Ketika menyusun skripsi atau karya ilmiah, mahasiswa sering diarahkan untuk menggunakan referensi dari jurnal ilmiah. Selain jurnal yang telah terindeks SINTA, terdapat pula banyak jurnal non SINTA yang beredar di internet. Hal ini membuat sebagian mahasiswa bertanya, apa itu jurnal non SINTA? Apakah jurnal tersebut boleh digunakan sebagai referensi? Apakah kualitasnya selalu lebih rendah dibanding jurnal SINTA?
Jawabannya tidak selalu demikian. Jurnal non SINTA bukan berarti jurnal yang buruk atau tidak layak digunakan. Banyak jurnal berkualitas yang belum terindeks SINTA karena berbagai alasan, seperti masih baru, belum mengajukan akreditasi, atau diterbitkan oleh institusi luar negeri yang menggunakan sistem indeks lain.
Melalui artikel ini, Anda akan memahami secara lengkap pengertian jurnal non SINTA, ciri-cirinya, kelebihan dan kekurangannya, perbedaannya dengan jurnal SINTA, serta tips memilih jurnal yang tepat sebagai referensi skripsi.
Jurnal non SINTA adalah jurnal ilmiah yang belum atau tidak terdaftar dalam sistem Science and Technology Index (SINTA) yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Status non SINTA hanya menunjukkan bahwa jurnal tersebut tidak tercantum dalam basis data SINTA. Hal ini tidak otomatis berarti jurnal tersebut tidak berkualitas atau tidak dapat digunakan sebagai referensi ilmiah.
Banyak jurnal non SINTA tetap menerapkan proses editorial yang baik, memiliki peer review, serta diterbitkan secara berkala oleh perguruan tinggi, lembaga penelitian, maupun organisasi profesi.
Ada beberapa alasan mengapa sebuah jurnal belum masuk ke dalam indeks SINTA, antara lain:
Karena itu, status non SINTA tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator kualitas sebuah jurnal.
Beberapa karakteristik jurnal non SINTA meliputi:
Oleh sebab itu, mahasiswa perlu melakukan seleksi sebelum menggunakan jurnal non SINTA sebagai referensi.
Meskipun belum terindeks SINTA, jurnal non SINTA memiliki sejumlah kelebihan.
Di sisi lain, jurnal non SINTA juga memiliki beberapa keterbatasan.
| Aspek | Jurnal SINTA | Jurnal Non SINTA |
|---|---|---|
| Status Indeks | Terdaftar di SINTA | Belum terdaftar di SINTA |
| Akreditasi | Telah melalui proses penilaian nasional | Belum tentu terakreditasi |
| Peringkat | Memiliki peringkat S1–S6 | Tidak memiliki peringkat SINTA |
| Penggunaan Skripsi | Sangat direkomendasikan | Bergantung kebijakan kampus |
| Kualitas | Umumnya lebih terstandar | Sangat bervariasi |
Ya, jurnal non SINTA dapat digunakan apabila memenuhi beberapa kriteria berikut:
Tetap utamakan jurnal SINTA atau jurnal internasional bereputasi jika tersedia, lalu gunakan jurnal non SINTA sebagai referensi pendukung bila diperlukan.
Sebelum menggunakan jurnal non SINTA, lakukan beberapa langkah berikut:
Beberapa kesalahan yang sering terjadi saat menggunakan jurnal non SINTA antara lain:
Dengan lebih selektif, mahasiswa dapat memperoleh referensi yang tetap berkualitas meskipun berasal dari jurnal non SINTA.
Memahami apa itu jurnal non SINTA sangat penting bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi atau karya ilmiah. Jurnal non SINTA adalah jurnal yang belum atau tidak terindeks dalam sistem SINTA, tetapi tidak otomatis berarti kualitasnya rendah. Banyak jurnal non SINTA tetap memiliki standar akademik yang baik, terutama jika berasal dari penerbit tepercaya dan menerapkan proses peer review. Kunci utamanya adalah melakukan evaluasi terhadap kualitas jurnal sebelum menjadikannya sebagai referensi penelitian.
Masih bingung memilih jurnal yang tepat untuk skripsi Anda? Molulus.id siap membantu mulai dari pencarian jurnal, analisis referensi, penyusunan tinjauan pustaka, hingga pendampingan skripsi menggunakan bantuan AI.
🌐 Website: https://molulus.id
📱 WhatsApp: 085179917579
Bersama Molulus.id, proses menyusun skripsi menjadi lebih mudah, cepat, dan didukung referensi ilmiah yang berkualitas.
Selanjutnya kami akan membahas >> Cara Membedakan Jurnal SINTA dan Non SINTA