Salin URL

Cara Menulis Latar Belakang Skripsi

Menulis latar belakang skripsi sering menjadi salah satu bagian yang paling membuat mahasiswa bingung. Banyak yang sudah memiliki judul penelitian, tetapi ketika mulai membuka halaman kosong untuk menulis Bab 1, justru tidak tahu harus memulai dari mana.

Ada yang menulis terlalu umum, terlalu banyak definisi, memasukkan data yang tidak berhubungan, atau bahkan langsung membahas masalah tanpa menjelaskan kondisi yang melatarbelakanginya.

Padahal, latar belakang skripsi memiliki fungsi yang sangat penting. Bagian ini menjadi dasar untuk menjelaskan mengapa sebuah penelitian perlu dilakukan. Dari latar belakang, pembaca seharusnya dapat memahami kondisi yang terjadi, masalah yang ditemukan, penelitian sebelumnya, hingga alasan mengapa penelitian tersebut layak dilakukan.

Karena itu, memahami cara menulis latar belakang skripsi dengan alur yang tepat akan sangat membantu proses penyusunan Bab 1 secara keseluruhan.

Artikel ini akan membahas langkah-langkah membuat latar belakang skripsi dari awal, mulai dari menentukan fenomena, mencari data pendukung, menghubungkan masalah dengan penelitian terdahulu, menemukan research gap, hingga menyusun paragraf agar lebih runtut.


Apa Itu Latar Belakang Skripsi?

Latar belakang skripsi adalah bagian yang menjelaskan alasan dan konteks mengapa suatu penelitian dilakukan.

Sederhananya, latar belakang harus dapat menjawab pertanyaan:

“Mengapa penelitian ini penting untuk dilakukan?”

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kamu perlu menjelaskan kondisi yang berkaitan dengan topik penelitian, masalah yang terjadi, bukti atau data yang mendukung, penelitian terdahulu, serta celah penelitian yang masih dapat dikaji.

Latar belakang bukan sekadar kumpulan informasi mengenai suatu topik. Setiap informasi yang dimasukkan seharusnya memiliki hubungan dengan masalah penelitian.

Misalnya kamu ingin meneliti tentang kualitas pelayanan publik.

Jangan hanya menjelaskan pengertian pelayanan publik dari beberapa sumber. Jelaskan juga bagaimana kondisi pelayanan publik saat ini, masalah yang terjadi, data yang menunjukkan masalah tersebut, penelitian yang sudah dilakukan, dan alasan mengapa objek yang kamu pilih perlu diteliti.


Fungsi Latar Belakang dalam Skripsi

Latar belakang memiliki beberapa fungsi penting, di antaranya:

1. Menjelaskan kondisi penelitian

Pembaca dapat mengetahui konteks dari topik yang sedang dibahas.

2. Menunjukkan masalah

Latar belakang membantu memperlihatkan masalah yang menjadi fokus penelitian.

3. Memberikan alasan penelitian

Pembaca dapat memahami mengapa penelitian perlu dilakukan.

4. Menghubungkan fenomena dengan teori

Fenomena yang terjadi dapat dikaitkan dengan konsep dan penelitian terdahulu.

5. Menunjukkan research gap

Penelitian terdahulu dapat digunakan untuk menunjukkan bagian yang masih belum terjawab atau dapat dikembangkan.

6. Mengarahkan penelitian

Latar belakang menjadi dasar dalam menyusun rumusan masalah dan tujuan penelitian.


Cara Menulis Latar Belakang Skripsi

1. Pahami Judul Penelitian Terlebih Dahulu

Sebelum mulai menulis, pahami terlebih dahulu judul penelitianmu.

Misalnya judul:

Pengaruh Kualitas Pelayanan Digital terhadap Kepuasan Masyarakat pada Layanan Administrasi Publik

Dari judul tersebut terdapat beberapa kata kunci:

  • Kualitas pelayanan digital
  • Kepuasan masyarakat
  • Layanan administrasi publik

Ketiga hal tersebut dapat menjadi dasar untuk mencari informasi dan referensi.

