Bab 1 skripsi menjadi salah satu bagian penting yang perlu dipersiapkan dengan baik sebelum masuk ke pembahasan penelitian yang lebih mendalam. Bab ini berfungsi sebagai pengantar yang menjelaskan mengapa sebuah penelitian perlu dilakukan, masalah apa yang ingin dikaji, serta tujuan yang ingin dicapai.
Bagi sebagian mahasiswa, membuat Bab 1 skripsi sering terasa sulit. Biasanya kendala muncul ketika harus menentukan alur latar belakang, menemukan masalah penelitian, membuat rumusan masalah, atau menghubungkan fenomena dengan penelitian terdahulu.
Padahal, jika memahami struktur dan fungsi setiap bagian, proses menyusun Bab 1 bisa menjadi lebih terarah.
Dalam panduan membuat Bab 1 skripsi ini, kamu akan mempelajari bagian-bagian yang umumnya terdapat dalam Bab 1, cara menyusun latar belakang, membuat rumusan masalah, menentukan tujuan dan manfaat penelitian, hingga tips agar Bab 1 lebih sistematis.
Bab 1 merupakan bagian pendahuluan dalam skripsi. Bagian ini memberikan gambaran awal mengenai penelitian yang akan dilakukan.
Secara umum, Bab 1 dapat memuat:
Namun, struktur tersebut dapat berbeda tergantung pedoman penulisan dari setiap kampus atau program studi.
Karena itu, sebelum menyusun Bab 1, mahasiswa sebaiknya melihat pedoman skripsi yang berlaku di kampus dan program studi masing-masing.
Jangan hanya mengikuti contoh skripsi dari internet karena format dan ketentuan setiap perguruan tinggi bisa berbeda.
Bab 1 menjadi dasar untuk menjelaskan arah penelitian.
Melalui Bab 1, pembaca diharapkan dapat memahami:
Jika Bab 1 tidak memiliki alur yang jelas, bab selanjutnya juga berpotensi menjadi kurang terarah.
Misalnya latar belakang membahas masalah A, tetapi rumusan masalah justru membahas masalah B. Kondisi seperti ini dapat membuat penelitian terlihat tidak konsisten.
Karena itu, setiap bagian dalam Bab 1 harus saling berhubungan.
Sebelum menulis Bab 1, pastikan kamu sudah memiliki topik penelitian yang cukup jelas.
Topik bisa berasal dari:
Contohnya, kamu tertarik dengan topik pelayanan publik.
Topik tersebut masih terlalu luas sehingga perlu dipersempit menjadi:
Digitalisasi pelayanan publik.
Kemudian bisa dipersempit lagi menjadi:
Kualitas pelayanan publik berbasis digital.
Dari topik tersebut, kamu dapat mulai mencari masalah dan penelitian terdahulu.
Setelah menentukan topik, cari fenomena yang berhubungan dengan penelitian.
Fenomena merupakan kondisi atau kejadian yang dapat menjadi alasan mengapa penelitian perlu dilakukan.
Misalnya kamu ingin meneliti pelayanan publik digital.
Kamu dapat mengamati beberapa hal:
Fenomena inilah yang nantinya dapat menjadi bagian awal dari latar belakang.
Latar belakang merupakan bagian yang biasanya membutuhkan perhatian paling besar dalam Bab 1.
Tujuan latar belakang adalah menjelaskan alasan penelitian tersebut penting untuk dilakukan.
Salah satu pola yang dapat digunakan adalah dari pembahasan umum menuju masalah yang lebih spesifik.
Contohnya:
Paragraf 1: kondisi umum mengenai topik.
Paragraf 2: perkembangan atau perubahan yang terjadi.
Paragraf 3: kondisi pada objek penelitian.
Paragraf 4: masalah atau fenomena yang ditemukan.
Paragraf 5: penelitian terdahulu.
Paragraf 6: gap atau masalah yang belum terjawab.
Paragraf 7: alasan penelitian dilakukan.
Tidak harus selalu menggunakan jumlah paragraf tersebut. Yang penting alurnya logis dan setiap paragraf memiliki hubungan.
Latar belakang akan lebih kuat jika didukung data yang relevan.
Misalnya kamu membahas penggunaan layanan digital. Jangan hanya menulis:
“Penggunaan layanan digital semakin meningkat.”
Pernyataan tersebut akan lebih kuat jika didukung data dari sumber yang dapat dipercaya.
Gunakan sumber seperti:
Pastikan data yang digunakan relevan dengan topik dan tahun penelitian.
Jangan hanya menumpuk data di bagian latar belakang.
