Salin URL

Tips Mencari Ide Skripsi dari Jurnal

Menentukan ide skripsi sering kali menjadi salah satu tahap yang paling membingungkan bagi mahasiswa. Banyak mahasiswa ingin segera mulai mengerjakan skripsi, tetapi justru berhenti karena belum menemukan topik penelitian yang sesuai.

Padahal, ide skripsi sebenarnya bisa ditemukan dari berbagai sumber. Salah satu sumber yang paling bermanfaat adalah jurnal ilmiah. Jurnal tidak hanya dapat digunakan sebagai referensi ketika skripsi sudah dimulai, tetapi juga dapat membantu mahasiswa menemukan ide penelitian yang relevan.

Dengan membaca jurnal, kamu bisa mengetahui topik apa yang sedang banyak dibahas, masalah apa yang belum selesai, hasil penelitian yang masih berbeda, serta aspek apa yang masih bisa dikembangkan.

Namun, mencari ide skripsi dari jurnal bukan berarti harus membaca ratusan jurnal dari awal sampai akhir. Ada cara yang lebih efektif agar waktu membaca jurnal bisa digunakan untuk menemukan ide penelitian.

Lalu, bagaimana tips mencari ide skripsi dari jurnal yang tepat?

Berikut panduan yang bisa kamu gunakan mulai dari menentukan kata kunci hingga mengubah temuan dari jurnal menjadi ide skripsi.


Mengapa Jurnal Bisa Menjadi Sumber Ide Skripsi?

Jurnal ilmiah berisi hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Dari jurnal tersebut, mahasiswa dapat mengetahui perkembangan penelitian dalam bidang tertentu.

Jurnal bisa membantu menjawab beberapa pertanyaan penting seperti:

  • Apa yang sudah banyak diteliti?
  • Apa yang masih jarang dibahas?
  • Masalah apa yang sedang muncul?
  • Apa hasil penelitian sebelumnya?
  • Apakah terdapat hasil penelitian yang berbeda?
  • Apa keterbatasan penelitian terdahulu?
  • Apa yang disarankan untuk penelitian berikutnya?

Jawaban dari pertanyaan tersebut dapat menjadi dasar untuk menemukan ide skripsi.

Jadi, jangan hanya membaca jurnal untuk mencari teori atau kutipan. Gunakan jurnal sebagai peta untuk melihat perkembangan penelitian dalam bidang yang ingin kamu pilih.


Tips Mencari Ide Skripsi dari Jurnal

1. Mulai dari Topik yang Kamu Minati

Jangan langsung membuka jurnal secara acak.

Tentukan terlebih dahulu bidang yang menarik bagi kamu.

Misalnya:

  • Administrasi publik
  • Manajemen
  • Akuntansi
  • Ilmu komunikasi
  • Pendidikan
  • Sosiologi
  • Ekonomi
  • Psikologi
  • Teknologi
  • Kesehatan
  • Bisnis digital

Setelah menentukan bidang, pilih topik yang lebih spesifik.

Misalnya jika kamu tertarik dengan administrasi publik, kamu bisa mempersempit menjadi:

Pelayanan publik

Kemudian dipersempit lagi menjadi:

Kualitas pelayanan publik berbasis digital.

Dengan topik awal yang jelas, pencarian jurnal akan menjadi lebih mudah.


2. Tentukan Kata Kunci Pencarian

Setelah menentukan topik, buat beberapa kata kunci.

Misalnya kamu ingin meneliti tentang penggunaan media sosial dalam pemasaran UMKM.

Kata kunci yang bisa digunakan antara lain:

  • Digital marketing UMKM
  • Social media marketing UMKM
  • Media sosial UMKM
  • Digital marketing dan minat beli
  • Social media dan keputusan pembelian
  • UMKM dan perilaku konsumen

Jangan hanya menggunakan satu kata kunci.

Semakin banyak variasi kata kunci yang relevan, semakin besar kemungkinan kamu menemukan penelitian yang memberikan perspektif berbeda.


3. Cari Jurnal dengan Kata Kunci yang Lebih Spesifik

Kata kunci yang terlalu umum biasanya menghasilkan terlalu banyak penelitian.

Misalnya kamu hanya mencari:

“UMKM”

Hasilnya tentu sangat luas.

Coba persempit menjadi:

“digital marketing UMKM”

Kemudian bisa dipersempit lagi:

“digital marketing UMKM keputusan pembelian”

Dengan kata kunci yang lebih spesifik, jurnal yang ditemukan akan lebih dekat dengan calon topik penelitianmu.


4. Jangan Hanya Melihat Judul Jurnal

Ini merupakan kesalahan yang cukup sering dilakukan mahasiswa.