Jangan sampai latar belakang membahas terlalu jauh dari topik yang ada di judul.


2. Tentukan Fenomena yang Berhubungan dengan Topik

Langkah berikutnya adalah mencari fenomena.

Fenomena merupakan kondisi atau kejadian yang menjadi perhatian dan relevan dengan penelitian.

Misalnya kamu ingin meneliti layanan administrasi publik berbasis digital.

Kamu dapat melihat:

  • Perkembangan layanan digital.
  • Perubahan perilaku masyarakat.
  • Penggunaan aplikasi pelayanan.
  • Kemudahan akses layanan.
  • Keluhan masyarakat.
  • Kendala penggunaan layanan.
  • Perbedaan pengalaman pengguna.

Fenomena tersebut kemudian dapat dijadikan dasar untuk membangun pembahasan dalam latar belakang.


3. Mulai dari Pembahasan Umum ke Khusus

Salah satu pola yang sering digunakan dalam cara menulis latar belakang skripsi adalah pola umum ke khusus.

Artinya, pembahasan dimulai dari konteks yang lebih luas kemudian semakin mengarah kepada masalah penelitian.

Contoh alurnya:

Kondisi umum → perkembangan → fenomena → masalah → data → penelitian terdahulu → research gap → fokus penelitian.

Misalnya:

Paragraf awal: membahas perkembangan digitalisasi pelayanan.

Paragraf berikutnya: membahas penerapan digitalisasi dalam pelayanan publik.

Berikutnya: membahas kondisi pada objek tertentu.

Kemudian: menunjukkan permasalahan yang ditemukan.

Setelah itu: memasukkan data dan penelitian terdahulu.

Bagian akhir: menjelaskan research gap dan alasan penelitian dilakukan.

Dengan alur seperti ini, latar belakang akan terasa lebih runtut.


4. Gunakan Data yang Relevan

Data dapat membuat latar belakang lebih kuat.

Misalnya kamu menulis bahwa penggunaan layanan digital semakin berkembang. Pernyataan tersebut akan lebih meyakinkan jika didukung data dari sumber yang dapat dipercaya.

Sumber data dapat berasal dari:

  • Badan Pusat Statistik.
  • Kementerian atau lembaga pemerintah.
  • Laporan resmi.
  • Jurnal ilmiah.
  • Hasil penelitian.
  • Laporan organisasi.
  • Sumber resmi lainnya.

Jangan menggunakan data hanya karena terlihat menarik.

Pastikan data benar-benar berkaitan dengan masalah penelitian.


5. Jangan Memasukkan Data Tanpa Analisis

Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah mahasiswa memasukkan banyak data tetapi tidak menjelaskan maksudnya.

Misalnya:

Berdasarkan data X, jumlah pengguna layanan digital mencapai sekian juta.

Setelah itu langsung pindah ke pembahasan lain.

Akan lebih baik jika data tersebut dijelaskan:

Data tersebut menunjukkan bahwa penggunaan layanan digital semakin luas. Namun, peningkatan jumlah pengguna belum tentu menunjukkan bahwa seluruh masyarakat memperoleh pengalaman pelayanan yang sama. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dikaji lebih lanjut.

Dengan begitu, data tidak hanya menjadi angka, tetapi menjadi bagian dari argumentasi penelitian.


6. Cari Masalah yang Nyata

Setelah menjelaskan fenomena, mulai arahkan pembahasan menuju masalah.

Pertanyakan:

  • Apa yang tidak sesuai dengan harapan?
  • Apa yang menjadi kendala?
  • Apa yang belum berjalan optimal?
  • Siapa yang terdampak?
  • Mengapa masalah tersebut penting?
  • Apa akibat dari masalah tersebut?

