Penelitian terdahulu merupakan salah satu bagian penting dalam penyusunan skripsi. Pada umumnya, penelitian terdahulu ditempatkan pada Bab 2 atau landasan teori untuk menunjukkan bahwa penelitian yang sedang dilakukan memiliki keterkaitan dengan penelitian sebelumnya.
Bagi mahasiswa, membuat tabel penelitian terdahulu skripsi sering kali menjadi tantangan tersendiri. Bukan hanya karena harus mencari jurnal yang relevan, tetapi juga harus memahami isi penelitian, menentukan informasi penting, membandingkan penelitian, hingga menemukan perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan.
Salah satu cara agar informasi tersebut lebih mudah dipahami adalah menggunakan tabel penelitian terdahulu. Dengan tabel, mahasiswa dapat menyajikan penelitian sebelumnya secara ringkas, sistematis, dan mudah dibandingkan.
Artikel ini membahas contoh tabel penelitian terdahulu skripsi, format yang bisa digunakan, cara membuatnya, serta kesalahan yang perlu dihindari.
Penelitian terdahulu adalah kumpulan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya dan memiliki hubungan dengan topik penelitian yang sedang dikerjakan.
Penelitian terdahulu biasanya berasal dari:
Tujuan utama mencantumkan penelitian terdahulu bukan sekadar memenuhi struktur skripsi. Mahasiswa perlu menunjukkan bagaimana penelitian yang dilakukan memiliki hubungan dengan penelitian sebelumnya.
Dari penelitian terdahulu, mahasiswa dapat mengetahui teori yang pernah digunakan, metode penelitian yang diterapkan, objek penelitian, variabel yang diteliti, serta hasil penelitian sebelumnya.
Hal tersebut kemudian dapat membantu mahasiswa menentukan research gap atau celah penelitian.
Tabel penelitian terdahulu membantu membuat pembahasan menjadi lebih terstruktur. Daripada menjelaskan banyak jurnal dalam paragraf panjang, informasi penting dari setiap penelitian dapat dirangkum dalam satu tabel.
Beberapa manfaat tabel penelitian terdahulu antara lain:
Dengan tabel, mahasiswa dapat membandingkan penelitian berdasarkan variabel, metode, objek, maupun hasil penelitian.
Research gap dapat ditemukan dengan melihat bagian yang belum diteliti, perbedaan objek, metode, variabel, periode penelitian, atau hasil penelitian.
Tabel membantu pembaca memahami penelitian sebelumnya secara cepat dan terstruktur.
Penelitian terdahulu dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan hubungan antarvariabel dan menyusun kerangka berpikir penelitian.
Ketika mahasiswa mampu menunjukkan hubungan penelitian yang sedang dilakukan dengan penelitian sebelumnya, alasan mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan menjadi lebih kuat.
Tidak semua kampus menggunakan format tabel yang sama. Oleh karena itu, mahasiswa sebaiknya menyesuaikan tabel dengan pedoman penulisan skripsi dari kampus dan arahan dosen pembimbing.
Namun, format yang umum digunakan dapat mencakup:
| No. | Peneliti & Tahun | Judul Penelitian | Metode | Variabel/Objek | Hasil Penelitian | Persamaan & Perbedaan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Peneliti A (2023) | Pengaruh Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian | Kuantitatif | Media Sosial, Keputusan Pembelian | Media sosial berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian | Sama-sama membahas media sosial; objek penelitian berbeda |
| 2 | Peneliti B (2024) | Strategi Digital Marketing dalam Meningkatkan Penjualan | Kualitatif | Digital Marketing, Penjualan | Strategi digital marketing membantu meningkatkan penjualan | Fokus dan metode berbeda |
| 3 | Peneliti C (2024) | Pengaruh Content Marketing terhadap Minat Beli | Kuantitatif | Content Marketing, Minat Beli | Content marketing berpengaruh terhadap minat beli | Variabel memiliki keterkaitan; objek berbeda |
Format tersebut hanyalah contoh. Jika pedoman kampus hanya meminta lima kolom, mahasiswa tidak perlu membuat tabel dengan tujuh kolom.
Sebagai contoh, misalnya seorang mahasiswa memiliki topik penelitian:
“Pengaruh Social Media Marketing terhadap Keputusan Pembelian Produk Fashion pada Generasi Z.”
Mahasiswa dapat mencari beberapa penelitian yang berkaitan dengan social media marketing, keputusan pembelian, perilaku konsumen, maupun generasi Z.
