Salin URL

Latar Belakang Skripsi: Mulai dari Mana?

Latar belakang skripsi mulai dari mana? Pertanyaan ini sering muncul ketika mahasiswa mulai mengerjakan Bab 1. Setelah mendapatkan judul penelitian, banyak mahasiswa justru bingung menentukan kalimat pertama. Ada yang langsung mencari teori, ada yang mengumpulkan jurnal sebanyak-banyaknya, bahkan ada yang mencoba menulis tanpa mengetahui alur pembahasannya.

Padahal, membuat latar belakang skripsi tidak harus dimulai dengan menulis paragraf secara langsung. Langkah pertama yang lebih efektif adalah memahami masalah penelitian, menentukan informasi yang dibutuhkan, kemudian membuat kerangka pembahasan dari umum ke khusus.

Latar belakang merupakan bagian penting karena menjelaskan alasan mengapa sebuah penelitian perlu dilakukan. Oleh sebab itu, pembahasannya harus mampu menunjukkan fenomena, data pendukung, kondisi aktual, masalah, penelitian terdahulu, research gap, hingga urgensi penelitian.

Jika kamu sedang mencari jawaban atas pertanyaan “latar belakang skripsi mulai dari mana?”, artikel ini akan membahas langkah-langkahnya secara praktis.

Apa Itu Latar Belakang Skripsi?

Latar belakang skripsi adalah bagian yang menjelaskan dasar atau alasan dilakukannya sebuah penelitian. Di dalamnya, mahasiswa perlu menjelaskan kondisi yang menjadi perhatian, masalah yang ditemukan, serta alasan akademis mengapa masalah tersebut penting untuk diteliti.

Sederhananya, latar belakang harus mampu menjawab pertanyaan:

“Mengapa penelitian ini perlu dilakukan?”

Jawabannya tentu tidak cukup hanya dengan satu kalimat.

Mahasiswa perlu membangun argumentasi secara bertahap. Pembaca harus memahami kondisi umum terlebih dahulu, kemudian mengetahui fenomena yang terjadi, melihat permasalahan, memahami dampaknya, mengetahui penelitian terdahulu, menemukan celah penelitian, dan akhirnya memahami alasan penelitian tersebut dilakukan.

Karena itu, latar belakang yang baik bukan sekadar tulisan panjang. Latar belakang harus mempunyai alur berpikir yang jelas dan logis.

Latar Belakang Skripsi Mulai dari Mana?

Jika masih bingung, gunakan langkah sederhana berikut:

Judul → Topik → Fenomena → Data → Masalah → Penelitian Terdahulu → Research Gap → Objek → Urgensi → Judul Penelitian

Alur tersebut dapat menjadi peta sebelum mulai menulis.

Jangan langsung berpikir:

“Saya harus menulis lima halaman.”

Lebih baik berpikir:

“Apa fenomena yang ingin saya bahas? Masalah apa yang terjadi? Data apa yang membuktikannya? Apa yang belum dijelaskan oleh penelitian sebelumnya?”

Dengan cara tersebut, proses menulis menjadi lebih terarah.

1. Mulai dengan Memahami Judul Skripsi

Langkah pertama adalah memahami judul penelitian yang sudah dipilih.

Misalnya judul:

“Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan pada Cafe X.”

Dari judul tersebut, kamu dapat mengidentifikasi:

  • Variabel X: kualitas pelayanan.
  • Variabel Y: kepuasan pelanggan.
  • Objek: Cafe X.
  • Subjek: pelanggan.
  • Fokus penelitian: pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan.

Informasi tersebut menjadi dasar untuk menentukan isi latar belakang.

Jika belum memahami judul, kamu akan kesulitan menentukan data dan referensi yang harus dicari.

2. Tentukan Topik Utama

Setelah memahami judul, tentukan topik utama penelitian.

Contohnya:

Judul: Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan pada Cafe X.

Topik: kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan.

Kemudian buat beberapa pertanyaan:

  • Apa yang dimaksud dengan kualitas pelayanan?
  • Mengapa kualitas pelayanan penting?
  • Bagaimana kondisi pelayanan saat ini?
  • Apa masalah yang berkaitan dengan pelayanan?
  • Bagaimana kondisi kepuasan pelanggan?
  • Apakah terdapat keluhan pelanggan?
  • Apa hasil penelitian terdahulu?
  • Apakah terdapat research gap?

Pertanyaan tersebut dapat menjadi bahan untuk mengembangkan latar belakang.

3. Cari Fenomena yang Berkaitan dengan Topik

Setelah menentukan topik, langkah berikutnya adalah mencari fenomena.

Fenomena adalah kondisi atau kejadian yang berkaitan dengan masalah penelitian.

Misalnya penelitian mengenai penggunaan AI oleh mahasiswa.

