Bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, Bab 2 sering menjadi salah satu bagian yang cukup menantang. Setelah menyelesaikan Bab 1 yang membahas pendahuluan, mahasiswa harus mulai menyusun landasan teori, mencari penelitian terdahulu, membangun kerangka berpikir, hingga merumuskan hipotesis apabila penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif.
Karena itu, memahami panduan menulis Bab 2 skripsi sangat penting agar proses penulisan menjadi lebih terarah. Bab 2 bukan sekadar kumpulan definisi dari berbagai buku dan jurnal. Bagian ini harus menunjukkan bahwa penelitian memiliki dasar teori yang jelas serta memiliki hubungan dengan penelitian terdahulu.
Bab 2 yang baik juga harus mendukung permasalahan yang telah dijelaskan pada Bab 1. Teori yang digunakan harus relevan dengan variabel atau fokus penelitian, penelitian terdahulu harus membantu menunjukkan posisi penelitian, sedangkan kerangka berpikir harus menjelaskan hubungan logis antara konsep yang diteliti.
Artikel ini membahas secara lengkap cara menulis Bab 2 skripsi, struktur yang umum digunakan, contoh isi setiap bagian, kesalahan yang harus dihindari, serta tips memanfaatkan AI sebagai alat bantu dalam proses penyusunan.
Bab 2 skripsi umumnya disebut sebagai Tinjauan Pustaka, Landasan Teori, atau Kajian Pustaka. Nama dan susunan subbab dapat berbeda sesuai pedoman perguruan tinggi.
Secara umum, Bab 2 berfungsi memberikan dasar ilmiah bagi penelitian yang dilakukan.
Bab ini biasanya menjawab beberapa pertanyaan penting:
Dengan demikian, Bab 2 harus disusun berdasarkan sumber akademik yang relevan, bukan sekadar berdasarkan pendapat pribadi.
Struktur Bab 2 dapat berbeda antara satu kampus dengan kampus lainnya. Namun, struktur yang umum digunakan adalah:
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Mari membahas setiap bagian secara lebih rinci.
Landasan teori merupakan bagian utama dalam Bab 2.
Pada bagian ini, mahasiswa menjelaskan berbagai teori dan konsep yang berkaitan dengan penelitian.
Misalnya penelitian memiliki judul:
"Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Harga terhadap Kepuasan Pelanggan."
Maka landasan teori dapat membahas:
Teori yang dimasukkan harus benar-benar berkaitan dengan variabel penelitian.
Salah satu kesulitan mahasiswa adalah menentukan teori mana yang harus digunakan.
Langkah pertama adalah melihat variabel atau fokus penelitian.
Misalnya:
X1: Kualitas Pelayanan
X2: Harga
Y: Kepuasan Pelanggan
Maka mahasiswa perlu mencari teori yang menjelaskan masing-masing konsep.
Sumber yang dapat digunakan antara lain:
Jangan memilih teori hanya karena mudah ditemukan. Pilih teori yang paling relevan dengan fokus penelitian dan sesuai dengan pendekatan yang digunakan.
Salah satu kesalahan dalam menulis Bab 2 skripsi adalah memasukkan banyak definisi tetapi tidak memberikan sintesis.
Contoh yang kurang baik:
Menurut A, kualitas pelayanan adalah ....
Menurut B, kualitas pelayanan adalah ....
Menurut C, kualitas pelayanan adalah ....
Kemudian mahasiswa langsung berpindah ke teori berikutnya.
Cara tersebut membuat Bab 2 terlihat seperti kumpulan kutipan.
Setelah menjelaskan beberapa definisi, lakukan sintesis.
Contohnya:
Berdasarkan beberapa definisi tersebut, kualitas pelayanan dapat dipahami sebagai kemampuan suatu organisasi dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan harapan pengguna. Dalam penelitian ini, kualitas pelayanan digunakan sebagai variabel independen yang diukur berdasarkan indikator yang relevan dengan objek penelitian.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mengutip tetapi juga menunjukkan pemahaman terhadap teori.
Jika penelitian menggunakan variabel tertentu, mahasiswa biasanya perlu menjelaskan dimensi atau indikatornya sesuai teori dan instrumen penelitian.
Misalnya suatu variabel memiliki beberapa indikator.
Strukturnya dapat ditulis:
Setelah menjelaskan indikator berdasarkan sumber yang digunakan, mahasiswa perlu memastikan indikator tersebut konsisten dengan definisi operasional yang akan digunakan pada Bab 3.
Bab 2 dan Bab 3 harus saling terhubung.
Penelitian terdahulu merupakan bagian penting dari Bab 2.
Bagian ini digunakan untuk menunjukkan bagaimana penelitian sebelumnya membahas topik yang sama atau berkaitan.
Penelitian terdahulu dapat disusun dalam bentuk tabel.