Ketika menemukan judul jurnal yang menarik, jangan langsung menganggap judul tersebut sebagai ide skripsi.

Baca bagian:

  • Abstrak
  • Pendahuluan
  • Tujuan penelitian
  • Metode
  • Hasil
  • Kesimpulan
  • Keterbatasan
  • Saran penelitian selanjutnya

Dari bagian tersebut kamu bisa mengetahui masalah penelitian secara lebih jelas.

Judul jurnal hanya memberikan gambaran awal. Ide penelitian biasanya muncul setelah kamu memahami isi dan permasalahan yang dibahas.


5. Perhatikan Bagian Abstrak

Jika waktumu terbatas, abstrak dapat menjadi bagian awal yang dibaca.

Biasanya abstrak menjelaskan:

  • Masalah penelitian
  • Tujuan penelitian
  • Metode
  • Sampel atau objek
  • Hasil
  • Kesimpulan

Jika abstraknya sangat relevan dengan minatmu, tandai jurnal tersebut untuk dibaca lebih mendalam.

Cara ini membuat proses pencarian ide menjadi lebih efisien.


6. Baca Bagian Pendahuluan untuk Menemukan Masalah

Bagian pendahuluan merupakan salah satu bagian terpenting ketika mencari ide skripsi.

Di bagian ini, peneliti biasanya menjelaskan latar belakang masalah dan alasan penelitian dilakukan.

Perhatikan kalimat yang menunjukkan adanya:

  • Permasalahan
  • Perubahan fenomena
  • Ketidaksesuaian kondisi
  • Perbedaan hasil penelitian
  • Keterbatasan penelitian terdahulu
  • Masalah yang belum terselesaikan

Misalnya peneliti menyebutkan bahwa penelitian tentang suatu fenomena masih terbatas pada kelompok tertentu.

Hal tersebut bisa menjadi petunjuk untuk menemukan ide penelitian baru.


7. Cari Bagian Research Gap

Salah satu tips mencari ide skripsi dari jurnal yang paling penting adalah mencari research gap.

Research gap merupakan celah atau bagian yang masih belum terjawab atau masih dapat dikembangkan dari penelitian terdahulu.

Misalnya:

Penelitian A menemukan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat.

Penelitian B justru menemukan bahwa pengaruhnya tidak signifikan.

Perbedaan tersebut dapat menjadi bahan untuk mencari ide penelitian.

Kamu bisa bertanya:

Mengapa hasil penelitian tersebut berbeda?

Dari pertanyaan tersebut, kamu dapat mengembangkan penelitian dengan objek, lokasi, variabel, atau konteks tertentu.


8. Perhatikan Bagian Keterbatasan Penelitian

Bagian limitations juga sangat berguna.

Peneliti biasanya menjelaskan keterbatasan penelitian yang telah dilakukan.

Contohnya:

Penelitian hanya dilakukan pada satu wilayah.

Atau:

Penelitian hanya menggunakan responden dengan karakteristik tertentu.

Atau:

Penelitian menggunakan metode kuantitatif sehingga belum menggali pengalaman responden secara mendalam.

Keterbatasan tersebut bisa memberikan arah untuk penelitian berikutnya.

Namun, jangan langsung mengubah setiap keterbatasan menjadi judul skripsi. Pastikan masalah tersebut relevan dan memungkinkan untuk diteliti.


9. Baca Saran untuk Penelitian Selanjutnya

Selain keterbatasan, perhatikan bagian:

Future Research

atau

Recommendations for Further Research.

Bagian tersebut sering berisi saran dari peneliti mengenai penelitian yang masih dapat dikembangkan.

Misalnya peneliti menyarankan:

  • Menggunakan objek berbeda.
  • Menggunakan lokasi berbeda.
  • Menambahkan variabel.
  • Menggunakan metode berbeda.
  • Menggunakan teori lain.
  • Menguji penelitian pada kelompok responden berbeda.

Saran tersebut dapat menjadi sumber ide skripsi.


10. Bandingkan Beberapa Jurnal

Jangan hanya mengandalkan satu jurnal.

Idealnya, kumpulkan beberapa penelitian yang memiliki topik berdekatan.

Kemudian bandingkan:

AspekJurnal AJurnal BJurnal C
TopikDigital marketingDigital marketingSocial media
ObjekUMKMPerusahaanUMKM
MetodeKuantitatifKuantitatifKualitatif
VariabelX dan YX dan YStrategi
HasilBerpengaruhTidak signifikanStrategi tertentu
LokasiKota AKota BKota C

Dari tabel tersebut, kamu dapat melihat pola penelitian yang sudah dilakukan.

