Latar belakang merupakan salah satu bagian paling penting dalam skripsi. Bagian ini menjadi dasar yang menjelaskan mengapa sebuah penelitian perlu dilakukan. Melalui latar belakang, pembaca diharapkan dapat memahami kondisi atau fenomena yang menjadi perhatian, masalah yang muncul, kesenjangan penelitian, hingga alasan peneliti memilih topik tertentu.
Banyak mahasiswa mengalami kesulitan ketika menyusun latar belakang skripsi. Tidak sedikit yang hanya mengumpulkan definisi dari berbagai sumber, kemudian menambahkan beberapa paragraf tentang topik penelitian tanpa menjelaskan masalah secara jelas. Akibatnya, latar belakang menjadi panjang tetapi kurang memiliki alur argumentasi.
Padahal, struktur latar belakang skripsi yang benar seharusnya disusun secara sistematis. Setiap paragraf memiliki fungsi yang saling berhubungan sehingga pembaca dapat mengikuti alur pemikiran penelitian dari pembahasan umum menuju masalah yang lebih spesifik.
Artikel ini akan membahas cara membuat latar belakang skripsi yang benar, struktur yang dapat digunakan, contoh alurnya, serta kesalahan yang perlu dihindari.
Latar belakang skripsi adalah bagian dalam karya ilmiah yang menjelaskan dasar pemikiran dan alasan dilakukannya sebuah penelitian. Latar belakang biasanya menjawab pertanyaan sederhana:
“Mengapa penelitian ini penting untuk dilakukan?”
Jawaban terhadap pertanyaan tersebut tidak cukup hanya ditulis dalam satu atau dua kalimat. Mahasiswa perlu membangun argumentasi berdasarkan fenomena, data, teori, penelitian terdahulu, permasalahan, serta research gap.
Dengan demikian, latar belakang bukan sekadar pendahuluan biasa. Latar belakang menjadi jembatan antara kondisi yang terjadi di lapangan dengan penelitian yang akan dilakukan.
Sebagai contoh, seorang mahasiswa ingin melakukan penelitian mengenai pengaruh penggunaan media sosial terhadap keputusan pembelian mahasiswa.
Latar belakangnya tidak cukup hanya menjelaskan bahwa media sosial semakin populer. Mahasiswa perlu menjelaskan perkembangan penggunaan media sosial, perilaku konsumen di media sosial, fenomena pembelian melalui platform digital, permasalahan yang ditemukan, penelitian sebelumnya, kemudian menunjukkan alasan mengapa hubungan tersebut masih perlu diteliti.
Secara umum, struktur latar belakang skripsi dapat dibuat menggunakan pola umum ke khusus. Artinya, pembahasan dimulai dari konteks yang luas kemudian semakin mengerucut menuju masalah penelitian.
Berikut struktur yang dapat digunakan.
Bagian pertama dapat dimulai dengan menjelaskan fenomena yang berkaitan dengan topik penelitian.
Fenomena merupakan kondisi atau kejadian yang menjadi perhatian dan memiliki hubungan dengan objek penelitian. Fenomena dapat berasal dari perkembangan teknologi, perubahan perilaku masyarakat, kondisi ekonomi, pendidikan, lingkungan kerja, kesehatan masyarakat, maupun bidang lainnya.
Contohnya:
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi dan melakukan aktivitas sehari-hari. Salah satu perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi sekaligus sumber informasi bagi konsumen.
Paragraf tersebut masih bersifat umum. Tujuannya adalah memberikan konteks kepada pembaca sebelum pembahasan diarahkan kepada masalah yang lebih spesifik.
Setelah menjelaskan fenomena, tambahkan data yang dapat memperkuat argumentasi.
Data dapat berupa statistik, hasil survei, laporan resmi, penelitian terdahulu, maupun informasi dari sumber kredibel lainnya.
Penggunaan data penting karena membuat latar belakang tidak hanya berisi opini penulis. Data juga dapat menunjukkan bahwa fenomena yang dibahas memang nyata dan relevan untuk diteliti.
Misalnya, jika penelitian membahas penggunaan media sosial oleh mahasiswa, mahasiswa dapat memasukkan data mengenai jumlah pengguna internet, penggunaan media sosial, durasi penggunaan media sosial, atau perilaku digital yang relevan.