Contoh:
| No | Peneliti | Tahun | Variabel | Metode | Hasil |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Peneliti A | 2023 | X dan Y | Kuantitatif | X berpengaruh terhadap Y |
| 2 | Peneliti B | 2024 | X1, X2 dan Y | Kuantitatif | X1 dan X2 berpengaruh terhadap Y |
| 3 | Peneliti C | 2024 | X dan Y | Kuantitatif | Terdapat hubungan antara X dan Y |
Format tabel tersebut harus disesuaikan dengan pedoman kampus.
Tidak semua penelitian yang memiliki kata kunci serupa dapat digunakan.
Pilih penelitian berdasarkan beberapa aspek:
Penelitian harus memiliki hubungan dengan topik yang sedang diteliti.
Untuk penelitian kuantitatif, penelitian terdahulu sebaiknya memiliki variabel yang relevan.
Kesamaan objek dapat menjadi nilai tambahan, tetapi tidak selalu wajib.
Perhatikan apakah penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, kualitatif, eksperimen, studi kasus, atau metode lainnya.
Usahakan menggunakan penelitian terdahulu yang relevan dan cukup mutakhir sesuai kebutuhan bidang penelitian.
Penelitian terdahulu bukan hanya untuk memenuhi jumlah referensi.
Mahasiswa perlu membandingkan penelitian sebelumnya dan mencari research gap.
Research gap dapat muncul karena:
Contohnya, penelitian sebelumnya menemukan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Namun, penelitian lain menemukan pengaruh yang berbeda pada objek tertentu.
Perbedaan tersebut dapat menjadi salah satu dasar untuk melakukan penelitian lebih lanjut.
Bagian berikutnya dalam panduan menulis Bab 2 skripsi adalah kerangka berpikir.
Kerangka berpikir menjelaskan hubungan logis antara masalah, teori, variabel, dan penelitian yang dilakukan.
Contoh sederhana:
Kualitas Pelayanan (X1)
↓
Kepuasan Pelanggan (Y)
Jika terdapat dua variabel independen:
Kualitas Pelayanan (X1) ──┐
├──> Kepuasan Pelanggan (Y)
Harga (X2) ─────────────┘
Kerangka berpikir harus dibuat berdasarkan teori dan penelitian terdahulu, bukan sekadar berdasarkan dugaan pribadi.
Setelah membuat diagram, jangan hanya memasukkan gambar ke dalam skripsi tanpa penjelasan.
Berikan narasi yang menjelaskan hubungan antarvariabel.
Contoh:
Berdasarkan landasan teori dan hasil penelitian terdahulu, kualitas pelayanan diperkirakan memiliki hubungan dengan kepuasan pelanggan. Pelayanan yang sesuai dengan harapan pelanggan dapat meningkatkan persepsi positif terhadap perusahaan. Selain kualitas pelayanan, harga juga dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kepuasan pelanggan. Berdasarkan hubungan tersebut, penelitian ini menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan harga terhadap kepuasan pelanggan.
Narasi tersebut membantu pembaca memahami alasan terbentuknya kerangka penelitian.
Hipotesis biasanya terdapat pada penelitian kuantitatif yang menguji hubungan atau pengaruh antarvariabel.
Contohnya:
H1: Kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan.
Jika terdapat dua variabel independen:
H1: Kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan.
H2: Harga berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan.
H3: Kualitas pelayanan dan harga secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan.
Hipotesis harus didukung oleh teori dan penelitian terdahulu.
Berikut contoh sistematika yang dapat dijadikan gambaran:
Struktur tersebut hanyalah contoh. Mahasiswa harus mengikuti format resmi program studi.
Penelitian kualitatif dapat memiliki struktur yang berbeda.
Misalnya penelitian:
"Analisis Pengalaman Mahasiswa Menggunakan AI dalam Penyusunan Skripsi."
Bab 2 dapat membahas:
Membahas pengertian dan karakteristik AI.
Membahas penggunaan teknologi AI dalam konteks pendidikan.
Membahas penggunaan AI sebagai alat bantu dalam aktivitas akademik.
Membahas penelitian yang relevan.
Menjelaskan konsep yang digunakan untuk menganalisis fenomena.
Dalam penelitian kualitatif, struktur Bab 2 tidak selalu harus menggunakan hipotesis.
Tidak ada jumlah halaman yang berlaku universal untuk semua skripsi.
Panjang Bab 2 bergantung pada:
Oleh karena itu, mahasiswa sebaiknya tidak mengejar jumlah halaman semata.
Bab 2 yang panjang belum tentu lebih baik jika isinya hanya pengulangan definisi. Sebaliknya, Bab 2 yang lebih ringkas dapat tetap berkualitas jika teori, penelitian terdahulu, dan argumentasinya relevan.
Menyalin teori secara langsung dapat membuat tulisan kurang menunjukkan pemahaman peneliti.
