuah penelitian dan memiliki nilai atau karakteristik yang dapat berbeda.
Sederhananya, variabel adalah hal yang ingin kamu teliti.
Contohnya, kamu ingin mengetahui apakah kualitas pelayanan berhubungan dengan kepuasan masyarakat.
Dari contoh tersebut terdapat dua hal utama yang dapat dijadikan variabel:
Kualitas pelayanan dapat menjadi variabel yang memengaruhi, sedangkan kepuasan masyarakat menjadi variabel yang dipengaruhi, tergantung pada desain penelitian yang digunakan.
Variabel penelitian nantinya harus memiliki definisi yang jelas agar dapat diukur atau dianalisis secara tepat.
Karena itu, jangan menentukan variabel hanya berdasarkan istilah yang terdengar akademis. Pastikan variabel tersebut benar-benar berhubungan dengan masalah penelitian.
Variabel penelitian memiliki peran penting karena dapat menentukan arah penelitian.
Jika variabel tidak jelas, peneliti akan kesulitan menentukan:
Misalnya kamu ingin meneliti pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat.
Jika variabel sudah jelas, kamu dapat mencari teori mengenai kualitas pelayanan dan kepuasan masyarakat. Selanjutnya, teori tersebut dapat digunakan untuk menentukan indikator yang akan diukur.
Sebaliknya, jika variabel masih berubah-ubah, bagian lain dari skripsi juga berpotensi ikut berubah.
Karena itu, cara menentukan variabel penelitian perlu dilakukan secara bertahap dan berdasarkan masalah yang ingin diteliti.
Sebelum menentukan variabel, kamu perlu memahami beberapa jenis variabel yang umum digunakan.
Variabel independen sering disebut sebagai variabel bebas.
Variabel ini merupakan variabel yang diduga memberikan pengaruh atau menjadi faktor yang memengaruhi variabel lain.
Biasanya variabel independen ditulis sebagai X.
Contohnya:
Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat.
Dalam contoh tersebut:
X = Kualitas pelayanan
Variabel dependen disebut juga variabel terikat.
Variabel ini merupakan variabel yang menjadi hasil, akibat, atau sesuatu yang dipengaruhi oleh variabel independen.
Biasanya variabel dependen ditulis sebagai Y.
Contohnya:
Y = Kepuasan masyarakat
Jadi:
X → Y
Kualitas pelayanan → Kepuasan masyarakat.
Variabel intervening merupakan variabel yang berada di antara variabel independen dan dependen.
Variabel ini membantu menjelaskan bagaimana atau melalui proses apa pengaruh suatu variabel dapat terjadi.
Contohnya:
Kualitas pelayanan → Kepercayaan → Kepuasan masyarakat
Dalam model tersebut, kepercayaan dapat berperan sebagai variabel intervening apabila memang didukung oleh teori dan desain penelitian.
Variabel moderasi dapat memengaruhi kuat atau lemahnya hubungan antara variabel independen dan dependen.
Contohnya, kamu ingin mengetahui hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan masyarakat.
Kemudian kamu menduga bahwa tingkat pendidikan dapat membuat hubungan tersebut berbeda pada kelompok tertentu.
Dalam penelitian tersebut, tingkat pendidikan dapat dipertimbangkan sebagai variabel moderasi jika didukung teori dan model penelitian.
Variabel kontrol merupakan variabel yang dikendalikan agar pengaruh variabel utama dapat dianalisis dengan lebih tepat.
Penggunaan variabel kontrol bergantung pada desain dan kebutuhan penelitian.
Tidak semua penelitian harus memiliki variabel intervening, moderasi, atau kontrol.
Untuk skripsi, jangan menambahkan banyak jenis variabel hanya agar penelitian terlihat lebih kompleks.
Yang terpenting adalah variabel yang digunakan memang dibutuhkan untuk menjawab masalah penelitian.
Berikut langkah-langkah yang bisa kamu gunakan.
Langkah pertama dalam menentukan variabel adalah memahami masalah penelitian.
Jangan langsung mencari variabel dari contoh skripsi.
Tanyakan terlebih dahulu:
Apa masalah yang ingin saya teliti?
Misalnya kamu menemukan masalah bahwa masyarakat merasa pelayanan administrasi di suatu instansi masih kurang memuaskan.
