Bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, mengenal teknik sampling dalam penelitian merupakan salah satu hal penting yang perlu dipahami, terutama ketika penelitian menggunakan sampel sebagai sumber data.
Setelah menentukan judul penelitian, rumusan masalah, variabel, dan populasi, peneliti perlu menentukan bagaimana anggota populasi akan dipilih menjadi sampel. Proses pemilihan tersebut dilakukan menggunakan teknik sampling.
Teknik sampling tidak hanya berkaitan dengan menentukan berapa banyak responden yang harus diteliti. Lebih dari itu, teknik sampling berkaitan dengan bagaimana peneliti memilih anggota populasi agar sesuai dengan tujuan dan desain penelitian.
Sebagai contoh, seorang mahasiswa ingin meneliti kepuasan mahasiswa terhadap layanan akademik. Jika jumlah mahasiswa di universitas mencapai ribuan orang, peneliti mungkin tidak dapat mengumpulkan data dari seluruh mahasiswa. Oleh karena itu, peneliti dapat memilih sebagian mahasiswa sebagai sampel.
Namun, mahasiswa yang dipilih tidak boleh selalu berdasarkan siapa yang paling mudah ditemui. Peneliti perlu menentukan teknik sampling yang sesuai dengan karakteristik populasi dan tujuan penelitian.
Lalu, apa itu teknik sampling? Apa saja jenisnya? Dan bagaimana cara memilih teknik sampling untuk skripsi?
Simak penjelasan berikut.
Teknik sampling adalah metode atau prosedur yang digunakan peneliti untuk memilih sebagian anggota populasi menjadi sampel penelitian.
Dengan kata lain:
Teknik sampling = cara memilih sampel dari populasi.
Misalnya terdapat populasi sebanyak 2.000 mahasiswa.
Peneliti kemudian memilih 200 mahasiswa sebagai sampel.
Pertanyaan berikutnya adalah:
Bagaimana 200 mahasiswa tersebut dipilih?
Jawaban atas pertanyaan tersebut berkaitan dengan teknik sampling.
Teknik sampling harus dipilih berdasarkan tujuan penelitian, karakteristik populasi, desain penelitian, ketersediaan data, serta pertimbangan metodologis lainnya.
Memahami teknik sampling penting karena pemilihan sampel dapat memengaruhi kualitas data yang diperoleh.
Beberapa alasan pentingnya teknik sampling adalah:
Teknik sampling memberikan prosedur yang lebih jelas dalam memilih anggota sampel.
Peneliti dapat memilih teknik yang sesuai dengan karakteristik subjek penelitian.
Dengan teknik sampling yang jelas, proses pengumpulan data dapat dilakukan secara lebih sistematis.
Peneliti tidak selalu harus mengumpulkan data dari seluruh populasi.
Sampel yang dipilih berdasarkan prosedur yang tepat dapat membantu peneliti memperoleh data yang relevan dengan pertanyaan penelitian.
Ketiga istilah tersebut saling berhubungan.
Populasi adalah keseluruhan subjek atau objek yang menjadi sasaran penelitian.
Sampel adalah sebagian dari populasi yang dipilih untuk menjadi sumber data.
Teknik sampling adalah cara atau prosedur yang digunakan untuk memilih sampel tersebut.
Contohnya:
Sebuah universitas memiliki 3.000 mahasiswa.
Maka:
Populasi = 3.000 mahasiswa
Peneliti kemudian memilih 300 mahasiswa untuk diteliti.
Sampel = 300 mahasiswa
Cara memilih 300 mahasiswa tersebut disebut:
Teknik sampling.
Dengan memahami hubungan ini, mahasiswa akan lebih mudah menyusun bagian populasi dan sampel dalam Bab 3 skripsi.
Secara umum, teknik sampling dapat dikelompokkan menjadi dua kategori besar, yaitu:
Keduanya memiliki karakteristik dan cara penggunaan yang berbeda.
Probability sampling merupakan teknik sampling yang menggunakan mekanisme peluang dalam pemilihan anggota sampel sesuai dengan rancangan penelitian.
Dalam pendekatan ini, pemilihan anggota sampel dilakukan melalui prosedur probabilitas yang telah ditentukan.
Beberapa jenis probability sampling antara lain:
Simple random sampling merupakan teknik pengambilan sampel secara acak dari populasi sesuai prosedur yang telah ditentukan.