Data harus digunakan untuk menjelaskan masalah.
Misalnya:
Penggunaan layanan digital mengalami peningkatan. Namun, peningkatan penggunaan tersebut belum tentu menunjukkan bahwa seluruh pengguna memperoleh pengalaman pelayanan yang baik.
Kemudian lanjutkan dengan menjelaskan masalah yang ditemukan.
Dengan begitu, pembaca dapat memahami hubungan antara fenomena dan masalah penelitian.
Penelitian terdahulu dapat membantu menunjukkan posisi penelitianmu.
Cari beberapa jurnal yang relevan dengan topik.
Perhatikan:
Penelitian terdahulu tidak harus dimasukkan hanya untuk memperbanyak kutipan.
Gunakan penelitian terdahulu untuk menjelaskan apa yang sudah diketahui dan apa yang masih perlu dikaji.
Research gap dapat membantu menjelaskan alasan mengapa penelitianmu perlu dilakukan.
Research gap dapat muncul dari:
Penelitian A menemukan hasil tertentu, sedangkan penelitian B menemukan hasil berbeda.
Penelitian sebelumnya dilakukan pada objek tertentu, sedangkan objek yang kamu pilih memiliki karakteristik berbeda.
Penelitian terdahulu dilakukan di wilayah tertentu, sementara penelitianmu dilakukan di wilayah lain dengan kondisi yang berbeda.
Penelitian sebelumnya menggunakan pendekatan kuantitatif, sedangkan penelitianmu ingin menggali fenomena secara kualitatif.
Peneliti sebelumnya menjelaskan bahwa terdapat aspek tertentu yang belum dibahas.
Research gap tidak harus selalu berupa sesuatu yang benar-benar belum pernah diteliti. Yang penting terdapat alasan akademis yang jelas untuk melakukan penelitian.
Setelah latar belakang selesai, bagian berikutnya dapat berupa identifikasi masalah jika memang diwajibkan oleh pedoman kampus.
Identifikasi masalah berisi berbagai permasalahan yang ditemukan berdasarkan latar belakang.
Contohnya:
Identifikasi masalah membantu memperjelas masalah yang akan dibahas.
Tidak semua masalah harus dibahas dalam satu skripsi.
Karena keterbatasan waktu, data, tenaga, dan ruang penelitian, kamu perlu menentukan batasan.
Misalnya penelitian mengenai pelayanan digital dapat dibatasi pada:
Batasan masalah membuat penelitian lebih fokus dan realistis.
Rumusan masalah merupakan pertanyaan yang akan dijawab melalui penelitian.
Rumusan masalah harus berhubungan langsung dengan latar belakang.
Contohnya:
Bagaimana kualitas pelayanan digital pada layanan administrasi X?
Atau untuk penelitian kuantitatif:
Apakah kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat pada layanan X?
Pastikan rumusan masalah tidak keluar dari topik penelitian.
Jika rumusan masalah berubah, bagian tujuan dan metode juga mungkin perlu disesuaikan.
Tujuan penelitian menjelaskan apa yang ingin dicapai.
Tujuan harus sejalan dengan rumusan masalah.
Jika rumusan masalahnya:
Bagaimana kualitas pelayanan digital pada layanan X?
Maka tujuan penelitian dapat berupa:
Untuk menganalisis kualitas pelayanan digital pada layanan X.
Jika rumusan masalah menggunakan kata “apakah berpengaruh”, tujuan dapat diarahkan untuk menguji pengaruh variabel tersebut.
Hubungan sederhananya:
Rumusan masalah → Tujuan penelitian → Analisis → Kesimpulan
Keempat bagian tersebut harus konsisten.
Manfaat penelitian biasanya dibagi menjadi manfaat teoritis dan praktis, meskipun formatnya dapat berbeda berdasarkan pedoman kampus.
Menjelaskan kontribusi penelitian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan atau kajian akademik.
Contohnya:
Penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi mengenai kualitas pelayanan publik berbasis digital.
Menjelaskan pihak yang mungkin memperoleh manfaat dari hasil penelitian.
Misalnya:
Jangan membuat manfaat terlalu berlebihan. Sesuaikan dengan kemampuan dan ruang lingkup penelitian.
Jika diwajibkan oleh pedoman kampus, sistematika penulisan memberikan gambaran mengenai isi setiap bab.
Contohnya:
BAB I PENDAHULUAN
Membahas latar belakang, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan, manfaat, dan sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Membahas teori, konsep, penelitian terdahulu, kerangka pemikiran, dan hipotesis jika diperlukan.