Jangan memasukkan sumber hanya karena memiliki kata kunci yang sama.
Mahasiswa hanya menampilkan definisi dari banyak sumber tanpa menjelaskan kesimpulannya.
Penelitian terdahulu hanya dibuat sebagai tabel tanpa menjelaskan hubungan dengan penelitian sekarang.
Kerangka harus memiliki dasar ilmiah.
Indikator yang dijelaskan dalam Bab 2 harus konsisten dengan instrumen dan definisi operasional pada Bab 3.
Jangan menggunakan referensi yang tidak dapat ditemukan atau diverifikasi.
Berikut beberapa tips praktis yang dapat membantu mahasiswa.
Identifikasi seluruh variabel atau konsep utama penelitian.
Tentukan teori apa yang diperlukan untuk menjelaskan variabel tersebut.
Gunakan kata kunci yang spesifik ketika mencari jurnal atau buku.
Tabel membantu melakukan perbandingan antarpenelitian.
Jangan membuat kerangka hanya berdasarkan perkiraan.
Teori dan indikator harus dapat digunakan untuk menjelaskan operasionalisasi variabel.
AI dapat membantu mahasiswa dalam proses penyusunan Bab 2, tetapi penggunaannya perlu dilakukan secara kritis.
AI dapat dimanfaatkan untuk:
Namun, AI tidak boleh dijadikan satu-satunya sumber referensi.
Mahasiswa dapat menggunakan prompt berikut:
"Buatkan outline Bab 2 skripsi dengan judul [JUDUL PENELITIAN]. Identifikasi teori utama yang relevan untuk setiap variabel, konsep yang perlu dibahas, indikator variabel, penelitian terdahulu yang perlu dicari, kerangka berpikir, dan hipotesis jika penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Jangan membuat referensi atau data fiktif. Tandai bagian yang membutuhkan sumber jurnal atau buku."
Prompt tersebut dapat dikembangkan sesuai bidang penelitian.
"Bantu saya membuat matriks penelitian terdahulu untuk topik [TOPIK]. Buat kolom peneliti, tahun, judul, variabel, metode, objek, hasil penelitian, persamaan, perbedaan, dan potensi research gap. Gunakan hanya informasi dari sumber yang saya berikan dan jangan mengarang data."
Prompt seperti ini lebih aman karena mahasiswa dapat memasukkan sumber penelitian yang sudah diperoleh.
"Periksa Bab 2 berikut dan evaluasi apakah teori, variabel, indikator, penelitian terdahulu, kerangka berpikir, dan hipotesis sudah saling konsisten. Tunjukkan bagian yang tidak sesuai dan berikan saran perbaikan. Jangan membuat referensi baru."
AI dapat membantu sebagai alat pemeriksaan awal sebelum mahasiswa melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing.
Sebelum mengirim Bab 2 kepada dosen pembimbing, lakukan pemeriksaan berikut:
Panduan menulis Bab 2 skripsi pada dasarnya dimulai dari memahami fungsi Bab 2 sebagai landasan ilmiah penelitian. Bab 2 bukan sekadar tempat untuk mengumpulkan definisi dari berbagai sumber, tetapi harus menunjukkan hubungan antara teori, penelitian terdahulu, masalah penelitian, dan fokus penelitian yang dilakukan.
Struktur Bab 2 umumnya mencakup landasan teori, penelitian terdahulu, kerangka berpikir atau kerangka konseptual, dan hipotesis penelitian untuk penelitian yang menggunakannya. Sementara itu, penelitian kualitatif dapat memiliki struktur yang berbeda sesuai pendekatan dan pedoman program studi.
Kunci utama dalam menulis Bab 2 adalah relevansi dan konsistensi. Teori yang digunakan harus relevan, penelitian terdahulu harus dianalisis, kerangka berpikir harus memiliki dasar ilmiah, dan indikator penelitian harus konsisten dengan metode yang akan digunakan.
Mahasiswa juga dapat memanfaatkan AI untuk membantu membuat outline, mengevaluasi struktur, dan mengembangkan ide. Namun, sumber akademik tetap harus diperoleh dan diverifikasi secara mandiri. Hindari penggunaan referensi fiktif atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan memahami struktur dan fungsi setiap bagian, proses penyusunan Bab 2 skripsi akan menjadi lebih terarah dan sistematis.
Masih kesulitan mencari teori, menyusun penelitian terdahulu, membuat kerangka berpikir, atau menentukan struktur Bab 2 skripsi?
Molulus.id siap membantu kebutuhan akademik Anda, termasuk:
🌐 Website: molulus.id
📱 WhatsApp: 085179917579
Jangan biarkan proses skripsi terhambat karena kesulitan menyusun Bab 2. Hubungi Molulus.id sekarang untuk berkonsultasi dan mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan akademik Anda.