Contoh tabelnya:
| No. | Peneliti | Judul | Metode | Hasil | Relevansi dengan Penelitian |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Andi (2022) | Pengaruh Social Media Marketing terhadap Keputusan Pembelian | Kuantitatif | Social media marketing berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian | Memiliki variabel yang sama |
| 2 | Sari (2023) | Pengaruh Instagram Marketing terhadap Minat Beli Konsumen | Kuantitatif | Instagram marketing berpengaruh terhadap minat beli | Platform dan variabel memiliki keterkaitan |
| 3 | Putra (2023) | Digital Marketing dan Perilaku Konsumen Generasi Z | Kuantitatif | Digital marketing memiliki hubungan dengan perilaku konsumen Generasi Z | Memiliki kesamaan pada karakteristik responden |
| 4 | Rahma (2024) | Content Marketing terhadap Keputusan Pembelian Produk Fashion | Kuantitatif | Content marketing berpengaruh terhadap keputusan pembelian | Memiliki kesamaan objek produk |
| 5 | Budi (2024) | Strategi Media Sosial dalam Meningkatkan Penjualan Fashion | Kualitatif | Media sosial menjadi salah satu strategi pemasaran yang efektif | Menjadi referensi terkait penggunaan media sosial |
Catatan: Nama peneliti, judul, tahun, dan hasil pada contoh di atas hanya ilustrasi format. Untuk skripsi sebenarnya, gunakan sumber penelitian yang benar-benar ditemukan dan dibaca.
Membuat tabel penelitian terdahulu sebenarnya dapat dilakukan secara sistematis. Berikut langkah yang dapat digunakan.
Sebelum mencari penelitian terdahulu, tentukan terlebih dahulu topik penelitian.
Misalnya:
Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan.
Dari topik tersebut, mahasiswa dapat menentukan kata kunci pencarian seperti:
Semakin jelas kata kunci yang digunakan, semakin mudah menemukan penelitian yang relevan.
Carilah jurnal yang memiliki hubungan dengan topik penelitian. Jangan hanya memilih jurnal karena judulnya terlihat mirip.
Baca bagian abstrak, metode, variabel, objek, dan hasil penelitian untuk memastikan relevansinya.
Setiap menemukan jurnal yang relevan, catat informasi penting seperti:
Dengan mencatat informasi tersebut sejak awal, mahasiswa tidak perlu membuka kembali banyak jurnal ketika mulai menyusun Bab 2.
Penelitian yang telah dikumpulkan dapat dikelompokkan berdasarkan variabel, metode, objek, atau tema.
Misalnya, penelitian mengenai kualitas pelayanan dapat dikelompokkan menjadi penelitian yang membahas:
Cara ini akan mempermudah proses perbandingan.
Setelah informasi dikumpulkan, masukkan data ke dalam tabel sesuai format yang digunakan kampus.
Pastikan setiap informasi sesuai dengan sumber aslinya. Jangan mengubah hasil penelitian hanya agar terlihat sesuai dengan penelitian sendiri.
Tahap ini sangat penting.
Jangan berhenti setelah membuat tabel. Mahasiswa perlu menjelaskan apa persamaan dan perbedaan antara penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan.
Perbedaannya dapat berupa:
Setelah tabel, mahasiswa biasanya perlu memberikan pembahasan. Jangan hanya menampilkan tabel tanpa menjelaskan hubungan penelitian terdahulu dengan penelitian yang sedang dilakukan.
Contoh narasi:
“Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu yang telah dipaparkan, dapat diketahui bahwa social media marketing memiliki keterkaitan dengan perilaku konsumen dan keputusan pembelian. Beberapa penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji pengaruh social media marketing terhadap keputusan pembelian, sedangkan penelitian lainnya berfokus pada content marketing dan karakteristik konsumen Generasi Z.
Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini terletak pada pembahasan mengenai aktivitas pemasaran melalui media sosial dan perilaku konsumen. Sementara itu, perbedaannya terletak pada objek penelitian, karakteristik responden, serta konteks produk yang diteliti. Perbedaan tersebut menjadi dasar bagi peneliti untuk melakukan penelitian lebih lanjut.”
Narasi sebenarnya harus disesuaikan dengan penelitian dan sumber yang benar-benar digunakan.
Salah satu alasan tabel penelitian terdahulu dibuat adalah untuk membantu menemukan research gap.
Research gap adalah celah atau aspek yang masih dapat dikembangkan dari penelitian sebelumnya.
Misalnya, dari sepuluh penelitian yang ditemukan, mayoritas menggunakan responden mahasiswa. Sementara itu, penelitian yang akan dilakukan menggunakan konsumen umum.
Perbedaan tersebut dapat menjadi salah satu dasar research gap.
Research gap juga dapat muncul karena:
Perbedaan hasil penelitian
Penelitian A menemukan adanya pengaruh, sedangkan penelitian B tidak menemukan pengaruh.
Perbedaan objek
Penelitian sebelumnya menggunakan industri makanan, sedangkan penelitian baru menggunakan industri fashion.
Perbedaan lokasi
Penelitian sebelumnya dilakukan di Jakarta, sedangkan penelitian baru dilakukan di Bandung.
Perbedaan periode
Penelitian sebelumnya menggunakan data beberapa tahun lalu, sementara penelitian baru menggunakan kondisi terbaru.
Perbedaan variabel
Penelitian sebelumnya hanya menggunakan dua variabel, sementara penelitian baru menambahkan variabel lain yang relevan.
Dengan demikian, tabel penelitian terdahulu bukan sekadar formalitas dalam skripsi. Tabel tersebut dapat menjadi alat untuk memahami posisi penelitian yang sedang dilakukan.