Namun, jangan memasukkan data hanya karena terlihat menarik. Pastikan data tersebut mempunyai hubungan dengan variabel atau objek penelitian.
Setelah membahas kondisi umum dan data, jelaskan kondisi yang seharusnya terjadi atau kondisi ideal yang diharapkan.
Bagian ini membantu pembaca memahami standar, harapan, atau tujuan yang berkaitan dengan topik penelitian.
Misalnya dalam penelitian tentang kualitas pelayanan, kondisi ideal dapat berupa pelayanan yang cepat, akurat, responsif, dan mampu memberikan kepuasan kepada pelanggan.
Kondisi ideal tersebut kemudian dapat dibandingkan dengan kondisi aktual yang terjadi di lapangan.
Bagian selanjutnya adalah menjelaskan masalah yang menjadi fokus penelitian.
Di sinilah latar belakang mulai mengerucut. Mahasiswa perlu menunjukkan adanya perbedaan antara kondisi ideal dengan kondisi yang terjadi.
Misalnya:
Meskipun penggunaan media sosial memberikan peluang bagi perusahaan untuk berkomunikasi dengan konsumen, tidak seluruh konten promosi mampu menghasilkan respons yang sama. Perbedaan karakteristik konten, intensitas komunikasi, serta tingkat kepercayaan konsumen dapat memengaruhi keputusan pembelian.
Masalah harus dijelaskan secara spesifik. Hindari pernyataan terlalu umum seperti “masih banyak masalah yang terjadi” tanpa menjelaskan masalah apa yang dimaksud.
Setelah masalah ditemukan, jelaskan mengapa masalah tersebut penting.
Apa dampaknya apabila masalah tersebut tidak diteliti atau tidak diselesaikan?
Dampak dapat berkaitan dengan konsumen, perusahaan, organisasi, mahasiswa, masyarakat, maupun perkembangan ilmu pengetahuan.
Contohnya, masalah kualitas pelayanan dapat berdampak pada menurunnya kepuasan pelanggan, meningkatnya keluhan, berkurangnya loyalitas, atau menurunnya kemungkinan pelanggan melakukan pembelian ulang.
Bagian ini membuat penelitian terlihat memiliki urgensi.
Jika penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, bagian latar belakang juga perlu mengarahkan pembaca kepada variabel penelitian.
Misalnya penelitian memiliki variabel:
Maka pembahasan perlu secara bertahap mengarah kepada hubungan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan pelanggan.
Hindari tiba-tiba menyebut variabel penelitian tanpa penjelasan sebelumnya. Variabel sebaiknya muncul sebagai bagian dari alur argumentasi.
Penelitian terdahulu dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa topik yang dipilih memiliki dasar akademis.
Mahasiswa dapat menjelaskan beberapa penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik. Tidak harus menjelaskan seluruh isi penelitian, tetapi fokus pada temuan yang berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan.
Contohnya:
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kualitas pelayanan memiliki hubungan dengan kepuasan pelanggan. Namun, penelitian lain menemukan bahwa pengaruh tersebut dapat berbeda berdasarkan karakteristik objek dan konteks penelitian.
Dari sini, mahasiswa dapat mulai membangun alasan mengapa penelitian baru masih diperlukan.
Research gap merupakan salah satu bagian penting dalam latar belakang skripsi.
Research gap menunjukkan adanya celah, perbedaan hasil, keterbatasan, objek yang belum diteliti, metode yang berbeda, atau aspek tertentu yang masih dapat dikembangkan dari penelitian sebelumnya.
Beberapa bentuk research gap antara lain:
Research gap membantu menjawab pertanyaan:
“Apa yang membuat penelitian ini perlu dilakukan jika penelitian serupa sudah pernah ada?”
Setelah research gap dijelaskan, mahasiswa perlu menerangkan alasan memilih objek penelitian.
Objek penelitian dapat berupa perusahaan, sekolah, universitas, komunitas, produk, konsumen, masyarakat, instansi, atau kelompok tertentu.
Jelaskan kondisi objek yang membuatnya relevan dengan permasalahan penelitian.
Misalnya:
Pemilihan mahasiswa sebagai objek penelitian didasarkan pada tingginya intensitas penggunaan media sosial dalam aktivitas sehari-hari serta karakteristik mahasiswa sebagai kelompok konsumen yang aktif mencari informasi melalui platform digital.
