Menentukan objek penelitian menjadi salah satu langkah penting dalam proses penyusunan skripsi. Setelah menemukan topik dan masalah penelitian, mahasiswa perlu menentukan siapa atau apa yang akan menjadi fokus penelitian.
Sayangnya, masih banyak mahasiswa yang menganggap menentukan objek penelitian sebagai hal yang sederhana. Padahal, objek penelitian yang kurang tepat dapat membuat proses pengumpulan data menjadi sulit, penelitian terlalu luas, atau bahkan membuat judul skripsi harus mengalami banyak perubahan.
Misalnya, seorang mahasiswa sudah memiliki topik penelitian yang menarik, tetapi memilih objek yang sulit dijangkau. Ketika penelitian mulai dilakukan, ternyata responden sulit ditemukan, izin penelitian membutuhkan waktu lama, atau data yang dibutuhkan tidak tersedia.
Karena itu, mengetahui tips menentukan objek penelitian skripsi sangat penting sebelum kamu menetapkan judul dan menyusun proposal penelitian.
Objek penelitian sebaiknya tidak hanya dipilih karena mudah ditemukan. Kamu juga perlu mempertimbangkan kesesuaiannya dengan masalah penelitian, program studi, tujuan penelitian, ketersediaan data, waktu, serta kemampuan yang kamu miliki.
Artikel ini akan membahas cara menentukan objek penelitian skripsi secara lebih terarah, mulai dari pengertian objek penelitian, faktor yang perlu dipertimbangkan, contoh objek penelitian, hingga kesalahan yang sebaiknya dihindari.
Objek penelitian adalah sesuatu yang menjadi fokus atau sasaran yang diteliti untuk memperoleh data dan menjawab permasalahan penelitian.
Objek tersebut dapat berupa individu, kelompok, organisasi, lembaga, perusahaan, program, kebijakan, layanan, dokumen, aktivitas, maupun fenomena tertentu, tergantung pada jenis dan pendekatan penelitian.
Sebagai contoh, seorang mahasiswa ingin meneliti:
“Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Mahasiswa.”
Dalam penelitian tersebut, mahasiswa yang menggunakan layanan tertentu dapat menjadi objek atau sasaran penelitian sesuai dengan definisi dan desain penelitian yang digunakan.
Contoh lainnya adalah penelitian mengenai:
“Efektivitas Program Digitalisasi Pelayanan Publik.”
Penelitian tersebut dapat berfokus pada program, pelaksana program, pengguna layanan, atau kombinasi objek tertentu sesuai dengan rumusan masalah.
Jadi, objek penelitian tidak selalu berarti “orang yang mengisi kuesioner”. Objek harus dipahami berdasarkan fokus dan desain penelitian secara keseluruhan.
Objek penelitian memiliki hubungan erat dengan keseluruhan proses penelitian.
Ketika objek sudah ditentukan dengan jelas, kamu akan lebih mudah menentukan:
Sebaliknya, objek yang terlalu luas dapat membuat penelitian sulit dikendalikan.
Misalnya kamu ingin meneliti kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik di Indonesia.
Cakupannya sangat luas.
Masyarakat yang mana?
Pelayanan publik apa?
Wilayah mana?
Instansi apa?
Periode penelitian kapan?
Jika objek tidak dipersempit, penelitian akan sulit dilakukan secara efektif.
Karena itu, salah satu prinsip penting dalam menentukan objek penelitian adalah:
Pilih objek yang relevan dengan masalah, jelas batasnya, dan realistis untuk diteliti.
Berikut beberapa tips menentukan objek penelitian skripsi yang bisa kamu gunakan sebelum menetapkan objek penelitian.
Jangan menentukan objek terlebih dahulu hanya karena objek tersebut mudah ditemukan.
Sebaiknya, mulai dari masalah penelitian.
Tanyakan:
“Masalah apa yang ingin saya teliti?”
Setelah masalah ditemukan, baru tentukan siapa atau apa yang paling tepat untuk membantu menjawab masalah tersebut.