BAB III METODE PENELITIAN
Membahas pendekatan penelitian, objek, subjek, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Membahas hasil penelitian dan analisis berdasarkan teori serta penelitian terdahulu.
BAB V PENUTUP
Membahas kesimpulan dan saran.
Format tersebut dapat berbeda sesuai pedoman kampus, jadi tetap periksa aturan program studimu.
Agar lebih mudah, kamu dapat menggunakan pola berikut:
Fenomena umum → kondisi terbaru → masalah → data → penelitian terdahulu → research gap → objek penelitian → alasan penelitian.
Misalnya topikmu adalah pelayanan digital.
Mulai dengan membahas perkembangan digitalisasi pelayanan.
Kemudian jelaskan kondisi pelayanan digital pada objek yang dipilih.
Setelah itu tampilkan data atau fenomena yang menunjukkan adanya masalah.
Selanjutnya masukkan penelitian terdahulu.
Bandingkan hasil penelitian tersebut.
Temukan gap.
Kemudian tutup dengan alasan mengapa penelitian perlu dilakukan.
Alur seperti ini membuat latar belakang terasa lebih terstruktur.
Membahas topik terlalu panjang tetapi tidak kunjung masuk ke masalah penelitian.
Latar belakang bukan tempat untuk memasukkan semua definisi teori.
Definisi dan pembahasan teori secara lebih mendalam biasanya berada di Bab 2 sesuai pedoman penelitian.
Jangan memasukkan data hanya karena terlihat menarik.
Pastikan data benar-benar mendukung permasalahan penelitian.
Setelah membaca beberapa halaman, pembaca tetap tidak mengetahui masalah yang ingin diteliti.
Ini menunjukkan latar belakang perlu diperbaiki.
Masalah yang ditanyakan harus muncul dan memiliki dasar dari pembahasan sebelumnya.
Pastikan tujuan penelitian menjawab rumusan masalah.
Utamakan sumber akademik dan sumber resmi yang relevan.
Jangan langsung menulis banyak paragraf tanpa membuat kerangka terlebih dahulu.
Berikut beberapa tips yang dapat membantu:
Tuliskan poin yang ingin dibahas sebelum mulai menulis.
Jangan menulis seluruh latar belakang tanpa sumber.
Catat judul jurnal, penulis, tahun, dan bagian yang digunakan.
Hindari pembahasan yang berpindah-pindah.
Satu paragraf sebaiknya memiliki gagasan utama yang jelas.
Yang lebih penting adalah kualitas argumentasi dan keterkaitan antarbagian.
Format Bab 1 bisa berbeda antaruniversitas dan program studi.
Masukan dosen dapat membantu memastikan arah penelitian tetap sesuai.
Sebelum menganggap Bab 1 selesai, cek beberapa hal berikut:
Panduan membuat Bab 1 skripsi pada dasarnya dimulai dari memahami masalah penelitian. Jangan langsung menulis banyak paragraf tanpa mengetahui arah penelitian.
Mulailah dengan menentukan topik, mencari fenomena, mengumpulkan data, membaca penelitian terdahulu, kemudian menemukan masalah dan research gap. Setelah itu, susun latar belakang dengan alur yang logis dari pembahasan umum menuju masalah yang lebih spesifik.
Selanjutnya, buat identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan sesuai pedoman kampus.
Hal yang paling penting adalah menjaga konsistensi. Latar belakang, rumusan masalah, tujuan, metode, hingga pembahasan harus saling berhubungan.
Jangan lupa bahwa setiap kampus atau program studi dapat memiliki format Bab 1 yang berbeda. Oleh karena itu, gunakan pedoman resmi kampus sebagai acuan utama dan jadikan contoh skripsi lain hanya sebagai referensi tambahan.
Dengan memahami struktur tersebut sejak awal, proses membuat Bab 1 skripsi dapat menjadi lebih terarah dan tidak terasa seperti harus menulis semuanya sekaligus.
Masih bingung menyusun Bab 1 skripsi, menentukan alur latar belakang, mencari penelitian terdahulu, atau menemukan research gap?
Molulus.id dapat membantu kamu mempersiapkan kebutuhan skripsi secara lebih terarah sesuai kebutuhan penelitianmu.
Untuk melakukan order, kamu bisa mengunjungi website Molulus.id atau menghubungi WhatsApp:
Jangan sampai Bab 1 hanya berisi kumpulan teori dan data tanpa alur yang jelas. Pastikan setiap bagian memiliki hubungan dengan masalah dan tujuan penelitian.
Sudah punya topik skripsi? Mulai susun Bab 1 dengan lebih terarah bersama Molulus.id.