Fenomena yang dapat dibahas antara lain:

  • perkembangan teknologi AI;
  • semakin mudahnya mahasiswa mengakses AI;
  • penggunaan AI untuk aktivitas akademik;
  • perubahan cara mahasiswa mencari informasi;
  • peluang dan tantangan penggunaan AI dalam pendidikan.

Fenomena ini menjadi pembuka sebelum pembahasan diarahkan kepada masalah yang lebih spesifik.

4. Cari Data Pendukung

Setelah mengetahui fenomena, cari data yang dapat memperkuat pembahasan.

Data dapat berasal dari:

  • Badan Pusat Statistik;
  • kementerian atau lembaga resmi;
  • laporan organisasi;
  • laporan perusahaan;
  • jurnal ilmiah;
  • hasil survei;
  • penelitian terdahulu;
  • atau data dari objek penelitian.

Misalnya kamu meneliti penggunaan media sosial terhadap keputusan pembelian.

Data yang dapat dicari:

  • jumlah pengguna internet;
  • jumlah pengguna media sosial;
  • perkembangan transaksi digital;
  • perilaku konsumen;
  • data penjualan;
  • atau hasil survei yang berkaitan dengan pembelian melalui media sosial.

Jangan memasukkan data hanya karena angkanya terlihat menarik. Pastikan data tersebut berhubungan dengan masalah penelitian.

5. Gunakan Pola Umum ke Khusus

Salah satu prinsip penting dalam membuat latar belakang adalah menggunakan pola umum ke khusus.

Contohnya:

Perkembangan teknologi

↓

Perkembangan penggunaan media sosial

↓

Penggunaan media sosial dalam pemasaran

↓

Perilaku konsumen di media sosial

↓

Masalah pada objek penelitian

↓

Variabel penelitian

↓

Research gap

↓

Urgensi penelitian

Pola ini membuat pembaca dapat mengikuti alur pembahasan dengan mudah.

Kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa adalah langsung membahas objek penelitian pada paragraf pertama tanpa memberikan konteks.

6. Temukan Masalah Penelitian

Setelah membahas fenomena dan data, mulai arahkan pembahasan kepada masalah.

Masalah penelitian dapat ditemukan dari:

  • data yang menunjukkan penurunan;
  • data yang menunjukkan peningkatan masalah;
  • hasil observasi;
  • keluhan;
  • perbedaan kondisi ideal dan aktual;
  • hasil penelitian terdahulu;
  • atau fenomena yang belum mendapatkan penjelasan memadai.

Misalnya kondisi idealnya pelanggan mendapatkan pelayanan yang cepat dan responsif. Namun, data menunjukkan jumlah keluhan mengenai waktu pelayanan meningkat.

Perbedaan tersebut dapat menjadi dasar munculnya masalah penelitian.

7. Jelaskan Mengapa Masalah Itu Penting

Jangan berhenti setelah menemukan masalah.

Jelaskan juga dampaknya.

Misalnya:

Peningkatan keluhan pelanggan menunjukkan adanya aspek pelayanan yang perlu diperhatikan. Apabila kondisi tersebut tidak ditangani, pengalaman pelanggan dapat menurun dan berpotensi memengaruhi tingkat kepuasan serta loyalitas pelanggan.

Dengan menjelaskan dampak, pembaca dapat memahami mengapa masalah tersebut layak diteliti.

8. Cari Penelitian Terdahulu

Jika sudah mengetahui masalah, cari penelitian terdahulu yang berhubungan dengan topik.

Misalnya penelitian kamu membahas kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan.

Cari jurnal dengan kata kunci:

  • “kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan”;
  • “service quality customer satisfaction”;
  • “pengaruh service quality terhadap customer satisfaction”;
  • atau kata kunci lain yang lebih spesifik sesuai objek penelitian.

Baca bagian:

  • abstrak;
  • metode;
  • hasil penelitian;
  • pembahasan;
  • dan kesimpulan.

Jangan hanya mengumpulkan judul jurnal. Pahami apa yang ditemukan oleh penelitian tersebut.

9. Temukan Research Gap

Setelah menemukan penelitian terdahulu, cari bagian yang masih dapat diteliti.

Inilah yang disebut research gap.

Research gap dapat berupa:

Perbedaan Hasil

Penelitian A menemukan pengaruh yang signifikan, sedangkan penelitian B menemukan hasil berbeda.

Perbedaan Objek

Penelitian sebelumnya dilakukan pada perusahaan tertentu, sedangkan penelitian kamu menggunakan objek berbeda.

Perbedaan Lokasi

Penelitian terdahulu dilakukan di kota atau wilayah tertentu, sedangkan penelitian kamu dilakukan di lokasi lain.

Perbedaan Periode

Penelitian sebelumnya dilakukan beberapa tahun lalu, sedangkan kondisi terbaru mungkin sudah berubah.