Misalnya kamu menemukan masalah bahwa mahasiswa mengalami kesulitan mendapatkan informasi akademik.
Kamu bisa mempertimbangkan mahasiswa sebagai salah satu sasaran penelitian karena mereka mengalami langsung masalah tersebut.
Dari sini, objek penelitian dapat ditentukan secara lebih logis.
Objek penelitian harus memiliki hubungan dengan topik yang kamu pilih.
Misalnya topik penelitianmu mengenai:
“Strategi Pemasaran Digital UMKM.”
Objek yang relevan dapat berupa pelaku UMKM yang menggunakan media digital untuk kegiatan pemasaran.
Tidak tepat jika objek penelitian justru kelompok yang tidak berkaitan dengan aktivitas pemasaran UMKM.
Keselarasan antara topik dan objek akan membantu membuat penelitian lebih fokus.
Sebelum menentukan objek, coba tanyakan:
“Apakah objek ini memang mengalami atau berkaitan dengan masalah yang saya teliti?”
Jika jawabannya iya, objek tersebut dapat dipertimbangkan lebih lanjut.
Salah satu pertimbangan paling penting adalah ketersediaan data.
Jangan memilih objek hanya karena terlihat menarik.
Pastikan kamu dapat memperoleh data yang diperlukan.
Misalnya kamu ingin meneliti kepuasan pelanggan sebuah layanan.
Pertimbangkan apakah kamu bisa menemukan pelanggan yang sesuai untuk menjadi responden.
Jika penelitian membutuhkan data wawancara, pastikan calon informan dapat dihubungi dan bersedia memberikan informasi.
Ketersediaan data akan sangat menentukan kelancaran penelitian.
Objek penelitian yang mudah diakses biasanya dapat membantu memperlancar proses penelitian.
Misalnya kamu melakukan penelitian di lingkungan kampus. Mahasiswa, organisasi mahasiswa, atau pengguna layanan kampus mungkin relatif lebih mudah dijangkau.
Namun, kemudahan akses bukan berarti objek boleh dipilih tanpa mempertimbangkan relevansi.
Objek harus tetap sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian.
Jadi, gunakan prinsip:
Relevan terlebih dahulu, mudah diakses kemudian.
Pertimbangkan berapa banyak waktu yang kamu miliki untuk menyelesaikan penelitian.
Jika objek penelitian berada jauh dari tempat tinggal dan membutuhkan perjalanan berkali-kali, proses pengumpulan data mungkin membutuhkan waktu dan biaya lebih besar.
Hal tersebut tidak selalu menjadi masalah, tetapi harus diperhitungkan sejak awal.
Jika terdapat dua objek yang sama-sama relevan, kamu dapat mempertimbangkan objek yang lebih realistis dari segi waktu dan akses.
Untuk penelitian yang membutuhkan responden, jumlah dan karakteristik responden harus dipertimbangkan.
Misalnya kamu membutuhkan mahasiswa yang pernah menggunakan layanan tertentu.
Pastikan terdapat cukup calon responden yang sesuai dengan kriteria penelitian.
Jangan sampai setelah proposal selesai, kamu baru menyadari bahwa jumlah responden yang memenuhi kriteria sangat sedikit.
Untuk penelitian kualitatif, pertimbangkan juga apakah kamu dapat menemukan informan yang benar-benar memahami masalah yang sedang diteliti.
Objek penelitian harus sesuai dengan metode yang digunakan.
Penelitian kuantitatif biasanya membutuhkan data yang dapat diukur dan dianalisis secara statistik sesuai rancangan penelitian.
Sementara penelitian kualitatif dapat menggunakan informan yang mampu memberikan informasi mendalam mengenai fenomena yang diteliti.
Karena itu, sebelum menentukan objek, pahami terlebih dahulu pendekatan penelitian yang akan digunakan.
Jangan sampai objek sudah dipilih, tetapi ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan metode penelitian.