Misalnya terdapat 500 mahasiswa dan peneliti membutuhkan sampel tertentu. Jika kondisi populasi dan rancangan penelitian memungkinkan, peneliti dapat menggunakan prosedur pengacakan untuk memilih anggota sampel.
Teknik ini relatif sederhana, tetapi membutuhkan informasi atau daftar populasi yang memadai.
Stratified sampling digunakan ketika populasi memiliki kelompok atau strata tertentu yang dianggap relevan dengan penelitian.
Misalnya mahasiswa dikelompokkan berdasarkan:
Peneliti kemudian menentukan sampel berdasarkan strata tersebut sesuai rancangan penelitian.
Teknik ini dapat membantu ketika peneliti ingin mempertimbangkan keberadaan kelompok tertentu dalam populasi.
Cluster sampling dilakukan dengan membagi populasi ke dalam kelompok atau cluster tertentu.
Contohnya:
Penelitian mengenai mahasiswa di beberapa kampus dapat mengelompokkan mahasiswa berdasarkan kampus terlebih dahulu. Selanjutnya, pemilihan dilakukan berdasarkan rancangan cluster yang telah ditetapkan.
Teknik ini dapat digunakan ketika populasi tersebar dalam kelompok atau wilayah tertentu.
Systematic sampling menggunakan pola atau interval tertentu dalam memilih anggota sampel setelah titik awal ditentukan berdasarkan prosedur sampling.
Misalnya peneliti memiliki daftar populasi dan memilih anggota berdasarkan interval tertentu sesuai rancangan penelitian.
Teknik ini membutuhkan daftar populasi yang dapat digunakan sebagai dasar pemilihan.
Non-probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak menggunakan mekanisme probabilitas yang sama bagi seluruh anggota populasi.
Teknik ini sering digunakan ketika peneliti memiliki kriteria tertentu terhadap responden atau menghadapi keterbatasan dalam memperoleh daftar populasi.
Beberapa jenisnya adalah:
Purposive sampling merupakan teknik pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian.
Contohnya:
Penelitian mengenai pengalaman pelanggan dalam menggunakan aplikasi pembayaran digital.
Peneliti dapat menentukan kriteria seperti:
Responden kemudian dipilih berdasarkan kriteria tersebut.
Convenience sampling menggunakan responden yang relatif mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
Contohnya mahasiswa menyebarkan kuesioner kepada calon responden yang mudah ditemui dan memenuhi kriteria penelitian.
Meskipun praktis, teknik ini tetap harus dijelaskan dengan baik dan penggunaannya harus sesuai dengan desain penelitian.
Quota sampling dilakukan dengan menetapkan jumlah tertentu untuk kategori atau kelompok responden.
Contohnya peneliti membutuhkan responden dari dua kelompok dengan jumlah tertentu berdasarkan rancangan penelitian.
Peneliti kemudian mengumpulkan responden hingga kuota masing-masing kelompok terpenuhi.
Snowball sampling dapat digunakan ketika peneliti sulit menemukan atau mengidentifikasi anggota populasi yang sesuai.
Peneliti dapat memulai dari beberapa partisipan, kemudian memperoleh rekomendasi atau rujukan menuju partisipan lain yang relevan.
Teknik ini dapat berguna pada penelitian dengan karakteristik populasi tertentu yang sulit dijangkau.
| Kelompok | Teknik Sampling | Gambaran Umum |
|---|---|---|
| Probability | Simple Random Sampling | Pemilihan secara acak |
| Probability | Stratified Sampling | Mempertimbangkan strata/kelompok |
| Probability | Cluster Sampling | Menggunakan kelompok atau cluster |
| Probability | Systematic Sampling | Menggunakan interval tertentu |
| Non-Probability | Purposive Sampling | Berdasarkan kriteria tertentu |
| Non-Probability | Convenience Sampling | Berdasarkan kemudahan akses |
| Non-Probability | Quota Sampling | Berdasarkan kuota tertentu |
| Non-Probability | Snowball Sampling | Melalui rujukan partisipan |
Tidak ada satu teknik sampling yang otomatis paling baik untuk semua penelitian. Teknik yang tepat adalah teknik yang sesuai dengan desain, tujuan, dan karakteristik penelitian.
Setelah mengenal berbagai jenis teknik sampling, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana memilih teknik yang tepat.
Berikut beberapa langkah yang dapat digunakan.
Baca kembali tujuan penelitian.
