Salin URL

Jurnal SINTA vs Non SINTA: Apa Bedanya?

Saat menyusun skripsi, mahasiswa sering diminta dosen untuk menggunakan referensi dari jurnal SINTA. Namun, tidak sedikit yang masih bertanya, "Jurnal SINTA vs Non SINTA: apa bedanya?" Apakah semua jurnal yang tidak terindeks SINTA berkualitas rendah? Apakah jurnal non SINTA tidak boleh digunakan sebagai referensi?

Memahami perbedaan jurnal SINTA dan non SINTA sangat penting karena kualitas referensi akan memengaruhi kualitas penelitian yang Anda lakukan. Penggunaan jurnal yang kredibel juga dapat memperkuat landasan teori, pembahasan, hingga meningkatkan kepercayaan terhadap hasil penelitian.

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari secara lengkap mengenai pengertian jurnal SINTA, jurnal non SINTA, perbedaan keduanya, kelebihan, kekurangan, serta tips memilih referensi yang tepat untuk skripsi.


Apa Itu Jurnal SINTA?

SINTA merupakan singkatan dari Science and Technology Index, yaitu sistem pengindeks jurnal ilmiah yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

SINTA berfungsi untuk menilai kualitas jurnal ilmiah Indonesia berdasarkan berbagai indikator, seperti:

  • Kualitas pengelolaan jurnal.
  • Proses peer review.
  • Konsistensi penerbitan.
  • Sitasi artikel.
  • Kinerja penulis dan institusi.

Jurnal yang telah lolos evaluasi akan memperoleh peringkat mulai dari SINTA 1 (S1) hingga SINTA 6 (S6).

Semakin tinggi peringkatnya, umumnya semakin tinggi pula kualitas pengelolaan jurnal tersebut.


Apa Itu Jurnal Non SINTA?

Jurnal non SINTA adalah jurnal ilmiah yang belum atau tidak terindeks dalam sistem SINTA.

Hal ini tidak selalu berarti jurnal tersebut buruk. Ada beberapa kemungkinan mengapa sebuah jurnal belum masuk SINTA, misalnya:

  • Masih merupakan jurnal baru.
  • Belum mengajukan akreditasi.
  • Sedang dalam proses evaluasi.
  • Diterbitkan oleh institusi luar negeri.
  • Memilih indeks lain seperti Scopus, Web of Science, DOAJ, atau Crossref.

Karena itu, status non SINTA tidak otomatis menunjukkan bahwa jurnal tersebut tidak layak dijadikan referensi.


Perbedaan Jurnal SINTA dan Non SINTA

AspekJurnal SINTAJurnal Non SINTA
IndeksTerdaftar di SINTABelum terdaftar di SINTA
AkreditasiSudah melalui proses penilaianBelum tentu terakreditasi
KualitasUmumnya lebih terstandarSangat bervariasi
PengelolaanMengikuti standar nasionalBergantung pada penerbit
Penggunaan SkripsiLebih sering direkomendasikan dosenTergantung kebijakan kampus

Apakah Jurnal Non SINTA Tidak Berkualitas?

Jawabannya adalah tidak selalu.

Banyak jurnal non SINTA yang memiliki kualitas baik, terutama jika:

  • Diterbitkan oleh universitas ternama.
  • Menggunakan proses peer review.
  • Memiliki DOI.
  • Terindeks di DOAJ, Scopus, atau Web of Science.
  • Terbit secara berkala.

Sebaliknya, mahasiswa juga perlu berhati-hati terhadap jurnal predator yang tidak memiliki proses editorial yang jelas.


Kapan Sebaiknya Menggunakan Jurnal SINTA?

Jurnal SINTA sangat disarankan ketika:

  • Menyusun skripsi.
  • Menulis tesis atau disertasi.
  • Menyusun proposal penelitian.
  • Menulis artikel ilmiah.
  • Memenuhi syarat referensi dari dosen atau kampus.

Penggunaan jurnal SINTA membantu meningkatkan kredibilitas karya ilmiah karena sumber yang digunakan telah melalui proses evaluasi.


Kapan Jurnal Non SINTA Masih Bisa Digunakan?

Dalam beberapa kondisi, jurnal non SINTA tetap dapat dijadikan referensi, misalnya:

  • Membahas topik yang sangat spesifik.
  • Belum tersedia referensi SINTA yang relevan.
  • Berasal dari jurnal internasional bereputasi.
  • Direkomendasikan oleh dosen pembimbing.
  • Memiliki kualitas editorial yang baik.

Yang terpenting adalah memastikan jurnal tersebut berasal dari sumber yang tepercaya.


Cara Mengecek Apakah Jurnal Terindeks SINTA

Untuk mengetahui apakah sebuah jurnal sudah terindeks SINTA, Anda dapat melakukan langkah berikut:

  1. Kunjungi portal resmi SINTA.
  2. Masukkan nama jurnal atau ISSN pada kolom pencarian.
  3. Periksa status akreditasi dan peringkat jurnal.
  4. Pastikan jurnal masih aktif dan memiliki edisi terbaru.

Langkah ini membantu Anda memastikan bahwa referensi yang digunakan sesuai dengan standar akademik.


Tips Memilih Jurnal untuk Skripsi

Agar referensi yang digunakan berkualitas, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Gunakan jurnal yang relevan dengan topik penelitian.
  • Prioritaskan artikel yang terbit dalam 5–10 tahun terakhir.
  • Pilih jurnal yang telah melalui proses peer review.
  • Kombinasikan jurnal nasional dan internasional jika diperlukan.
  • Hindari jurnal predator atau situs yang tidak jelas kredibilitasnya.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Mahasiswa

Beberapa kesalahan umum saat mencari referensi antara lain:

  • Menggunakan jurnal tanpa mengecek kualitasnya.
  • Mengutip artikel yang sudah sangat lama.
  • Menggunakan referensi yang tidak sesuai dengan topik penelitian.
  • Mengambil artikel dari situs yang tidak kredibel.
  • Tidak memeriksa status indeks jurnal.

Menghindari kesalahan tersebut akan meningkatkan kualitas tinjauan pustaka dan pembahasan skripsi.


Kesimpulan

Memahami Jurnal SINTA vs Non SINTA: Apa Bedanya? sangat penting bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi atau karya ilmiah. Jurnal SINTA merupakan jurnal yang telah melalui proses akreditasi nasional sehingga umumnya lebih direkomendasikan sebagai referensi. Namun, jurnal non SINTA tidak selalu berkualitas rendah. Selama berasal dari penerbit tepercaya, memiliki proses peer review, dan relevan dengan topik penelitian, jurnal non SINTA juga dapat menjadi sumber referensi yang baik. Kunci utamanya adalah memilih referensi yang kredibel, terbaru, dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.

Masih bingung mencari jurnal SINTA yang sesuai dengan topik skripsi Anda? Molulus.id siap membantu mulai dari pencarian referensi, penyusunan tinjauan pustaka, analisis jurnal, hingga pendampingan penyusunan skripsi menggunakan bantuan AI.

🌐 Website: https://molulus.id

📱 WhatsApp: 085179917579

Bersama Molulus.id, proses menyusun skripsi menjadi lebih cepat, mudah, dan didukung referensi ilmiah yang berkualitas.

Selanjutnya kami akan membahas >> Apa Itu Jurnal SINTA?