Jika penelitian memiliki kriteria khusus, objek yang dipilih harus memenuhi kriteria tersebut.
Misalnya kamu ingin meneliti:
“Pengaruh Penggunaan E-Commerce terhadap Keputusan Pembelian Mahasiswa.”
Responden yang dipilih seharusnya memiliki pengalaman menggunakan e-commerce sesuai dengan batasan penelitian.
Tidak semua mahasiswa otomatis menjadi responden yang sesuai.
Karakteristik objek perlu dibuat dengan jelas agar data yang dikumpulkan benar-benar relevan.
Fenomena viral dapat menjadi sumber ide penelitian, tetapi jangan memilih objek hanya karena sedang populer.
Misalnya ada sebuah aplikasi yang sedang ramai digunakan.
Kamu mungkin tertarik menjadikannya objek penelitian.
Namun, sebelum memutuskan, periksa:
Jika semua pertanyaan tersebut dapat dijawab, objek tersebut baru layak dipertimbangkan.
Beberapa objek penelitian membutuhkan izin khusus.
Misalnya penelitian di:
Sebelum menentukan objek, cari tahu apakah kamu memerlukan surat izin atau persetujuan tertentu.
Jika proses perizinannya panjang, kamu perlu memasukkannya ke dalam perencanaan waktu penelitian.
Jangan menunggu sampai penelitian sudah berjalan baru memikirkan izin.
Objek penelitian harus memiliki batasan.
Contohnya:
“Masyarakat Indonesia”
Cakupan ini terlalu luas untuk sebagian besar penelitian skripsi.
Kamu bisa mempersempit menjadi:
“Masyarakat pengguna layanan administrasi di Kecamatan X.”
Atau:
“Mahasiswa pengguna layanan akademik di Universitas X.”
Dengan batasan tersebut, penelitian menjadi lebih realistis dan terarah.
Kamu juga perlu mempertimbangkan kemampuan sendiri.
Jika penelitian membutuhkan wawancara mendalam, pastikan kamu mampu melakukan proses wawancara dan analisis data.
Jika penelitian membutuhkan survei dalam jumlah besar, pastikan kamu mampu memperoleh responden yang sesuai.
Jika penelitian membutuhkan perjalanan ke beberapa lokasi, pertimbangkan waktu dan biaya yang tersedia.
Penelitian yang baik bukan penelitian yang paling rumit, tetapi penelitian yang dapat dilakukan secara sistematis dan bertanggung jawab.
Salah satu cara paling mudah adalah melihat hubungan antara judul, masalah, dan sasaran penelitian.
Misalnya:
Judul:
“Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Mahasiswa pada Layanan Administrasi Akademik.”
Dari judul tersebut, kamu dapat mengidentifikasi:
Topik: Kualitas pelayanan.
Variabel: Kualitas pelayanan dan kepuasan mahasiswa.
Objek atau sasaran: Mahasiswa pengguna layanan administrasi akademik.
Konteks: Layanan administrasi akademik.
Dengan membaca judul secara hati-hati, kamu dapat mulai menentukan objek yang sesuai.
Namun, objek final tetap harus disesuaikan dengan rumusan masalah dan desain penelitian.
Berikut beberapa contoh objek penelitian yang dapat menjadi inspirasi.
Objek penelitian dapat berupa:
Contoh:
“Kualitas Pelayanan Administrasi Kependudukan bagi Masyarakat di Kecamatan X.”
Objeknya dapat difokuskan pada layanan administrasi kependudukan dan masyarakat pengguna layanan sesuai rancangan penelitian.
Objek penelitian dapat berupa:
Contoh:
“Pengaruh Promosi Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada UMKM X.”
Objek penelitian dapat berupa:
Contoh:
“Strategi Komunikasi Digital dalam Meningkatkan Engagement pada Media Sosial Organisasi X.”
Objek penelitian dapat berupa:
Contoh:
“Penggunaan Media Pembelajaran Digital dalam Mendukung Proses Pembelajaran Siswa.”