Dari masalah tersebut, kamu dapat mencari faktor yang mungkin berhubungan dengan kondisi tersebut.
Misalnya kualitas pelayanan, kecepatan pelayanan, kemudahan prosedur, atau kualitas informasi.
Masalah penelitian menjadi dasar untuk menentukan variabel yang relevan.
Setelah menemukan masalah, tentukan fokus penelitian.
Misalnya masalah awalnya adalah:
“Masyarakat merasa pelayanan administrasi belum memuaskan.”
Fokus penelitian dapat diarahkan menjadi:
“Hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan masyarakat.”
Dari fokus tersebut, mulai terlihat dua variabel utama:
Semakin jelas fokus penelitian, semakin mudah menentukan variabel.
Cobalah membuat daftar faktor yang mungkin berkaitan dengan masalah penelitian.
Misalnya kamu meneliti kepuasan mahasiswa terhadap layanan akademik.
Beberapa faktor yang mungkin berkaitan antara lain:
Namun, tidak semua faktor tersebut harus dijadikan variabel.
Pilih faktor yang benar-benar relevan dengan tujuan penelitian dan memiliki dasar teori.
Penelitian terdahulu dapat membantu kamu melihat variabel yang sudah digunakan oleh peneliti lain.
Kamu dapat mencari jurnal dengan kata kunci sesuai topik.
Misalnya:
“kualitas pelayanan kepuasan masyarakat”
Dari beberapa penelitian, kamu bisa melihat:
Penelitian terdahulu tidak harus diikuti secara persis.
Gunakan sebagai referensi untuk memahami bagaimana variabel dalam penelitian sebelumnya ditentukan.
Jika penelitianmu menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model pengaruh atau hubungan, tentukan variabel independen dan dependen.
Contohnya:
Judul:
“Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Masyarakat.”
Maka:
Variabel independen (X): Kualitas pelayanan
Variabel dependen (Y): Kepuasan masyarakat
Contoh lainnya:
“Pengaruh Harga dan Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian.”
Maka:
X1: Harga
X2: Kualitas produk
Y: Keputusan pembelian
Dengan menentukan posisi variabel sejak awal, kamu akan lebih mudah menyusun kerangka berpikir dan hipotesis.
Jangan menentukan variabel hanya karena menemukan variabel tersebut dalam penelitian lain.
Tanyakan:
Mengapa X dapat berhubungan dengan Y?
Jawabannya harus memiliki dasar teori atau penelitian terdahulu.
Misalnya kualitas pelayanan diduga berhubungan dengan kepuasan masyarakat.
Secara teori, kualitas pelayanan yang lebih baik dapat berkaitan dengan pengalaman layanan yang lebih positif.
Namun, hubungan tersebut tetap perlu diuji melalui penelitian.
Jadi, variabel harus memiliki alasan akademis, bukan hanya berdasarkan perkiraan pribadi.
Setelah variabel ditentukan, langkah berikutnya adalah membuat definisi operasional.
Definisi operasional membantu menjelaskan bagaimana suatu konsep akan diukur atau diamati dalam penelitian.
Misalnya variabel:
Kualitas Pelayanan
Kamu perlu menentukan bagaimana kualitas pelayanan akan diukur.
Hal tersebut dapat dilakukan berdasarkan teori yang digunakan dan indikator yang relevan.
Misalnya indikator dapat mencakup aspek tertentu seperti keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, atau bukti fisik apabila teori yang digunakan memang mendukung indikator tersebut.
Jangan mengambil indikator secara sembarangan.
Pastikan indikator memiliki sumber teori atau referensi ilmiah yang jelas.
Variabel juga harus sesuai dengan metode penelitian.
Dalam penelitian kuantitatif, variabel biasanya harus dapat dioperasionalkan menjadi data yang dapat diukur.
Sementara penelitian kualitatif lebih sering menggunakan fokus penelitian atau konsep yang digali secara mendalam, sehingga istilah “variabel” tidak selalu digunakan dengan cara yang sama seperti penelitian kuantitatif.
Karena itu, sebelum menentukan variabel, pahami terlebih dahulu pendekatan penelitian yang akan digunakan.
Variabel yang bagus secara teori belum tentu mudah diteliti.