Misalnya:

Meskipun layanan administrasi telah tersedia secara digital, sebagian pengguna masih mengalami kendala dalam memahami prosedur dan menggunakan fitur yang tersedia.

Kalimat tersebut mulai menunjukkan masalah yang dapat dikembangkan menjadi penelitian.


7. Cari Penelitian Terdahulu

Setelah menemukan masalah, cari jurnal yang relevan.

Penelitian terdahulu berguna untuk mengetahui:

  • Apa yang sudah diteliti?
  • Bagaimana hasil penelitian sebelumnya?
  • Variabel apa yang digunakan?
  • Objek apa yang diteliti?
  • Metode apa yang digunakan?
  • Apa keterbatasannya?

Jangan hanya memasukkan penelitian terdahulu sebagai formalitas.

Gunakan penelitian tersebut untuk membangun argumentasi bahwa penelitianmu memiliki dasar akademis.


8. Temukan Research Gap

Research gap menjadi bagian yang cukup penting dalam membangun alasan penelitian.

Research gap dapat ditemukan ketika terdapat:

Perbedaan hasil penelitian

Penelitian A menemukan bahwa variabel X berpengaruh terhadap Y, sedangkan penelitian B menemukan hasil berbeda.

Perbedaan objek

Penelitian sebelumnya dilakukan pada perusahaan, sementara kamu ingin melihat fenomena serupa pada organisasi publik.

Perbedaan lokasi

Penelitian sebelumnya dilakukan di kota tertentu, sedangkan penelitianmu dilakukan di wilayah dengan karakteristik berbeda.

Perbedaan metode

Penelitian sebelumnya menggunakan pendekatan kuantitatif, sedangkan penelitianmu ingin memahami fenomena secara lebih mendalam melalui pendekatan kualitatif.

Keterbatasan penelitian

Peneliti terdahulu menyebutkan adanya aspek yang belum dapat dibahas secara mendalam.

Research gap inilah yang dapat membantu menjawab pertanyaan:

“Apa yang membedakan penelitian saya dengan penelitian sebelumnya?”


9. Hubungkan Fenomena dengan Research Gap

Jangan membuat fenomena dan research gap seolah-olah berdiri sendiri.

Keduanya harus saling berhubungan.

Contohnya:

Fenomena menunjukkan bahwa penggunaan layanan digital semakin berkembang, tetapi masih terdapat kendala yang dialami pengguna.

Kemudian:

Penelitian terdahulu telah membahas kualitas layanan digital, tetapi sebagian besar berfokus pada aspek tertentu dan belum membahas kondisi pada objek yang dipilih.

Kemudian tutup dengan:

Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis...

Alur seperti ini membuat alasan penelitian menjadi lebih jelas.


10. Hindari Latar Belakang yang Hanya Berisi Definisi

Ini salah satu kesalahan yang sering terjadi.

Misalnya lima paragraf pertama hanya membahas:

Menurut A, pelayanan adalah...

Menurut B, pelayanan merupakan...

Menurut C, pelayanan adalah...

Definisi memang dapat digunakan, tetapi jangan sampai mendominasi latar belakang.

Latar belakang seharusnya lebih banyak menjelaskan fenomena dan masalah penelitian.

Pembahasan teori yang lebih mendalam biasanya ditempatkan pada Bab 2 sesuai pedoman kampus.


11. Gunakan Paragraf yang Saling Terhubung

Setiap paragraf sebaiknya memiliki hubungan dengan paragraf berikutnya.

Contohnya:

Paragraf 1: membahas perkembangan digitalisasi.

Paragraf 2: menjelaskan penerapan digitalisasi dalam pelayanan.

Paragraf 3: mempersempit pembahasan pada objek tertentu.

Paragraf 4: menjelaskan masalah yang ditemukan.

Paragraf 5: memberikan data pendukung.

Paragraf 6: membahas penelitian terdahulu.