Kemudian tanyakan:

Apa yang berbeda?

Apa yang belum dibahas?

Apa yang hasilnya berbeda?

Apa yang masih bisa dikembangkan?

Pertanyaan tersebut dapat membantu menemukan ide skripsi.


11. Cari Fenomena yang Sedang Terjadi

Ide skripsi akan menjadi lebih menarik jika berkaitan dengan fenomena nyata.

Misalnya kamu menemukan banyak jurnal tentang:

Penggunaan media sosial dalam pemasaran.

Kemudian kamu melihat adanya fenomena baru terkait perubahan cara UMKM menggunakan platform digital.

Fenomena tersebut dapat menjadi titik awal untuk penelitian.

Namun, jangan hanya mengambil fenomena dari media sosial atau berita. Hubungkan fenomena tersebut dengan penelitian terdahulu agar memiliki dasar akademis yang kuat.


12. Jangan Takut Mengembangkan Topik yang Sudah Banyak Diteliti

Topik yang sudah banyak diteliti bukan berarti tidak bisa digunakan.

Justru banyaknya penelitian bisa memudahkan kamu dalam mencari:

  • Teori
  • Variabel
  • Instrumen
  • Penelitian terdahulu
  • Research gap
  • Referensi

Yang penting adalah menemukan sudut pandang yang relevan.

Misalnya sudah banyak penelitian tentang:

Media sosial dan keputusan pembelian.

Kamu dapat mempersempit penelitian berdasarkan:

  • Jenis produk
  • Karakteristik konsumen
  • Platform tertentu
  • Lokasi
  • Kelompok usia
  • Periode penelitian
  • Variabel tambahan

Tetap pastikan perubahan tersebut memiliki alasan akademis.


13. Gunakan Jurnal Terbaru sebagai Awal Pencarian

Jurnal yang lebih baru dapat membantu mengetahui perkembangan penelitian terkini.

Namun, bukan berarti jurnal lama tidak berguna.

Keduanya tetap diperlukan.

Jurnal terbaru membantu melihat:

  • Tren penelitian.
  • Fenomena terbaru.
  • Topik yang sedang berkembang.
  • Perubahan konteks.

Sementara jurnal yang lebih lama dapat membantu memahami:

  • Teori dasar.
  • Konsep utama.
  • Penelitian awal.
  • Perkembangan suatu topik.

Jadi, gunakan kombinasi sumber yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.


14. Buat Daftar Ide dari Setiap Jurnal

Jangan hanya membaca jurnal lalu menutupnya.

Setiap kali membaca jurnal, tuliskan minimal satu atau dua kemungkinan ide.

Contohnya:

Jurnal 1:
Membahas digital marketing pada UMKM kuliner.

Ide:
Bagaimana strategi digital marketing diterapkan pada UMKM fashion?

Jurnal 2:
Membahas media sosial terhadap keputusan pembelian.

Ide:
Bagaimana peran konten media sosial dalam membangun kepercayaan konsumen?

Jurnal 3:
Membahas kepuasan pengguna aplikasi.

Ide:
Bagaimana pengalaman pengguna setelah adanya pembaruan aplikasi?

Setelah membaca beberapa jurnal, kamu akan memiliki banyak calon ide.


15. Gabungkan Beberapa Temuan

Ide skripsi terkadang tidak muncul dari satu jurnal.

Ide bisa muncul setelah menggabungkan beberapa penelitian.

Misalnya:

Jurnal A: Digital marketing.

Jurnal B: Kepercayaan konsumen.

Jurnal C: UMKM.

Dari ketiganya, kamu mungkin menemukan ide untuk meneliti hubungan digital marketing dengan kepercayaan konsumen pada UMKM tertentu.

Namun, hubungan antarvariabel harus tetap memiliki dasar teori dan penelitian terdahulu.


16. Pastikan Ide Bisa Diteliti

Ide yang menarik belum tentu cocok untuk skripsi.

Sebelum menentukan ide, tanyakan:

  • Apakah datanya tersedia?
  • Apakah objek penelitian dapat diakses?
  • Apakah responden bisa ditemukan?
  • Apakah waktunya cukup?
  • Apakah metode penelitian dikuasai?
  • Apakah teori yang diperlukan tersedia?
  • Apakah topik sesuai dengan jurusan?

Jangan memilih ide hanya karena terlihat keren.

Pilih ide yang menarik sekaligus realistis.


Contoh Mengubah Jurnal Menjadi Ide Skripsi

Misalnya kamu menemukan jurnal dengan topik:

Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan pada layanan digital.