Contoh tersebut hanya sebagai gambaran. Objek penelitian harus tetap disesuaikan dengan masalah, teori, metode, dan pedoman penelitian dari masing-masing kampus.
Istilah objek dan subjek penelitian sering membuat mahasiswa bingung.
Secara sederhana, objek penelitian merujuk pada hal atau fenomena yang menjadi fokus kajian, sedangkan subjek penelitian dapat merujuk pada pihak atau sumber yang memberikan data penelitian, bergantung pada pendekatan dan penggunaan istilah dalam metodologi yang dipakai.
Contohnya, kamu ingin meneliti:
“Kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan akademik.”
Fokus kajiannya adalah kepuasan terhadap pelayanan akademik, sedangkan mahasiswa dapat menjadi pihak yang memberikan data.
Namun, penggunaan istilah objek dan subjek dapat berbeda antarbidang atau pedoman kampus. Karena itu, selalu sesuaikan dengan buku pedoman skripsi dan arahan dosen pembimbing.
Selain mengetahui cara memilih objek penelitian, kamu juga perlu memahami kesalahan yang sering dilakukan.
Mudah dijangkau memang penting, tetapi jangan mengorbankan relevansi penelitian.
Objek sudah dipilih tetapi data ternyata tidak dapat diperoleh.
Cakupan yang terlalu luas dapat membuat penelitian sulit selesai.
Beberapa objek membutuhkan izin khusus sehingga harus dipersiapkan sejak awal.
Objek harus membantu menjawab pertanyaan penelitian.
Objek dari penelitian terdahulu dapat menjadi inspirasi, tetapi belum tentu sesuai dengan penelitianmu.
Lokasi dan karakteristik objek dapat memengaruhi kebutuhan waktu serta biaya penelitian.
Sebelum menetapkan objek penelitian, coba jawab pertanyaan berikut:
Jika sebagian besar pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan jelas, objek penelitian yang kamu pilih sudah memiliki dasar yang cukup kuat untuk dikonsultasikan kepada dosen.
Menentukan objek penelitian bukan sekadar memilih siapa yang mudah ditemui atau lokasi yang dekat dengan tempat tinggal. Objek penelitian harus dipilih berdasarkan masalah, topik, tujuan, metode, ketersediaan data, akses, waktu, dan kemampuan peneliti.
Beberapa tips menentukan objek penelitian skripsi yang dapat kamu terapkan adalah mulai dari masalah penelitian, sesuaikan dengan topik, cek ketersediaan data, pertimbangkan akses dan izin, tentukan karakteristik objek, serta buat batasan agar penelitian tidak terlalu luas.
Jangan lupa membaca penelitian terdahulu untuk melihat bagaimana peneliti sebelumnya menentukan objek dan konteks penelitian.
Jika sejak awal objek penelitian sudah tepat, proses pengumpulan data hingga penyusunan skripsi akan menjadi lebih terarah.
Sebaliknya, objek yang tidak tepat dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari sulit mendapatkan responden, data tidak tersedia, proses izin yang panjang, hingga perubahan judul penelitian.
Karena itu, luangkan waktu untuk melakukan riset awal sebelum menetapkan objek penelitian. Setelah memiliki beberapa alternatif, konsultasikan dengan dosen pembimbing agar pilihanmu semakin kuat secara akademis dan realistis untuk dikerjakan.
Masih bingung menentukan objek penelitian yang sesuai dengan judul dan topik skripsimu? Atau kamu sudah punya ide tetapi belum tahu siapa atau apa yang paling tepat dijadikan objek penelitian?
Molulus.id siap membantu kamu mempersiapkan penelitian dan skripsi dengan lebih terarah.
Kamu bisa melakukan pemesanan melalui:
Website: Molulus.id
WhatsApp: 085179917579
Jangan sampai skripsi terhambat karena salah memilih objek penelitian.
Sudah punya topik atau judul skripsi? Konsultasikan kebutuhan penelitianmu melalui Molulus.id sekarang.