Paragraf 7: menunjukkan gap.

Paragraf 8: menjelaskan alasan penelitian.

Dengan struktur tersebut, pembaca tidak merasa sedang membaca kumpulan informasi yang tidak berkaitan.


12. Buat Kerangka Sebelum Menulis

Jika bingung mulai dari mana, jangan langsung mengetik paragraf panjang.

Buat kerangka terlebih dahulu.

Contoh:

A. Kondisi umum

  • Perkembangan teknologi.
  • Digitalisasi pelayanan.

B. Fenomena

  • Penggunaan layanan digital meningkat.
  • Muncul berbagai kendala.

C. Masalah

  • Pengguna mengalami kesulitan.
  • Kualitas pelayanan belum merata.

D. Data

  • Data pengguna.
  • Data keluhan.
  • Data pendukung lainnya.

E. Penelitian terdahulu

  • Penelitian A.
  • Penelitian B.
  • Penelitian C.

F. Research gap

  • Perbedaan hasil.
  • Perbedaan objek.

G. Fokus penelitian

  • Alasan memilih objek.
  • Tujuan penelitian.

Setelah kerangka selesai, barulah dikembangkan menjadi paragraf.


13. Pastikan Sumber Referensi Kredibel

Referensi merupakan bagian penting dalam penulisan latar belakang.

Gunakan sumber yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Untuk jurnal, perhatikan:

  • Nama penulis.
  • Tahun publikasi.
  • Nama jurnal.
  • Judul penelitian.
  • Relevansi penelitian.
  • Sumber jurnal.

Hindari menjadikan blog yang tidak jelas sumbernya sebagai dasar utama argumentasi akademik.

Untuk data statistik atau kebijakan, gunakan sumber resmi jika tersedia.


14. Jangan Memaksakan Jumlah Halaman

Tidak ada gunanya membuat latar belakang sangat panjang jika isinya berulang.

Yang lebih penting adalah:

  • Alurnya jelas.
  • Masalahnya terlihat.
  • Data relevan.
  • Referensi mendukung.
  • Research gap masuk akal.
  • Fokus penelitian jelas.

Jumlah halaman harus mengikuti pedoman kampus atau arahan dosen pembimbing.

Jangan menambahkan paragraf hanya untuk mengejar jumlah halaman.


15. Tutup Latar Belakang dengan Fokus Penelitian

Bagian akhir latar belakang sebaiknya mengarah kepada penelitian yang akan dilakukan.

Misalnya:

Berdasarkan fenomena, permasalahan, dan penelitian terdahulu yang telah dijelaskan, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai kualitas pelayanan digital pada objek tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis...

Kalimat penutup tersebut membantu menghubungkan latar belakang dengan bagian berikutnya.


Contoh Sederhana Alur Latar Belakang Skripsi

Misalnya topik penelitian:

Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Masyarakat.

Alurnya dapat dibuat seperti ini:

Paragraf 1:
Pelayanan publik merupakan bagian penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Paragraf 2:
Perkembangan teknologi mendorong perubahan dalam cara pelayanan diberikan.

Paragraf 3:
Salah satu bentuk perubahan tersebut adalah penggunaan layanan digital.

Paragraf 4:
Namun, penerapan layanan digital masih menghadapi berbagai kendala.

Paragraf 5:
Data menunjukkan adanya masalah tertentu pada objek penelitian.

Paragraf 6:
Penelitian sebelumnya telah membahas hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan masyarakat.

Paragraf 7:
Namun, terdapat perbedaan hasil atau keterbatasan pada penelitian terdahulu.

Paragraf 8:
Hal tersebut menjadi dasar untuk melakukan penelitian pada objek yang dipilih.

Dari alur tersebut, latar belakang dapat dikembangkan menjadi tulisan yang lebih panjang dan mendalam.


Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Menulis Latar Belakang

1. Copy-paste dari skripsi orang lain

Selain tidak etis, tulisan tersebut belum tentu sesuai dengan penelitianmu.