Pastikan data untuk variabel tersebut dapat diperoleh.
Misalnya kamu ingin mengukur tingkat kepuasan pelanggan suatu perusahaan.
Kamu harus memastikan bahwa responden yang sesuai dapat ditemukan dan bersedia memberikan jawaban.
Jika data sulit diperoleh, pertimbangkan apakah variabel tersebut masih realistis digunakan.
Setelah menentukan variabel, diskusikan dengan dosen pembimbing.
Siapkan penjelasan mengenai:
Dengan begitu, dosen dapat memberikan masukan yang lebih spesifik.
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhana.
Misalnya seorang mahasiswa menemukan masalah:
“Mahasiswa merasa layanan akademik online masih kurang mudah digunakan.”
Kemudian mahasiswa tersebut ingin mengetahui apakah kemudahan penggunaan sistem berkaitan dengan kepuasan mahasiswa.
Maka fokus penelitian dapat diarahkan menjadi:
Kemudahan penggunaan sistem → Kepuasan mahasiswa
Variabelnya:
X = Kemudahan penggunaan
Y = Kepuasan mahasiswa
Selanjutnya, mahasiswa perlu mencari teori dan penelitian terdahulu untuk menentukan indikator yang tepat.
Dari sana, variabel dapat dioperasionalkan menjadi pertanyaan atau pernyataan dalam instrumen penelitian sesuai metode yang digunakan.
Beberapa contoh variabel yang dapat dikembangkan:
Contoh variabel:
Contoh variabel:
Contoh tersebut hanya sebagai inspirasi. Pemilihan variabel tetap harus disesuaikan dengan masalah, teori, penelitian terdahulu, metode, dan pedoman kampus.
Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa.
Variabel seharusnya berangkat dari masalah penelitian, bukan sebaliknya.
Terlalu banyak variabel dapat membuat penelitian menjadi semakin kompleks.
Setiap variabel sebaiknya memiliki dasar konseptual yang jelas.
Variabel penelitian terdahulu dapat menjadi referensi, tetapi harus disesuaikan dengan konteks penelitianmu.
Mahasiswa terkadang mengetahui nama variabel tetapi tidak memahami bagaimana variabel tersebut akan diukur.
Pastikan data yang diperlukan untuk variabel dapat diperoleh.
Variabel harus membantu menjawab rumusan masalah dan mencapai tujuan penelitian.
Sebelum memasukkan variabel ke dalam proposal skripsi, coba cek beberapa pertanyaan berikut:
Jika semua pertanyaan tersebut sudah dapat dijawab, berarti kamu sudah memiliki dasar yang lebih kuat untuk menentukan variabel penelitian.
Cara menentukan variabel penelitian sebaiknya tidak dilakukan dengan sekadar mencari contoh skripsi kemudian menyalin variabel yang digunakan.
Mulailah dari masalah penelitian, tentukan fokus, identifikasi faktor yang relevan, baca penelitian terdahulu, tentukan posisi variabel, cari teori yang mendukung, buat definisi operasional, periksa ketersediaan data, lalu konsultasikan dengan dosen pembimbing.
Variabel penelitian yang tepat akan membantu membuat penelitian lebih terarah. Sebaliknya, variabel yang tidak sesuai dapat membuat rumusan masalah, teori, instrumen, dan analisis data menjadi tidak konsisten.
Jadi, jangan terburu-buru memilih banyak variabel hanya agar judul terlihat lebih kompleks. Pilih variabel yang benar-benar dibutuhkan untuk menjawab masalah penelitian dan realistis untuk diteliti.
Sudah punya topik skripsi tetapi masih bingung menentukan variabel X dan Y? Atau kamu masih kesulitan mencari indikator, teori, dan hubungan antarvariabel?
Molulus.id siap membantu kamu mempersiapkan skripsi dengan lebih terarah, mulai dari pengembangan ide penelitian hingga membantu memahami kebutuhan penyusunan skripsi.
Order melalui website: Molulus.id
WhatsApp: 085179917579
Jangan biarkan proses skripsi terhambat karena bingung menentukan variabel penelitian.
Sudah punya topik penelitian? Konsultasikan kebutuhan skripsimu melalui Molulus.id sekarang.