Jumlah penelitian terdahulu dapat berbeda-beda sesuai ketentuan kampus dan arahan dosen pembimbing.
Tidak ada angka universal yang berlaku untuk semua skripsi.
Namun, mahasiswa sebaiknya mengutamakan relevansi dan kualitas sumber daripada sekadar mengejar jumlah.
Lima penelitian yang sangat relevan dan benar-benar dipahami dapat lebih bermanfaat dibandingkan dua puluh penelitian yang hanya dicantumkan tanpa dianalisis.
Selain jumlah, perhatikan juga tahun publikasi. Jika memungkinkan, gunakan penelitian yang relatif terbaru, terutama ketika topik penelitian berkaitan dengan perkembangan teknologi, media sosial, bisnis, atau fenomena yang cepat berubah.
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:
Mahasiswa terkadang mengambil abstrak kemudian memasukkannya langsung ke tabel. Cara tersebut membuat tabel terlalu panjang dan belum tentu menunjukkan informasi yang paling penting.
Setidaknya pahami bagian penting seperti tujuan, metode, variabel, dan hasil penelitian.
Jurnal dengan judul yang terlihat mirip belum tentu relevan dengan penelitian.
Tabel yang baik seharusnya membantu mahasiswa menunjukkan posisi penelitian yang dilakukan.
Kesalahan nama penulis, tahun, judul, metode, maupun hasil penelitian dapat mengurangi kredibilitas skripsi.
Setiap perguruan tinggi dapat memiliki aturan penulisan berbeda. Selalu periksa pedoman skripsi yang berlaku.
Agar tabel lebih mudah dipahami, gunakan beberapa tips berikut:
Teknologi AI dapat membantu mahasiswa dalam proses menyusun skripsi, termasuk ketika melakukan brainstorming kata kunci, merangkum informasi dari sumber yang sudah dibaca, membuat format tabel, serta membantu membandingkan beberapa penelitian.
Namun, AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti proses membaca dan memverifikasi sumber.
Mahasiswa tetap perlu memastikan bahwa jurnal yang digunakan benar-benar tersedia, informasi yang ditulis sesuai sumber asli, dan setiap kutipan maupun referensi dapat dipertanggungjawabkan.
Salah satu cara membuat AI memberikan hasil yang lebih sesuai adalah menggunakan prompt yang jelas.
Contohnya:
“Saya sedang menyusun penelitian terdahulu untuk skripsi dengan topik [TOPIK PENELITIAN]. Bantu saya membuat format tabel penelitian terdahulu yang terdiri dari nama peneliti, tahun, judul, metode, variabel, objek, hasil penelitian, serta persamaan dan perbedaan. Jangan membuat atau mengarang sumber. Gunakan hanya informasi yang saya berikan.”
Dengan prompt seperti ini, AI dapat diarahkan untuk membantu proses pengorganisasian informasi tanpa menggantikan proses verifikasi sumber.
Membuat tabel penelitian terdahulu skripsi hanyalah salah satu bagian dari proses panjang penyusunan skripsi. Mahasiswa masih perlu menentukan topik, mencari referensi, menyusun latar belakang, menentukan rumusan masalah, membuat landasan teori, menyusun metodologi penelitian, hingga mempersiapkan sidang.
Jika kamu ingin menggunakan AI secara lebih terarah dalam proses penyusunan skripsi, Molulus.id dapat menjadi salah satu referensi untuk membantu kamu mempelajari penggunaan prompt AI untuk kebutuhan akademik.
Kamu bisa mendapatkan panduan dan template prompt yang dapat membantu proses pengerjaan skripsi secara lebih terstruktur.
👉 Order melalui website: molulus.id
👉 Order melalui WhatsApp: 085179917579
Gunakan AI dengan bijak: jadikan AI sebagai alat bantu untuk mempercepat proses berpikir dan mengorganisasi pekerjaan, sementara keputusan akademik, verifikasi sumber, dan hasil akhir tetap menjadi tanggung jawab mahasiswa.
Contoh tabel penelitian terdahulu skripsi dapat membantu mahasiswa menyajikan penelitian sebelumnya secara lebih sistematis. Tabel tersebut umumnya memuat informasi seperti peneliti dan tahun, judul penelitian, metode, variabel atau objek, hasil penelitian, serta persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang sedang dilakukan.
Hal terpenting bukan hanya membuat tabel yang terlihat lengkap, tetapi memahami isi penelitian terdahulu dan menggunakannya untuk menemukan persamaan, perbedaan, serta research gap.
Dengan proses pencarian sumber yang tepat, pencatatan informasi yang rapi, dan analisis yang kritis, bagian penelitian terdahulu dapat menjadi dasar yang kuat untuk mendukung penelitian skripsi.
Jika kamu sedang menyusun skripsi dan ingin belajar menggunakan AI secara lebih efektif untuk membantu proses akademik, kunjungi molulus.id atau hubungi WhatsApp 085179917579 untuk mendapatkan panduan yang sesuai kebutuhanmu.