Tanyakan:
“Siapa yang sebenarnya ingin saya teliti?”
Jika penelitian membutuhkan kelompok dengan karakteristik tertentu, teknik yang digunakan harus mampu menjangkau kelompok tersebut.
Teknik sampling tidak dapat ditentukan dengan baik jika populasi penelitian belum jelas.
Misalnya:
Populasi = seluruh mahasiswa aktif Program Studi Manajemen Universitas X.
Dari populasi tersebut, peneliti dapat menentukan karakteristik dan prosedur pemilihan sampel.
Perhatikan apakah populasi memiliki kelompok atau karakteristik tertentu.
Misalnya:
Karakteristik tersebut dapat membantu menentukan teknik sampling yang sesuai.
Apakah peneliti memiliki daftar anggota populasi?
Jika daftar populasi tersedia dan desain penelitian memungkinkan, beberapa teknik probability sampling dapat dipertimbangkan.
Jika daftar populasi tidak tersedia dan penelitian membutuhkan responden dengan kriteria tertentu, teknik non-probability sampling dapat menjadi alternatif sesuai desain penelitian.
Teknik sampling harus konsisten dengan pendekatan penelitian.
Penelitian kuantitatif dapat menggunakan teknik sampling yang sesuai dengan kebutuhan analisis dan desain survei.
Sementara penelitian kualitatif dapat memilih informan berdasarkan relevansi pengalaman, pengetahuan, atau karakteristik terhadap fenomena penelitian.
Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh.
Judul:
“Pengaruh Penggunaan Media Sosial terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa.”
Populasi:
Seluruh mahasiswa aktif Program Studi X.
Jika peneliti memiliki daftar mahasiswa dan menggunakan prosedur pemilihan secara acak sesuai desain penelitian, salah satu alternatif teknik yang dapat dipertimbangkan adalah simple random sampling.
Judul:
“Pengaruh Promosi Digital terhadap Keputusan Pembelian Konsumen.”
Peneliti membutuhkan konsumen yang:
Jika pemilihan responden berdasarkan kriteria tertentu, purposive sampling dapat menjadi salah satu alternatif yang sesuai dengan rancangan penelitian.
Judul:
“Pengaruh Beban Kerja terhadap Kinerja Karyawan.”
Populasi terdiri dari beberapa kelompok karyawan berdasarkan divisi.
Jika pembagian divisi dianggap relevan dengan desain penelitian, peneliti dapat mempertimbangkan teknik sampling yang memperhatikan strata atau kelompok tersebut.
Dalam penelitian kuantitatif, pemilihan teknik sampling perlu diperhatikan karena data yang dikumpulkan biasanya akan dianalisis secara statistik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
Mahasiswa sebaiknya tidak memilih teknik sampling hanya berdasarkan contoh skripsi yang ditemukan di internet.
Teknik yang digunakan pada penelitian lain belum tentu cocok dengan penelitian sendiri.
Pada penelitian kualitatif, peneliti umumnya lebih memperhatikan relevansi informan terhadap fenomena yang diteliti.
Contohnya penelitian:
“Pengalaman Pelaku UMKM dalam Menggunakan Digital Marketing.”
Informan dapat dipilih berdasarkan pengalaman mereka dalam menjalankan digital marketing.
Kriteria dapat mencakup:
Dalam penelitian kualitatif, kedalaman dan relevansi informasi menjadi pertimbangan penting dalam pemilihan sumber data.
Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa.
Setiap penelitian memiliki karakteristik yang berbeda.
Teknik sampling harus berkaitan dengan populasi.
Jika responden membutuhkan karakteristik khusus, kriterianya harus dijelaskan.
Kemudahan bukan satu-satunya dasar dalam memilih teknik sampling.
Mahasiswa harus mampu menjelaskan mengapa teknik tersebut digunakan.
Teknik sampling yang ditulis dalam proposal harus sesuai dengan proses pengumpulan data yang sebenarnya.
Jika masih bingung, gunakan pertanyaan berikut:
Pertanyaan 1: Siapa populasi penelitian saya?
Pertanyaan 2: Berapa jumlah populasi?
Pertanyaan 3: Apakah saya memiliki daftar anggota populasi?
Pertanyaan 4: Apakah populasi memiliki kelompok atau strata tertentu?
Pertanyaan 5: Apakah saya membutuhkan responden dengan kriteria khusus?
Pertanyaan 6: Apakah penelitian saya membutuhkan pemilihan secara probabilitas?
