Latar belakang skripsi merupakan bagian penting yang menjelaskan alasan mengapa sebuah penelitian perlu dilakukan. Dalam menyusun latar belakang, mahasiswa tidak hanya perlu menjelaskan teori dan fenomena, tetapi juga membutuhkan data yang relevan untuk memperkuat argumentasi.
Data dapat membuat latar belakang skripsi menjadi lebih meyakinkan karena menunjukkan bahwa permasalahan yang dibahas benar-benar memiliki dasar. Namun, memasukkan data ke dalam latar belakang tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Data harus memiliki hubungan dengan topik penelitian, berasal dari sumber yang dapat dipercaya, serta mampu mendukung masalah yang ingin diteliti.
Bagi mahasiswa, salah satu tantangan terbesar adalah menentukan data apa yang perlu dimasukkan ke latar belakang skripsi, dari mana sumbernya, serta bagaimana cara menjelaskan data tersebut dalam bentuk paragraf akademis.
Artikel ini membahas berbagai tips memasukkan data ke latar belakang skripsi agar pembahasan lebih sistematis, relevan, dan mendukung penelitian.
Data berfungsi sebagai bukti yang memperkuat pernyataan dalam latar belakang. Tanpa data, beberapa pernyataan dapat terlihat seperti opini pribadi penulis.
Sebagai contoh, mahasiswa menulis:
“Penggunaan media sosial semakin meningkat dan memberikan pengaruh besar terhadap perilaku konsumen.”
Pernyataan tersebut masih terlalu umum. Akan lebih kuat apabila disertai data yang menunjukkan perkembangan penggunaan media sosial atau perubahan perilaku konsumen.
Data membantu menjawab pertanyaan seperti:
Dengan demikian, data bukan sekadar pelengkap tulisan. Data merupakan bagian dari argumentasi penelitian.
Tips memasukkan data ke latar belakang yang pertama adalah memilih data yang benar-benar berkaitan dengan penelitian.
Jangan memasukkan data hanya karena terlihat menarik atau memiliki angka yang besar.
Misalnya, penelitian membahas pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan, maka data yang dapat digunakan antara lain:
Sebaliknya, data yang tidak berhubungan langsung dengan permasalahan sebaiknya tidak dipaksakan untuk masuk ke dalam latar belakang.
Prinsip sederhananya adalah:
Data harus membantu pembaca memahami masalah penelitian.
Sumber data merupakan hal yang sangat penting dalam penulisan skripsi.
Data yang digunakan sebaiknya berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, seperti:
Jika menggunakan data dari internet, jangan langsung mengambil angka dari halaman pertama hasil pencarian Google.
Periksa siapa yang menerbitkan data, kapan data diterbitkan, bagaimana metode pengumpulan datanya, dan apakah sumber tersebut relevan dengan penelitian.
Hal ini penting karena kualitas sumber akan memengaruhi kualitas argumentasi dalam skripsi.
Mahasiswa juga perlu memperhatikan tahun data.
Data yang terlalu lama belum tentu salah, tetapi relevansinya harus disesuaikan dengan topik penelitian. Untuk topik yang mengalami perubahan cepat, seperti teknologi, media sosial, pemasaran digital, dan perilaku konsumen, penggunaan data terbaru biasanya lebih relevan.
Sebagai contoh, jika penelitian membahas tren penggunaan platform digital pada tahun tertentu, penggunaan data yang terlalu jauh dari periode penelitian dapat membuat latar belakang kurang menggambarkan kondisi aktual.
Namun, data lama tetap dapat digunakan apabila memang diperlukan untuk menunjukkan perkembangan atau perbandingan dari waktu ke waktu.
Misalnya:
Data tahun 2022, 2023, 2024, dan 2025 dapat digunakan untuk menunjukkan adanya peningkatan atau penurunan suatu fenomena.
Dengan begitu, data tidak hanya menjadi angka, tetapi membantu menunjukkan tren.
Kesalahan yang sering terjadi adalah mahasiswa menganggap semakin banyak data berarti semakin bagus.
Padahal, latar belakang yang dipenuhi angka justru dapat membuat pembaca kesulitan memahami inti masalah.
Pilih data yang paling penting.
Misalnya, dari 10 data yang ditemukan, hanya tiga data yang benar-benar mendukung permasalahan penelitian. Maka gunakan tiga data tersebut dan jelaskan maknanya.
Lebih baik menggunakan sedikit data yang relevan daripada banyak data tetapi tidak memiliki hubungan yang jelas dengan penelitian.
Data tidak boleh hanya ditempelkan begitu saja di dalam paragraf.
Setelah memasukkan data, jelaskan apa arti data tersebut terhadap masalah penelitian.
Contohnya:
Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah keluhan pelanggan mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Kondisi tersebut menunjukkan adanya permasalahan dalam pelayanan yang perlu mendapatkan perhatian karena keluhan pelanggan dapat menjadi salah satu indikator adanya ketidakpuasan terhadap layanan yang diberikan.