Penjelasan seperti ini lebih kuat daripada sekadar menulis “peneliti memilih objek tersebut karena mudah mendapatkan data.”
Bagian terakhir latar belakang sebaiknya mengarah langsung kepada penelitian yang akan dilakukan.
Pada bagian ini, jelaskan kembali masalah utama, variabel, objek, serta tujuan umum penelitian.
Contohnya:
Berdasarkan fenomena, permasalahan, dan adanya research gap tersebut, penelitian mengenai pengaruh penggunaan media sosial terhadap keputusan pembelian mahasiswa penting untuk dilakukan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai hubungan antara aktivitas pemasaran melalui media sosial dengan perilaku keputusan pembelian konsumen.
Setelah paragraf tersebut, pembahasan dapat dilanjutkan menuju identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan bagian lain sesuai sistematika kampus.
Agar lebih mudah diingat, struktur latar belakang skripsi dapat menggunakan pola berikut:
Fenomena → Data → Kondisi Ideal → Kondisi Aktual → Masalah → Dampak → Variabel → Penelitian Terdahulu → Research Gap → Objek Penelitian → Alasan Penelitian
Pola tersebut tidak berarti harus selalu digunakan secara kaku. Setiap kampus atau program studi dapat memiliki pedoman penulisan yang berbeda.
Yang paling penting adalah setiap paragraf mempunyai hubungan logis dengan paragraf berikutnya.
Misalnya judul penelitian:
“Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan pada Perusahaan X.”
Kerangka latar belakangnya dapat dibuat seperti berikut:
Paragraf 1: Membahas perkembangan industri jasa dan pentingnya pelayanan.
Paragraf 2: Menjelaskan data mengenai perkembangan industri atau jumlah pelanggan.
Paragraf 3: Menjelaskan pentingnya kualitas pelayanan bagi perusahaan.
Paragraf 4: Menjelaskan kondisi pelayanan pada objek penelitian.
Paragraf 5: Menunjukkan permasalahan berdasarkan data atau observasi awal.
Paragraf 6: Menjelaskan dampak masalah terhadap pelanggan dan perusahaan.
Paragraf 7: Membahas kualitas pelayanan sebagai variabel X.
Paragraf 8: Membahas kepuasan pelanggan sebagai variabel Y.
Paragraf 9: Menjelaskan penelitian terdahulu.
Paragraf 10: Menjelaskan research gap.
Paragraf 11: Menjelaskan alasan pemilihan objek.
Paragraf 12: Menegaskan urgensi dan arah penelitian.
Dengan kerangka tersebut, mahasiswa akan lebih mudah mengembangkan setiap poin menjadi paragraf akademis.
Tidak ada jumlah paragraf yang berlaku sama untuk semua skripsi. Panjang latar belakang biasanya disesuaikan dengan pedoman kampus, jenis penelitian, kompleksitas masalah, serta arahan dosen pembimbing.
Yang lebih penting daripada jumlah paragraf adalah kelengkapan argumentasi.
Latar belakang yang terdiri dari 10 paragraf tetapi mempunyai alur yang jelas dapat lebih baik daripada 20 paragraf yang hanya berisi definisi dan informasi umum.
Karena itu, jangan mengejar jumlah halaman semata. Fokuslah pada kualitas pembahasan.
Ada beberapa tips yang dapat membantu mahasiswa membuat latar belakang lebih kuat.
Gunakan jurnal ilmiah, buku akademik, laporan lembaga resmi, data statistik, dan sumber terpercaya lainnya.
Hindari menjadikan blog tidak kredibel sebagai sumber utama penelitian.
Definisi teori memang diperlukan, tetapi latar belakang bukan kumpulan definisi.
Jangan membuat beberapa halaman hanya berisi pengertian dari berbagai ahli. Hubungkan teori dengan fenomena dan masalah penelitian.
Jika menyebut adanya peningkatan, penurunan, atau perubahan suatu kondisi, gunakan data yang dapat diverifikasi.
Data membuat argumentasi lebih meyakinkan.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah pembahasan langsung masuk ke objek penelitian tanpa memberikan konteks.
Gunakan alur:
umum → fenomena → masalah → penelitian terdahulu → gap → objek → penelitian.
Jangan membuat setiap paragraf seperti informasi yang berdiri sendiri.
Gunakan kalimat transisi agar pembaca memahami hubungan antaride.
