Cara menyusun Bab 2 skripsi menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari oleh mahasiswa tingkat akhir. Setelah Bab 1 selesai disetujui oleh dosen pembimbing, tahap berikutnya adalah menyusun Bab 2 yang berisi kajian pustaka atau landasan teori. Bab ini menjadi dasar ilmiah yang akan mendukung seluruh penelitian, sehingga penyusunannya harus dilakukan secara sistematis dan berdasarkan referensi yang kredibel.
Sayangnya, masih banyak mahasiswa yang menganggap Bab 2 hanya sebagai kumpulan teori dari buku atau jurnal. Padahal, Bab 2 bukan sekadar menyalin teori, melainkan menyusun, menganalisis, dan menghubungkan berbagai konsep agar mampu menjawab rumusan masalah yang telah dibuat pada Bab 1.
Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari cara menyusun Bab 2 skripsi secara lengkap, mulai dari mencari referensi hingga menyusun kerangka berpikir agar penelitian lebih berkualitas dan mudah disetujui dosen pembimbing.
Bab 2 skripsi adalah bagian yang membahas teori, konsep, penelitian terdahulu, serta kerangka berpikir yang menjadi dasar penelitian. Pada penelitian kuantitatif, Bab 2 juga biasanya memuat hipotesis yang akan diuji pada tahap analisis data.
Fungsi utama Bab 2 adalah memberikan landasan ilmiah yang kuat sehingga penelitian tidak hanya berdasarkan asumsi, tetapi juga didukung oleh teori dan hasil penelitian sebelumnya.
Bab 2 memiliki peran penting dalam menentukan kualitas penelitian karena:
Jika Bab 2 disusun dengan baik, proses penyusunan bab berikutnya akan menjadi lebih mudah.
Secara umum, Bab 2 terdiri dari beberapa bagian berikut.
Landasan teori merupakan bagian utama dalam Bab 2.
Pada bagian ini dijelaskan teori-teori yang berkaitan dengan variabel penelitian.
Sebagai contoh, jika penelitian membahas kualitas pelayanan publik, teori yang dapat digunakan meliputi:
Gunakan teori dari ahli yang memiliki kredibilitas tinggi dan relevan dengan topik penelitian.
Bagian ini berisi ringkasan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
Penelitian terdahulu membantu Anda:
Idealnya gunakan jurnal nasional maupun internasional yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir.
Research gap adalah celah penelitian yang menunjukkan alasan mengapa penelitian Anda perlu dilakukan.
Research gap dapat berupa:
Bagian ini menjadi salah satu poin yang sering diperhatikan oleh dosen pembimbing.
Kerangka berpikir menjelaskan hubungan antara teori dengan penelitian yang dilakukan.
Kerangka berpikir biasanya dibuat dalam bentuk uraian dan diagram agar lebih mudah dipahami.
Alur yang baik akan menunjukkan bagaimana teori mendukung rumusan masalah dan tujuan penelitian.
Hipotesis merupakan dugaan sementara terhadap hubungan antarvariabel.
Contoh:
Pada penelitian kualitatif, hipotesis umumnya tidak digunakan.
Agar lebih mudah, ikuti langkah-langkah berikut.
Sebelum mencari teori, pahami terlebih dahulu seluruh variabel yang digunakan.
Misalnya:
Pemahaman terhadap variabel akan membantu menentukan teori yang tepat.
Referensi merupakan fondasi utama Bab 2.
Gunakan sumber seperti:
Hindari menggunakan sumber yang tidak memiliki kredibilitas akademik.
Tidak semua teori harus dimasukkan.
Pilih teori yang benar-benar mendukung variabel penelitian dan rumusan masalah.
Teori yang terlalu banyak justru membuat pembahasan menjadi tidak fokus.
Tuliskan teori menggunakan bahasa sendiri.
Gunakan teknik parafrase tanpa mengubah makna aslinya.
Pastikan setiap teori memiliki sitasi yang benar sesuai pedoman penulisan.
Jangan hanya merangkum penelitian sebelumnya.
Bandingkan:
Analisis ini akan membantu menemukan research gap.