Perhatikan bahwa angka atau data tidak berdiri sendiri. Penulis menjelaskan interpretasinya dan menghubungkannya dengan permasalahan.
Pola yang dapat digunakan adalah:
Data → Interpretasi → Hubungan dengan Masalah → Alasan Penelitian
Pola tersebut membuat penggunaan data menjadi lebih efektif.
Pada bagian awal latar belakang, data dapat digunakan untuk memperkuat fenomena umum.
Misalnya penelitian membahas penggunaan AI oleh mahasiswa.
Mahasiswa dapat memulai dengan menjelaskan perkembangan teknologi AI, kemudian menggunakan data mengenai perkembangan penggunaan AI dalam pendidikan atau masyarakat.
Setelah itu, pembahasan dapat diarahkan kepada mahasiswa sebagai kelompok yang menggunakan teknologi tersebut.
Data berfungsi sebagai jembatan dari pembahasan umum menuju masalah yang lebih spesifik.
Selain menjelaskan fenomena, data juga dapat digunakan untuk menunjukkan masalah penelitian.
Misalnya terdapat data mengenai:
Data tersebut dapat menjadi bukti awal bahwa terdapat masalah yang layak diteliti.
Contohnya:
Berdasarkan laporan internal perusahaan, jumlah pelanggan yang melakukan pembelian ulang mengalami penurunan selama beberapa periode terakhir. Kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan perilaku pelanggan yang perlu dikaji lebih lanjut, terutama berkaitan dengan faktor pelayanan dan kepuasan pelanggan.
Kalimat tersebut lebih kuat dibandingkan hanya mengatakan bahwa “pelanggan mulai tidak puas”.
Salah satu cara membuat data dalam latar belakang lebih menarik adalah menggunakan perbandingan.
Perbandingan dapat dilakukan berdasarkan:
Contohnya:
Jumlah pengguna layanan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, tetapi tingkat kepuasan pelanggan justru menunjukkan kecenderungan yang berbeda.
Perbedaan tersebut dapat menjadi dasar untuk menggali masalah lebih dalam.
Perbandingan juga membantu menciptakan alur argumentasi yang lebih logis.
Data yang digunakan sebaiknya dapat diarahkan kepada variabel penelitian.
Misalnya penelitian kuantitatif memiliki variabel:
X = Kualitas Pelayanan
Y = Kepuasan Pelanggan
Maka data yang dimasukkan harus membantu menjelaskan kondisi yang berkaitan dengan kedua variabel tersebut.
Jika data hanya membahas perkembangan perusahaan secara umum tanpa hubungan dengan kualitas pelayanan atau kepuasan pelanggan, data tersebut mungkin kurang efektif.
Karena itu, sebelum memasukkan sebuah data, tanyakan:
“Data ini mendukung variabel atau masalah penelitian yang mana?”
Jika jawabannya tidak jelas, pertimbangkan kembali penggunaannya.
Ini merupakan hal yang sangat penting dalam penulisan skripsi.
Jangan pernah membuat angka atau statistik hanya agar latar belakang terlihat lebih meyakinkan.
Jika membutuhkan data tetapi belum menemukannya, tuliskan bagian tersebut sebagai data yang perlu dicari atau gunakan sumber lain yang valid.
Penggunaan data fiktif dapat merusak kredibilitas penelitian dan berpotensi menimbulkan masalah akademik.
Hal yang sama berlaku ketika menggunakan AI. AI dapat membantu menemukan jenis data yang dibutuhkan, tetapi mahasiswa tetap harus mengecek sumber asli dan memastikan data benar-benar tersedia.
Selain data sekunder dari laporan atau jurnal, mahasiswa juga dapat menggunakan data primer apabila sesuai dengan desain penelitian.
Contohnya:
Misalnya mahasiswa melakukan survei awal terhadap 30 responden untuk mendapatkan gambaran awal mengenai kepuasan pelanggan.
Hasil survei tersebut dapat digunakan sebagai data pendukung, selama metode pengumpulan dan konteks penggunaannya dijelaskan dengan benar serta sesuai dengan arahan dosen pembimbing.
Setiap data yang berasal dari sumber tertentu harus dapat ditelusuri.
Jangan hanya menulis:
“Menurut sebuah penelitian, pengguna media sosial meningkat.”
Lebih baik identifikasi sumbernya secara jelas sesuai gaya sitasi yang digunakan kampus.
Sumber tersebut kemudian dicantumkan dalam daftar pustaka.
Dengan demikian, pembaca dapat mengetahui dari mana data atau informasi tersebut berasal.
Data dalam latar belakang harus digunakan untuk menggambarkan fenomena dan permasalahan, bukan untuk memaksakan kesimpulan.
Mahasiswa tidak seharusnya memilih atau mengubah data hanya karena ingin membuktikan bahwa hipotesisnya benar.
Penelitian yang baik justru memberikan ruang bagi hasil penelitian untuk menunjukkan kondisi yang sebenarnya.