Beberapa kesalahan berikut sebaiknya dihindari:
1. Terlalu banyak copy-paste teori.
Latar belakang menjadi seperti kumpulan pengertian tanpa argumentasi.
2. Tidak memiliki data pendukung.
Masalah yang diklaim penting tetapi tidak didukung bukti menjadi kurang meyakinkan.
3. Tidak menjelaskan masalah utama.
Pembaca selesai membaca tetapi tetap tidak mengetahui masalah yang sebenarnya ingin diteliti.
4. Tidak ada research gap.
Penelitian terdahulu disebutkan, tetapi mahasiswa tidak menjelaskan celah yang masih tersedia.
5. Objek penelitian muncul tiba-tiba.
Nama perusahaan, sekolah, atau kelompok penelitian tiba-tiba muncul tanpa alasan yang jelas.
6. Menggunakan sumber yang tidak relevan.
Sumber harus benar-benar mendukung pembahasan.
7. Menggunakan data tanpa memeriksa tahun dan sumbernya.
Data lama dapat membuat argumentasi kurang relevan apabila topik membutuhkan informasi terbaru.
Teknologi AI dapat membantu mahasiswa dalam proses menyusun kerangka latar belakang skripsi. Namun, AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti proses berpikir dan penelitian mahasiswa.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memberikan prompt yang spesifik.
Contohnya:
“Bantu saya membuat kerangka latar belakang skripsi dengan pola umum ke khusus. Topik penelitian saya adalah [topik]. Variabel penelitian saya adalah [variabel]. Objek penelitian saya adalah [objek]. Buatkan alur pembahasan yang mencakup fenomena, data yang perlu dicari, masalah, dampak, penelitian terdahulu, research gap, dan alasan pemilihan objek. Jangan membuat data fiktif.”
Prompt seperti ini dapat membantu mahasiswa mendapatkan gambaran struktur sebelum mulai menulis.
AI juga dapat digunakan untuk memeriksa apakah alur latar belakang sudah logis, apakah terdapat bagian yang terlalu berulang, dan apakah pembahasan sudah mengarah kepada rumusan masalah.
Namun, data, kutipan, referensi, dan fakta yang digunakan tetap harus diverifikasi secara mandiri. Jangan langsung memasukkan informasi yang diberikan AI ke dalam skripsi tanpa pengecekan.
Sebelum menganggap latar belakang selesai, lakukan pengecekan berikut:
Jika sebagian besar pertanyaan tersebut dapat dijawab “ya”, struktur latar belakang yang dibuat sudah berada pada arah yang lebih baik.
Memahami struktur latar belakang skripsi yang benar sangat penting karena latar belakang merupakan dasar argumentasi dari sebuah penelitian. Latar belakang yang baik bukan sekadar tulisan panjang, tetapi tulisan yang mampu menjelaskan fenomena, menghadirkan data, menunjukkan masalah, menjelaskan dampak, membahas penelitian terdahulu, menemukan research gap, serta memberikan alasan mengapa penelitian perlu dilakukan.
Pola yang dapat digunakan mahasiswa adalah:
Fenomena → Data → Kondisi Ideal → Kondisi Aktual → Masalah → Dampak → Variabel → Penelitian Terdahulu → Research Gap → Objek → Urgensi Penelitian.
Dengan struktur tersebut, proses menyusun latar belakang dapat menjadi lebih terarah dan tidak dimulai dari halaman kosong.
Bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi dan membutuhkan bantuan dalam membuat kerangka, mencari ide prompt, menyusun alur pembahasan, atau menggunakan AI secara lebih terarah, Molulus.id dapat menjadi salah satu referensi untuk membantu proses pengerjaan skripsi.
Jangan biarkan proses menyusun skripsi terasa membingungkan karena harus memikirkan prompt dari awal. Gunakan panduan dan template prompt AI yang dapat membantu proses pengerjaan skripsi menjadi lebih terstruktur.
Pesan sekarang melalui website Molulus.id atau WhatsApp di 085179917579.
Mulai dari menentukan topik, menyusun latar belakang, membuat rumusan masalah, mengembangkan pembahasan, hingga mempersiapkan skripsi, gunakan AI secara lebih terarah dan tetap lakukan verifikasi terhadap data serta sumber akademik yang digunakan.
Molulus.id — bantu proses skripsi menjadi lebih mudah, rapi, dan terarah.