2. Menggunakan data tanpa sumber

Setiap data penting harus memiliki sumber yang jelas.

3. Terlalu banyak teori

Latar belakang bukan tempat untuk memasukkan seluruh teori.

4. Tidak ada masalah

Pembaca harus dapat mengetahui masalah yang ingin diteliti.

5. Research gap dipaksakan

Jangan membuat gap hanya agar penelitian terlihat berbeda. Pastikan gap memiliki dasar dari penelitian terdahulu.

6. Tidak sesuai dengan judul

Pembahasan harus tetap berada dalam ruang lingkup penelitian.

7. Paragraf terlalu panjang

Pisahkan gagasan agar lebih mudah dibaca.

8. Mengulang informasi

Hindari menyampaikan satu gagasan yang sama berkali-kali dengan kalimat berbeda.


Checklist Latar Belakang Skripsi

Sebelum menganggap latar belakang selesai, gunakan checklist berikut:

  • Topik penelitian sudah jelas.
  • Fenomena sudah dijelaskan.
  • Masalah penelitian sudah terlihat.
  • Data pendukung sudah tersedia.
  • Sumber data dapat dipercaya.
  • Penelitian terdahulu sudah dicari.
  • Penelitian terdahulu relevan dengan topik.
  • Research gap sudah ditemukan.
  • Research gap memiliki dasar yang jelas.
  • Alur pembahasan dari umum ke khusus.
  • Setiap paragraf saling terhubung.
  • Tidak terlalu banyak definisi.
  • Tidak ada data tanpa sumber.
  • Fokus penelitian sudah jelas.
  • Bagian akhir mengarah pada penelitian yang dilakukan.
  • Sudah disesuaikan dengan pedoman kampus.

Kesimpulan

Memahami cara menulis latar belakang skripsi akan membantu mahasiswa menyusun Bab 1 dengan lebih terarah. Latar belakang bukan sekadar bagian untuk membuat tulisan menjadi panjang, tetapi menjadi tempat untuk menjelaskan alasan mengapa penelitian perlu dilakukan.

Mulailah dengan memahami judul dan topik penelitian. Setelah itu, cari fenomena yang relevan, kumpulkan data pendukung, identifikasi masalah, dan cari penelitian terdahulu.

Selanjutnya, bandingkan penelitian terdahulu untuk menemukan research gap. Setelah alasan penelitian semakin jelas, susun pembahasan dari kondisi umum menuju masalah yang lebih spesifik.

Pastikan setiap paragraf saling berhubungan. Hindari terlalu banyak definisi, data tanpa sumber, atau pembahasan yang tidak berkaitan dengan penelitian.

Hal terpenting adalah memastikan bahwa latar belakang mampu menjawab pertanyaan:

Apa yang sedang terjadi?

Apa masalahnya?

Apa bukti masalah tersebut?

Apa yang sudah diteliti sebelumnya?

Apa yang masih belum terjawab?

Mengapa penelitian ini perlu dilakukan?

Jika pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan jelas, latar belakangmu sudah memiliki dasar yang cukup kuat untuk dikembangkan ke bagian selanjutnya.


Butuh Bantuan Menyusun Latar Belakang Skripsi?

Masih bingung menentukan alur latar belakang, mencari data, menyusun penelitian terdahulu, atau menemukan research gap?

Molulus.id siap membantu kebutuhan skripsimu agar proses penyusunan penelitian menjadi lebih terarah.

Kamu bisa melakukan order melalui website Molulus.id atau menghubungi WhatsApp:

085179917579

Mulai dari menentukan topik, mengembangkan ide penelitian, mencari referensi, hingga membantu mempersiapkan kebutuhan skripsi.

Sudah punya judul tetapi masih bingung mulai Bab 1? Yuk, mulai susun latar belakang skripsimu bersama Molulus.id.