Oleh karena itu, gunakan data secara objektif dan sesuai sumber aslinya.
Misalnya penelitian berjudul:
“Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan pada Restoran X.”
Contoh sederhana penyusunan paragrafnya:
Industri makanan dan minuman mengalami perkembangan yang cukup pesat sehingga persaingan antar pelaku usaha semakin tinggi. Dalam kondisi tersebut, perusahaan tidak hanya perlu menawarkan produk yang berkualitas, tetapi juga memberikan pelayanan yang mampu memenuhi harapan pelanggan. Kualitas pelayanan menjadi salah satu aspek yang dapat memengaruhi pengalaman pelanggan ketika menggunakan suatu produk atau jasa.
Kemudian data dapat dimasukkan:
Berdasarkan data internal Restoran X, jumlah pelanggan yang menyampaikan keluhan terkait waktu pelayanan mengalami peningkatan selama beberapa periode terakhir. Kondisi tersebut menunjukkan adanya permasalahan dalam proses pelayanan yang perlu diperhatikan. Peningkatan keluhan menjadi salah satu indikasi bahwa terdapat aspek pelayanan yang belum sepenuhnya memenuhi harapan pelanggan.
Kemudian data diarahkan kepada variabel:
Kondisi tersebut menjadi penting untuk dikaji karena kualitas pelayanan dapat berkaitan dengan tingkat kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, penelitian mengenai pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan pada Restoran X perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kualitas pelayanan berhubungan dengan kepuasan pelanggan.
Perhatikan alurnya:
Fenomena → Data → Masalah → Interpretasi → Variabel → Alasan Penelitian.
Inilah salah satu pola yang dapat digunakan ketika memasukkan data ke dalam latar belakang.
Jika kesulitan menemukan data, buat daftar kebutuhan data terlebih dahulu.
Misalnya penelitian tentang digital marketing:
Topik: Digital Marketing
Variabel: Digital Marketing dan Keputusan Pembelian
Data yang dapat dicari:
Dengan cara tersebut, pencarian data menjadi lebih terarah.
AI dapat digunakan untuk membantu membuat daftar kebutuhan data.
Contoh prompt:
“Saya sedang menyusun latar belakang skripsi dengan judul [judul penelitian]. Variabel penelitian saya adalah [variabel]. Buatkan daftar jenis data yang perlu saya cari untuk memperkuat latar belakang. Kelompokkan menjadi data fenomena umum, data masalah, data objek penelitian, dan data penelitian terdahulu. Jangan membuat angka atau sumber fiktif.”
Prompt tersebut dapat membantu mahasiswa mengetahui data apa saja yang perlu dicari.
Setelah mendapatkan daftar tersebut, cari sumber aslinya melalui jurnal, lembaga resmi, laporan penelitian, atau sumber kredibel lainnya.
AI sebaiknya digunakan untuk membantu mengorganisasi kebutuhan data, bukan untuk menggantikan proses verifikasi sumber.
Sebelum menggunakan sebuah data, lakukan pengecekan berikut:
Jika jawabannya sudah sesuai, data tersebut lebih layak digunakan dalam latar belakang.
Tips memasukkan data ke latar belakang skripsi yang paling penting adalah jangan menjadikan data sekadar hiasan. Data harus memiliki fungsi dalam membangun argumentasi penelitian.
Gunakan data yang relevan, berasal dari sumber kredibel, memiliki tahun yang sesuai, dan mampu menunjukkan fenomena atau masalah penelitian. Setelah menyajikan data, jangan lupa menjelaskan maknanya dan menghubungkannya dengan masalah serta variabel penelitian.
Pola sederhana yang dapat digunakan adalah:
Data → Interpretasi → Masalah → Variabel → Urgensi Penelitian.
Dengan menerapkan pola tersebut, latar belakang skripsi akan menjadi lebih kuat, sistematis, dan meyakinkan.
Bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, penggunaan AI juga dapat membantu membuat kerangka, mencari ide, menyusun pertanyaan penelitian, mengevaluasi alur tulisan, serta membantu mengorganisasi informasi. Namun, seluruh data dan referensi tetap perlu diverifikasi menggunakan sumber akademis yang terpercaya.
Menyusun skripsi tidak harus selalu dimulai dari halaman kosong. Dengan prompt AI yang tepat, mahasiswa dapat membuat proses mencari ide, menyusun kerangka, mengembangkan pembahasan, dan mengevaluasi tulisan menjadi lebih terarah.
Dapatkan panduan dan template prompt AI untuk membantu proses pengerjaan skripsi melalui Molulus.id.
Order sekarang melalui website Molulus.id atau WhatsApp 085179917579.
Gunakan AI secara bijak sebagai alat bantu belajar dan menyusun penelitian, tetap lakukan verifikasi terhadap data, sumber, serta referensi yang digunakan.
Molulus.id — membantu proses skripsi menjadi lebih mudah, rapi, dan terarah.