Kerangka berpikir harus menjelaskan hubungan antarvariabel secara logis.
Jika memungkinkan, gunakan diagram untuk mempermudah pemahaman.
Untuk penelitian kuantitatif, buat hipotesis berdasarkan teori dan kerangka berpikir.
Hipotesis harus logis dan dapat diuji melalui penelitian.
Berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda.
Sebagian besar referensi sebaiknya berasal dari lima tahun terakhir.
Hal ini menunjukkan bahwa penelitian mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan.
Jika memungkinkan, gunakan teori dari buku atau jurnal asli yang ditulis oleh pencetus teori.
Gunakan teknik parafrase dan cantumkan sitasi dengan benar.
Lakukan pengecekan plagiarisme sebelum mengajukan Bab 2.
Jangan menjelaskan teori secara terpisah.
Bangun hubungan antar teori sehingga pembahasan lebih sistematis.
Perhatikan format penulisan, gaya sitasi, dan struktur Bab 2 sesuai pedoman resmi universitas.
Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa.
Referensi yang terlalu lama dapat membuat penelitian kurang relevan.
Bab 2 bukan kumpulan kutipan.
Berikan penjelasan menggunakan bahasa sendiri.
Tanpa research gap, penelitian akan terlihat kurang memiliki kebaruan.
Bandingkan hasil penelitian agar terlihat hubungan dengan penelitian yang sedang dilakukan.
Kerangka berpikir harus menunjukkan hubungan antarvariabel secara logis.
Sebelum menyerahkan Bab 2 kepada dosen pembimbing, pastikan seluruh poin berikut sudah terpenuhi.
Checklist ini akan membantu mengurangi revisi selama proses bimbingan.
Artificial Intelligence (AI) kini menjadi alat bantu yang banyak dimanfaatkan mahasiswa untuk mempercepat penyusunan Bab 2. AI dapat membantu menyusun kerangka kajian pustaka, merangkum teori, menemukan penelitian terdahulu, hingga memberikan rekomendasi hubungan antarvariabel.
Namun, AI tidak dapat menggantikan proses akademik sepenuhnya. Seluruh hasil yang dihasilkan AI harus diverifikasi menggunakan jurnal ilmiah, disesuaikan dengan pedoman kampus, dan diperiksa kembali agar tetap memenuhi standar akademik.
Memahami cara menyusun Bab 2 skripsi merupakan langkah penting agar penelitian memiliki landasan teori yang kuat dan sistematis. Dengan memilih teori yang relevan, menggunakan referensi berkualitas, menganalisis penelitian terdahulu, menemukan research gap, serta menyusun kerangka berpikir yang logis, Anda dapat menghasilkan Bab 2 yang lebih berkualitas dan minim revisi.
Selain itu, penggunaan AI sebagai alat bantu, disertai konsultasi rutin dengan dosen pembimbing, akan membantu mempercepat proses penyusunan skripsi tanpa mengurangi kualitas karya ilmiah.
Bab 2 umumnya berisi landasan teori, penelitian terdahulu, research gap, kerangka berpikir, dan hipotesis untuk penelitian kuantitatif.
Jumlahnya mengikuti pedoman kampus, tetapi umumnya menggunakan 20–40 referensi berkualitas dengan sebagian besar berasal dari lima tahun terakhir.
Tidak. Teori dasar dapat berasal dari buku ilmiah, sedangkan jurnal digunakan untuk mendukung penelitian terbaru dan penelitian terdahulu.
Boleh. AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk menyusun kerangka atau merangkum teori, tetapi hasil akhirnya tetap harus diverifikasi menggunakan sumber ilmiah yang kredibel.
🌐 Order sekarang melalui website: https://molulus.id
📱 Konsultasi langsung melalui WhatsApp: 085179917579
Bersama Molulus.id, proses memahami cara menyusun Bab 2 skripsi menjadi lebih mudah, cepat, dan minim revisi sehingga Anda dapat fokus menyelesaikan skripsi dan lulus tepat waktu.
Selanjutnya kami akan membahas >> Persiapan Menyusun Bab 3 Skripsi