Pertanyaan 7: Bagaimana data akan dianalisis?
Jawaban dari pertanyaan tersebut dapat membantu mempersempit pilihan teknik sampling.
Mahasiswa juga dapat memanfaatkan AI sebagai alat bantu untuk memahami konsep teknik sampling.
Contoh prompt:
“Saya sedang menyusun skripsi dengan judul ‘Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan pada Cafe X’. Bantu saya memahami siapa yang dapat menjadi populasi penelitian, contoh kriteria sampel, beberapa alternatif teknik sampling yang mungkin sesuai, kelebihan dan keterbatasannya, serta pertanyaan yang perlu saya konsultasikan dengan dosen pembimbing. Jangan menentukan jumlah sampel atau membuat data yang tidak saya berikan.”
AI dapat membantu memberikan penjelasan dengan bahasa yang lebih sederhana.
Namun, mahasiswa tetap perlu memeriksa hasilnya melalui buku metodologi penelitian, jurnal akademik, pedoman kampus, serta arahan dosen pembimbing.
Jangan menggunakan AI untuk membuat data populasi atau responden yang sebenarnya tidak ada.
Sebelum menyelesaikan Bab 3, gunakan checklist berikut:
| Hal yang Perlu Dicek | Status |
|---|---|
| Populasi penelitian sudah ditentukan | ☐ |
| Karakteristik populasi sudah jelas | ☐ |
| Kriteria sampel sudah ditentukan | ☐ |
| Teknik sampling sudah dipilih | ☐ |
| Alasan memilih teknik sampling sudah dipahami | ☐ |
| Jumlah sampel memiliki dasar yang jelas | ☐ |
| Teknik sampling sesuai dengan desain penelitian | ☐ |
| Responden dapat dijangkau | ☐ |
| Proses pemilihan sampel dapat dijelaskan | ☐ |
| Sudah dikonsultasikan dengan dosen jika diperlukan | ☐ |
Checklist ini dapat membantu mahasiswa mengevaluasi bagian populasi dan sampel sebelum proposal atau skripsi dikonsultasikan.
Mengenal teknik sampling dalam penelitian sangat penting bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Teknik sampling merupakan prosedur yang digunakan untuk memilih sampel dari populasi penelitian.
Secara umum, teknik sampling terbagi menjadi probability sampling dan non-probability sampling. Probability sampling mencakup beberapa teknik seperti simple random sampling, stratified sampling, cluster sampling, dan systematic sampling. Sementara non-probability sampling dapat mencakup purposive sampling, convenience sampling, quota sampling, dan snowball sampling.
Pemilihan teknik sampling harus disesuaikan dengan tujuan penelitian, karakteristik populasi, ketersediaan daftar populasi, metode penelitian, kebutuhan analisis, serta kondisi penelitian.
Hal yang paling penting adalah jangan memilih teknik sampling hanya karena melihatnya pada skripsi orang lain. Pahami terlebih dahulu mengapa teknik tersebut digunakan dan apakah sesuai dengan penelitian yang sedang kamu lakukan.
Dengan memahami hubungan antara populasi, sampel, dan teknik sampling, mahasiswa akan lebih mudah menyusun bagian metodologi penelitian, khususnya Bab 3 skripsi.
Masih bingung menentukan teknik sampling, populasi, sampel, jumlah responden, atau Bab 3 skripsi?
Molulus.id menyediakan ebook dan kumpulan prompt AI untuk skripsi yang dapat membantu mahasiswa memahami proses penyusunan skripsi dengan lebih terarah.
Di dalamnya, kamu bisa mendapatkan berbagai prompt AI untuk membantu brainstorming judul, mencari ide penelitian, menyusun rumusan masalah, memahami research gap, menentukan metode penelitian, memahami populasi dan sampel, hingga membantu persiapan berbagai bagian skripsi.
📚 Pesan ebook dan prompt AI untuk skripsi di Molulus.id.
🌐 Kunjungi molulus.id untuk melihat produk yang tersedia.
📱 Untuk pemesanan melalui WhatsApp: 085179917579
Gunakan AI sebagai alat bantu belajar dan penelitian, bukan sebagai pengganti proses berpikir dan validasi akademik. Pastikan informasi yang digunakan tetap diverifikasi melalui sumber akademik yang kredibel dan disesuaikan dengan pedoman kampus serta arahan dosen pembimbing.