Perbedaan Variabel

Penelitian terdahulu menggunakan variabel tertentu, sementara penelitian kamu menambahkan variabel lain.

Perbedaan Metode

Penelitian sebelumnya menggunakan metode tertentu, sementara penelitian kamu menggunakan pendekatan yang berbeda.

Research gap membantu menjawab pertanyaan:

“Apa alasan penelitian ini masih perlu dilakukan?”

10. Tentukan Objek Penelitian

Setelah menemukan research gap, jelaskan alasan memilih objek penelitian.

Misalnya penelitian dilakukan pada sebuah perusahaan.

Jelaskan:

  • kondisi perusahaan;
  • karakteristik pelanggan;
  • fenomena yang terjadi;
  • masalah yang ditemukan;
  • atau alasan objek tersebut relevan dengan penelitian.

Jangan hanya mengatakan bahwa objek dipilih karena mudah mendapatkan data.

Usahakan terdapat alasan akademis yang jelas.

11. Tutup dengan Urgensi Penelitian

Bagian akhir latar belakang harus mengarahkan pembaca kepada penelitian.

Setelah membahas fenomena, data, masalah, penelitian terdahulu, dan research gap, jelaskan mengapa penelitian tersebut penting dilakukan.

Contohnya:

Berdasarkan fenomena dan permasalahan tersebut, penelitian mengenai pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan pada Cafe X penting dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan yang diberikan dengan tingkat kepuasan pelanggan.

Paragraf tersebut menjadi jembatan menuju rumusan masalah dan tujuan penelitian.

Contoh Alur Latar Belakang Skripsi

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh alur untuk judul:

“Pengaruh Social Media Marketing terhadap Keputusan Pembelian Produk Fashion pada Mahasiswa.”

Paragraf 1: Fenomena Umum

Bahas perkembangan teknologi digital dan media sosial.

Paragraf 2: Data

Masukkan data mengenai pengguna internet atau media sosial.

Paragraf 3: Fenomena Khusus

Jelaskan media sosial yang semakin digunakan sebagai media pemasaran.

Paragraf 4: Perilaku Konsumen

Jelaskan bagaimana konsumen mencari informasi dan mempertimbangkan produk melalui media sosial.

Paragraf 5: Masalah

Jelaskan bahwa tidak seluruh aktivitas pemasaran media sosial menghasilkan keputusan pembelian yang sama.

Paragraf 6: Objek

Hubungkan masalah dengan mahasiswa sebagai kelompok konsumen.

Paragraf 7: Variabel X

Bahas social media marketing.

Paragraf 8: Variabel Y

Bahas keputusan pembelian.

Paragraf 9: Penelitian Terdahulu

Jelaskan beberapa hasil penelitian sebelumnya.

Paragraf 10: Research Gap

Tunjukkan perbedaan atau celah penelitian.

Paragraf 11: Alasan Penelitian

Jelaskan alasan memilih objek dan topik.

Paragraf 12: Urgensi

Tegaskan mengapa penelitian perlu dilakukan.

Dengan kerangka tersebut, kamu tidak perlu langsung memikirkan seluruh isi latar belakang. Cukup mengembangkan setiap bagian secara bertahap.

Berapa Banyak Data yang Harus Dicari?

Tidak ada jumlah data yang sama untuk semua penelitian.

Kualitas dan relevansi lebih penting daripada jumlah.

Sebagai langkah awal, kamu dapat membuat daftar sekitar 5–10 kebutuhan data yang berkaitan dengan penelitian. Setelah itu pilih data yang paling kuat untuk digunakan.

Misalnya:

  1. Data fenomena nasional.
  2. Data perkembangan industri.
  3. Data perilaku konsumen.
  4. Data objek penelitian.
  5. Data permasalahan.
  6. Data penelitian terdahulu.
  7. Data pendukung variabel X.
  8. Data pendukung variabel Y.

Tidak semua data harus masuk ke dalam skripsi. Gunakan hanya data yang benar-benar mendukung argumentasi.

Kesalahan Saat Memulai Latar Belakang Skripsi

Ada beberapa kesalahan yang sering membuat mahasiswa semakin bingung.

Langsung Menulis Tanpa Kerangka

Menulis tanpa kerangka dapat membuat pembahasan berulang dan tidak terarah.

Terlalu Banyak Definisi

Latar belakang bukan tempat untuk mengumpulkan definisi dari berbagai ahli.

Mencari Jurnal Sebanyak-banyaknya

Banyak jurnal tidak otomatis menghasilkan latar belakang yang bagus. Yang penting adalah memahami penelitian yang benar-benar relevan.

Menggunakan Data Tanpa Sumber

Setiap data penting harus memiliki sumber yang jelas dan dapat diverifikasi.