Setelah membaca jurnal tersebut, kamu menemukan bahwa penelitian dilakukan pada pengguna aplikasi secara umum.

Kemudian kamu menemukan jurnal lain yang membahas:

Pengalaman mahasiswa menggunakan layanan digital.

Dari kedua jurnal tersebut, kamu bisa menemukan kemungkinan topik baru yang lebih spesifik.

Misalnya:

Analisis Pengalaman Mahasiswa dalam Menggunakan Layanan Digital Perguruan Tinggi

Judul tersebut bukan sekadar menyalin judul jurnal, tetapi dikembangkan berdasarkan temuan dari beberapa penelitian.


Kesalahan Saat Mencari Ide Skripsi dari Jurnal

Ada beberapa kesalahan yang perlu dihindari.

1. Menyalin judul jurnal

Jurnal seharusnya menjadi sumber inspirasi dan referensi, bukan untuk disalin.

2. Hanya membaca satu jurnal

Satu jurnal belum cukup untuk memahami kondisi penelitian secara keseluruhan.

3. Mengabaikan research gap

Jangan hanya mencari topik yang terlihat menarik. Cari juga alasan mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan.

4. Memilih topik terlalu luas

Topik yang terlalu luas akan membuat penelitian sulit dikendalikan.

5. Tidak memperhatikan ketersediaan data

Ide yang bagus akan sulit dilakukan jika data tidak dapat diperoleh.

6. Mengikuti tren tanpa memahami topik

Topik yang sedang populer belum tentu cocok dengan kemampuan dan jurusanmu.


Checklist Mencari Ide Skripsi dari Jurnal

Sebelum menetapkan ide, pastikan:

  • Sudah menentukan bidang yang diminati.
  • Sudah menentukan kata kunci.
  • Sudah mencari beberapa jurnal.
  • Sudah membaca abstrak.
  • Sudah membaca pendahuluan.
  • Sudah memahami masalah penelitian.
  • Sudah mencatat hasil penelitian.
  • Sudah melihat keterbatasan.
  • Sudah membaca saran penelitian selanjutnya.
  • Sudah mencari research gap.
  • Sudah membandingkan beberapa jurnal.
  • Sudah menemukan fenomena yang relevan.
  • Ide memiliki dasar penelitian.
  • Data memungkinkan untuk diperoleh.
  • Ide sesuai dengan kemampuan dan waktu.

Kesimpulan

Tips mencari ide skripsi dari jurnal sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan jika dilakukan secara sistematis.

Mulailah dengan menentukan bidang yang kamu minati, kemudian buat kata kunci pencarian. Setelah menemukan jurnal yang relevan, jangan hanya melihat judul. Baca abstrak, pendahuluan, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian selanjutnya.

Perhatikan bagian yang menunjukkan adanya masalah, perbedaan hasil, keterbatasan, atau aspek yang belum banyak diteliti. Kemudian bandingkan beberapa jurnal untuk melihat pola dan menemukan research gap.

Ide skripsi juga dapat dikembangkan dengan menghubungkan hasil penelitian terdahulu dengan fenomena yang terjadi saat ini. Namun, pastikan ide tersebut tetap realistis untuk dilakukan berdasarkan ketersediaan data, objek penelitian, waktu, metode, dan kemampuanmu.

Yang paling penting, jangan menjadikan jurnal sebagai tempat untuk mencari judul yang bisa langsung disalin. Gunakan jurnal sebagai sumber untuk memahami masalah dan perkembangan penelitian. Dari pemahaman tersebut, kamu dapat mengembangkan ide yang lebih spesifik dan memiliki dasar akademis.

Dengan cara ini, proses menentukan ide skripsi tidak lagi hanya berdasarkan tebakan. Kamu memiliki alasan yang jelas mengapa topik tersebut dipilih dan apa yang ingin dikembangkan dari penelitian sebelumnya.


Butuh Bantuan Menemukan Ide Skripsi?

Sudah membaca banyak jurnal tetapi masih belum menemukan ide skripsi yang cocok? Atau sudah menemukan beberapa penelitian tetapi bingung menentukan research gap, topik, dan judul?

Molulus.id siap membantu kamu mempersiapkan kebutuhan skripsi dengan lebih terarah.

Kamu bisa melakukan order melalui website Molulus.id atau menghubungi WhatsApp:

085179917579

Mulai dari mencari ide, menentukan topik, memahami penelitian terdahulu, menemukan research gap, sampai mengembangkan judul skripsi yang lebih spesifik.

Sudah punya beberapa jurnal? Jangan cuma disimpan. Yuk, ubah hasil bacaanmu menjadi ide skripsi bersama Molulus.id.