Tidak Menjelaskan Masalah

Pembaca harus mengetahui masalah apa yang sebenarnya ingin diteliti.

Tidak Ada Research Gap

Penelitian terdahulu perlu dibandingkan agar alasan penelitian baru menjadi lebih jelas.

Terlalu Cepat Menggunakan AI

AI dapat membantu membuat kerangka, tetapi jangan meminta AI langsung membuat seluruh latar belakang tanpa memberikan konteks penelitian dan tanpa memeriksa sumber.

Cara Membuat Latar Belakang dengan AI

AI dapat membantu mahasiswa yang masih bingung memulai.

Contoh prompt:

“Saya sedang menyusun skripsi dengan judul [judul penelitian]. Variabel penelitian saya adalah [variabel X] dan [variabel Y], sedangkan objek penelitian saya adalah [objek]. Bantu saya membuat kerangka latar belakang dengan pola umum ke khusus. Susun menjadi bagian fenomena, data pendukung, masalah, dampak, variabel penelitian, penelitian terdahulu, research gap, alasan pemilihan objek, dan urgensi penelitian. Jangan membuat data atau referensi fiktif.”

Prompt tersebut dapat digunakan untuk membuat kerangka awal.

Setelah kerangka terbentuk, mahasiswa dapat mencari sumber yang sesuai dan mengembangkan setiap bagian berdasarkan data yang benar-benar tersedia.

AI juga dapat membantu mengevaluasi alur tulisan, menemukan bagian yang berulang, memperbaiki struktur paragraf, serta memberikan alternatif kata kunci pencarian.

Namun, pastikan setiap data, kutipan, jurnal, dan referensi diverifikasi secara mandiri.

Checklist Sebelum Mulai Menulis Latar Belakang

Jika masih bingung latar belakang skripsi mulai dari mana, gunakan checklist berikut:

  • Saya sudah memahami judul penelitian.

  • Saya sudah menentukan topik utama.

  • Saya sudah mengetahui variabel penelitian.

  • Saya sudah mengetahui objek penelitian.

  • Saya sudah menemukan fenomena yang relevan.

  • Saya sudah menentukan data yang perlu dicari.

  • Saya sudah menemukan beberapa sumber terpercaya.

  • Saya sudah mengetahui masalah penelitian.

  • Saya sudah mencari penelitian terdahulu.

  • Saya sudah mulai menemukan research gap.

  • Saya sudah mengetahui alasan memilih objek.

  • Saya sudah memahami urgensi penelitian.

  • Saya sudah membuat kerangka umum ke khusus.

Jika semua bagian tersebut sudah tersedia, proses menulis biasanya akan jauh lebih mudah.

Kesimpulan

Jadi, latar belakang skripsi mulai dari mana? Jangan langsung mulai dari menulis paragraf pertama. Mulailah dengan memahami judul, menentukan topik dan variabel, menemukan fenomena, mencari data, mengidentifikasi masalah, membaca penelitian terdahulu, menemukan research gap, menentukan alasan pemilihan objek, kemudian menyusun urgensi penelitian.

Gunakan pola:

Judul → Topik → Fenomena → Data → Masalah → Dampak → Penelitian Terdahulu → Research Gap → Objek → Urgensi → Penelitian.

Dengan alur tersebut, kamu akan memiliki peta yang jelas sebelum mulai menulis.

Latar belakang yang baik tidak harus dibuat dalam satu kali duduk. Kerjakan secara bertahap: buat kerangka terlebih dahulu, cari sumber, kumpulkan data, kemudian kembangkan menjadi paragraf akademis.

AI juga dapat digunakan sebagai alat bantu untuk membuat kerangka, mengembangkan ide, mencari kata kunci, mengevaluasi tulisan, dan membantu proses pengerjaan skripsi. Namun, jangan mengandalkan AI untuk membuat fakta atau referensi tanpa verifikasi.

Butuh Bantuan Menyusun Skripsi?

Kalau kamu masih bingung menentukan latar belakang skripsi mulai dari mana, Molulus.id menyediakan panduan dan template Prompt AI untuk skripsi yang dapat membantu proses pengerjaan skripsi menjadi lebih terarah.

Mulai dari mencari ide judul, menyusun latar belakang, membuat rumusan masalah, mencari research gap, mengembangkan bab skripsi, hingga mempersiapkan sidang.

Order sekarang melalui website Molulus.id atau WhatsApp 085179917579.

Gunakan AI sebagai alat bantu belajar dan menyusun penelitian secara lebih efektif, tetap verifikasi setiap data dan sumber akademik, serta sesuaikan hasilnya dengan pedoman kampus dan arahan dosen pembimbing.

Molulus.id — bantu proses skripsi menjadi lebih mudah, rapi, dan terarah.